Articles

Found 32 Documents
Search

PENELUSURAN BANJIR PADA EMBUNG LAMBADEUK KABUPATEN ACEH BESAR Radityo, Tithan; Masimin, Masimin; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.772 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10064

Abstract

Abstract: Lambadeuk Dam whose construction was completed in 2013. The main source of water from Lambadeuk Dam comes from a river channel located in the Lambadeuk mountain area which has a wide watershed of   ± 3,1 Km2, with the storage reservoir is ± 6 Ha. This study is intended to recalculate the flood discharge plan and re-analyze flood tracking. To calculate the duration of hour-time rain used Alternating Block Method that converts hourly rain. A procedure is needed to determine the flow time and flow at a point on a flow based on a known hydrograph upstream. So flooding in the dam can be calculated the form hydrograph flood in the downstream using Hidrograf Unit Synthetic SCS. Flood search analysis in the dam using Level Pool Routing method. With a rain of 1.000 year repeat period of 268,102 mm. The flood discharge of the Q1000 plan is 59,772 m3/s. Has a storage capacity of 258.992,80 m3 at +17.80 m elevation. The peak inflow of 59,772 m3/s occurred at 11,7 hours. Dam can reduce the outflow to 42,552 m3/s and slow down the peak flow until the hour to 12,35, water level above the overflow (Hd) is 1,6 m with a width of 10 m spill. Thus the highest water elevation is at + 19,40 m, if taken free board of 2 m, then the crest embung elevation is at + 21,40 m. Continuous rain does not cause the water level of the pond to continue rising. From the results of this study can be concluded that when the peak rain conditions dam only able to accommodate the amount of flowing flow until the hour to 12,35 only. The results of this study are expected to provide information for flood forecasting and flood early warning system and support flood prevention programs both physically and non-physically.  Abstrak: Embung Lambadeuk selesai dibangun tahun 2013. Sumber air utama embung Lambadeuk berasal dari alur yang berada di kawasan pegunungan Lambadeuk yang mempunyai luas DAS sebesar ± 3,1 Km2, dengan luas genangan ± 6 Ha. Penelitian ini dimaksudkan untuk menghitung kembali debit banjir rencana dan menganalisis kembali penelusuran banjir. Untuk menghitung durasi hujan jam-jaman digunakan Alternating Block Method yang mengkonversi hujan jam-jaman. Perlu dilakukan suatu prosedur untuk menentukan waktu dan debit aliran di suatu titik pada aliran berdasarkan hidrograf yang diketahui di sebelah hulu. Maka dilakukan penelusuran banjir di embung agar dapat dihitung bentuk hidrograf banjir di bagian hilirnya menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik SCS. Analisis penelusuran banjir di embung menggunakan metode Level Pool Routing. Dengan hujan rencana periode ulang 1000 tahun sebesar 268,102 mm. Debit banjir rencana Q1000 didapat sebesar 59,772 m3/dt. Memiliki kapasitas tampungan sebesar 258.992,80 m3 pada elevasi +17,80 m. Puncak aliran masuk (inflow) sebesar 59,772 m3/dt terjadi pada jam ke 11,7. Embung dapat mereduksi aliran yang keluar (outflow) menjadi 42,552 m3/dt dan memperlambat terjadinya aliran puncak sampai pada jam ke 12,35, ketinggian air di atas pelimpah (Hd) adalah 1,6 m dengan lebar pelimpah 10 m. Dengan demikian elevasi air tertinggi berada pada + 19,40 m, jika diambil tinggi jagaan (free board) sebesar 2,0 m, maka elevasi crest embung berada pada +21,40 m. Hujan yang terus menerus tidak menyebabkan tinggi muka air embung terus menerus naik. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa saat kondisi hujan embung hanya mampu menampung jumlah debit yang mengalir sampai pada jam ke 12,35 saja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi untuk peramalan banjir dan sistem peringatan dini banjir dan mendukung program-program penanggulangan banjir baik secara fisik maupun nonfisik.
STRATEGI PENERAPAN EKO-DRAINASE DI KAWASAN GAMPOENG KEURAMAT BANDA ACEH Habibi, Munzirwan; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.529 KB)

