Articles

INVENTARISASI FAUNA IKAN MENGGUNAKAN BOTTOM TRAWL DI PERAIRAN KEPULAUAN MATASIRI, KALIMANTAN SELATAN Purwangka, Fis; Fahmi, Fahmi; Purwandana, Adi
Buletin PSP Vol. 20 No. 1 (2012): Buletin PSP (Edisi Khusus)
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.067 KB)

Abstract

Salah satu aspek yang diteliti dalam Ekspedisi Kelautan Kepulauan Matasiri?Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada minggu pertama sampai dengan minggu kedua bulan November 2010 adalah untuk menginventarisasi jenis ikan yang terdapat di Perairan Matasiri, Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan metode swept area dengan menggunakan pukat dasar (Bottom Trawl) dan berhasil mengumpulkan 4.073 ekor ikan.  Dari hasil identifikasi yang dilakukan di perairan Kepulauan Matasiri?Kalimantan Selatan menunjukkan ikan-ikan yang terkoleksi terdiri dari 108 spesies yang mewakili 46 famili (Tabel2). Berdasarkan perhitungan jumlah individu, spesies Scolopsis taeniopterus,Apogon ellioti, Sorsogona tuberculata, Grammoplites scaber, Upeneus assymetricus, Apistus carinatus, Cynoglossus borneensis, Paramonacanthus choirocephalus, Nemipterus thosaporni (sp.2),dan Priacanthus tayenus merupakan spesies yang dominan, yang menempati urutan sepuluh (10) besar.  Dalam tulisan ini juga dibahas mengenai komposisi hasil tangkapan bottom trawl berupa sebaran dan indeks kekayaan spesies.Kata kunci: indeks kekayaan spesies
PENGELOLAAN BARANG INVENTARIS PEMERINTAH DAERAH DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN POSO Fahmi, Fahmi
Katalogis Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Katalogis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.81 KB)

Abstract

This study aims to identify and analyze the management of inventory Blood Governments in Poso regency Regional Secretariat, referring to the opinion of Peter and Yenny (2001: 21) that, management is a process that includes planning, regulation and control as well as maintenance. This research is descriptive qualitative, based on data collected through interviews and observation and documentation, it was concluded that, management of inventory in Poso regency Regional Secretariat, has not met the aspects of planning, regulation and control and good maintenance. The tendency of every unit within the Secretariat Poso regency, in planning for the needs of inventory items adapted to the available budget, and not because of an urgent need. There are no regulations on management of inventory in the form of technical guidelines stipulated by local laws or regulations Regent. Dalamrangka control inventory management has not been effective even when applied to the way any room units make room inventory card  attached to a particular place which is easily seen. Maintenance of inventory items belonging to the region is still based on Regulation of the Minister of Home Affairs No. 17 of 2007, due to the lack of regulation of Regent and Regent Decision on guidelines for the technical management of inventory belonging to the area. Still there are some forces in the work unit environment of the Regional Secretariat who do not know their obligation to report property maintenance area.
PERANCANGAN SISTEM VERIFIKASI BIOMETRIK TANGAN TANPA KONTAK DENGAN UKURAN GEOMETRI RELATIF Siswanto, Antonius; tarigan, Pernantin; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.576 KB)

Abstract

Masalah utama dalam sistem biometrik tangan tanpa kontak (contactless) adalah posisi tangan yang bervariasi terhadap kamera, yang menyebabkan variasi ukuran geometri tangan antara sampel-sampel citra yang diambil pada waktu yang berbeda untuk orang yang sama. Tulisan ini berfokus pada perancangan sistem yang dapat menangani masalah tersebut menggunakan ukuran geometri relatif sebagai acuan dalam pengenalan pola pada proses pencocokannya, yang menggunakan jaringan saraf tiruan dengan algoritma backpropagation. Segmentasi citra dilakukan dengan teknik thresholding dan ekstraksi ciri dengan cara pemindaian pixel. Melalui pengujian, didapatkan bahwa sistem memilki tingkat akurasi 87,237%, presisi 85,798%, False Match Rate (FMR) 14,780%, dan False Non Match Rate (FNMR) 10,747%.
PERANCANGAN SISTEM VERIFIKASI BIOMETRIK TANGAN TANPA KONTAK DENGAN UKURAN GEOMETRI RELATIF Siswanto, Antonius; tarigan, Pernantin; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.576 KB)

