Rudi Fakhriadi
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE ANTARA DAERAH BANTARAN SUNGAI DAN DAERAH DARATAN DI KABUPATEN BANJAR Fakhriadi, Rudi; Khairiyaty, Laily; Selamat, Selamat
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v3i2.5071

Abstract

Penyakit diare adalah penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi berak lebih dari tiga kali dalam sehari. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis perbedaan pengaruh faktor karakteristik individu dan faktor lingkungan antara daerah bantaran sungai dan daerah daratan di Kabupaten Banjar. Rancangan penelitian yang digunakan adalah case control, menggunakan teknik random sampling dengan sampel berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, lembar observasi, mikrotoise dan timbangan. Hasil analisis daerah Bantaran Sungai menunjukan ada hubungan antara cuci tangan sebelum makan, cuci tangan sebelum mengolah makanan, cuci tangan setelah memegang binatang, dan cuci tangan setelah memegang benda kotor, dengan kejadian diare (pvalue = 0,005). Sedangkan daerah Daratan menunjukan ada hubungan antara cuci tangan setelah BAB, cuci tangan sebelum mengolah makanan dengan kejadian diare (p-value = 0,005). Dapat diambil simpulan bahwa masyarakat membutuhkan informasi mengenai semua hal yang berkaitan dengan diare terutama dalam masalah cuci tangan.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG KOTA BANJARBARU (TINJAUAN TERHADAP FAKTOR MANUSIA, LINGKUNGAN, DAN KEBERADAAN JENTIK) Fakhriadi, Rudi; Yulidasari, Fahrini; Setyaningrum, Ratna
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia. Tahun 2009 di kota Banjarbaru terdapat 130 kasus Penderita Demam Berdarah dengan penderita meninggal dunia terbanyak di Kecamatan Guntung Payung sebanyak 7 orang. Faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit DBD antara lain host, lingkungan, dan keberadaan jentik. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko DBD berdasarkan perilaku keluarga yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN), faktor lingkungan (dinding rumah, keberadaan sumur gali dan kepadatan hunian) serta keberadaan larva Aedes aegypti (Container Index) di wilayah Puskesmas Guntung Payung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control yang. Sampel penelitian dengan teknik purposive sampling adalah 50 orang dengan 25 orang kontrol dan 25 orang kasus.Berdasarkan uji odd ratio dengan derajat kepercayaan 95% pengetahuan (OR=7,944), sikap (OR=7,875), dan tindakan (OR=14,636) tentang PSN merupakan faktor risiko kejadian DBD. dinding rumah yang rapat (OR = 11,296), ketersediaan sumur gali (OR = 1,263), dan kepadatan hunian (OR = 6,682) merupakan faktor risiko kejadian DBD. Container Index merupakan faktor risiko kejadian DBD (OR = 8,143). Disimpulkan bahwa faktor manusia, lingkungan, dan keberadaan jentik merupakan faktor risiko terjadinya penyakit DBD di wilayah Kerja Puskesmas Guntung Payung kota Banjarbaru. Kata-katakunci:DBD, PSN, container index Abstract Dengue fever is one of the world health problem for communicablediseases. Banjarbaru City has recorded 130 cases with 7 death casualties in GuntungPayungsubdistrict at year 2009. Dengue Fever was affected by several causes including host, environment and wiggler existence. The Main Purpose for this research is to discover risk factor based on family behavior like basic knowledge, attitude and action to exterminate mosquito breed place (PSN), surrounding environment (tight house wall, conventional well and housing density) and existence of larva AedesAegypti (Container Index) around GuntungPayung Community Health Center. This research used Obsevational Analytic method with Case Control for Research Design. Purposive Sampling technique from 50 people including 25 people for Control and 25 people for Case in Research Sampling. According to Odd Ratio test using trust-degree for 95% knowledge (OR=7,944), attitude (R=7,875) and action (OR=14,636) about PSN were accumulated to Dengue Fever risk factors. Tight house wall (OR = 8,143), availability of conventional well (OR = 1,263) and housing density (OR = 6,682) were accumulated to Dengue Fever risk factors. Container Index (OR = 8,143) were accumulated to Dengue Fever risk factor. Being said that Human, Environtment and Wigler existence were considered the risk factors for Dengue Fever at GuntungPayung Community Center in Banjarbaru City.Keywords:DBD, PSN, container index 
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN, ASUPAN ENERGI, AKTIVITAS FISIK, DAN DURASI TIDUR DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA POLISI Kurniawati, Yulia; Fakhriadi, Rudi; Yulidasari, Fahrini
