Mochammad Facta
Program S1 Teknik Elektro, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia

Published : 135 Documents
Articles

Progress in Artificial Intelligence Techniques: from Brain to Emotion Sutikno, Tole; Facta, Mochammad; Arab Markadeh, G.R.
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 9, No 2: August 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.774 KB)

Abstract

KONVERTER ARUS SEARAH KE ARUS SEARAH TIPE PENAIK TEGANGAN DENGAN DAN TANPA MOSFET SINKRONISASI Romadhon, Mohamad Isnaeni; Andromeda, Trias; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.956 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.3.101-107

Abstract

Efisiensi merupakan salah satu ciri khas pada sistem elekronika modern. Konverter arus searah ke arus searah (konverter DC) sebagai sumber daya sistem elektronika dapat ditingkatkan efisiensinya dengan cara mengganti dioda pada konverter DC dengan MOSFET. MOSFET dapat mengurangi rugi konduksi pada konverter DC sinkron karena rugi daya konduksi MOSFET yang lebih rendah dari rugi daya konduksi diode. Pada penelitian ini menggunakan  konverter DC tipe penaik tegangan dan rangkaian pembangkit pulsa PWM (pemicuan)  menggunakan IC  TL 494. Perancangan alat pada penelitian ini akan mengaplikasikan metode MOSFET sinkronisasi dengan mengganti diode pada rangkaian konverter DC tipe penaik tegangan biasa dengan MOSFET yang memiliki Rds(on) rendah. Kemudian akan dibandingkan efisiensi antara konverter DC tipe penaik tegangan dengan MOSFET sinkronisasi dan konverter DC tipe penaik tegangan tanpa MOSFET sinkronisasi. Pada konverter DC tipe penaik tegangan dengan MOSFET sinkronisasi semakin tinggi duty cycle maka akan semakin tinggi nilai efisiensinya. Pada konverter DC tipe penaik tegangan tanpa MOSFET sinkronisasi nilai efisiensi cenderung stabil pada duty cycle berapapun. Pada konverter DC dengan MOSFET sinkronisasi efisiensi akan terus meningkat dan saat duty cycle diatas 40% melebihi nilai efisiensi konverter DC tanpa MOSFET sinkronisasi.
PERANCANGAN PEMBANGKIT TEGANGAN TINGGI IMPULS BERBASIS KONVERTER FLYBACK Prakosa, Johanes Nugroho Adhi; Facta, Mochammad; Riyadi, Munawar Agus
Transmisi Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.268 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.2.63-69

Abstract

Abstrak Salah satu bentuk  fenomena tegangan tinggi adalah gelombang tegangan tinggi berbentuk impuls. Gelombang impuls tegangan tinggi ini secara teoritik dapat digunakan untuk mekanisne terjadinya surface discharge. Surface discharge adalah fenomena peluahan muatan pada permukaan isolasi padat. Dengan berkembangnya teknologi elektronika daya, tegangan tinggi impuls dapat dibangkitkan. Penggunaan rangkaian flyback dan MOSFET dapat menggantikan rangkaian pembangkit tegangan tinggi impuls konvensional yang dibuat dari trafo dan sela bola sehingga memiliki volume dan berat. Dalam penelitian ini dirancang konverter flyback yang mampu menghasilkan tegangan tinggi impuls. Konverter flyback dipicu oleh IC TL494. Frekuensi osilasi dari IC TL494 mampu mempengaruhi hasil tegangan keluaran konverter flyback. Tegangan suplai konverter flyback adalah 16 V, 24 V, 34 V dan 43 V. Frekuensi osilasi yang digunakan yaitu 1 kHz, 2 kHz, 3 kHz, 4 kHz, dan 5 kHz. Sebagai beban konverter flyback dibuat dua buah plat ozon berbentuk ?meander? dan ?sisir? yang akan menghasilkan surface discharge khusunya. Ketika diberi beban plat ozon bentuk ?meander?, diperoleh tegangan keluaran minimal dan maksimal konverter flyback sebesar 6,98 kV dan 19, 50 kV. Sedangkan untuk plat ozon bentuk ?sisir?diperoleh tegangan keluaran minimal dan maksimal konverter flyback sebesar 9,00 kV dan 24,92 kV.   Kata Kunci : Frekuensi osilasi, flyback, tegangan tinggi impuls, surface discharge     Abstract One of high voltage phenomenon is high voltage impulse waveform. High voltage impulse used for surface discharge mechanism. Surface discharge is a discharge phenomenom on the surface of solid insulation. With the development of power electronic technology, high voltage impulse could be generated. Flyback circuit and MOSFET could replaced conventional high voltage impulse generator which created from transformer and air gap. In this project, flyback converter, will be designed. Flyback converter was driven by IC TL494. IC TL494 oscilation frequency could affected the result of converter output voltage. Supply voltage for  flyback converter was 16 V, 24 V, 34 V and 43 V. This project used 1 kHz, 2kHz, 3 kHz,4 kHz, and 5 kHz as oscilation frequency. For flyback converter load, two ozone plates, ?meander? and ?comb?, were created. They generated surface discharge. When flyback converter was loaded by ?meander? ozone plate, it  generated 6,98 kV for minimum value and 19,50 kV for the maximum value. When flyback converter was loaded by ?comb? ozone plate, it generated 9,00 kV for minimum value and 24,92 kV for the maximum value.   Keywords : Oscilation frequency, flyback, high voltage impulse, surface discharge
DESAIN DAN IMPLEMENTASI VOLTAGE-SOURCE INVERTER (VSI) TIGA FASE SINUSOIDAL PULSE-WIDTH MODULATION (SPWM) DENGAN DSPIC30F4011 Muttaqin, Syaoqi; Setiawan, Iwan; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.945 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.4.152-160