Abstract

Abstract: Generally in Gampong Keuramat region still uses the conventional drainage concept. Along with the rapid development that occurred in Banda Aceh, especially at Gampong Keuramat  after the Tsunami in 2004, resulting in the decrease of vacant land that could be used to absorb water into the soil. This matter causes the water system distruption and take affect toward urban flood control. Concerns with these problems it is required to control the peak flows through the structural efforts and to apply environment drainage (eco-drainage). The purpose of this study is to analyze flow rates (Qpasca) drainage system by using the concept of system eco-drainage and formulate strategies to implement the concept of system eco-drainase by using SWOT analysis. The method of data collection is by using secondary data and primary data. The data were processed statistically descriptive and SWOT analysis. From the observations, the existing condition and the road condition and channels in Gampoeng Kueramat need to be maintained and improved. The calculations show that, th service zone I until V occurred the reduction of average  discharge 48.948%, 58.412%, 43.468%, 72.034% and 72.919%. The result from SWOT analysis is obtained some strategies: (1) use the support of society in an effort to overcome the problems of drainage as a puddle with drainage planning sustainable or eco-drainage, (2) to convince the provincial government to support programs / activities of eco-drainage with the allocation of appropriate funds targeted to address the flooding problems, to maintain the continuity of the water and drainage system in Gampoeng Keuramat, (3) use the support of society in land use to make infiltration wells and expand land infiltration in the society environment, and (4) to disseminate to the public for a change paradigm in dealing with the flood of effort to keep the water from settlements with trying to keep the water as long as possible and utilize as much water as possible is called the concept of "eco-drainage". Abstrak: Secara umum di kawasan Gampong Keuramat masih menggunakan konsep drainase konvensional. Seiring dengan pesatnya pembangunan yang terjadi di Kota Banda Aceh khususnya kawasan Gampong Keuramat pasca Tsunami 2004, mengakibatkan semakin berkurangnya lahan kosong  yang bisa digunakan untuk meresapkan air ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan terganggunya sistem tata air dan berpengaruh terhadap pengendalian banjir perkotaan. Menyangkut dengan permasalahan tersebut diperlukan pengendalian debit puncak melalui upaya-upaya struktural dan penerapan drainase berwawasan lingkungan (eko-drainase). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis debit aliran (Qpasca) sistem drainase dengan menggunakan konsep sistem eko-drainase dan merumuskan strategi untuk menerapkan konsep sistem eko-drainase dengan menggunakan analisis SWOT. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder dan data primer. Data diolah secara statistik diskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil observasi, kondisi eksisting kondisi jalan dan saluran di Gampoeng Kueramat perlu dipelihara dan ditingkatkan. Hasil analisis SWOT diperoleh strategi-strategi yaitu (1) memanfaatkan dukungan masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan drainase seperti genangan dengan perencanaan drainase berkelanjutan atau eko-drainase, (2) meyakinkan Pemerintah Daerah agar dapat mendukung program/kegiatan eko-drainase dengan pengalokasian dana yang sesuai tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan-permasalahan banjir, menjaga kelangsungan air dan saluran drainase di Gampoeng Keuramat, (3) memanfaatkan dukungan masyarakat dalam pemanfaatan lahan untuk membuat sumur resapan dan memperbanyak lahan resapan di lingkungan penduduk, dan (4) melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk merubah paradigma dalam mengatasi banjir dari usaha menjauhkan air dari pemukiman dengan berusaha menyimpan air selama mungkin dan memanfaatkan air sebanyak mungkin yang disebut dengan konsep “eko-drainase”.
ANALISIS KAPASITAS TAMPUNGAN DAN PENENTUAN LOKASI KERUSAKAN SUNGAI AIH TRIPE KABUPATEN GAYO LUES Saputra, Maimun; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2350.719 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10053