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakObesitas dapat terjadi pada polisi dan disebabkan multifaktor. Berdasarkan studi pendahuluan di Polres Kota Banjarmasin, sebanyak 10,32% polisi mengalami obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara pola makan, asupan energi, aktivitas fisik, dan durasi tidur dengan kejadian obesitas pada polisi di Kepolisian Resort Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dengan sampel 84 responden. Hasil penelitian menunjukkan 23 responden pola makan sering, 61 responden pola makan tidak sering, 1 responden asupan energi lebih, 83 responden asupan energi cukup, 43 responden aktivitas fisik sedang, 41 responden aktivitas fisik tinggi, 33 responden durasi tidur kurang, dan 51 responden durasi tidur cukup. Analisis chi square pada tingkat kemaknaan 95% menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan, aktivitas fisik, dan durasi tidur dengan kejadian obesitas (p-value=0,047; p-value=0,0001; p-value=0,009) dan tidak ada hubungan antara asupan energi dengan kejadian obesitas (p-value=0,333). Pola makan, aktivitas fisik, dan durasi tidur berhubungan dengan kejadian obesitas pada polisi.Kata-kata kunci : obesitas, pola makan, aktivitas fisik, durasi tidur, polisi AbstractObesity can occur in police and caused multifactorial. Based on preliminary studies in the Banjarmasin Police Resort, the police as much as 10.32% are obese. This research aims to explain correlation between dietary habit, energy intake, physic activity, and sleep duration with obesity of police in the Banjarmasin Police Resort. This study uses a case control approach with a sample of 84 respondents. The results showed 23 respondents diet often, 61 respondents diet is not often, one respondent energy intake more, 83 respondents energy intake enough, 43 respondents moderate physical activity, 41 respondents physical activity high, 33 respondents sleep duration less, and 51 respondents duration sleep enough. Chi square analysis at the significant level of 95% indicates that there is a correlation between dietary habit, physical activity, and sleep duration with obesity (pvalue= 0.047; p-value=0.0001; p-value=0.009) and there is no correlation between energy intake with obesity (p-value=0.333). Dietary habit, physical activity and sleep duration are correlate with obesity of police.Keywords: obesity, dietary habit, physical activity, sleep duration, police
HUBUNGAN KONSENTRASI DEBU DENGAN SICK BUILDING SYNDROM (SBS) DI BRI CABANG PANGERAN SAMUDERA BANJARMASIN Jaini, Muhammad; Setyaningrum, Ratna; Fakhriadi, Rudi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SBS is phenomenons that sufferred when still working insides a closed work room and air-conditioned room for long time. SBS caused of some free radical. The free radical comes from ultraviolet light radiation, metabolism in body, radiation ion, cigarette smoke, and air with particulatet dust flies or particulatet matter. This study aimed to analyze correlation between dust concentration with SBS at branch BRI Pangeran Samudera Banjarmasin. This study using survey analytic with cross sectional method. The numbers of sample is 34 workers. Dust concentration on floor 3 for location I, II, and III is 15,53μg/Nm3, 2,82 μg/Nm3­,dan 24,01 μg/Nm3 and on floor 4 is 8,47μg/Nm3, 4,24 μg/Nm3­,dan 5,65μg/Nm .The responden with SBS is 3(8,82%) people. The result analysis with chi square test got p=0,227 (p>0,05). The concluding of this study shown no correlation between dust concentration with SBS                                                          Keyword: dust, SBS, Particulatet Matter
PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI TABUK KABUPATEN BANJAR Sharfina, Hanifati; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMenurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Puskesmas dengan data angka kejadian tertinggi diare pada balita usia 12-59 bulan adalah Puskesmas Sungai Tabuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk yang merupakan penelitian observasional analitik dengan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden dengan perbandingan jumlah sampel 1:2 dihitung menggunakan rumus Lemeshow. Analisis statistik dengan uji Chi Square (α = 95%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh antara kualitas air bersih (p-value=0,927), ada pengaruh antara pembuangan air limbah (SPAL) (p-value=0,001, OR=19,600), ada pengaruh antara ketersediaan jamban (p-value=0,001, OR=5,714), ada pengaruh antara perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) (p-value=0,001, OR=25,667), ada pengaruh antara pemberian ASI ekslusif (p-value=0,001, OR=9,036), ada pengaruh antara penggunaan botol susu (p-value=0,001, OR=6,476), dan ada pengaruh antara pengolahan, penyediaan, dan penyajian makanan (p-value=0,002, OR=4,667) dengan kejadian diare pada balita.Kata-kata kunci: lingkungan, perilaku, diare, balita AbstractAccording to data from Department of Health in Banjar District in 2015, the health center has the highest incidence rate of data diarrhea in infants aged 12-59 months is Sungai Tabuk Health Center. This is an observational analytic study with case control study. The population were children under five years old who were in Puskesmas Sungai Tabuk taken using simple random sampling technique. The research sample of 90 respondents to the comparison sample of 1: 2 is calculated using the formula Lemeshow. Data analysis of univariate and bivariate using Chi Square test (α = 95%). The results showed no influence of water quality (p-value = 0.927), there is the influence of wastewater disposal (SPAL) (p-value = 0.001, OR = 19,600), there are the influence of the availability of latrines (p-value = 0.001, OR = 5.714), there is the influence of the behavior of Handwashing (CTPS) (p-value = 0.001, OR = 25.667), there the effect of exclusive breastfeeding (p-value = 0.001, OR = 9.036), there is an effect of the use of milk bottles (p-value = 0.001, OR = 6.476), and there is influence between processing, provision, and presentation of the food (p-value = 0.002, OR = 4.667) with the incidence of diarrhea in infants.Keywords: environment, behavior, diarrhea, children under five years old
