Elfita Elfita
Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University, Jl. Raya Palembang Prabumulih Km 32, Indralaya, Ogan Ilir, South Sumatera 30662

Published : 38 Documents
Articles

Found 38 Documents
Search

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Utama Fraksi Aktif Sitotoksis dari Batang Jambu Kaliang (Eugene Cumini Druce) Elfita, Elfita; Anwar, Lenny; Ilham, Achmad
Jurnal Penelitian Sains No 17 (2005)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan identifikasi komponen utama dari fraksi aktif sitotoksik kulit batang jambu kaliang (Eugene cumini Druce) dengan metode maserasi menggunakan pelarut methanol. Ekstrak methanol difraksinasi dengan pelarut n-heksan, diklorometan dan diuji aktitas sititoksiknya dengan metode uji kematian larva udang dalam air garam. Fraksi n-heksan menunjukkan aktifitas sitotoksik tertinggi dengan LC50 35 ppm. Dari fraksi n-heksan berhasil diisolasi kristal jarum berwarna putih dengan titik leleh 112 - 114°C sebanyak 206,5 mg dan positif steroid. Spektrum ultravioled senyawa hasil isolasi memberikan serapan maksimum pada λmaks 205,2 nm yang menunjukkan adanya transisi π à π’ untuk ikatan rangkap  terisolasi. Spektrum infra merah senyawa hasil isolasi memberikan puncak serapan pada bilangan gelombang 3412,8 cm-1, 1049,4 cm-1, 2919,2-2848,7 cm-1, 1748,7 cm-1, 1466,4 cm-1 dan 1378,4 cm-1, yang masing-masing menunjukkan adanya gugus O-H, C-O alkohol, C-H alifatik, C=C terisolasi, C-H siklopentana dan C-H isopropyl. Spektrum masa senyawa hasil isolasi memberikan puncak dasar m/z 213 dan puncak ion molekul pada m/z 414. Berdasarkan data yang ada diduga bahwa senyawa hasil isolasi adalah stigmast-7en-3-ol dengan rumus molekul C29H50O.
Uji Aktifitas Sitotoksik Ekstrak Metanol Tumbuhan Mindi (Melia Azedarch) Muharni, Muharni; Elfita, Elfita; Anwar, Lenny
Jurnal Penelitian Sains No 14 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktifitas sitotoksit a ekstrak metanol tumbuhan mindi (Melia azedarach). Uji aktifitas sitotoksit dilakukan terhadap daun, kulit atang, buah dan biji dari tumbuhan mindi dengan menggunakan metode “Brine shrimp”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas sitotoksit tertinggi pada bagian daun dengan LC50 1,016 ppm, disusul oleh buah dengan nilai LC50 16,684 ppm, biji dengan nilai LC50 37,801 ppm dan kulit batang 138,734b ppm.
Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum Senyawa Antibakteri N-2141-Dimetil Pentan-20-Aminopregn-5-Ene-3-OL Dari Kulit Akar Rhizophora apiculata Blum Elfita, Elfita
Jurnal Penelitian Sains No 9 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa N-2141-dimetil pentan-20-aminopregn-5-ene-3-ol diisolasi dari fraksi heksan kulit akar Rhizophora apiculata Blum melalui teknik-teknik kromatografi kolom. Uji aktivitas antibakteri senyawa ini dilakukan dengan penentuan harga konsentrasi hambat minimum (MIC) menggunakan metoda dilusi kaldu. Diperoleh harga MIC 370 mg/ml terhadap Escherichia coli dan 440 mg/ml terhadap Bacillus subtilis.
ANALISIS NMR 2D DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA DIHIDROKSISANTON DAN TRIHIDROKSISANTON DARI KULIT BATANG KANDIS GAJAH (Garcina griffithii T. Anders) Elfita, Elfita; Supriyatna, Supriyatna; Bahti, Husein H; Dachriyanus, Dachriyanus
Alchemy Jurnal Penelitian Kimia Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Alchemy Jurnal Penelitian Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa dihidroksisanton dan trihidroksisanton telah diisolasi dari kulit batang kandis gajah (G. Griffithii). Senyawa dihidroksisanton diisolasi dari fraksi diklorometan dan trihidroksisanton dari fraksi metanol. Senyawa trihidroksisanton memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi dibanding senyawa dihidroksisanton terhadap bakteri uji Escherichia coli, Shigella disentriae, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis dengan standar antibiotik amoksisillin. Penentuan struktur molekul kedua senyawa tersebut dilakukan dengan analisis NMR 2D.
SENYAWA ANTIMALARIA DARI JAMUR ENDOFITIK TUMBUHAN SAMBILOTO (ANDOGRAPHIS PANICULATA NEES) Elfita, Elfita; Muharni, Muharni; Munawar, Munawar; Salni, Salni; Oktasari, Ade
Jurnal Natur Indonesia Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.93 KB) | DOI: 10.31258/jnat.13.2.123-129

