Articles

Found 31 Documents
Search

NFLUENCE OF RED-BEAN (PHASEOLUS VULGARIS L)FLOUR SUBSTITUTION ON PHISICAL, CHEMICAL, AND ORGANOLEFTIC CHARACTERISTICS OF COOKIES FOR WEANING FOOD Damanik, Rizal; Marliyati, Sri Anna; Atmojo, Sumali M; Ekawati, Dian
Media Gizi dan Keluarga Vol. 24 No. 1 (2000): Jurnal Media Gizi dan Keluarga
Publisher : Media Gizi dan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To minimize the effects of antinutrient contents in red bean (Phaseolus vulgaris L) two methods of drying were tested, i.e. oven and drum drier, to produce bean flour. The flour produced then was used as substitute ingredient to make cookies for baby food. The results of this study showed that drum drier are more effective than oven drier as indicated by chemicals and financial analyses. The 50% substitute of bean flour into cookies is preferred by panelists compared to 0% to 40%. This level of substitution has also the cheapest price in production cost. It is recommended that babies should eat 3-4 cookies per day to fulfill the nutrient requirement.
METODE FONEMIK MOTORIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PENYANDANG DISLEKSIA Fakhruddiana, Fuadah; Ekawati, Dian; Kinayung, Dian
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.216 KB) | DOI: 10.21831/jpk.v13i2.19136

Abstract

Kesulitan membaca adalah salah satu bentuk kesulitan belajar yang dikenali padasaat siswa duduk di sekolah dasar. Salah satu gangguan kesulitan membaca dikenal denganistilah dyslexia. Disleksia ditunjukkan dengan adanya kesulitan dalam kemampuanpenguasaan dan pemrosesan bahasa, termasuk di dalamnya proses fonologi (mempelajaribunyi), dalam membaca, menulis, dan mengeja. Penelitian ini bertujuan untuk melihatpengaruh dari pembelajaran dengan metode fonemik motorik terhadap kemampuan membacapada anak dengan gangguan disleksia. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak usia11 tahun dengan inteligensi 118 (Skala Weschler, kategori pandai) yang mengalami gangguandisleksia visual. Target pelatihan adalah subjek mampu mengidentifikasi huruf dengan fonemyang benar serta mampu membaca suku kata. Analisis data dengan membandingkan hasilpretest dan posttest subjek. Metode observasi dan wawancara juga diterapkan untukmenyusun dinamika psikologis subjek. Hasilnya metode ini belum dapat meningkatkankemampuan membaca subjek secara optimal. Beberapa kemajuan yang ditunjukkan subjeksetelah pelatihan antara lain subjek lebih peka dalam mengidentifikasi huruf sertameningkatnya minat untuk terus belajar membaca. Salah satu faktor penting dalam metodepelatihan membaca untuk anak disleksia adalah adanya pengulangan secara kontinyu. Olehkarena itu saran untuk peneliti selanjutnya adalah menambahkan tugas rumah dalamrangkaian pelatihan sebagai upaya pengulangan membaca di rumah.
PERANAN BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) DALAM MELAKUKAN BIMBINGAN KEMASYARAKATAN TERHADAP NARAPIDANA YANG MEMPEROLEH PEMBEBASAN BERSYARAT DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 1995 TENTANG PEMASYARAKATAN Ekawati, Dian
DEDIKASI JURNAL MAHASISWA Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : DEDIKASI JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTHall of Corrections (BAPAS) is to implement the guidance of social institutions. In accordance with Act 12 of 1995 undangNomor supervising civic duty contained in Article 2 paragraph 1 of the Decree of the Minister of Justice No. M.01-PK.04.10 In 1998, one of which is to implement the guidance of social and vocational guidance for correctional clients. Especially with the aim that the client is not willing to commit acts criminal offenses in the future. However, in the implementation of the work in the body BAPAS experienced internal and external constraints.The purpose of writing this essay for Social Research to examine the implementation by BAPAS Class II Samarinda proposed for inmates to obtain parole, knowing Role BAPAS Class II Samarinda in implementing the guidance of the Correctional Clients who obtain parole is later called correctional clients, and to identify constraints -kendala faced BAPAS Class II Samarinda in the framework of the implementation of the guidance to the Client of Corrections who obtain parole. Results showed that task Correctional Center is for healing and rehabilitation and social reintegration of the offenders to be able to adjust to life back in the community. Keywords: Parole, Research Society.
REORIENTASI ONTOLOGI, EPISTEMOLOGY DAN AKSIOLOGI DALAM PERKEMBANGAN SAINS Ekawati, Dian
TARBAWIYAH Vol 10, No 2 (2013): Tarbawiyah -Edisi Juli-Desember 2013
Publisher : TARBAWIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As a perfect human being and is known as thinking beings and is known as thinking beings called homosapiens. Humans are able to maintain the existence of the earth at the same time maintaining its leadership and empower the surrounding creatures for his own benefit and using a knife scientific analysis and empirical data.Ontology is the science which deals with the nature of the existing, which is a reality in the form of the either concrete or abstract.Epistemology is the science which deals with how to gain knowledge that well known as scientific method.Three elements must be releated to each other
EKSISTENSIALISME Ekawati, Dian
JURNAL TARBAWIYAH Vol 12, No 1 (2015): Vol.12 No.1 Januari-Juni 2015
Publisher : JURNAL TARBAWIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

