Efi Fadilah
Departemen Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

TREN KEBUTUHAN KUALIFIKASI JURNALIS RADIO PADA INDUSTRI RADIO SIARAN DI KOTA BANDUNG Yudhapramesti, Pandan; Fadilah, Efi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.028 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6028

Abstract

Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanya aktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkan oleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolah pesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radio siaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannya sebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio. Mereka juga  diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi.  Sejalan dengan perkembangan teknologi berbasis internet,  para  jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radio menyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitan mengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakan calon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai.
Transformasi Harian Kompas MenjadiPortal Berita Digita Subscription Kompas.Id Haq, Alfiyya Dhiya; Fadilah, Efi
Kajian Jurnalisme Vol 1, No 2 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : Program Study of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.825 KB) | DOI: 10.24198/kj.v2i2.21339

Abstract

Kompas.id merupakan strategi harian Kompas dalam mempertahankan eksistensinya di tengah gempuran media digital dan menurunnya tiras surat kabar. Keberadaan Kompas.id tersebut berimplikasi pada internal Kompas, khususnya dari sisi redaksi dan konten. Redaksi harian Kompas kini menambah dua desk baru untuk menangani produksi berita di Kompas.id, yaitu desk digital harian dan desk digital mingguan. Sementara dari sisi konten, Kompas.id didesain lebih beragam dengan memanfaatkan teknologi untuk membuat konten multimedia dan interaktif. Namun, bukan berarti produk Kompas.id berbeda dengan koran harian Kompas karena berita-berita yang diterbitkan pada harian Kompas juga menjadi bagian dalam Kompas.id. Meski telah memasuki ranah digital, Kompas.id dibuat dengan semangat untuk tetap mempertahankan jurnalisme khas harian Kompas. Strategi bisnis Kompas.id dirancang dengan konsep berlangganan atau dikenal dengan istilah digital subscription. Kompas menyediakan beberapa paket berlangganan sesuai keinginan dan kebutuhan pembacanya. Harian Kompas menjadi surat kabar pionir dalam menciptakan media digital subscription sebagai ekstensi dari korannya. Hal itu dilakukan lantaran Kompas ingin para pembaca tetap memberikan harga pada aspek jurnalisme seperti pada korannya.
Penerapan Model MonetisasiContent Creation Pada Vice Indonesia Febriani, Nadia; Fadilah, Efi
Kajian Jurnalisme Vol 2, No 2 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : Program Study of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.824 KB) | DOI: 10.24198/kj.v3i1.21360

Abstract

Model monetisasi content creation adalah salah satu cara dalam memperoleh pemasukan yang dilakukan dengan mengemas pesan komersial menjadi konten yang menarik dan dapat dinikmati. VICE Indonesia menjadi salah satu media massa yang menggunakan model monetisasi content creation pada konten komersialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model monetisasi content creation yang dilakukan oleh VICE Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VICE Indonesia menerapkan model monetisasi content creation berdasarkan pedoman internal dari VICE New York, mengikuti karakteristik segmentasi milenial, perubahan persepsi perusahaan mitra kerja sama. VICE Indonesia melakukan proses penerapan model monetisasi content creation dalam dua tahapan, yaitu proses penjualan yang terbagi menjadi pre-sales, sales, dan post-sales serta proses produksi konten yang terdiri dari tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Kesepakatan yang terjadi pada proses penjualan mempengaruhi aktivitas yang dilakukan pada proses produksi konten. Keberadaan model monetisasi content creation mengimplikasi aspek jurnalistik berupa usaha VICE Indonesia untuk menyesuaikan prinsip dan etika jurnalistik dan implikasi pada aspek bisnis di mana model monetisasi content creation menjadi sumber pemasukan terbesar VICE Indonesia untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Podcast sebagai Alternatif Distribusi Konten Audio Fadilah, Efi; Yudhapramesti, Pandan; Aristi, Nindi
Kajian Jurnalisme Vol 1, No 1 (2017): Kajian Jurnalisme
Publisher : Program Study of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.459 KB) | DOI: 10.24198/kj.v1i1.10562

