Khandra Fahmy
Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agricultural Technology, Andalas University, 25163, Indonesia

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Influence of relative humidity on development of chilling injury of cucumber fruits during low temperature storage Fahmy, Khandra; Nakano, Kohei
Asia Pacific Journal of Sustainable Agriculture, Food and Energy Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy Network (SAFE Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.31 KB)

Abstract

The objective of this study is to evaluate the effect of relative humidity (RH) on development of the chilling injury (CI) symptoms and the shelf life of cucumber fruits. The fruits were stored at 5°C with RH conditions set at high (99%), medium (80%) and low (60%) for 5 days. During storage, gas composition in the chamber was maintained as same as ambient. After storage at 5°C, the fruits were stored at room temperature (24.5°C) for 6 days to check shelf life. Fruits were weighed before and after storage at 5°C to determine weight loss. Skin colour, firmness, electrolyte leakage and malondialdehyde (MDA) content were also evaluated before and after storage at 5°C, as well as every 2 days during shelf life period. The water loss of fruit was suppressed at high RH compared with low or medium RH after storage. Skin colour change (L*, C*, h°) was also maintained at high RH after storage 5°C. In addition, yellowing index increased rapidly of the fruits stored at low RH during shelf life period, while at medium and high RH was supressed at early stage of storage but increased thereafter. No significant different in the firmness was observed after storage at 5°C and during shelf life period. The electrolyte leakage and MDA content which are an indicator of cell membrane damage caused by CI of the fruits stored at low and medium RH increased significantly within 5°C storage period, while at high RH was supressed, however, after storage at 5°C, significant different was not found among them. During shelf life condition, the increase of electrolyte leakage had similar trends with MDA content, which these values increased rapidly of the fruits stored at low RH. While, on the fruits stored at medium RH, the increase of electrolyte leakage and MDA content was observed on the last day of shelf life condition, conversely, these values were supressed of the fruits stored at high RH. These results suggest that controlled RH during distribution process in low temperature is critical due to influence development of CI and acceptable quality of fruit. Storage at high RH not only suppressed the water loss, but also minimized the CI symptoms.    Keywords— cucumber fruits, chilling injury, relative humidity, shelf life.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BENGKUANG (Pachyrhizus erosus) TERHADAP KARAKTERISTIK COOKIES YANG DIHASILKAN Violalita, Fidela; Fahmy, Khandra; Syahrul, Syuryani; Trimedona, Neni
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Payakumbuh State Polytechnic of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bengkuang terhadap organoleptik dan karakteristik cookies. Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tingkat substitusi tepung bengkuang, yakni tanpa perlakuan (kontrol), penambahan tepung bengkuang 20%, 30% dan 50%. Analisis yang dilakukan terhadap cookies adalah kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar serat kasar, daya kembang dan uji organoleptik. Substitusi tepung bengkuang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar protein, kadar karbohidrat dan kadar serat kasar dari cookies yang dihasilkan. Dari hasil uji organoleptik yang dilakukan, substitusi tepung bengkuang yang paling disukai oleh panelis adalah cookies dengan substitusi tepung bengkuang 30% dengan warna 3,92 (agak suka), aroma 3,96 (agak suka), rasa 4,32 (agak suka) dan tekstur 4,40 (agak suka). Cookies dengan penambahan tepung bengkuang sebanyak 30% memiliki kadar air 1,11%, kadar abu 1,86%, kadar protein 8,65%, kadar lemak 24,15%, karbohidrat 64,24%, kadar serat kasar 1,17%, dan daya kembang 51,60%.
STUDI KASUS AUDIT ENERGI PADA BUDI DAYA JAGUNG SUMATERA BARAT Putri, Renny Eka; Lovena, Celsy; Fahmy, Khandra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.485 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.24.1.54-66.2020