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MEROKOK DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 18-44 TAHUN Sriani, Kesuma Indah; Fakhriadi, Rudi; Rosadi, Dian
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dengan sistolik ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru tahun 2014, hipertensi berada pada urutan pertama penyakit tidak menular sebesar 506 orang per 1.000 penduduk. Diantara 8 puskesmas di Kota Banjarbaru, Puskesmas Sungai Besar memiliki kejadian hipertensi terbanyak untuk kategori umur 18-44 tahun dibandingkan dengan puskesmas lain. Perilaku merokok dan kebiasaan olahraga merupakan faktor risiko dari hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dan kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 18-44 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 9.854 orang dan besar sampel diambil dengan rumus slovin sebanyak 109 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar isian dan tensimeter. Variabel bebas yaitu perilaku merokok dan kebiasaan olahraga, sedangkan variabel terikat yaitu kejadian hipertensi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi– Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku merokok (pvalue= 0,0001 dan OR=15,471) dan kebiasaan olahraga (p-value=0,0001 dan OR=11,147) dengan kejadian hipertensi pada usia 18-44 tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku merokok dan kebiasaan olahraga dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 18-44 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Besar Kecamatan Banjarbaru Selatan. Kata-kata kunci: hipertensi, merokok, olahraga  AbstractHypertension is a disease characterized by increased blood pressure with systolic ≥ 140 mmHg and or diastolic ≥ 90 mmHg. Based on data from the Banjarbaru Health Office on 2014, hypertension was the first order of non-communicable diseases amounted to 506 persons per 1.000 population. Among the eight Puskesmas in Banjarbaru, Puskesmas Sungai Besar has the highest incidence of hypertension for the age category 18-44 years compared to other Puskesmas. Smoking behavior and exercise habits are risk factors of hypertension. This study aimed to analyze the correlation between smoking behavior and exercise habits with hypertension in men aged 18-44 years in Puskesmas Sungai Besar South Banjarbaru District. This study uses observational analytic design with crosssectional approach. The study population as many as 9.854 people and a large sample is taken with the slovin formula many as 109 people. Instrument in this research used spreadsheet and tensimeter. The independent variable is the behavior of smoking and exercise habits, while the dependent variable was the incidence of hypertension. Data analysis was performed using Chi-Square test. The results showed that there is a correlation between smoking behavior (p-value = 0,0001 and OR = 15,471) and exercise habits (p-value = 0,0001 and OR = 11,147) with the incidence of hypertension at the age of 18-44 years. From these results it can be concluded that there is a correlation between smoking behavior and exercise habits with hypertension in men aged 18-44 years in Puskesmas Sungai Besar South Banjarbaru District.Keywords: hypertension, smoking, exercise
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, KEBIASAAN MENGONSUMSI KETUPAT, KEBIASAANMEROKOK,DANLAMAMEROKOKDENGANKEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH PUSKESMAS KANDANGAN, KECAMATAN KANDANGAN Fitriani, Sherly Nidya; Yulidasari, Fahrini; Fakhriadi, Rudi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg. Berdasarkan data Puskesmas Kandangan pada tahun 2013 menunjukkan bahwa hipertensi berjumlah 802 orang dan meningkat pada tahun 2014 dengan jumlah kasus 1168. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, kebiasaan mengonsumsi ketupat, kebiasaan merokok, dan lama merokok dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Wilayah Puskesmas Kandangan, Kecamatan Kandangan tahun 2015. Penelitian dilakukan pada lakilaki yang berusia 25-45 tahun. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasial analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat di Wilayah Puskesmas Kandangan berjumlah 21.700 jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsi random sampling dengan besar sampel 100 orang yang terbagi atas 5 desa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi –Square dan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi (p=0,0001), kebiasaan mengonsumsi ketupat (p=0,0001), kebiasaan merokok (p=0,007) dengan kejadian hipertensi, sedang lama merokok (p=0,300) menunjukkan tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi.Kata-kata kunci: Hipertensi, status gizi, kebiasaan mengonsumsi ketupat, kebiasaan merokok, dan lama merokok AbstractHypertension is a condition increasing systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and a diastolic ≥ 90 mmHg. Based on data from Puskesmas Kandangan in 2013 showed that hypertension cases amounted of 802 people and increase in 2014 with cases amounted of 1168 people. This study was aimed to investigate the correlation between nutritional status, ketupat consumption habits, smoking habits and smoking duration with hypertension in Puskesmas Kandangan, Kandangan districts, 2015. The respondents of this study is 25-54 years old men. The study using observational analytic design thought cross-sectional approach. The study population is the entire community in the Puskesmas Kandangan area amounted of 21.700 people. Sample calculation using the proportional random sampling formula with a sample of 100 people of five different villages. Data analyzed by using Chi- Square test and Fisher Exact. The results showed that there is a significant correlation between nutritional status (p=0,0001), ketupat consumption habits (p=0,0001), smoking habits (p= 0,007) with hypertension, and smoking duration (p=0,003) not correlation between with hypertension.Keywords: Hypertension, nutritional status, ketupat consumption habits, smoking habits, and smoking duration