Abstract

The proliferation of Internet has been another warning bell for conventional broadcast radio. Numbers of listener gradually shift to the new mean of media as it is more attractive and convenient  for users. The situation drives radio managers to adapt with various ways. Developing audio podcast is among the strategy that has been growing in the United States and various countries in Europe, but not yet quite popular in Indonesia. Whereas the potential audience is quite large, since the growing number of commuters and fact that about 30% of total population is categorized as auditory learner. For such reason, this library research is conducted to explore the opportunities for audio podcast to develop in Indonesia, as well as content analysis of some of the most successful podcast provider sites. The results show that audio podcast optimization strategy includes the development of podcast materials with appropriate approach and content distribution with audience’s needs, wants, and ways of consuming audio content; as well as the compatibility of the content with the character and orientation of the media. In addition, this effort must also be accompanied by intensive campaigns through various way. 
TREN KEBUTUHAN KUALIFIKASI JURNALIS RADIO PADA INDUSTRI RADIO SIARAN DI KOTA BANDUNG Yudhapramesti, Pandan; Fadilah, Efi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.028 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6028

Abstract

Untuk mengetahui kualifikasi sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia kerja, perguruan tinggi seyogyanya aktif melakukan pendekatan serta penelitian terhadap dunia kerja. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui serta merumuskan kualifikasi sumber daya manusia di bidang jurnalistik radio yang dibutuhkan oleh radio siaran dalam aspek pemahaman terhadap filosofi jurnalistik, karakter media, kemampuan mengolah pesan untuk siaran radio, serta pemahaman etika profesi.Penelitian dilakukan terhadap tiga stasiun radio siaran di Bandung yaitu Radio PR FM, Radio Republik Indonesia, dan Radio Litasari FM. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data diperoleh melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwajurnalis radio yang dibutuhkan adalahyang memahami filosofi perannya sebagai pembawa pesan serta memahami karakteristik radio siaran agar optimal mengolah pesan untuk radio. Mereka juga  diharapkan dapat menjunjung tinggi etika profesi.  Sejalan dengan perkembangan teknologi berbasis internet,  para  jurnalis radio juga dituntut bekerja dalam pola kerja media konvergensi. Pengelola radio menyadari kesenjangan antara kondisi ideal dan real kualifikasi jurnalis radio,namun mengaku kesulitan mengatasinya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk menyediakan calon jurnalis radio dengan kualifikasi yang memadai.
Persepsi Khalayak Terhadap Radio Komunitas Kampus 107.8 Mandalla FM Pavitasari, Shabrina Pramudita; Fadilah, Efi; Merdekawati, Ika
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 1 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.898 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v3i1.22451

Abstract

Radio komunitas hadir sebagai bagian dari pemerataan kebutuhan informasi sejalan dengan demokrasi yang semakin tumbuh. Radio Mandalla 107.8 FM, adalah radio komunitas kampus yang dikelola oleh kampus untuk memenuhi kebutuhan kampus dalam penyebaran informasi. Uniknya radio komunitas ini mengklaim sebagai radio dakwah, yaitu menyebarkan informasi yang bertemakan Islam. Penilitian ini ingin mengetahui persepsi khalayak terhadap Radio Mandalla, dalam memenuhi kebutuhan dan kepuasan khalayaknya. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data primer penelitian ini diperoleh dari hasil kuesioner kepada responden berjumlah 41 orang dengan menggunakan teknik berdasarkan tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkan lebih dari 50% khalayak memberi nilai cukup tinggi kepada Radio Mandalla karena kebutuhan dan kepuasan mereka terhadapat informasi yang diberikan media tersebut terpenuhi. Khalayak menggunakan Radio Mandalla sebagai media untuk mencari informasi, sebagai media interaksi, dan penguatan eksistensi kelompok minoritas dalam masyarakat. Selain itu, Radio Mandalla merupakan salah satu media komunitas yang masih menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, yakni dari, oleh, untuk komunitas.