Abstract

Audit energi telah menjadi faktor utama dalam pertanian berkelanjutan. Produksi pertanian berkorelasi positif dengan input energi yang diberikan. Kegiatan pada budidaya tanaman jagung terbagi atas beberapa kegiatan meliputi proses penanaman, pemupukan, penyemprotan, dan pemanenan. Energi input yang dikeluarkan yakni energi manusia, benih, pupuk, dan herbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah konsumsi kebutuhan energi pada proses budi daya tanaman jagung. Berdasarkan beberapa sumber input terdiri atas energi tenaga kerja manusia, energi benih, energi herbisida, dan energi pupuk, serta menghitung analisis biaya produksi saat proses budi daya. Distribusi energi untuk masing-masing kegiatan meliputi proses penanaman membutuhkan energi sebesar 292,402 MJ/ha (4%), pemupukan sebesar 4.264,311 MJ/ha (61%), penyemprotan sebesar 2.390,393 MJ/ha (34%), dan pemanenan sebesar 69,082 MJ/ha (1%). Distribusi energi berdasarkan sumber input meliputi, energi manusia sebesar 45,791 MJ/ha (1%), energi benih sebesar 210,639 MJ/ha (3%), energi herbisida sebesar 2.375,249 MJ/ha (34%), dan energi pupuk sebesar 4.247,136 MJ/ha (62%). Energi output yang dihasilkan sebesar 64.427,862 MJ/ha dengan berat hasil tiap satuan luas sebesar 4.382,848 kg/ha dengan rasio energi sebesar 9,183. Rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan petani selama proses budi daya sebesar Rp 2.283.594/ha
Penerapan Teknologi Pertanian melalui Penggunaan Alsintan pada Lahan Sawah Kepada Masyarakat Tani di Nagari Minangkabau Kec. Sungayang Kab.Tanah Datar R., Mislaini; Fahmy, Khandra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.903 KB) | DOI: 10.25077/logista.1.1.29-38.2017

Abstract

Tujuan dan target khusus yang akan dicapai pada kegiatan KKN-PPM : 1) Menggunakan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan kontur tanah dan kemampuan petani didalam kegiatan budidaya tanaman padi sawah, 2) Meningkatkan kapasitas kerja, dan 3) Meningkatkan hasil dan mutu pertanian. Metode kegiatan yang akan diterapkan, dilakukan melalui pendekatan pada petani untuk menumbuhkan dan meningkatkan motivasi kelompok tani. Kegiatan yang akan dilakukan :1) Pengenalan alat dan mesin pertanian khususnya untuk budidaya padi sawah, 2) Pelatihan dan demonstrasi penggunaan alat dan mesin pertanian padi sawah. Dalam kegiatan penggunaan alat dan mesin pertanian ini didahului dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2016. Penyuluhan diberikan oleh narasumber tentang alat pengolahan tanah (handtraktor), penyiang, penyemprot dan perontok. Kapasitas kerja handraktor di dapatkan sekitar 0,056 Ha/jam, sedangkan pengolahan tanah dengan cara manual menggunakan cangkul adalah 0,0017 Ha/jam. Ini berarti pekerjaan pengolahan tanah lebih efektif dengan handtraktor daripada dengan cara manual yaitu 33 kali lipat dari kerja handtraktor. Penyiangan dengan menggunakan tangan untuk padi sawah didapatkan kapasitasnya 0,0277 Ha/jam. Sedangkan dengan menggunakan alat semi mekanis osrok/landak, cara ini terbilang efektif dari cara manual diatas selain lebih cepat, ramah lingkungan dan waktu yang dibutuhkan untuk menyiangi gulma lebih cepat berkisar 28-30 jam/Ha. Sehingga di dapatkan kapasitas dengan alat mekanis ini adalah sebesar 0.8033 Ha/jam. Kapasitas perontokan yang dilakukan dengan cara banting atau memukul batang padi pada papan atau susunan bambu adalah ±50 kg/jam. kapasitas mesin perontok gabah citra dragon yang digunakan dilahan sawah yaitu 750 kg/jam. Dengan demikian diharapkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Sawah Kapuak, seperti peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat dan mesin pertanian.Kata kunci: Alsintan, Sawah, Kapasitas
PREDIKSI TINGKAT KEMATANGAN BUAH JERUK SIAM GUNUNG OMEH (CITRUS NOBILIS VAR. MICROCARPA) DENGAN PENGOLAHAN CITRA Ifmalinda, Ifmalinda; Fahmy, Khandra; Fitria, Elsa
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 6 No. 3 (2018): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.671 KB)