School has been considered for long as the center of educational institutions which is able to educate the youth as the nation upcoming generation. The scool success in conducting the qualified educational program mainly depends on the influence of some exsistences like the  environment,family and community as the part of either formal of informal educational system. In the modern life, the philosophy of exsistentialism is not only applied in the educational settings, but also in the social life. Acording to the perspective of exsistentialism, the school should give freedom to each individual to do as how they want to since not all individuals have the same interest and orientation and the also have the willingness to be accountable for what they did.
PENGARUH TINDAK BAHASA LAKI-LAKI TERHADAP PENGAKTUALISASIAN DIRI PEREMPUAN–ANALISIS GROUNDED THEORIES DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIKFOCUS GROUP DISCUSSION PADA MAHASISWA SUNDA ASAL GARUT UNIVERSITAS PADJADJARAN Indira, Dian; L. Lubis, Thersiah; Fakhri Iqbal, Dien; Ekawati, Dian
Sosiohumaniora Vol 5, No 1 (2003): SOSIOHUMANIORA, MARET 2003
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v5i1.5274

Abstract

Tindak berbahasa individu mencerminkan status sosial maupun besar pengaruh individu tersebut dalam konteks interaksinya. Sebaliknya, konstelasi posisi gender dalam suatu kelompok masyarakat dapat juga dipahami melalui tindak bahasa gender, terutama dalam konteks interaksi pula. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang tindak bahasa laki-laki dan perempuan dalam suatu diskusi di mana kedua gender berpartisipasi. Menggunakan metode penelitian kualitatif, dan media interaksi berbentuk Focus Group Discussion, dilakukan pengamatan terhadap variabel penelitian pola komunikasi antargender. Dengan teknik purposisive sampling, diperoleh sampel penelitian mahasiswa/i Program Diploma III Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran yang berasal dari Garut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat banyak kesamaan dalam tindak berbahasa pada laki-laki maupun perempuan selama diskusi berlangsung. Dengan demikian, stereotip tentang tindak berbahasa laki-laki dan perempuan yang sebelumnya telah ada, patut diragukan. Kata kunci: tindak berbahasa, gender, focus group discussion
PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN BERBASIS E-LEARNING STUDI KASUS: SISWA SMAS MUTIARA BUNDA DI KELURAHAN SUKAMISKIN KECAMATAN ARCAMANIK KOTAMADYA BANDUNG Gantrisia, Kamelia; Ekawati, Dian; Cansrina, Genita
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.005 KB)

