Jusuf S Effendi
Faculty of Medicine University of Padjadjadran/Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Heme Oxygenases1 (Hmox1) and Serum Ferritin Level between Preeclampsia and Normal Pregnancy Putra, Ridwan A; Effendi, Jusuf S; Sabarudin, Udin
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 5, No. 1, January 2017
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.635 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v5i1.457

Abstract

Objective: To determine the comparison of Hmox-1 to serum ferritin level between patients with preeclampsia and normal pregnancy. Methods: This study used analytic observational with cross sectional design. We included 30 subjects with preeclampsia and the other 30 people with normal pregnancy in accordance with inclusion and exclusion criteria. Examination of Hmox-1 and ferritin level was performed through ELISA method. The data consisted of physical and laboratory examination and they would be continued to the calculation in the statistical analysis. Results: The average of Hmox-1 level in normal pregnancy and preeclampsia was 1.2 (SD 1.6) ng/ml and 0.3 (SD 0.2) ng/ml (p
Pengaruh Implementasi Praktik Community Based Medical Education (CBME) terhadap Peningkatan Kemampuan Soft Skills Kepemimpinan dan Komunikasi pada Mahasiswa DIII Kebidanan Suryani, Evi Sri; Sutedja, Endang; Madjid, Tita Husnitawati; Husin, Farid; Budimansyah, Dasim; Effendi, Jusuf S; Wirakusumah, Firman Fuad
Jurnal Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan Indonesia (Indonesian Journal of Education and Midwifery Care Vol 2, No 3 (2015): September
Publisher : Program Studi Magister Kebidanan FK UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.795 KB) | DOI: 10.24198/ijemc.v2i3.53

Abstract

Pendidikan kesehatan berbasis masyarakat/ Community Based Medical Education (CBME) diperlukanuntuk meningkatkan kompetensi mahasiswa kebidanan. Mahasiswa kebidanan harus mempunyaikemampuan hard skills dan soft skills yang unggul untuk bisa menjadi bidan profesional yangkompeten mampu memberikan intervensi berbasis bukti, mampu berkomunikasi, mampu memimpindan bekerjasama dalam tim, serta mampu memberikan solusi pada permasalahan yang sulit dalampelayanan kebidanan. Implementasi program tersebut selama ini belum pernah dianalisis lebih lanjutterutama tercapainya tujuan pembelajaran soft skills meliputi kepemimpinan dankomunikasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi praktik CBMEterhadap peningkatan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi mahasiswa kebidanan. Penelitianini merupakan penelitian kuantitatif dengan pre eksperimen one group pre-post test design.Subjekdalam penelitian ini adalah mahasiswa kebidanan semester VI di Akademi Kebidanan YLPPPurwokerto. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner.Terdapat pengaruh implementasi praktikCommunity Based Medical Education terhadap peningkatan kemampuan soft skills kepemimpinan dankomunikasi mahasiswa kebidanan yang dilihat dari nilai p-value (0.000) kurang dari nilai α (0.05).Simpulan CBME merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkankemampuan kepemimpinan dan komunikasi mahasiswa kebidanan
Heme Oxygenases1 (Hmox1) and Serum Ferritin Level between Preeclampsia and Normal Pregnancy Putra, Ridwan A; Effendi, Jusuf S; Sabarudin, Udin
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 5, No. 1, January 2017
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.635 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v5i1.457

Abstract

Objective: To determine the comparison of Hmox-1 to serum ferritin level between patients with preeclampsia and normal pregnancy. Methods: This study used analytic observational with cross sectional design. We included 30 subjects with preeclampsia and the other 30 people with normal pregnancy in accordance with inclusion and exclusion criteria. Examination of Hmox-1 and ferritin level was performed through ELISA method. The data consisted of physical and laboratory examination and they would be continued to the calculation in the statistical analysis. Results: The average of Hmox-1 level in normal pregnancy and preeclampsia was 1.2 (SD 1.6) ng/ml and 0.3 (SD 0.2) ng/ml (p
Hubungan Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana, Komunikasi PONED–PONEK, dan Standar Operasional Prosedur dengan Syarat dan Persiapan Rujukan Puskesmas PONED Jaya, Susanti Tria; mose, Johanes C; Husin, Farid; Effendi, Jusuf S; sunjaya, Deny K
Jurnal Kesehatan Prima Vol 13, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v13i1.212

