Articles

Found 37 Documents
Search

KELIMPAHAN RELATIF DAN PREFERENSI HABITAT PADA KEPITING MANGROVE (UCA SPP.) DI KABONGA KECIL, DONGGALA, SULAWESI TENGAH Aprilyanto, Donny; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.779 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan relatif dan preferensi habitat kepiting mangrove Famili Ocypodidae (Uca spp.)di zona intertidal di Kabonga Kecil, Donggala, Sulawesi Tengah. Koleksi sampel dilaksanakan pada bulan Januari 2017 menggunakan metode purposive sampling pada 4 stasiun. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 spesies kepiting genus Uca di Kabonga Kecil yaitu Uca annulipes,U. triangularis, U. perplexa, U. dussumieri, U. demani, dan U. vocans yang tersebar pada 3 tipe habitat yaitu substrat berlumpur, substrat berpasir dan substrat pasirberlumpur.Kelimpahan dari  masing-masing spesies adalah U. dussumieri 75%; U. demani100%; U. demani 68,67%; dan 4: U. dussumieri 67,65% berturut-turut dari stasiun 1 sampai 4. Hutan mangrove di Kabonga Kecil memiliki suhu substrat yang berkisar antara 26ºC ? 30ºC sedangkan pH berkisar antara 5,0% ? 6,1%.
KEANEKARAGAMAN KUMBANG CERAMBYCID (Coleoptera: Cerambycidae) PADA PERKEBUNAN KAKAO DI TIGA TIPE HABITAT rahmat, rahmat; suwastika, I Nengah; fahri, fahri
Biocelebes Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Biology Department, Mathematics and natural science, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.56 KB) | DOI: 10.22487/bioceb.v13i3.10509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kumbang Cerambycid (Coleoptera: Cerambycidae) pada perkebunan kakao di tiga tipe habitat. Penelitian telah dilakukan mulai bulan Juni 2017 hingga April 2018. Koleksi sampel dilakukan menggunakan Atrocarpus trap pada 3 tipe habitat perkebunan kakao yaitu habitat kakao pinggiran hutan (KPH), habitat kakao yang tidak terawat (KTT) dan habitat kakao terawat (KT). Total diperoleh sebanyak 381 individu, yang tergolong dalam 5 tribe, 7 genus dan 13 spesies. Nilai indeks keanekaragaman (H') dan kemerataan (E) tertinggi pada habitat kebun kakao tidak terawat (KTT). Indeks kesamaan Bray-Curtis (IBC), menunjukkan kesamaan antara kebun kakao di pinggiran hutan (KPH) dengan kebun kakao terawat (KT). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tiga jenis perkebunan kakao pada penelitian ini, sangat mendukung keberadaan kumbang cerambycid dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan mereka.
KEANEKARAGAMAN KUMBANG ANTENA PANJANG (COLEOPTERA: CERAMBYCIDAE) PADA BEBERAPA PERKEBUNAN DI POLOKARTO, JAWA TENGAH Sataral, Mihwan; Fahri, Fahri; Atomowidi, Tri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1 (March 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.712 KB)

Abstract

Kumbang antena panjang merupakan serangga penting dalam ekosistem karena ketergantungannya pada sumber makanan di berbagai spesies tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kumbang antena panjang pada berbagai perkebunan di Polokarto, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap cabang tumbuhan nangka (Artocarpus trap). Sebanyak 409 individu terkoleksi, terdiri dari 4 tribe, 5 genus dan 10 spesies. Spesies yang paling melimpah disetiap habitat adalah Sybra alternans (163 individu), kemudian diikuti oleh Pterolophia melanura (96 individu). Keanekaragaman tertinggi pada habitat kebun campuran (H= 1,846) kemudian diikuti pada kebun tebu (H= 1,723) dan paling rendah pada kebun jati (H= 1,51). Kesamaan komunitas berdasarkan indeks kesamaan Bray-Curtis, tertinggi antara habitat kebun campuran ? kebun jati (0,795).
JENIS PAKAN DAN PILIHAN PAKAN YANG DIBERIKAN OLEH MASYARAKAT PADA KELOMPOK BERCAMPUR M. TONKEANA-HECKI DI CAGAR ALAM PANGI BINANGGA Fitriana, Fitriana; Damayanti, Wanda; Gunawan, M. Sarif Indra; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.812 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan pilihan pakan kelompok bercampur Macaca tonkeana-hecki di kawasan Cagar Alam Pangi Binangga, yang dilakukan mulai bulan November sampai Desember 2016. Pengumpulan data pakan dilakukan dengan menggunakan metode Scanning sampling. Pakan yang diamati ialah pakan hasil olahan yang diberikan secara langsung oleh masyarakat lokal atau pengguna jalan trans Sulawesi (Tawaeli-Toboli). Setiap pakan yang terlihat dikonsumsi oleh Macaca dicatat jenisnya dan dihitung setip 5 menit. Berdasar hasil pengamatan, terdapat 14 jenis pakan non-alami atau pakan yang diberi oleh pengunjung. Jenis pakan non-alami atau pakan yang diberi oleh pengunjung dengan persentase tertinggi yaitu pisang (Musa paradisiacal L.) 41,87% dan terendah klengkeng (Dimocarpus longan Lour.), lalampa (pakan hasil olahan) dan wortel (Daucus carota L.) 0,35%. 
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERTANAMAN PADI PADA LAHAN PERTANAMAN PADI SAWAH IRIGASI Wati, Yulis Tiana; Fahri, Fahri; Nurmauli, Niar; Syam, Tamaluddin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.01 KB) | DOI: 10.23960/jat.v1i2.2024