Abstract

Plants have been the chief source of compounds of medicine for thousand of years. Plants are also the source ofmany medicines for the majority of the world?s population. The role of biotechnology is very important for multiplying,conserving the spesies, and enhancing the production of secondary metabolites. Endophytic are microbes thatinhabit plants are currently considered to be a wellspring of novel secondary metabolites offering the potensial formedical and industrial exploitation. Plants with ethnobotanical history, for example sambiloto (Andographispaniculata Nees) are likely candidates for finding bioactive compounds. Isolation begin with cultivation of Aspergillusflavus fungi in 2 liter of Potato Dextrose Broth media for four weeks. Media is extracted into the solvent n-hexaneand ethylacetate following by evaporation. Ethylacetate extracts were separated by chromatography techniquesin order to get pure compound in the form of white crystal. Phytochemical tests showed that the isolated compoundis alkaloid. The molecular structure of the isolated compound was determined based on spectroscopic data,including UV, IR, 1H-NMR, 13C-NMR, HMQC, and HMBC spectrum. The compound was determined as7-hydroxypiranopiridin-4-on with molecule formula C8H7NO2 (Mr=149). The compound has antimalarial activityagainst Plasmodium falciparum 3D7, with IC50 values 0,201 ?M.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN SENYAWA DERIVAT PIRANON DARI MIKROBA ENDOFITIK Penicillium sp PADA TUMBUHAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Muharni, Muharni; Fitrya, Fitrya; oktaruliza, Milanti; Elfita, Elfita
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.669 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss3pp107-112

Abstract

Pencarian senyawa bioaktif terus menerus dilakukan seiring dengan makin banyaknya penyakit-penyakit baru yang bermunculan, mulai dari penyakit infeksi, kanker, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya. Penemuan senyawa antibiotoik baru dan senyawa yang bersifat antioksidan sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.  Mikroba endofitik merupakan mikroba yang tumbuh dalam jaringan tumbuhan yang dapat menghasilkan metabolit sekunder yang aktif.  Pada penelitian sebelumnya telah berhasil diisolasi dua senyawa dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih dan diidentifikasi sebagai Di-(2-etilheksil)phthalat dan derivat piranon yaitu5 (4’-etoksi-2’-hidroksi-5’-metil-2’,3’-dihidrofuran-3’-il (hidroksi) metil-4-isopropil-3-metil-2-piran-2-on). Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antibakteri dan antioksidan dari senyawa derivat piranon yang dihasilkan dari mikroba endofitik Penicillium sp pada tumbuhan kunyit putih (Curcuma zeodaria). Aktivitas antibakteri  dilakukan  dengan metode difusi cakram dengan bakteri uji E.coli, S. dysenteriae, S. aureus, dan B.  subtilis  dengan variasi konsentrasi uji  250, 500, 1000, dan 2000 μg/ml, dan  aktivitas antioksidan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan variasi konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, 15,625, dan 7,8125µg/mL. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat pada bakteri S. aureus dengan zona hambat 11mm pada konsentrasi 250µg/mL. Senyawa derivat piranon juga bersifat aktif anti oksidan dengan IC5016,05µg/mL.
ANTIOXIDANT ISOSANTOSIMOL FROM GARCINIA GRIFFITHII STEM BARK Elfita, Elfita; Supriyatna, Supriyatna; H. Bahti, Husein; Dachariyanus, Dachariyanus
Jurnal ILMU DASAR Vol 9 No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.764 KB)

