rina ekawati
Departemen Agronomi dan Hortikultur, Fakultas Pertanian, IPB

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGIS PLECTRANTHUS AMBOINICUS (LOUR.) SPRENG PADA CEKAMAN NAUNGAN Ekawati, Rina; Aziz, Sandra Arifin
Agrovigor Vol 9, No 2 (2016): September
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v9i2.2204

Abstract

Bangun - bangun [Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng] merupakan salah satu jenis sayuran fungsional yang berfungsi sebagai Laktagogum. Bangun-bangun juga mempunyai kandungan antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Percobaan ini dilakukan di Kebun Percobaan IPB Leuwikopo, Kec. Darmaga, Bogor, dari bulan September 2012 hingga Februari 2013 untuk mempelajari respon pertumbuhan dan fisiologis Plectranthus amboinicuspada perbedaan tingkat naungan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan 2 taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan (N0) dan naungan (N1). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat enam satuan percobaan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa naungan menghasilkan daun bangun-bangun yang lebih lebar dan tipis dibandingkan tanpa naungan. Naungan menurunkan kandungan antosianin dan bobot basah pucuk per tanaman bangun-bangun, tetapi meningkatkan kandungan klorofil ?a? dan total klorofil dibandingkan tanpa naungan.Kata kunci: bangun-bangun, intensitas cahaya rendah, metabolit sekunder
PRODUKSI PUCUK DAN KANDUNGAN FLAVONOID TANAMAN KOLESOM PADA CEKAMAN NAUNGAN Ekawati, Rina
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.375 KB) | DOI: 10.29244/jhi.9.3.216-223

Abstract

Kolesom (Talinum triangulare (Jacq.) Willd.) merupakan salah satu jenis sayuran fungsional. Tanaman kolesom megandung senyawa flavonoid dan antosianin yang berperan sebagai antioksidan dan cardioprotective. Penelitian ini bertujuan untuk menerangkan respon produksi pucuk dan kandungan flavonoid tanaman kolesom pada pemberian naungan. Percobaan ini dilakukan di Politeknik LPP Yogyakarta, dari bulan Maret sampai September 2016. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal yang terdiri dari dua taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan dan naungan paranet. Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga total terdapat enam satuan percobaan. Pemberian naungan paranet 82.51% menurunkan produksi pucuk kolesom. Kandungan klorofil b dan nisbah klorofil b/a pucuk kolesom yang ternaungi lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa naungan. Naungan meningkatkan kandungan total flavonoid. Kata kunci: antosianin, fenilpropanoid, intensitas cahaya rendah, metabolit sekunder, Talinum triangulare
SHOOT, TOTAL PHENOLIC, AND ANTHOCYANIN PRODUCTION OF Plectranthus amboinicus WITH ORGANIC FERTILIZING Ekawati, Rina; Aziz, Sandra Arifin; Andarwulan, Nuri
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Balittro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBangun-bangun [Plectranthus amboinicus] is a functional vegetable that is used as lactagogue. This research was aimed to provide information of the effect of organic fertilizer on shoot, total phenolic, and anthocyanin production of bangun-bangun. This experiment was conducted at Bogor Agricultural University, Leuwikopo experimental station (Indonesia), from December 2012 to February 2013. The experiment was laid out in randomized block design with single factor with five combination of organic fertilizer treatments (combination of cow manure 12.3 t ha-1, rock phosphate 1.5 t ha-1, rice-hull ash 5.5 t ha-1) with three replications. The result showed that application of organic fertilizer increased of shoot production. Application of 12.3 t ha-1 cow manure + 1.5 t ha-1 rock phosphate + 5.5 t ha-1 rice-hull ash produced shoot dry weight ha-1 (57.33%) and metabolite production ha-1 (total phenolic 12.06%, anthocyanin 41.73%) higher than no fertilizing (P > 0.05). Application of cow manure + rock phosphate produced the lowest shoot dry weight ha-1 and metabolite production ha-1. The result of this research suggested that nitrogen, phosphorus, and potassium were needed on shoot production of bangun-bangun.Key words: Plectranthus amboinicus, phenylalanine ammonia lyase, secondary metabolite
PENGARUH NAUNGAN TEGAKAN POHON TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS BEBERAPA TANAMAN SAYURAN INDIGENOUS Ekawati, Rina; D. Susila, Anas; G. Kartika, Juang
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.786 KB) | DOI: 10.29244/jhi.1.1.46-52