Abstract

Rujukan pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk penanganan kasus emergensi yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik, baik vertikal maupun horizontal. Memperkuat sistem rujukan merupakan salah satu cara dalam mempercepat penurunan angka kematian ibu. Upaya tersebut tidak terlepas dari penanganan kasus emergensi di fasilitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan PONED di puskesmas dan PONEK di rumah sakit. Untuk mendukung pelayanan PONED dan PONEK dibutuhkan pembentukan sistem rujukan yang sesuai standar. Pelaksanaan Rujukan yang terorganisir harus dilakukan dengan syarat dan persiapan yang tepat untuk merujuk kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi secara tepat dan cepat.  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan sumberdaya manusia, sarana prasarana, komunikasi PONED – PONEK, dan standar operasional prosedur dengan syarat dan persiapan rujukan puskesmas PONED.Desain penelitian observasional analitik kuantitatif dengan metode survei, pendekatan waktu cross sectional. Pengukuran data menggunakan pemodelan Rasch dengan mengubah data ordinal menjadi data interval dalam bentuk logit. Populasi dalam penelitian ini adalah Tim inti PONEDdari 18 Puskesmas PONED di  Wilayah Bagian Utara Provinsi Aceh. Sampel berjumlah 72 orang diambil secara total sampling. Variabel diukur menggunakan kuesioner. Analisis bivariabel menggunakan Pearson Correlation Test sedangkan untuk multivariabel menggunakan Multiple Linear Regression.Hasil penelitian menunjukkan bahwa syarat dan persiapan rujukan belum sesuai standar, umpan balik dari RS PONEK ke Puskesmas PONED sangat susah dilaksanakan, sumberdaya manusia tidak memenuhi kualifikasi standar minimal Puskesmas PONED dan belum terlatih, sarana prasarana rujukan yang tersedia untuk di ambulan belum cukup, komunikasi PONED–PONEK masih satu arah dan standar operasional prosedur belum lengkap, dan tidak diletakkan di tempat yang mudah dilihat petugas. Hasil analisis Multiple Linear Regression menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan syarat dan persiapan rujukan adalah standar operasional prosedur (p<0,001). Simpulan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan rujukan puskesmas PONED yang sesuai standar masih belum tercapai, belum semua sumberdaya manusia yang tersedia memenuhi kualifikasi Puskesmas PONED. Diharapkan dukungan dinas kesehatan akan berpengaruh pada kesiapan rujukan Puskesmas PONED yang berkualitas.
Faktor Diri Mahasiswa yang Memengaruhi Kelulusan Uji Kompetensi D III Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Palu Hadina, Hadina; Effendi, Jusuf S; Susiarno, Hadi; Herman, Herry; Mose, Johanes C.; Sunjaya, Deni K; Mangun, Mardiani
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.299 KB) | DOI: 10.33860/jik.v11i1.62

Abstract

Kelulusan uji kompetensi di Institusi pendidikan merupakan parameter penting untuk menilai keefektifan pembelajaran, ketersediaan, dan kualitas sarana dan prasarana, tenaga edukatif yang terlibat di dalamnya serta pencerminan usaha belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor mahasiswa yang memengaruhi kelulusan pada uji kompetensi bidan dan memperoleh instrumen baku berdasarkan hasil studi eksploratif yang telah diuji validitas dan reliabilitas.        Desain penelitian yang dipergunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan strategi sequential exploratory. Hasil eksplorasi dilakukan analisis tematik dan untuk memperoleh instrumen yang valid dan reliable dilakukan analisis menggunakan rasch model. Subyek penelitian adalah 6 alumni yang tidak lulus uji kompetensi, 3 alumni yang lulus uji kompetensi, 3 dosen D III di jurusan kebidanan Poltekkes Kemenkes PaluHasil eksplorasi diperoleh faktor-faktor yang memengaruhi kelulusan mahasiswa pada uji kompetensi bidan dari diri mahasiswa yaitu minat dan motivasi belajar sangat rendah, kurang percaya diri dan ketelitian dalam mengisi lembar jawaban komputer, dan ketidakjujuran selama proses pendidikan.Hasil pengolahan menggunakan rasch model pada kode m6, m7 dam m5 dengan kriteria sangat sulit dan sulit disetujui. Bunyi masing-masing item kode m6 (+1,28) bunyi item “saya rajin berkunjung dan meminjam buku ke perpustakaan”. Kode m7 (+0,95 logit) “Alumni yang belum lulus uji kompetensi sebaiknya bimbingan belajar”. Kode m5 (+0,80 logit) dengan bunyi item pernyataan “saya kurang fokus belajar karena saya memiliki aktifitas lain (pacaran, jalan-jalan atau bermain dengan teman)”. Item ini tidak ada responden yang menyetujui. Pada kriteria mudah sekali disetujui terdapat dua item yaitu kode m4 dan m3 dengan bunyi item pernyataan m4 (-0,76)  “Saya membuat laporan target kompetensi fiktif karena hanya sebagai syarat untuk mendaftar ujian akhir program”.  Item m3 (-1,25 logit) “saya berharap ada bimbingan belajar persiapan uji kompetensi”. Kedua item ini semua resonden sangat mudah menyetujui.Simpulan, kelulusan mahasiswa pada uji kompetensi masih rendah hal ini dipengaruhi oleh rendahnya motivasi dan minat belajar mahasiswa, ketidak jujuran dalam membuat laporan dan belum ada bimbingan belajar khusus menghadapi uji kompetensi. Disarankan Dosen memotivasi mahasiswa belajar dan menfasilitasi mahasiswa menghadapi uji kompetensi. Kata kunci : mutu lulusan, uji kompetensi
Heme Oxygenases1 (Hmox1) and Serum Ferritin Level between Preeclampsia and Normal Pregnancy Putra, Ridwan A; Effendi, Jusuf S; Sabarudin, Udin
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 5, No. 1, January 2017
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.635 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v5i1.457

Abstract

Objective: To determine the comparison of Hmox-1 to serum ferritin level between patients with preeclampsia and normal pregnancy. Methods: This study used analytic observational with cross sectional design. We included 30 subjects with preeclampsia and the other 30 people with normal pregnancy in accordance with inclusion and exclusion criteria. Examination of Hmox-1 and ferritin level was performed through ELISA method. The data consisted of physical and laboratory examination and they would be continued to the calculation in the statistical analysis. Results: The average of Hmox-1 level in normal pregnancy and preeclampsia was 1.2 (SD 1.6) ng/ml and 0.3 (SD 0.2) ng/ml (p