Abstract

Dewasa ini perhatian khusus diberikan pada inverter dengan kinerja tinggi pada aplikasi elektronika daya. Sinusoidal Pulse-Width Modulation (SPWM) adalah salah satu teknik pensaklaran yang menghasilkan bentuk gelombang keluaran  inverter dengan karakteristik mendekati sinusoidal. Pada umumnya, sinyal SPWM tiga fase sulit dibangkitkan secara digital, karena keterbatasan fitur mikrokontroller yang ada. DsPIC30f4011 adalah mikrokontroller yang dirancang untuk keperluan pengontrolan motor dengan fitur khusus yang mendukung pembangkitan sinyal SPWM tiga fase, di antaranya pengaturan dead time, complementary mode dan center aligned mode. Penelitian ini merancang  dan mengimplementasikan voltage-source inverter (VSI) tiga fase dengan teknik pemicuan SPWM berbasis mikrokontroller 16-bit dsPIC30f4011. Sinyal pembawa dipilih 10 kHz, indeks modulasi (ma) pada rentang 0 ? ma ? 1, dan frekuensi sinyal referensi pada rentang 0 ? 50 Hz. Hasil pengujian menunjukkan sinyal PWM yang dibangkitkan mikrokontroller sudah sesuai dengan karakteristik SPWM. Bentuk gelombang tegangan keluaran  line to line inverter mendekati sinusoidal dengan magnitude yang dapat divariasikan secara linier terhadap indeks modulasi pada rentang frekuensi 0?50Hz. Nilai rasio ketidakseimbangan tegangan (LVUR) dan rasio ketidakseimbangan arus (IUR) yang dihasilkan sudah memenuhi standar NEMA, yaitu dibawah 2%.
SUPLAI DC TERPISAH UNTUK MULTILEVEL INVERTER SATU FASE TIGA TINGKAT MENGGUNAKAN BUCK CONVERTER Warsito, Agung; Facta, Mochammad; A.W., Donny
Transmisi Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.627 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.1.10-15