Abstract

Dengan pesatnya perkembangan teknologi media di semua bidang termasuk di bidang pendidikan, proses pembelajaran bahasa asing juga telah berubah secara permanen. Penggunaan media digital dalam kegiatan belajar mengajar, baik di dalam maupun di luar kelas menjadi sangat penting untuk dilakukan. Penelitian yang sedang berlangsung ini melakukan penelitian eksploratif dan deskriptif untuk memaksimalkan penggunaan media digital. Berbagai materi pembelajaran yang diperoleh melalui media digital diintegrasikan ke dalam metode pengajaran, dengan studi kasus pada buku teks Netzwerk A1. Penelitian ini mencoba membuat peta metode pembelajaran bahasa Jerman sebagai bahasa asing bagi pemula dengan menggunakan teknik dan bahan e-learning terutama untuk siswa SMA di Mutiara Bunda Bandung dan untuk menerapkannya dalam proses belajarnya. Artikel ini akan melaporkan bagian dari metode penelitian kami dengan mengimplementasikan metode-metode e-learning dalam aktivitas belajar bahasa Jerman untuk pemula. 
STUDI KEBIASAAN MAKAN NILEM (OSTEOCHILUS HASSELTI C.V.) YANG DIPELIHARA PADA KARAMBA JARING APUNG DI WADUK IR. H. DJUANDA, JAWA BARAT. Ekawati, Dian; Astuty, Sri; Dhahiyat, Yayat
Jurnal Akuatika Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.432 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni 2010 sampai dengan bulan Agustus 2010, yang bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan nilem tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen pada tiga stasiun pengamatan dimana ikan nilem dipelihara dalam Karamba Jaring Apung (KJA) yaitu KJA-1 (Ikan nilem yang dipelihara tidak diberi pakan buatan), KJA-2 (Ikan nilem yang dipelihara diberi pakan buatan sebanyak 2%) dan  KJA-3 (Ikan nilem yang dipelihara diberi pakan buatan sebanyak 4%). Sampling perifiton dan kualitas air dilakukan setiap minggu atau lima kali selama penelitian. Sampling ikan dilakukan satu kali pada akhir penelitian, untuk mengetahui jenis pakan yang dimakan oleh ikan nilem atau kebiasaan makan ikan nilem, serta pertumbuhan mutlak ikan nilem. Berdasarkan hasil penelitian ini, nilem dapat dikategorikan sebagai pemakan tumbuhan (herbivora) dengan cara memakan perifiton yang melekat pada jaring. Bacillariophyceae dan Chlorophyceae merupakan pakan utama bagi nilem, dengan indeks proponderan Bacillariophyceae sebesar 44,09%, Chlorophyceae sebesar 40,06% dan Cyanophyceae sebagai pakan pelengkap dengan indeks proponderannya 15,85%.  Hasil pengukuran parameter kualitas air yaitu suhu, DO, pH, dan nitrat, menunjukkan bahwa perairan waduk Ir. H. Djuanda masih layak untuk budidaya nilem. Nilem yang dipelihara di KJA tanpa diberi pakan buatan hanya memakan pakan alami perifiton dan plankton di air, menunjukkan pertambahan bobot yang relative hampir sama dengan yang diberi pakan buatan sebanyak 2 %.
PEMBERIAN BANTUAN HUKUM BAGI RAKYAT MISKIN SEBAGAI IMPLEMENTASI ASAS EQUALITY BEFORE THE LAW Sari, Nani Widya; Samiyono, Sugeng; Widodo, Guntarto; Ekawati, Dian
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.261 KB)

Abstract

Abstract Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peraturan yang mengatur tentang bantuan hukum serta untuk mengetahui bentuk dan tujuan pemberian bantuan hukum bagi rakyat miskin sebagai implementasi asas equality before the law. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitin hukum normatif dengan menggunakan data sekunder melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam peraturan yang menjelaskan mengenai hak mendapatkan bantuan hukum. Secara garis besar Undang-Undang Bantuan Hukum (UUBH) mengatur tata cara pemberian bantuan hukum secara cuma-cuma kepada Penerima Bantuan Hukum yang didalamnya adalah orang atau kelompok orang miskin yang menghadapi masalah hukum. Bantuan Hukum diberikan kepada Penerima Bantuan Hukum yang menghadapi masalah hukum. Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi masalah hukum keperdataan, pidana, dan tata usaha negara baik litigasi maupun nonlitigasi. Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi menjalankan kuasa, mendampingi, mewakili, membela, dan/atau melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum Penerima Bantuan Hukum dengan tujuan untuk menjamin dan memenuhi hak bagi Penerima Bantuan Hukum dalam mendapatkan akses keadilan secara konstitusional.Kata Kunci: Bantuan hukum, rakyat miskin, asas equality before the law
PELATIHAN “SINERGI I” MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROSOSIAL REMAJA Ekawati, Dian; Martani, Wisjnu
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.6 KB) | DOI: 10.14710/jpu.12.1.1-19

Abstract

Prosocial capability is important for adolescents, because it can be function as a protective factor against risky behaviors. The purpose of this study is to examine improvements in pro-social capability of adolescents aged 14-16 years old in post training delivery SINERGI I training program. Helpfulness and other-oriented empathy are aspects that trained by using the concept of experiential learning as well as methods of games, discussion, reflection, and role-playing. Participants for the experimental group and control group derived from different schools. The number of participants is 15 students in the experimental group and 15 students in the control group. A quasi-experimental method with the untreated control group design with dependent pretest and posttest samples was used in this study. Adolescent?s pro-social capabilities measured by the pro-social scale of PPB (Prosocial Personality Battery) with 14 items and alpha reliability of 0.856. The hypothesis of this study is the ?SINERGI I? training program could improving adolescent?s pro-social capability. Quantitative data analysis were using a parametric t-test and analysis of variance (ANOVA). The results of quantitative analysis of gained score experimental and control groups showed significant differences with t = 2.351; p = 0.30 (p ? 0.05). while for ANOVA obtained F = 5.866, p = 0.026 (p ? 0.05). This result suggests that SINERGI I program could improve adolescent?s pro-social capability.