Abstract

Padi merupakan tanaman penghasil beras yang menjadi tanaman pangan utama di Indonesia.produksi beras yang sedikit mengharuskan indonesia menginport beras dalam upaya mencukupi kebutuhan pangannya. Evaluasi kesesuaian lahan merupakan penilaian dan pendugaan potensi lahan untuk penggunaan tertentu. Dengan evaluasi lahan tersebut, potensi lahan dapat dinilai dengan tingkat pengelolaan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Tani Sri Mulya Desa Pringgondani Kecamatan Sukadana Lampung Timur. Evaluasi kesesuaian lahan yang dilakukan menggunakan kriteria biofisik menurut Djaenuddin dkk. (2000), dan penilaian secara ekonomi dengan menganalisa kelayakan finansial dengan menghitung nilai NPV, Net B/C Ratio, dan IRR. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa lahan pertanaman padi pada Kelompok Tani Sri Mulya Desa Pringgondani Kecamatan Sukadana Lampung Timur menurut kriteria Djaenuddin dkk. (2000) adalah cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas KTK, pH, dan C-organik (nr) (S2nr) dan usaha tani pada lokasi penelitian secara finansial layak untuk dilanjutkan dengan nilai rata-rata NPV sebesar Rp 32.315059,-, Net B/C 2,66 bulan-1, dan IRR 44,88 %.
STRUKTUR MORFOLOGI DAN ANATOMI BURUNG ENDEMIK SULAWESI CABAI PANGGUL-KELABU (DICAEUM CELEBICUM MűLLER, 1843) Aksarina, Ririn; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.251 KB)

Abstract

Cabai panggul-kelabu (Dicaeum celebicum M?ller, 1843) adalah burung yang termasuk ke dalam ordo Passeriformes, famili Dicaeidae. Spesies ini merupakan burung endemik pulau Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mofologi dan anatomi dari beberapa sistem organ D. celebicum. Pengamatan ini menggunakan empat ekor D. celebicum jantan. Burung tersebut dianestesi menggunakan kloroform sebelum dilakukan pembedahan dan menentukan anatomi tofografi beberapa organ pernapasan, organ pencernaan dan organ reproduksi, didokumentasikan dan digambar. Hasil penelitian menunjukkan D. celebicum termasuk burung berukuran kecil dan berleher pendek, tipe paruh pemakan buah dan biji serta tipe kaki anysodactil.Struktur anatomi organ visceral D. celebicum yaitu memiliki trachea yang terletak di sebelah kanan esofagus.Pulmo terletak di sebelah dorsal dan kaudal thorax. Hepar terdiri dari dua lobus. Ren terletak pada rongga synsacrum dan berwarna coklat gelap. Testis memiliki bentuk bulat seperti kacang tanah dan terletak pada bagian ventral ren.
STUDI PENDAHULUAN GENUS LYMANTRIA HüBNER (1819) DI KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU SULAWESI TENGAH Hafriani, Rika; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.29 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ngengat genus Lymantria pada empat tipe habitat (pemukiman masyarakat, agroforest, hutan sekunder dan hutan primer) di kawasan Taman Nasional Lore Lindu yang dilakukan mulai bulan Oktober sampai November 2016. Koleksi spesimen dilakukan dengan menggunakan perangkap cahaya (Light trap) dan identifikasi dilakukan dengan melihat karakter sayap. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat empat spesies Lymantria yang ditemukan yaitu L. buruensis, Lymantria cf demotes, L. lunata dan L. chroma. Keempat spesies ini dapat dibedakan berdasarkan ukuran tubuh dan warna dasar sayap.
UDANG AIR TAWAR MACROBRACHIUM LATIDACTYLUS (DECAPODA, CARIDEA, PALAEMONIDAE) DARI SUNGAI GILILANA, MOROWALI UTARA, SULAWESI, INDONESIA Laewa, Nurliana H.; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 2 (2018): Volume 7 Number 2 (August 2018)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.376 KB)