Abstract

ABSTRACTThe objectives of this research was to study the effect of shade on growth and productivity of several indigenous vegetables. The research was conducted at Vegetable Garden, University Farm IPB, Darmaga from February until June 2009. This research was arranged in a Randomized Completely Block Design, 1 factor with 2 treatments, shading (N1) and no shading (N0). Result of the research showed that shading increased plant height, length of branch, leaf length and width of Daun Ginseng (Talinum triangulare); leaf diameter, leaf length and width, petiole length of Sambung Nyawa (Gynura procumbens); leaf length and width of Katuk ( Sauropus androgynus); leaf number of Kenikir (Cosmos caudatus), stem diameter of Kemangi (Ocimum americanum); plant height, length of branch, number of branch, leaf length and width of Pohpohan (Pilea trinervia). Shading also increased total fresh and dry weight/plant of Daun Ginseng; and total fresh/plant of Sambung Nyawa and Pohpohan plants. Productivity of Daun Ginseng and Pohpohan at shade field was better than at open field. Daun Ginseng, Sambung Nyawa, Kenikir, Kemangi and Pohpohan plants prefered growing at low light intensity (shade plants).Key words: indigenous vegetable, shading, growth, productivity
SHOOT, TOTAL PHENOLIC, AND ANTHOCYANIN PRODUCTION OF Plectranthus amboinicus WITH ORGANIC FERTILIZING Ekawati, Rina; Aziz, Sandra Arifin; Andarwulan, Nuri
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 24, No 2 (2013): Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Publisher : Balittro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBangun-bangun [Plectranthus amboinicus] is a functional vegetable that is used as lactagogue. This research was aimed to provide information of the effect of organic fertilizer on shoot, total phenolic, and anthocyanin production of bangun-bangun. This experiment was conducted at Bogor Agricultural University, Leuwikopo experimental station (Indonesia), from December 2012 to February 2013. The experiment was laid out in randomized block design with single factor with five combination of organic fertilizer treatments (combination of cow manure 12.3 t ha-1, rock phosphate 1.5 t ha-1, rice-hull ash 5.5 t ha-1) with three replications. The result showed that application of organic fertilizer increased of shoot production. Application of 12.3 t ha-1 cow manure + 1.5 t ha-1 rock phosphate + 5.5 t ha-1 rice-hull ash produced shoot dry weight ha-1 (57.33%) and metabolite production ha-1 (total phenolic 12.06%, anthocyanin 41.73%) higher than no fertilizing (P > 0.05). Application of cow manure + rock phosphate produced the lowest shoot dry weight ha-1 and metabolite production ha-1. The result of this research suggested that nitrogen, phosphorus, and potassium were needed on shoot production of bangun-bangun.Key words: Plectranthus amboinicus, phenylalanine ammonia lyase, secondary metabolite
Pertumbuhan dan produksi pucuk kolesom pada intensitas cahaya rendah Ekawati, Rina
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.504 KB) | DOI: 10.24198/kltv.v16i3.13719