Analisis perbedaan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan jentik Aedes aegypti di kelurahan endemis dan kelurahan sporadis Kota Banjarbaru Fakhriadi, Rudi; Asnawati, Asnawati
JHECDs: Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases Vol 4 No 1 (2018): JHECDs Vol. 4, No. 1, Juni 2018
Publisher : Balai Litbangkes Tanah Bumbu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.03 KB) | DOI: 10.22435/jhecds.v4i1.327

Abstract

Dengue Fever (DF) or Dengue Haemorrahagic Fever (DHF) is one of the few infectious diseases that become health problems in the world especially developing countries. Data obtained from Banjarbaru City Health Office found a trend of increasing the incidence of DHF. Last data of 2015 was recorded as many as 182 cases. Of 20 urban villages in Banjarbaru there are 10 outbreaks that menajdi Endemis dengue disease area and 10 outbreaks that became sporadic areas of dengue disease. Dengue fever prevention has a fairly complex problem. But the best way to prevent this disease is by eradicating mosquito larvae The purpose of this study is to see the factors that affect the presence of larva Aedes aegypti in endemic areas and sporadic dengue areas. The design of this study was observational analytic using cross sectional method with 100 samples of house at endemic and sporadic dengue. Data analysis was bivariate with chi-square and multivariate test with logistic regression test with 95% confidence degree. The result of bivariate and multivariate test showed that in the endemic area the related factors were knowledge and community action regarding EMN with larva Aedes aegypti (p <0,05). In the sporadic area of ​​DHF the corresponding variable was community education with the presence of larvae Aedes aegypti (p <0.05). While other variables are not significantly related to the presence of larva Aedes aegypti in endemic and sporadic dengue areas.
EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATALOGIS Panghiyangani, Roselina; Arifin, Syamsul; Fakhriadi, Rudi; Kholishotunnisa, Syarifah; Annisa, Annisa; Nurhayani, Siti; Herviana, Noor Samirah
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v4i1.5655

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan hampir seluruh wanita dan remaja putri pernah mengalami keputihan 60% pada remaja putri dan 40% pada wanita usia subur (WUS). Berdasarkan prevalensi kanker serviks di Indonesia sebesar 0,8%, prediksi tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan  yaitu Kabupaten Banjar sebanyak 286 orang, yang dihitung dari jumlah wanita subur usia 15-39 tahun sebanyak 115.297 orang, usia 15-49 tahun sebanyak 154,136. UPT. Martapura 1 didapatkan 123  wanita yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan keputihan patologis pada santriwati Darul Hijrah Putri Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental, dengan jumlah sampel 65 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Hasil analisis data dengan regresi logistic. Responden kontrol menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p-value (0,176). Berbeda dengan hasil analisis dari responden perlakukan yang menunjukkan terdapat hubungan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p value (0,000). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan pengetahuan pada responden control dan terdapat hubungan pada responden perlakukan dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pencegahan keputihan patalogis.
ANALISIS PERBEDAAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE ANTARA DAERAH ENDEMIS DAN DAERAH SPORADIS Khairiyati, Laily; Fakhriadi, Rudi
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 5, No 1 (2019): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v5i1.5940

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrahagic Fever (DHF) merupakan salah satu dari beberapa penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di dunia, terutama negara yang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan indeks jentik dan perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di daerah endemis dan daerah sporadis DBD di Kota Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional study menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga di daerah endemis (p-value = 0,088) dan di daerah sporadis (p-value = 1,000). Tidak ada hubungan antara sikap pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga daerah endemis (p-value = 0,271). Tidak ada hubungan antara tindakan pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD pada individu/keluarga di daerah endemis (p-value = 0,710) dan (p-value = 0,230) di daerah sporadis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan tindakan seseorang yang baik akan mencegah terjadinya DBD pada individu/keluarga.