Abstract

Abstract: Aih Tripe River is morphologically a winding river where various forms of sediment and cliff erosion have occurred along the river. The condition of the River Aih Tripe has been damaged both vertically and horizontally. Damage to the strategic areas and the causes of disruption of access roads connected transportation Gayo Lues District with other districts. The purpose of this research is to analyze the capacity of existing river reservoir and to determine the location of river damage and the damage form. The scope of this paper is the analysis of rainfall and flood discharge plan, river capacity analysis and critical location analysis. Based on the calculation of flood discharge by using the HSS Nakayasu method has the highest flood discharge plan for each plan period, while the Hasper Method has the lowest flood discharge plan. From the calculation of rating curve for 1 river cross section based on the measurement of hydrometry, it can be concluded that calculation of flood discharge using Hasper Method is the discharge that has the closest value to the discharge on the curve rating with a 2 year return period (T). The analysis of river bank capacity by using HEC-RAS (Hydrological Engineering Center-River Analysis System) software. The discharge data used in this analysis is from the floodplain discharge of the plan using the Hasper method with period of 1 and 2 years. Based on the river morphology considerations, the damage to the flood and inundation facilities in the area of settlement hence the acquisition of 4 critical locations that need them are Gampong Telpi/bukit, Badak, Kendawi(3) and Kendawi (4). Abstrak: Sungai Aih Tripe secara morfologi merupakan sungai bermeander dimana berbagai bentuk endapan sedimen dan erosi tebing telah terjadi di sepanjang sungai. Kondisi sungai Aih Tripe telah mengalami kerusakan baik kerusakan secara vertikal maupun secara horizonal. Kerusakan terjadi pada daerah-daerah strategis serta menyebabkan terganggunya jalan akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Gayo Lues dengan kabupaten yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kapasitas tampungan eksisting sungai dan menentukan lokasi kerusakan sungai dan bentuk kerusakannya. Lingkup dari penulisan ini adalah analisa curah hujan dan debit banjir rencana, analisa kapasitas tampungan sungai dan analisa lokasi kritis. Berdasarkan hasil perhitungan debit banjir dengan menggunakan metode HSS Nakayasu mempunyai debit banjir rencana tertinggi untuk setiap periode ulang rencana, sedangkan Metode Hasper mempunyai debit banjir rencana terendah. Dari hasil perhitungan rating curve untuk 1 penampang sungai berdasarkan pengukuran hidrometri dapat disimpulkan perhitungan debit dengan menggunakan Metoda Hasper merupakan debit yang memiliki nilai yang paling dekat dengan debit pada rating curve dengan periode ulang (T) 2 tahun. Analisa kapasitas tampungan menggunakan software program HEC-RAS (Hydrological Engineering Centre-River Analysis System). Data debit yang digunakan pada analisa ini adalah dari perhitungan debit banjir rencana menggunakan Metode Hasper dengan periode ulang 1 dan 2 tahun. Berdasarkan pertimbangan morfologi sungai, kerusakan infrastrukur dan perkiraan resiko banjir genangan didaerah pemukiman maka didapat 4 lokasi kritis yang memerlukan penanganan segera yaitu Gampong Telpi/bukit, Badak, Kendawi (3) dan Kendawi (4).
EVALUASI KEBERHASILAN PENGELOLAAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH BESAR Nazar, Teuku Mochamad; Azmeri, Azmeri; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.448 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10063

Abstract

Abstract: Clean water as a primary need of human which is generally used for drinking, bathing, cooking and washing should be met in terms of quantity, quality, and affordability and sustainability. The government through the national development program of water and sanitation universal access which declared that by 2019, Indonesia will achieve the 100% target of proper clean water and sanitation for the whole Indonesian people. Water supply and Sanitation community-based Program (PAMSIMAS) is one of the prominent programs of the central government that adopt a community-based approach, where the main actors are the society as well as the person in charge to implement the project. PAMSIMAS II was launched in Aceh since January 2013 to April 2016 in which thre e districts joined PAMSIMAS are Aceh Besar, Pidie and Bireuen, with a total number of villages of the program as 46. The study conducted in the District of Aceh Besar with selected 15 (fifteen) villages as research object. This study aims to identify the level of success of PAMSIMAS II and identified community participation in managing water and sanitation infrastructure that has been built by the program. Those things were measured by the factors namely: 1. Adequacy, quality and continuity of water, also 2. Performance of BPSPAM as management body in village.  This study adopt quantitative analysis that supported by qualitative analysis. Data were collected by observation, questionnaires and interviews. At the end the SWOT analysis is performed for the formulation of a strategic planning in or order to make PAMSIMAS sustainable in achieving access of clean water. The result of this research is information about th position of The PAMSIMAS II after the calculation of EFAS and IFAS which conducted based on the questionair that deliver to the actors of PAMSIMAS II in district of Aceh Besar and also recomendation about priority strategy should be conducted for the development of PAMSIMAS II in the future. Abstrak: Air Bersih sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan manusia yang umumnya digunakan untuk minum, mandi, memasak dan mencuci sudah seharusnya terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau dan kontinu. Pemerintah melalui program pembangunan nasional akses universal air minum dan sanitasi menetapkan bahwa pada tahun 2019, Indonesia dapat mencapai 100 % target layanan air minum dan sanitasi yang layak. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program andalan pemerintah pusat yang menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, dimana masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus penanggungjawab pelaksanaan kegiatan. Program PAMSIMAS II dilaksanakan di Provinsi Aceh mulai tahun 2013 sampai dengan April 2016 di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen, dengan total desa yang bergabung adalah 46 Desa.  Penelitian ini dilaksanakan di 15 desa di Kabupaten Aceh Besar sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan Program PAMSIMAS II dan mengindentifikasi peran serta masyarakat dalam mengelola infrastruktur air bersih dan sanitasi yang telah dibangun.  Hal tersebut diukur melalui beberapa faktor, diantaranya: 1. kecukupan, kualitas dan keberlanjutan air dan, 2. Kinerja dari badan pengelola di masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif yang didukung dengan analisa kualitatif. Metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, kuesioner dan wawancara. Penelitian ini melakukan Analisa SWOT yang bertujuan untuk perumusan rencana strategis agar Program PAMSIMAS dapat berkesinambungan dalam pemenuhan akan air bersih. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi posisi Program PAMSIMAS II setelah dilakukan perhitungan EFAS dan IFAS yang dilakukan berdasarkan Kuesioner yang telah disebar kepada para pelaksana program PAMSIMAS II, dan kemudian dilanjutkan dengan rekomendasi prioritas strategi yang akan dilakukan untuk pengembangan Program PAMSIMAS II ke depan.
EVALUASI KINERJA JARINGAN DRAINASE GAMPONG KUTA ATEUH BERDASARKAN KAPASITAS SALURAN TERHADAP PENATAAN RUANG KOTA SABANG Zulaini, Liza; Yulianur, Alfiansyah; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.803 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10067