Abstract

DC chopper or DC to DC converter is a power electronics circuit which convert DC voltage to desired variable DC voltage. This paper presents the making of DCChopper in Buck converter type which is used as separated DC power supply for one phase multilevel inverter in three level. This Buck converter produce variable voltage which can be adjusted by duty cycle control in order to meet one phase multilevel inverter need. Duty cycle is obtained by using pulse width modulation technique with constant  frequency range 2 kHz. This separated DC power supply is made from three Buck converter which is consist of three MOSFET as switching components. Triggering signal for MOSFET is produced and controlled by microcontroller AT89S51. This system is made in open loop with one phase multilevel inverter as the load. As a result, this DC chopper is able to supply multilevel inverter with duty cycle varitation for the first and third stage Buck converter is 20%  - 65%, and 50% - 95% for the seccond stage Buck converter.Key words:  buck converter, duty cycle, multi-level inverter, PWM, mikrokontroller
PERBANDINGAN BENTUK GEOMETRI ELEKTRODA DALAM PEMBUATAN REAKTOR PELUAHAN PENGHALANG DIELEKTRIK UNTUK PRODUKSI GAS OZON Facta, Mochammad
Transmisi Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.848 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.3.143-146

Abstract

Abstrak   Permintaan besar desinfektan yang ramah lingkungan danefektif semakin meningkat. Ozon merupakan salah satu oksidan yang menguntungkan untuk digunakan dalam alat rumah tangga dan industri sebagai desinfektan untuk pengolahan makanan, penyimpanan makanan, bau pengurangan, remediasi air tanah, dan minum pemurnian air. Dalam makalah ini diusulkan penggunaan reaktor produksi gas ozon yang dimodifikasi untuk dapat menghasilkan ozon dalam tekanan atmosfer dengan tegangan yang lebih rendah. Reaktor ozon terbuat dari plat elektroda dan lembar isolasi yang disusun sedemikian rupa untuk membuat reaktor dengan prinsip peluahan penghalang dielektrik atau dielectric barrier discharge. Lembaran elektroda terbuat dari berbagai bentuk geometri berlubang dan bahan isolasi terbuat dari isolasi tipis yang memiliki tingkat tegangan dadal dielektrik rendah. Dengan kombinasi bahan tersebut diharapkan mampu menghasilkan peluahan mikro dengan tegangan awal yang rendah.   Kata kunci: peluahan penghalang dielektrik, pembangkitan ozon, tegangan tinggi, elektroda, isolasi     Abstract Demand for environmentally friendly disinfectants effective and increased. Ozone is one of the favorable oxidants for use in household and industry as a disinfectant for food processing, food storage, odor reduction, groundwater remediation and drinking water purification. In this paper proposed the use of ozone gas production reactors were modified to produce ozone in atmospheric pressure with a lower voltage. Ozone reactor was made from plate electrodes and insulating sheets are arranged in such a way to make the reactor with dielectric barrier discharge principle or dielectric barrier discharge. The plate electrodes were constructed in different shapes and perforated geometries . The insulation material was made from thin insulation which has a low dielectric breakdown voltage. The combination of these materials is expected to generate a micro discharge with a low initial voltage.   Keywords: dielectric barrier discharge, ozone generation, high voltage, electrode, insulation
PENGGUNAAN FEM (FINITE ELEMENT METHOD) DALAM MEMETAKAN MEDAN LISTRIK PADA PERMUKAAN ISOLATOR JENIS PIN DAN POST 20 KV SERTA UDARA DI SEKITARNYA Warsito, Agung; Facta, M.; Azmi, Safarul
Transmisi VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7425.223 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.10.4.172-178

Abstract

Abstract. Electric field is the area which still be influenced electricity from certain electric charge. Based on WHO recommendation in 1990, electric field limits which is allowed at public during 24 hours per day is 5 kV/m. Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) has big electric field intensity. Therefore, required a study to map the electric field and know the distance that a man is enabled to stay at that electric field limits. The analysis to map the electric field at this final report is by using the Finite Element Method GEM). FEM is a numerical method for solving problems of engineering and mathematical physics. The analysis is assist by using MATLAB 7.0.1 and ANSYS 9.0 as benchmarking prograrn. From the result of simulation, the transformation of electric mast construction at pin type insulator had an effect on the electric field intensity value only at the direction from middle position of conductor upward. The electric mast construction using post type insulator has bigger electric field intensity than the electric mast construction using pin type insulator if evaluated from the same distance. Keywords : electric field, finite element method, and distribution line
PERANCANGAN INVERTER PUSHPULL SEBAGAI CATU DAYA FREKUENSI TINGGI UNTUK RANGKAIAN RESONANSI KUMPARAN TESLA Kurniawan, Sandra Aditya; Warsito, Agung; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.326 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.16.3.114-120