Abstract

Masalah utama dalam sistem biometrik tangan tanpa kontak (contactless) adalah posisi tangan yang bervariasi terhadap kamera, yang menyebabkan variasi ukuran geometri tangan antara sampel-sampel citra yang diambil pada waktu yang berbeda untuk orang yang sama. Tulisan ini berfokus pada perancangan sistem yang dapat menangani masalah tersebut menggunakan ukuran geometri relatif sebagai acuan dalam pengenalan pola pada proses pencocokannya, yang menggunakan jaringan saraf tiruan dengan algoritma backpropagation. Segmentasi citra dilakukan dengan teknik thresholding dan ekstraksi ciri dengan cara pemindaian pixel. Melalui pengujian, didapatkan bahwa sistem memilki tingkat akurasi 87,237%, presisi 85,798%, False Match Rate (FMR) 14,780%, dan False Non Match Rate (FNMR) 10,747%.
Pengenalan Tingkat Kematangan Buah Pepaya Paya Rabo Menggunakan Pengolahan Citra Berdasarkan Warna RGB Dengan K-Means Clustering Eliyani, Eliyani; Tulus, Tulus; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.669 KB)

Abstract

Proses identifikasi buah-buahan secara tradisional mengalami banyak kendala akibat sifat manusia yang mempunyai kelemahan yang menyebabkan hasil yang diinginkan tidak efektif. Kemajuan teknologi komputer telah menyentuh dunia pertanian dari segi sebelum panen maupun pasca panen. Di sini timbul permasalahan bagaimana mengenali buah sehingga sesuai dengan kondisi nyata. Kondisi buah pepaya ditentukan oleh tingkat kematangan yang dilihat dari sisi warna pepaya. Klasifikasi yang lakukan oleh petani biasanya mengelompokkan pepaya dalam katagori muda, mengkal, dan masak penuh. Metode pengolahan citra mempunyai kemampuan untuk menganalisa kondisi kematangan pepaya dengan menggunakan nilai Red, Green, Blue (RGB) sebagai acuan. Penentuan klasifikasi dengan metode K-means clustering yang  menggunakan selisih jarak eucludian sebagai acuannya. Untuk hasil pada kelompok pepaya muda 60% berhasil dikenali sebagai pepaya muda, kelompok pepaya mengkal 90% berhasil dikenali sebagai masak mengkal sedangkan pada kelompok  pepaya penuh 100 % dikenali sebagai masak penuh. Sehingga dapat disimpulkan metode K-means Clustering hampir sama dengan proses klasifikasi oleh  petani yang sudah berpengalaman bertahun tahun.
KLASIFIKASI DAN PENINGKATAN KUALITAS CITRA SIDIK JARI MENGGUNAKAN FFT (FAST FOURIER TRANSFORM) Salahuddin, Salahuddin; Tulus, Tulus; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.334 KB)

Abstract

Sistem pengenalan sidik jari bertujuan untuk mengidentifikasi sidik jari seseorang sehingga dapat di kenali ciri unik dari orang tersebut. Hasil dari ekstraksi ciri sidik jari sangat bergantung pada kualitas dari citra sidik jari itu sendiri, seperti halnya kejelasan ridge structure pada citra sidik jari. Citra yang baik akan memiliki kontras yang baik dan dapat menggambarkan ridges dan valleys. Jenis sidik jari didefinisikan diantaranya: sidik jari berminyak yang memiliki piksel ridges cenderung sangat tebal, sidik jari kering yang memiliki ridges yang kasar pada tingkat lokal dan terdapat piksel putih/ valley yang banyak, serta sidik jari netral secara umum tidak memiliki sifat khusus seperti berminyak dan kering. Untuk mendapatkan citra yang baik pada citra sidik jari kering dilakukan ekstraksi garis tengahnya dan menghapus piksel putih/valley sehingga nilai ridge meningkat. Penelitian ini menggunakan metode FFT karena FFT merupakan salah satu algoritma yang dapat menghitung secara cepat dan mendukung dilakukan proses secara real time. Dengan metode FFT citra sidik jari dengan ridges yang terputus dianalisa dan dihitung probabilitasnya dari ridge frequency dan ridge orientation, setelah ditingkatkan kualitasnya dengan menggunakan FFT maka didapatkan peningkatan piksel ridge 97.52 % pada konstanta k=0,6. Dan Hasil Verifikasi Persentase Matching Sidik jari tertinggi pada nilai konstanta k=0,6 yaitu 54,29%.
PENINGKATAN UNJUK KERJA VERIFIKASI CITRA SIDIK JARI BERMINYAK BERDASARKAN MINUTIAE DENGAN METODE GABOR FILTER Munazzar, Sayed; Tulus, Tulus; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.83 KB)