Abstract

Intensitas cahaya rendah merupakan salah satu faktor eksternal lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman. Intensitas cahaya yang optimal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kolesom merupakan salah satu jenis sayuran fungsional yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh intensitas cahaya rendah terhadap pertumbuhan dan hasil pucuk kolesom. Percobaan ini dilakukan di Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, dari bulan Maret hingga September 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan 2 taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan (N0) dan naungan (N1). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 6 satuan percobaan. Hasil percobaan menunjuk-kan bahwa intensitas cahaya rendah (naungan paranet 82.51%) dapat menekan pertumbuhan dan hasil pucuk kolesom. Naungan menurunkan tinggi tanaman dan jumlah cabang kolesom. Daun kolesom yang ternaungi lebih lebar jika dibandingkan tanpa naungan. Naungan menurunkan jumlah pucuk, bobot basah dan kering biomassa, tetapi meningkatkan bobot per pucuk kolesom. Kata kunci: biomassa, laju tumbuh relatif, naungan, Talinum triangulare
Pengaruh cara pemberian pupuk organik cair vinasse terhadap pertumbuhan awal bawang dayak (Eleutherine palmifolia) Ekawati, Rina; Saputri, Lestari Hetalesi
Kultivasi Vol 17, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.075 KB)

Abstract

Sari. Pupuk organik bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara, bahan organik tanah, serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Vinasse merupakan limbah dari proses pembuatan bioetanol pada industri pengolahan gula, jika telah mengalami proses pengomposan dapat digunakan sebagai pupuk organik cair (POC) vinasse yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Bawang dayak merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dapat dijadikan sebagai tanaman berkhasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh cara pemberian pupuk organik cair vinasse terhadap pertumbuhan awal tanaman bawang dayak. Percobaan ini dilakukan di Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, dari bulan Juli hingga November 2018. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok sederhana dengan empat perlakuan, yaitu tanpa pupuk cair, pupuk organik cair pembanding melalui daun, pupuk cair vinasse melalui daun, dan pupuk cair vinasse melalui tanah. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemberian pupuk organik cair vinasse tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang dayak (tinggi tanaman maupun jumlah daun) hingga umur tanaman 6,7 dan 8 MST).Kata kunci: bawang dayak, cara aplikasi, pupuk cair, vinasseAbstract. Organic fertilizer can be used to increase nutrient content and soil organic matter. Vinasse is one of sugarcane processing liquid waste. Vinasse can be used as liquid organic fertilizer by composting process and can influence of the plant growth. Eleutherine palmifolia is a functional vegetable that can used as medicinal plant for cancer diseases. This research was aimed to provide information about the effect of organic fertilizer from vinasse waste on the early growth of Eleutherine palmifolia. This experiment was conducted at Politeknik LPP Yogyakarta, from July to November 2018. It used randomized block design with single factor with four treatments (without organic fertilizer; commercial liquid organic fertilizer; vinasse by foliar application; and vinasse by soil application). Each treatment was repeated three times. The result showed that application method of vinasse liquid organic fertilizer was not affected on early growth of Eleutherine palmifolia (plant height and number of leaf) at 6, 7 and 8 weeks after planting.Keywords: application method, Eleutherine palmifolia, liquid fertilizer, vinasse
Pertumbuhan dan produksi pucuk kolesom pada intensitas cahaya rendah Ekawati, Rina
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.504 KB) | DOI: 10.24198/kltv.v16i3.13719

Abstract

Intensitas cahaya rendah merupakan salah satu faktor eksternal lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman. Intensitas cahaya yang optimal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kolesom merupakan salah satu jenis sayuran fungsional yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh intensitas cahaya rendah terhadap pertumbuhan dan hasil pucuk kolesom. Percobaan ini dilakukan di Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, dari bulan Maret hingga September 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan 2 taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan (N0) dan naungan (N1). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 6 satuan percobaan. Hasil percobaan menunjuk-kan bahwa intensitas cahaya rendah (naungan paranet 82.51%) dapat menekan pertumbuhan dan hasil pucuk kolesom. Naungan menurunkan tinggi tanaman dan jumlah cabang kolesom. Daun kolesom yang ternaungi lebih lebar jika dibandingkan tanpa naungan. Naungan menurunkan jumlah pucuk, bobot basah dan kering biomassa, tetapi meningkatkan bobot per pucuk kolesom. Kata kunci: biomassa, laju tumbuh relatif, naungan, Talinum triangulare