Abstract

A polyisoprenylated benzophenone, isosantosimol had been isolated from the stem bark of Garcinia griffithii T. Anders. The structure of these compound was determined on the basis of spectroscopic data including UV, IR, 1H NMR, 13C NMR, HMQC, HMBC and COSY, as well as by direct comparison with those of reported data. The antioxidant activity of this compound was observed using radical scavenging 1,1-diphenyl-2-picryl hydrazyl (DPPH) model systems.
Aktivitas Antioksidan dan Sifat Kestabilan Warna Campuran Ekstrak Etil Asetat Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Miksusanti, Miksusanti; Elfita, Elfita; Hotdelina S, Hotdelina S
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas antioksidan dari ekstrak etil asetat kulit buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) serta kombinasinya telah dipelajari dengan metode 1,1 difenil-2- pikrilhidrazil (DPPH). Campuran warna terbaik adalah perbandingan 1:2 (M1 : S2) dan telah dilakukan uji stabilitas ekstrak warnanya terhadap pengaruh pH, stabilitas terhadap oksidator, sinar UV, waktu dan suhu pemanasan, serta suhu selama penyimpanan dengan mengukur absorbansinya pada _max 440 nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat kulit buah Manggis lebih aktif dibandingkan dengan ekstrak etil asetat kayu Secang dengan IC50 14,1882 ppm. Ekstrak etil asetat kulit buah Manggis ini hampir sebanding dengan standar antioksidan asam askorbat yang memberikan IC50 15,3769 ppm. Kombinasi terbaik campuran ekstrak etil asetat kayu Secang dan kulit buah Manggis yang memberikan aktivitas antioksidan tertinggi dengan persen inhibisi sebesar 96% dan IC50 terendah 17,6791 ppm adalah perbandingan 1:1 (M1:S1). Semua perlakuan uji kestabilan menyebabkan perubahan warna. Warna campuran berubah dari kuning menjadi kuning pucat dan jingga. Persentase perubahan serapan warna campuran berturut-turut adalah: 26% untuk pengaruh oksidator, 34% untuk pengaruh sinar UV pada botol gelap, 35% untuk pengaruh penyimpanan suhu dingin, 97% untuk pengaruh sinar UV pada botol bening, dan 93% penyimpanan pada suhu kamar. Ekstrak etil asetat kulit buah Mangis dan kayu Secang mengandung warna yang berfungsi sebagai antioksidan yang potensial.
Studi Potensi Antioksidan Ekstrak Dasar dan Fraksi Aktif Tumbuhan Jamu; Phylanthus niruri Linn. Herlina, Herlina; Elfita, Elfita
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi potensi antioksidan dari ekstrak kasar dengan pelarut metanol dan fraksi aktif tumbuhan Phylanthus niruri Linn. Hasil uji potensi dengan metode ferri tiosianat menggunakan pembanging BHA menunjukkan bahwa bagian tumbuhan yang paling aktif adalah bagian akar. Selanjutnya dilakukan fraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan metanol pada akar tumbuhan Phylanthus niruri Linn. Uji potensi dengan metoda yang sama dan pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan dibandingkan dengan BHA. Secara berturut-turut nilai absorbansi kontrol, fraksi etil asetat, BHA, fraksi n-heksana dan fraksi metanol pada waktu 120 menit adalah 0,015; 0,015; 0,034; 0,057 dan 0,129. Fraksi metanol memiliki aktivitas antioksidan lebih besar dari standar aktivitas antioksidan BHA dan fraksi lain.
Isolasi Triterpenoid dari Akar Tumbuhan Jeruju (Acanthus Ilicifolius Linn) Muharni, Muharni; Elfita, Elfita; Hidayati, Sri
Jurnal Penelitian Sains No 11 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi triterpenoid dari akar tumbuhan jeruju telah dilakukan dengan cara maserasi berdasarkan kepolaran menggunakan n-heksana, etil asetat dan metanol. Identifikasi kandungan kimia terhadap ketiga bagian ekstrak tersebut ternyata fraksi hekasna dari akar mengandung triterpenoid paling tinggi. Hasil pemisahan dengan kolom dan pemurnian fraksi n-heksana didapatkan kristal putih dengan titik leleh 197° C -198° C dan setelah diuji dengan pereaksi warna Lieberman-Burchard menunjukkan positif interpenoid. Analisis spektroskopi terhadap kristal hasil isolasi terlihat bahwa pada spektrum ultraviolet-visibel memberikan serapan pada panjang gelombang 224 nm yang menunjukkan adanya ikatan C=C tak terkonyugasi. Spektrum inframerah kristal hasil isolasi memberikan puncak-puncak absorbsi pada daerah bilangan gelombang 3421,5 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus fungsi OH, serapan pada 2981,1 cm serta 2848,7 cm yang menunjukkan adanya regangan dengan GC memberikan 1 puncak dengan waktu retensi 11,5 menit dan spektrum massa senyawa hasil isolasi memberikan puncak dasar pada m/z 218. Berdasarkan analisis data spektroskopi tersebut dan ditunjang oleh spektrum massa pembanding, serta titik leleh yang diperoleh disimpulkan senyawa hasil isolasi adalah golongan triterpenoid yaitu α atau β Amyrin dengan rumus molekul C30H50O.