Abstract

Sidik jari merupakan salah satu sistem biometrik yang banyak digunakan untuk pengenalan secara otomatis maupun pemeriksaan identitas dikarenakan sifat dari citra sidik jari yang uniqness dan tidak pernah berubah. Dengan menggunakan 56 sampel sidik jari dari 7 orang yang berbeda, verifikasi citra sidik jari berminyak berdasarkan minutiae bertujuan untuk mendapat nilai minutiae dari citra sidik jari yang maksimal sehingga citra sidik jari bisa didapatkan kecocokan paling tinggi. Hasil dari verifikasi citra sidik jari normal dengan citra sidik jari berminyak sebelum gabor menghasilkan kecocokan sebesar 15,54% sedangkan verifikasi citra sidik jari normal dengan citra sidik jari berminyak setelah gabor menghasilkan kecocokan sebesar 20,46% sehingga persentase kecocokan meningkat 5%.
DETEKSI FITUR WAJAH MANUSIA TANPA MARKER AKTIF MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) Muliyadi, Muliyadi; Tulus, Tulus; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.531 KB)

Abstract

Motion capture dengan menggunakan marker aktif yang ada saat ini membutuhkan perangkat dan pakaian khusus yang dipakai oleh aktor yang mengakibatkan aktor sulit untuk melakukan gerakan-gerakan yang kompleks. Hal ini kemungkinan ada bagian marker yang terlepas atau  tidak tertangkap oleh kamera sehingga mempengaruhi hasil capture. Dalam penelitian ini akan Menggunakan Metode Principal Component Analysis (PCA) untuk mendeteksi   fitur–fitur wajah yang meliputi alis, mata, hitung, mulut dan lengkungan wajah. tanpa menggunakan marker akan tetapi dengan menggunakan titik landmark pada setiap fitur-fitur wajah, yang nantinya dapat memberikan kontribusi pada bidang penelitian facial motion capture dan pada dunia animasi serta game development sehingga akan mempermudah para kreator dalam membuat animasi yang realistis sebagaimana gerakan aslinya atau alami dari Aktor tanpa menggunakan pakaian khusus atau marker.
Design of Contactless Hand Biometric System With Relative Geometric Parameters Siswanto, Antonius; Tarigan, Pernantin; Fahmi, Fahmi
Singuda ENSIKOM 2013: SPECIAL ISSUE IN IMAGE PROCESSING
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.396 KB)

Abstract

The main concern in contactless biometric system is the position of the hand that may vary relatively to camera. This variation of position result in different parameters of hand geometry captured from the same person, in different time, which is a serious problem in identification process. This paper presents a novel contactless biometric verification system based on relative geometric parameters of the hand, as the biometric feature. A webcam captured color image of the hand, which will be transformed into binary image for segmentation, based on thresholding technique. Binary image was extracted to get nine absolute geometrical sizes. The relative geometric parameters derived from ratios between those geometrical sizes were calculated. Feature extraction was processed by scanning technique. Matching was conducted based on match score, which is the output result by feeding relative geometric parameters to backpropagation-trained artificial neural network. Our design provided accuracy of 87.237%, precision of 85.798%, False Match Rate (FMR) of 14.780%, and False Non Match Rate (FNMR) of 10.747%.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO DALAM MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN KOTA PALU Fahmi, Fahmi; Anwar, H. Chairil; Jokolelono, Eko
Katalogis Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Katalogis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.843 KB)

Abstract

The purposes of this research is (1) to know and analyse strategy of micro enterprises development in accelerating development of Palu city; (2) to know and analyze the strengths, weaknesses, opportunities and threats in the development of micro enterprises currently nature accelerate the development of the city of Palu; and (3) to know and analyze the development strategy formula that should be done by micro enterprises in accelerating the development of Palu city. This was a qualitative and quantitative research (mix methods) with 20 informants consisting of 16 businessmen in Palu, 4 employees of Cooperative Department and Micro Enterprises of Palu. Data analysis used was interactive approach and SWOT analysis. The research findings reveal that strategy form used recently for micro enterprises development in accelerating development of Palu is combination of strengths-opportunities strategies by optimizing strengths through the use of opportunities with action plan strategies as follows: (1) ease of capital access for bussiness scale development; (2) ease of access to capital for increasing market access; (3) the development of human resources to have access to new markets; (4) the development of human resources to have the potential to develop exports; (5) promotion development in order to improve market access; (6) development of business networks to protect businesses from certain types of business; (7) marketing development in order to access new markets; (8) development of partnerships to protect the business of certain types of businesses; and (9) improving access to technology throught the assistance of facilities and infrastructure development.