Abstract

AbstractEvaluation of the quality of Gunung Omeh Citrus fruit based on the level of maturity or skin color of fruit and other physical properties are still done conventionally. Human assessment of maturity level is subjective and has different perceptions. Humans also have limitation in terms of labor and time. An alternative to increasework productivity on citrus fruit quality evaluation required a system that can help human to work automatically, quickly and objectively and consistently. Digital image is a technique that can process visual perception, in this case is color of the fruit skin surface or object, without direct contact to the object. This study aims to analyze the quality of parameters based on the level of maturity or color, and physical properties of Siam Omeh Citrus. Levels of maturity of citrus fruit used are at the age of picking 150 days before flower blossom, 180 days before flower blossom, 210 days before flower blossom and 240 days before flower blossom. By conventional method, the maturity can be indicated through measurement of diameter, hardness of fruit flesh and total dissolved solid, meanwhile by image processing method, it can be obtained through area parameter and color index (red, greenand blue). The area parameters of image processing do not show differences on various levels of maturity. Color index (red, green and blue) from image processing can be used as reference to identify the level of maturity.There is correlation on color index (red, green and blue) and total dissolved solid, fruit hardness of Gunug Omeh citrus. There is a correlation between the area of image processing and the weight of citrus.AbstrakEvaluasi mutu buah jeruk siam Gunung Omeh berdasarkan tingkat kematangan atau warna kulit buahdan sifat fisik lainnya masih dilakukan secara konvensional. Penilaian manusia terhadap tingkat kematangan bersifat subjektif dan mempunyai persepsi yang berbeda-beda. Manusia juga mempunyai keterbatasan dalam hal tenaga kerja dan waktu. Salah satu alternatif untuk meningkatkan produktifitas kerja seperti dalam evaluasi mutu buah jeruk diperlukan suatu sistem yang dapat membantu pekerjaan manusia secara otomatis, kerjanya relatif cepat dan hasilnya objeksif serta konsisten. Citra digital merupakan suatu teknik yang dapat mengolah persepsi visual dalam hal ini adalah warna dari permukaan kulit buah atau objek tanpa berhubungan langsung dengan objek tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis parameter mutu berdasarkan tingkat kematangan atau warna, dan sifat fisik buah jeruk siam Gunung Omeh. Tingkat kematangan buah jeruk yang digunakan, yaitu pada umur petik 150 sbm, 180 sbm, 210 sbm dan 240 sbm. Metode konvensional didapatkan melalui pengukuran diameter, kekerasan daging buah dan total padatan terlarut sedangkan dengan metode pengolahan citra didapatkan parameter area dan indeks warna (red, green dan blue). Parameter area dari pengolahan citra tidak menunjukan perbedaan pada berbagai tingkat kematangan. Indeks warna (red, green dan blue) dari pengolahan citra menunjukan perbedaan pada berbagai tingkat kematangan sehingga dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi tingkat kematangan. Terdapat korelasi indeks warna (red, green dan blue) dengan total padatan terlarut dan kekerasan buah jeruk siam Gunung Omeh. Terdapat korelasi antara area dari pengolahan citra dengan berat buah jeruk.
PENGEMBANGAN ALAT GRADING LIMBAH SERBUK GERGAJI UNTUK PEMANFAATANNYA SABAGAI BAHAN CAMPURAN KOMPOSIT Makky, Muhammad; Napitu, Leo Saputra; Fahmy, Khandra
Rona Teknik Pertanian Vol 10, No 1 (2017): Volume 10, No. 1, April 2017
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.764 KB) | DOI: 10.17969/rtp.v1i1.7571