Abstract

Abstrak Salah satu penggunaan rangkaian resonansi adalah untuk menaikkan tegangan, namun rangkaian resonansi tetap memerlukan suatu catu daya arus bolak balik sebagai sumber awal energi listrik.Catu daya tersebut diharapkan dapat diatur besaran tegangan dan frekuensinya agar rangkaian resonansi dapat menghasilkan tergangan yang lebih tinggi. Atas dasar hal diatas, pada Tugas Akhir ini dirancang suatu inverter sebagai alat catu daya arus bolak balik yang dapat diatur frekuensi dan tegangannya.Inverter yang dirancang berupa inverter jenis pushpull yang menggunakan MOSFET sebagai saklar elektronik dan IC TL494 sebagai osilator frekuensi pengontrol pemicuan MOSFET. Rancangan inverter yang dilakukan  juga meliputi perancangan trafo pulsa sebagai isolator listrik antara rangkaian kontrol dan daya. Pengujian dilakukan dengan beban rangkaian resonansi kumparan Tesla untuk mengetahui pengaruh frekuensi dan duty cycle terhadap tegangan disisi beban. Kumparan Tesla memiliki perbandingan 11 : 1400 lilitan. Pengujian dilakukan pada 3 frekuensi, yaitu 100kHz, 114kHz, dan 120kHz.Berdasar hasil pengujian , ketika frekuensi 114kHz didapat tegangan tertinggi, yaitu 3,44 kV, sedangkan pada frekuensi 100kHz, tegangan mencapai 0,7kV, dan untuk frekuensi 120kHz tegangan mencapai 0,5kV. Kata Kunci: resonan, kumparan Tesla, inverter, pushpull.     Abstract   One use of the resonant circuit is to increase voltage. Resonant circuit needs an AC supply as the initial electric source. That source is expected to be equiped with adjustable voltage and frequency in order to produce higher voltage . Based on that reason, in this final assignment, an inverter is as designed alternating current power supply to produce regulated frequency and voltage. The proposed inverter is pushpull inverter that uses MOSFET as electronic switch and IC TL494 MOSFET as a trigger frequency oscillator . The design of the inverter also includes a pulse transformer design as an electrical insulator between the control circuit and the step up pushpull transformer. The test is performed with a Tesla coil resonant circuit as load to know the effect frequency and duty cycle of voltage  at the load side. Tesla coil has a winding ratio of 11: 1400. Test was carried out on 3 frequencies, ie,  100kHz, 114kHz, and 120kHz.The results show that at frequency 114kHz the highest voltage obtained at 3,44 kV, at 100kHz the voltage reaches 0.7 kV, and for frequencies 120kHz the voltage is 0.5 kV. Keyword : resonant, tesla coil , inverter, pushpull.
ANALISIS PENGUATAN TEGANGAN RANGKAIAN RESONAN LCC PADA FREKUENSI 30 – 100 HZ W N, Ridlwan Zein; Facta, Mochammad; Karnoto, Karnoto
Transmisi Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.737 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.17.2.76-82