Abstract

Abstract: Gampong Kuta Ateuh is the center of settlement and government office areas concerned to guard its territory against flooding inundation, so it is necessary a representative drainage handling. The purpose of this research is to evaluate the performance of drainage network of Gampong Kuta Ateuh based on channel capacity on existing spatial condition, and to evaluate the performance of drainage network based on channel capacity on Sabang City Spatial Condition. Based on the result of performance evaluation of drainage network at Gampong Kuta Ateuh on existing spatial condition based on channel capacity obtained 2 (two) unsafe channel segment which yield minus value (-) for Qs-QT. Based on spatial arrangement that is at least the proportion of 30% RTH (Green Open Space) of each DTH produces 5 (five) unsecured channel segments, this shows current RTH Kota Sabang 30%. A value of the runoff coefficient (C) has a range between 0,5453 and 0,5025. Spatial arrangement of this research has resulted in many channels damaged by the arrangement of road landscapes that do not follow the Ministerial Decree No.05 / PRT / M / 2012 on Tree Planting Guidance on Road Network Systems. The path of plant on the road should be placed on the edge of traffic lane and pedestrian path, after the pedestrian path then the channel. Abstrak: Gampong Kuta Ateuh merupakan pusat permukiman dan kawasan perkantoran pemerintah yang berkepentingan untuk menjaga wilayahnya terhadap banjir genangan sehingga perlu penanganan drainase yang representatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja jaringan drainase Gampong Kuta Ateuh berdasarkan kapasitas saluran terhadap kondisi tata ruang existing, dan mengevaluasi kinerja jaringan drainase berdasarkan kapasitas saluran terhadap kondisi Penataan Ruang Kota Sabang. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja jaringan drainase Gampong Kuta Ateuh pada kondisi tata ruang existing berdasarkan kapasitas saluran diperoleh 2 (dua) ruas saluran yang tidak aman dimana menghasilkan nilai minus (-) untuk Qs-QT. Berdasarkan penataan ruang yaitu minimal proporsi 30% RTH (Ruang Terbuka Hijau) dari tiap DTH menghasilkan 5 (lima) ruas saluran yang tidak aman, hal ini menunjukkan saat ini RTH Kota Sabang 30%. Nilai Koefisien aliran (C) berdasarkan penataan ruang saat ini adalah paling tinggi 0,5453 sedangkan berdasarkan penataan ruang dengan proporsi minimal RTH 30% adalah 0,5025. Penataan ruang dari penelitian ini menghasilkan bahwa banyak saluran yang rusak akibat penataan lanskap jalan yang tidak mengikuti Permen PU No.05/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan. Jalur tanaman pada jalan sebaiknya diletakkan ditepi jalur lalu lintas, yaitu diantara jalur lalu lintas kendaraan dan jalur pejalan kaki. Setelah jalur pejalan kaki kemudian saluran.
FAKTOR DOMINAN DAN STRATEGI PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RAWAN AIR BERSIH PADA KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ferdinansyah, Erwin; Azmeri, Azmeri; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.294 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10051