Abstract

Abstrak. Sampai saat ini kegiatan pemanenan dan pengolahan kayu di Indonesia masih menghasilkan limbah dalam jumlah yang besar. Pada umumnya serbuk gergaji dari industri perkayuan memiliki bentuk, ukuran dan jumlah yang beragam, sedangkan untuk pemanfaatannya sebagai bahan baku campuran komposit dibutuhkan ukuran bahan serbuk gergaji yang berbeda dengan ukuran tertentu. Adapun ukuran umum yang digunakan untuk pembuatan bahan campuran komposit terdiri partikel berukuran 80 mesh, 40 mesh, 20 mesh, dan 10 mesh. Pemisahan ukuran serbuk gergaji berdasarkan keempat ukuran mesh tersebut diperlukan agar mempermudah dalam memperoleh bahan baku komposit. Penelitian bertujuan untuk merancang alat grading limbah serbuk gergaji untuk digunakan sebagai bahan baku campuran komposit. Proses penelitian ini meliputi pembuatan alat grading serbuk gergaji serta melakukan uji fungsional. Penelitian ini menghasilkan alat grading yang dapat memimsahkan serbuk gergaji berdasarkan empat ukuran berbeda dalam satu kali proses pengayakan. Hasil dari pengujian alat grading ini adalah: (1) alat grading limbah serbuk gergaji, yang memiliki kapasitas kerja sebesar 28,49 Kg/jam, (2) didapatkan nilai rata-rata modulus kehalusan dari masing-masing mesh 10, 20, 40 dan 80 berturut-turut yaitu : 889 gram, 651 gram, 431 gram, dan 168 gram. Sedangkan untuk indeks keseragaman hasil ayakan kasar (80 mesh), sedang (20 mesh dan 40 mesh), dan halus 80 mesh berturut ? turut dari ulangan 1, ulangan 2, dan ulangan 3 adalah 5 : 4 : 1, 5 : 4 : 1, dan 5 : 4 : 1. (3) Daya spesifik yang dibutuhkan untuk mencapai kapasitas kerja 28,49 Kg/jam adalah 0,0001568 kW.jam/Kg. (4) didapatkan nilai rendemen sebesar 77,37 %. (5) alat grading limbah serbuk gergaji dengan biaya pokok alat grading sebesar Rp. 243,36/Kg. Development of Sawmill-Waste Grading for Composite Material UtilizationAbstract. Timber harvesting and wood processing in Indonesia produces wastes in large quantities. The waste materials come in variety of shapes, sizes and quantities. For adding the value of these wastes, such as for composite raw material, the particle-size should be uniform, and segregated into different categories. The general particle-size for manufacturing composite materials are 80, 40, 20 and 10 mesh. Therefore, separating the sawmills wastes based on these sizes is necessary in order to utilize it as raw materials for composite production. The study aims to develop a prototype of sawmill-waste grading machine for composite material utilization, and added the value of the waste for application as a raw material for the composite design. The methods includeddesign and manufacturing of a sawmill-waste grading machine as well as performing different tests. The prototype successfully grade and segregrate the sawmills-wastes into four different particles-sizes in a single operation process. The results showed that the machine working capacity is 28.49 Kg.hr-1, while the materials segregrate into four particle-sizes obtained mean of modulus of fineness for each group-size (10, 20, 40 and 80 mesh) are889, 651, 431, and 168 grams respectively. While for the uniformity index of large (10 mesh), medium (20 and 40 mesh), and fine (80 mesh) particles are 5, 4, and 1 respectively, obtained from three replication tests. The specific power required to achieve the working capacity of 28.49 Kg / hr is 0.0001568 kW.hr.kg-1. Overall, the machine performance achieved the efeciency of 77,37%, and the cost for grading the sawmill-waste material is Rp. 243,36 kg-1.
RANCANG BANGUN ALAT GRADING BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum, L) MENGGUNAKAN SENSOR WARNA TCS230 Fahmy, Khandra; Andasuryani, Andasuryani; Esvendiarmi, Rola
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (a) melakukan perancangan sistem alat grading buah tomat untuk mengetahui kerja alat dan keakuratan berdasarkan ukuran warna, (b) merancang sistem otomatis rangkaian elektronika dan bahasa program untuk alat grading buah tomat menggunakan sensor warna TCS230, (c) melakukan pengujian kinerja alat grading buah tomat berdasarkan ukuran warna buah tomat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen terdiri dari identifikasi masalah, investarisasi ide, penyempurnaan ide, prinsip kerja, rancangan fungsional, rancangan struktural, tahap perakitan, dan tahap uji kinerja alat. Rancang bangun yang dilakukan dapat menghasilkan alat grading buah tomat menggunakan sensor warna TCS230 gabungan hasil rancangan mekanik dan rangkaian elektonika sistem otomatis dengan prinsip kerja. (1) alat disambungkan dengan sumber listrik. (2) buah tomat dimasukan pada ruang scannimg melalui hopper (3) sensor warna TCS230 membaca warna buah tomat. (4) warna buah tomat ditampilkan pada LCD. (5) motor central lock mendorong buah tomat. (6) motor servo MG996R menggerakkan pintu keluaran ke kanan jika yang terbaca tomat warna hijau dan ke kiri jika tomat warna merah. (7) motor servo SG90 membuka portal pintu keluaran dan buah tomat keluar. Pengujian alat grading menggunakan sensor warna TCS230 mendekati akurat karena nilai koefisien determinasi 0.8747 untuk R, 0.9646 untuk nilai G, dan 0.8538 untuk nilai B. Penentuan kelas buah tomat juga mendekati maksimal, hanya 3.333% kesalahan dalam pembacaan kelas buah tomat.Kata kunci:Tomat, Alat Grading, Warna, Sensor Warna TCS230. 
IDENTIFIKASI CHILLING INJURY PADA CABAI (Capsicum annum L) BERDASARKAN SIFAT FISIK DAN ION LEAKAGE Hasan, Ashadi; Chatib, Omil Charmyn; Fahmy, Khandra; Zulmi, Aulia Rahman
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.1-9.2019