Abstract

Abstrak   Resonan merupakan rangkaian yang terdiri dari komponen pasif  yang berfungsi menyaring keluaran gelombang yang dihasilkan oleh proses switching sebuah inverter, selain itu resonan dapat menggantikan fungsi transformator penaik tegangan. Karena resonan dapat meminimalisir rugi-rugi yang ada pada transformator. Umumnya resonan banyak diaplikasikan pada frekuensi kerja yang tinggi. Dalam penelitian ini akan dilakukan sebuah analisis tentang pengaruh nilai kapasitor  pada aplikasi rangkaian resonan inverter setengah jembatan sebagai penguat tegangan yang bekerja pada frekuensi 30-100 Hz. Resonan yang digunakan adalah topologi dari gabungan resonan seri dan paralel, atau yang disebut dengan resonan LCC. Hasil tegangan keluaran dari resonan akan disearahkan untuk mensuplai lampu LED sebagai bebannya.Hasil dari penelitian ini adalah untuk variasi kapasitor paralel (Cp), variasi yang menghasilkan penguatan tegangan tertinggi saat Cp = 0,5 Cs sebesar 37,6 Volt dengan intensitas cahaya lampu 2500 lx. Untuk variasi nilai kapasitor seri (Cs) penguatan tegangan yang tertinggi dihasilkan saat Cs = 2 Cp dengan tegangan sebesar 35,1 Volt dan intensitas cahaya lampu yang dihasilkan adalah 4700 lx.   Kata kunci : Inverter setengah jembatan, resonan LCC, lampu LED     Abstract   Resonant-circuit is circuit that consist of passive component which function to filter output wave which is produced by switching process of an inverter, moreover resonant is able to replace the function of a step-up transformer, because resonant-circuit can minimalize losses of which there are in transformer. Commonly a resonant-circuit mostly used in high level of frequency.In this research, it will be conducted an analysis about the effect of a capacitor in a half-bridge inverter resonance circuit application as a voltage amplifier which is operated in low frequency. Resonant-circuit which is used is a topology of a combined series and parallel resonant, or called LCCresonant. The voltage result of the resonant will be rectified for supplying the LED lamp as the load.The result of this research is parallel capacitor variations (Cp), variations that generate the biggest voltage at Cp = 0,5, Cs at 37,6 Volt, with light intensity of the lamp at 2500 lx. For series capacitor variations (Cs), the biggest voltage that is produced when Cs = 2 ,Cp voltage at 35,1 Volt and light intensity of the lamp that is generated is 4700 lx.   Keyword: Half-bridge inverter, LCC resonant, LED lamp
PENGGUNAAN ATP DRAW 3.8 UNTUK MENENTUKAN JUMLAH GANGGUAN PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV AKIBAT BACKFLASHOVER Nugroho, Muhammad Yudi; Facta, Mochammad; Syakur, Abdul
Transmisi Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.236 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.18.1.15-21