Abstract

Abstract: Baitussalam sub-district is one of the areas vulnerable to water in the district of Aceh Besar. During this time the District community Baitussalam it difficult to obtain a continuous flow of clean water. This is due to the remote location of the water source so as to obtain clean water, people need a lot of time and effort. Villagers District of Baitussalam were not served with clean water Regional Water Company (PDAM) Tirta Mountala, using ground water as clean water. Problems arise when the dry season, the ground water level has decreased, even loss of water discharge at all. This study aims to identify the dominant factors that may affect the distribution of water supply and analyze the strategy of water supply clean water prone villages in the subdistrict of Aceh Besar district Baitussalam. This research was conducted with questionnaires and interviews. Observations were made on the District community Baitussalam unserved water from PDAM Tirta Mountala. The results showed that the dominant factor affecting the distribution of clean water in District Baitussalam is an area that will be served by PDAM Tirta Mountala, and the allocation of increased funding water infrastructure. Strategy clean water supply in villages prone to water in the District Baitussalam is a set of service areas by PDAM Tirta Mountala towards building water treatment, then allocate increased funding water infrastructure, improve the discharge source of clean water related water needs in each village, and do development of Drinking Water Supply system (SPAM). Abstrak: Kecamatan Baitussalam merupakan salah satu kawasan rawan air bersih yang ada di Kabupaten Aceh Besar. Selama ini masyarakat Kecamatan Baitussalam mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang kontinu mengalir. Hal ini disebabkan karena lokasi yang jauh dari sumber air sehingga untuk mendapatkan air bersih, masyarakat membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Masyarakat desa Kecamatan Baitussalam yang tidak terlayani air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala, menggunakan air tanah sebagai air bersih. Permasalahan timbul saat musim kemarau, muka air tanah mengalami penurunan, bahkan kehilangan debit air sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor dominan yang dapat mempengaruhi distribusi penyediaan air bersih dan menganalisis strategi penyediaan air bersih di desa rawan air bersih pada Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Pengamatan dilakukan pada masyarakat Kecamatan Baitussalam yang belum mendapatkan pelayanan air dari PDAM Tirta Mountala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi distribusi air bersih di Kecamatan Baitussalam adalah luas wilayah yang akan dilayani oleh PDAM Tirta Mountala, dan alokasi dana peningkatan prasarana air bersih. Strategi penyediaan air bersih di desa rawan air bersih pada Kecamatan Baitussalam adalah menetapkan wilayah pelayanan oleh PDAM Tirta Mountala terhadap bangunan pengolahan air bersih, kemudian mengalokasikan dana peningkatan prasarana air bersih, meningkatkan debit sumber air besih terkait kebutuhan air pada masing-masing desa, dan melakukan pengembangan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM).
FAKTOR PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE Oktaparizi, Rio; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.183 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10057