Abstract

Cabai termasuk pada produk hortikultura yang mudah rusak (perishable) dan busuk. Suhu yang rendah dapat mempertahankan kesegaran, tapi suhu rendah juga menyebabkan chilling injury. Chilling injury terjadi ditandai dengan terjadinya kebocoran pada ion buah (electrolyte leakage) dan terjadi perubahan fisik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi perubahan sifat fisik dan ion leakage dari cabai akibat chilling injury. Pengidentifikasian dilakukan dengan mengamati perubahan warna, susut bobot, dan nilai ion leakage yang terjadi selama 30 hari pada penyimpanan suhu 10oC. Pengidentifikasian dilakukan setiap 4 hari selama 16 hari dan setiap 2 hari hingga hari ke 30. Chilling injury mulai terjadi pada penyimpanan hari ke 18, dengan nilai slope dari ion leakagenya sebesar 0,1153. Nilai slope tertinggi menandakan bahwa cabai pada hari itu mulai mengalami chilling injury. Pada hari ke 18, nilai susut bobot mulai memingkat dan perubahan warna terutama pada nilai chroma dan hue mengalami perubahan daripada sebelum penyimpanan.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENGISI TERHADAP KARAKTERISTIK PEWARNA BUAH SENDUDUK Tazar, Nurzarrah; Violalita, Fidela; Harmi, Mimi; Fahmy, Khandra
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.835 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.2.117-121.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bahan pengisi terbaik dan konsentrasi bahan pengisi yang terbaik dalam mengekstrak pewarna bubuk dari buah senduduk. Jenis bahan pengisi yang digunakan ada dua macam yakni dekstrin dan maltodekstrin, konsentrasi bahan pengisi yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Pewarna bubuk yang dihasilkan dianalisa konsentrasi antosianin, kadar air, pH, total asam dan aktivitas antioksidannya. Dari hasil penelitian menunjukkan perbedaan jenis bahan pengisi, konsentrasi bahan pengisi dan interaksi keduanya memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsentrasi antosianin, kadar air, pH dan total asam  dari pewarna bubuk buah senduduk. Jenis bahan pengisi yang paling baik dalam pembuatan pewarna bubuk dari buah senduduk adalah maltodekstrin pada konsentrasi 5% dengan konsentrasi antosianin 7.3688 mg/L, kadar air 13.6171%, pH 2.372 dan total asam 41.47% dengan aktivitas antioksidan sebesar 52.670%.
DESAIN APLIKASI E-COMMERCE SEBAGAI MEDIA PROMOSI PRODUK BUMBU MASAKAN KELOMPOK TANI MUTIARA INDAH Rahmadya, Budi; Indrapriyatna, Ahmad Syafruddin; Fahmy, Khandra; Yendri, Dodon; Derisma, Derisma; Novani, Nefy Puteri
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4b (2018): Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.252 KB) | DOI: 10.25077/hilirisasi.1.4b.264-273.2018

Abstract

Usaha kelompok Tani Mutiara Indah Kabupaten Tanah Datar dalam memproduksi bumbu masakan merupakan salah satu usaha kecil dan menengah (UKM) unggulan yang ada di kabupaten Tanah Datar. Permasalahan yang ada pada UKM ini adalah masalah pemasaran produk dan sistem produksi yang masih bersifat pesanan. Salah satu kelemahan sistem pesanan ini adalah waktu  perputaran uang yang cukup lama. Pemanfaatan e-commerce merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kendala pemasaran dan sistem penjualan pada UKM ini. Dengan memanfaatkan internet melalui aplikasi e-commerce membuka peluang bagi UKM Kelompok Tani Mutiara Indah ini untuk memasarkan produknya dan menumbuhkan akses ke jaringan pasar yang lebih luas. Selain itu, transaksi di e-commerce dapat dilakukan dengan tunai tergantung kemampun penjual dalam mendesain sistem penjualan. Hal ini memungkinkan perputaran kas dapat lebih cepat dan memberikan keuntungan yang juga lebih besar. Telah dilaksanakan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini untuk membekali anggota Kelompok Tani Mutiara Indah dengan pengetahuan tentang penggunaan aplikasi e-commerce yang dapat mereka manfaatkan dalam memasarkan produk bumbu secara lebih luas dan memperluas jaringan penjualannya produknya.