Abstract

Macrobrachium latidactylus merupakan salah satu spesies udang air tawar dari famili Palaemonidae yang penyebarannya di Indonesia terbatas di bagian timur Indonesia, yaitu pulau-pulau Sunda kecil, Papua, Sulawesi dan Maluku. Spesies ini pertama kali dideskripsi menggunakan spesimen dari Sulawesi pada tahun 1891. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kembali M. latidactylus berdasarkan spesimen yang dikoleksi dari Sungai Gililana, Morowali Utara, Sulawesi, Indonesia. Koleksi sampel menggunakan metode purposive sampling dan penangkapan spesimen menggunakan hand net, kemudian sampel disimpan di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Universitas Tadulako, Palu, Indonesia. Dalam tulisan ini M. latidactylus dibuat diagnose kembali dan dilengkapi dengan ilustrasi menggunakan line drawing.
HABITUASI KELOMPOK BERCAMPUR MACACA TONKEANA-HECKI: PELUANG DAN TANTANGAN Damayanti, Wanda; Fitriana, Fitriana; Gunawan, M Syarif Indra; Annawaty, Annawaty; Fahri, Fahri
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Number 2 (August 2017)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.142 KB)

Abstract

Habituasi Kelompok Bercampur Macaca tonkeana-hecki telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli 2016 di Cagar Alam Pangi Binangga, Sulawesi Tengah, Indonesia. Menurut informasi penduduk lokal, terdapat dua kelompok yang sering terlihat yaitu kelompok Salubay yang lokasinya berada di tempat pembuangan buah-buahan dan sayuran busuk oleh para penjual buah yang merupakan warga lokal setempat dan kelompok Gunung Batu yang berada di sekitar tebing, jurang dan dekat dengan sungai. Kelompok Salubay cukup sulit ditemukan, dan belum ada individu yang dapat di dekati, dari kelompok ini dan jalur home range mereka belum diketahui. Kelompok Gunung Batu merupakan kelompok yang lebih sering ditemukan selama proses habituasi dan kami dapat mendekati seluruh anggota kelompok selama habituasi dilakukan. Pada sensus pertama (Januari-Februari 2016) ditemukan 29 individu, sedangkan pada sensus kedua (Maret-Juli 2016) dijumpai 23 individu. Tantangan yang dihadapi selama proses habituasi yang meliputi: lokasi penelitian yang berada di daerah yang curam dan terjal, konflik dengan masyarakat lokal dan lokasi home range Macaca yang berada dekat dengan jalan poros dijelaskan dengan rinci dalam artikel ini
Identifikasi Spesies Kepiting Bakau Famili Ocypodidae di Kabonga Kecil, Donggala, Sulawesi Tengah Aprilyanto, Donny; Fahri, Fahri; Annawaty, Annawaty
ZOO INDONESIA Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu wilayah di Sulawesi Tengah yang memiliki ekosistem hutan bakau adalah kawasan oantai Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Hutan bakau yang masih banyak ditumbuhi pepohonan masih sangat memungkinkan menjadi habitat dari berbagai fauna akuatik termasuk kepiting bakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi dan mendeskripsi jenis kepiting mangrove famili Ocypodidae di Kabonga Kecil, Banawa, Sulawesi Tengah. Koleksi sampel dilaksanakan pada bulan JUnu 2016 dan Januari 2017 menggunakan metode purposive sampling pada empat stasiun peneltiian di area pasang surut hutan mangrove. Identifikasi dilakukan di laboratorium biodeiversitas jurusan Biologi FMIPA UNTAD dan laboratorium Crustacea, MZB, LIPI. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enal spesies kepiting famili Ocypodidae di Kabonga Kecil. Keenam spesies tersebut termasuk ke dalam 3 genus yaitu (Austruca (A. annulipes, A. triangularis, dan A. perplexa). Tubuca (T. dussumieri dan T. demani), dan Gelasimua (G. vocans)