Abstract

Abstract: Located in Meuraxa district, Banda Aceh, Ulee Lheue is the only port that serves the water mode transportation from Banda Aceh to Sabangservices crossing crossing to the city of Sabang and vice versa. The number of tourists visited Sabang increasing very year. The increasing of tourists visited Sabang every year cause port no longer able to accommodate the surge of passengers. Because of that Ulee Lheue port need to develop. The port planned to developed in stages from year 2015 to 2035. Development of Facilities and infrastructure Ulee Lheue ferry port covers an land and sea area. This study aims to determine factors of facilities and infrastructure Ulee Lheue ferry ports. This study used a questionnaire addressed to user and port management, interviews with Ulee Lheue port stakeholders. Obtained 100 sample using the Slovin equations. Questionnaire tested for validity and reliability using SPSS. Data analysis using Likert Scale analysis and USG methods (urgency, seriuosness and growth). The results of this research is a  determine the most dominant factor in the development of Ulee Lheue port, and the suitability of development stages that has been planned in the master plan to the needs of users and port managers. Abstrak: Pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue berada di Kota Banda Aceh tepatnya di Kecamatan Meuraxa merupakan satu-satunya pelabuhan penyeberangan yang melayani jasa penyeberangan menuju Kota Sabang. Jumlah wisatawan yang mengunjungi Kota Sabang melalui pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue terus meningkat setiap tahunnya, pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue direncanakan untuk dikembangkan secara bertahap dari tahun 2015-2035. Pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue meliputi area darat dan area laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada pengguna dan pengelola pelabuhan serta wawancara kepada pemangku kebijakan pada pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, dengan menggunakan rumus persamaan Slovin maka diperoleh sebanyak 100 sampel kuesioner, kemudian sampel diuji validitas dan reliabilitas menggunakan program SPSS. Metode yang digunakan untuk meyelesaikan penelitian ini mengunakan metode analisis Skala Likert dan metode USG (urgency, seriuosness, dan growth) serta penyatuan kedua analisis tersebut. Hasil dari penelitian ini berupa persentase dari persepsi pengguna terhadap pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan, mengetahui faktor-faktor yang paling dominan pada pengembangan pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, serta kesesuaian tahapan pembangunan yang telah direncanakan pada masterplan sesuai dengan kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh pengguna dan pengelola pelabuhan pelabuhan Ulee Lheue.
PENGARUH PILAR JEMBATAN PANGO TERHADAP POLA ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH Putra, Teuku Devansyah; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2293.954 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10062

Abstract

Abstract: Pango Fly Over is located in the coordinate of 50 32' 07.32" LU (North Latitude) and 950 20' 52.90” BT (East Longitude) on Pango Village, Ulee Kareng Sub District, Banda Aceh. This bridge was built across Krueng Aceh River and the pillars were built in the river so that it narrows the river cross section and affecting the increasing of flow velocity. From the research location observation, it is found that the bridge pillars cause the more narrowing of the river cross section and there is the damage of the riverbank around the river bend located in the downstream of the pillars. If there is no further follow up, it will erode the national road. This research aims to find out flow pattern without and with the pillars, and to know the flow pattern behavior in the river bend. This research uses Surface Water Modeling System (SMS Version 11.2) Program. The length of the river reviewed is ± 500 meters. The flow discharge used in this research is the flood discharge which the period is Q – 100 and the value is 627.74 m³/second (passing the Pango Fly Over). From the result of the flow patter simulations, it is obtained that the maximum flow velocity without the pillars found in the middle location of V3 reviewed point on the distance 45 m from the riverbank is 0.45 m/sec and maximum flow velocity with the pillars found in the middle location of V3 reviewed point on the distance 33 m from the riverbank is 0.35/sec. In the outer bend of the flow pattern simulation result without pillars, it is obtained that the maximum velocity found in V6 reviewd location on the distance 50 m is 0.83 m/sec in the left side of the flow.Meanwhile in the downstream of the bend, the maximum velocity wit the bridge pillars found in V6 reviewd location on the distance 50 m is 0.95 m/det in the left side of the flow. In the bridge pillars downstream location, there is the river bend required the riverbank reinforcement and the riverbed reinforcement in order to avoid the erosion in the riverbank, because it will endanger the public facilities. Abstrak: Jembatan fly over Pango berada pada koordinat  50 32' 07.32" LU dan 950 20' 52.90” BT terletak di desa Pango Kecamatan Ulee Kareng kota Banda Aceh. Jembatan ini di bangun melintang Sungai Krueng Aceh dan pilar jembatan dibangun pada sungai sehingga terjadi penyempitan penampang sungai yang menyebabkan kecepatan aliran bertambah, Dari tinjauan lokasi penelitian pilar jembatan semakin mengalami penyempitan penampang sungai dan terjadi kerusakan tebing di sekitar belokan sungai yang berada di hilir jembatan. Bila tidak segera di tindak lanjuti akan berdampak tergerusnya jalan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran tanpa adanya pilar dengan adanya pilar serta untuk mengetahui perilaku pola aliran yang terjadi pada belokan sungai. Penelitian ini menggunakan program Surfacewater Modeling System (SMS. Versi 11.2). Panjang sungai yang di tinjau ± 500 meter. Debit aliran yang digunakan pada penelitian ini mengunakan debit banjir periode ulang Q-100 tahunan yaitu 627,74 m³/detik (yang melewati jembatan fly over Pango). Dari hasil simulasi pola aliran didapatkan besaran kecepatan aliran tanpa pilar pada lokasi tengah aliran pada titik tinjauan V3 dengan jarak 45 m dari tanggul sungai kecepatan maksimumnya 0,45 m/det dan besaran kecepatan aliran dengan adanya pilar jembatan pada lokasi tengah pilar pada titik tinjauan V3 dengan jarak 33 m dari tanggul sungai kecepatan maksimumnya 0,35 m/det. Pada belokan luar dari hasil simulasi kecepatan aliran tanpa pilar besaran kecepatan maksimum pada titik tinjau V6 dengan jarak 50 m yaitu 0,83 m/det pada kiri aliran. Sedangkan di hilir belokan pada titik tinjau V6 dengan jarak 50 m dengan adanya pilar jembatan besaran kecepatan maksimum yaitu 0,95 m/det kiri aliran. Pada hilir pilar jembatan terdapat belokan sungai yang memerlukan perkuatan tebing dan perkuatan dasar agar tidak terjadi erosi di tebing sungai, sebab hal ini dapat membahayakan terhadap fasilitas umum.
SOSIAL KAPITAL MASYARAKAT DALAM OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH Sukandar, Sukandar; Masimin, Masimin; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.318 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10061