Abstract

Sambaran petir pada saluran transmisi dapat menyebabkan gangguan penyaluran tenaga listrik. Sambaran petir langsung pada kawat tanah maupun menara dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan tegangan pada menara, jika tegangan yang timbul pada isolator sama atau melebihi garis Critical Flashover Voltage (CFO) maka terjadilah fenomena denyar balik atau biasa disebut backflashover. Pada tugas akhir ini akan dilakukan simulasi untuk mengetahui kondisi yang kemungkinan terjadi pada suatu model menara transmisi 150 kV ketika dikenai sambaran petir secara langsung di puncak menara dengan menggunakan perangkat lunak ATP Draw 3.8. Setelah disimulasikan dan diperoleh profil tegangan petir maka dilakukan metode untuk mengetahui kemungkinan besarnya tegangan pada isolator yang dapat melampaui CFO. Selanjutnya besar arus yang mungkin terjadi ketika tegangan melampaui CFO diolah untuk mendapatkan kemungkinan jumlah gangguan pada saluran transmisi akibat backflashover. Berdasarkan simulasi dan perhitungan didapatkan jumlah gangguan petir pada fasa A adalah 5,68 gangguan per 100 km/tahun, untuk fasa B adalah 4,22 gangguan per 100 km/tahun, dan untuk fasa C adalah 5,51 gangguan per 100 km/tahun.
Co-Authors A. Warsito A. Warsito Abdul Syakur Abdurrahman, Fauzan Haidar Adam Kusuma Wardana Adhi Warsito Adhitya Sukma Wijaya Aditya Mahendra Aggie Brenda Vernandez, Aggie Brenda Agung Nugroho Agung Warsito Agustinus Danu N, Agustinus Danu Airlangga Avryansyah Akbar, Airlangga Avryansyah Akhmad Fauzi Alga Bagas Setiawan Alief Makmuri Hartono Alvian Dwi Hendrawan Anggiawan, Iqba Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggun Purnomo Anindita Singgih Pambudi, Anindita Singgih Aptono. T.Y Aptono. T.Y Ardian Trilaksono, Ardian Ardyono Priyadi Aris Triwiyatno Atmojo, Kusumo Tri Ayu Adinda Putri, Ayu Adinda Bambang Nugrahadi P, Bambang Nugrahadi Bambang Winardi Bayu Arie Wibowo Bimatara, Tofan Biyan Suhardianto, Biyan Cahyadi, Lukman Wira Corina, Vinda Zahrotul Daniswara Ardy Putra, Daniswara Ardy Dedy Brian Ericson, Dedy Brian Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Dionisius Vidi Nugraha Donny A.W. Eflita Yohana Eko Aptono Tri Yuwono Eko Setiawan Faisal Aji Syafriarso, Faisal Aji Fajar, Muhammad Rizky Fajar, Siddiq Al Fariz, Fiqih Anugerah Fauzan, Mochamad Irfani Febrian Nugroho Winarto, Febrian Nugroho G.R. Arab Markadeh Galih Pinaryoga, Galih Gigih Mahartoto P Gultom, Berzelius Octa Natanael Guskha, Vitra Yudarma Hendra Fadholi Adi Prabowo, Hendra Fadholi Hermawan Hermawan Hermawan Ilmanda Heru Pujiyatmoko Hia, Berkat Surya Putra Ibnu Salam, Ibnu Idreis Abdualgader Ilham Bayu Pratama Putra Irpan Logitra Purba Iwan Setiawan Jayabadi, Dennis Satria Wahyu Johanes Nugroho Adhi Prakosa Joko Susilo Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto Karnoto Karo, Tio Vanny Br Koesputra, Mohammad Fadhil Kusuma, Muhamad Panji Lutfi Lastiko Wibowo M Anantha B P M. Azamul Faiz Dinul Haq, M. Azamul Faiz Dinul M. Hasbi Hazmi B., M. Hasbi Mahadi Prasetyawan Marco Arief Juarsah, Marco Arief Maria Oktavia Fitriyani, Maria Oktavia Masaji, Masaji Mashduuqi, Ali Mauridhi Hery Purnomo Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Mohamad Irfan Anshari, Mohamad Irfan Muhamad Hami Pradipta Muhammad Iklil, Muhammad Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Muhammad Zainuri Munawar Agus R Munawar Agus Riyadi Muttaqin, Syaoqi Ni?am, Muhammad Aulan Nugraha Luis Heriawan, Nugraha Luis Nugroho Utomo Nugroho, Bayu Seno Adi Nugroho, Muhammad Arief Okky Rusty Wibowo Pambudidoyo, Hilman Pamungkas, Deny Fajar Pandita Margayu, Pandita Parmonangan, Samuel Pirdion Pradana, Byan Bagas Pradipta, Adya Pramudya Nur Perdana Prasdiatmaja, Riswandha Prasetya, Agysta Rama Prastiyonoaji, Arifna Dwi Priambodo, Andhika Rizki Prihananto, Pratama Ludfia Dendi Purba, Mesrika Putra, Azan Rahmadian Rahman, Tharek A. Rahmana, Arsyad Sila Ranisa Ranisa, Ranisa Razali Ngah Renaldo Marsal Reza Heryanto S, Reza Heryanto Ridlwan Zein W N Rismanto Arif Nugroho Ritonga, Seno Yudho Panggayuh Rizky Patra Jay, Rizky Patra Romadhon, Mohamad Isnaeni Safarul Azmi Sakti Pancar Emak Sandra Aditya Kurniawan Satrio Wibowo Setiyo Nugroho Siwi, Yordan Raka Sudantoko, Eri Sudjadi Sudjadi Sulistomo, Pinandito Suryo Sardi Atmojo, Suryo Sardi Susatyo Handoko Susilo, Nyoto Suyanti, Tri Yuli Syafi?i, Imam Syauqie Candra Buana, Syauqie Candra Tamin, Achmad Faizal Taruna Miftah Isnain, Taruna Miftah Tatas Ardhy Prihanto, Tatas Ardhy Taufik Ardian Ramadhana, Taufik Ardian Taufik Chemistryadha Wijaya Tawakal, Panji Tedjo Sukmadi Teguh Prakoso Tejo Sukmadi Tole Sutikno Tri Hutomo Trias Andromeda Wahyu Arief Nugroho Wahyu Prasetya, Wahyu Wibisono, Ariangga Bagas Widiyanto, Romualdy Windarta, Jaka Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Dewantoro, Yusuf Zainal Salam Zainal, Ahmad Rizky Zardi, Arief Rahman Zolkafle Buntat