Abstract

Abstract: Krueng Aceh Irrigation Area in Aceh Besar District is expected to be able to improve the community economic growth and to support food self-sufficient in Aceh Besar District. To meet the expectation, It must be supported by the good and organized irrigation systems. So that Krueng Aceh Irrigation Network must have irrigation network system management which include of operational and maintenance activities (O P). This research aims to detect the existing condition of Krueng Aceh Irrigation Network  in Blang Bintang Subsection, find out community role level in Water User Farmer Group (P3A) relating to existing irrigation network operational and maintenance activities, then formulating the system strategy operational and maintenance activities of Krueng Aceh Irrigation System. The method used to analyze the data in this research is descriptive and analysis SWOT. Based on the observation result, the irrigation network existing condition finding some damages in the canals, there are sediment and waste found in the canal, the livestock can be found both tied and not surrounding the irrigation network. According to the result of questionnaire distribution to the respondents, it can be concluded that the community and the water user farmer group (P3A) are not active in irrigation network operational and maintenance activities. The SWOT analysis results is obtained the strategies such as (1) improving the water management system operationally to do the efficiency of irrigation water utilization; (2) Improving the Human Resources quality by giving the socialization to the farmer community in improving the farmer production and implementation of irrigation network operation and maintenance activities; (3) Reactive the water user farmer group (P3A) in managing and maintaining the irrigation network; (4) Improving the role and responsibility of the P3A committee as well as community in maintaining the irrigation network; and (5) Improving the community awareness by growing the communal activity culture in maintaining the irrigation network both routine and periodic. Abstrak: Jaringan Irigasi Krueng Aceh di Aceh Besar diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Aceh Besar. Untuk memenuhi harapan tersebut harus didukung oleh adanya sistem irigasi yang baik dan terorganisir. Untuk itu Jaringan Irigasi Krueng Aceh harus memiliki sistem pengelolaan jaringan irigasi meliputi kegiatan operasional dan pemeliharaan (O P). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi eksisting Jaringan Irigasi Krueng Aceh di Wilayah Ranting Blang Bintang, mengetahui tingkat peran masyarakat Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) berkenaan dengan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi yang ada. Dan merumuskan strategi sistem operasional dan pemeliharaan saluran irigasi Krueng Aceh. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan data sekunder dan data primer. Data diolah secara statistik diskriptif dan analisis SWOT. Dari hasil observasi, kondisi eksisting terdapat kerusakan pada sebahagian saluran, banyak terdapat sedimen dan tumpukan sampah dan adanya hewan peliharaan yang diikat maupun dilepas di sekitar jaringan irigasi. Hasil penyebaran kuesioner kepada responden, dapat disimpulkan bahwa masyarakat dan perkumpulan petani pemakai air (P3A) tidak aktif dan melaksanakan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi. Hasil analisis SWOT diperoleh strategi-strategi yaitu (1) meningkatkan sistem pengaturan air irigasi secara operasional untuk melakukan efesiesi dalam penggunaan air irigasi; (2) meningkatkan kualitas SDM dengan memberikan sosialisasi, kepada masyarakat petani dalam meningkatkan produksi tani serta pelaksanaan operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi; (3) mengaktifkan kembali  perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam mengelola dan memelihara jaringan irigasi; (4) meningkatkan peran dan tanggung jawab pengurus (P3A) serta masyarakat dalam memeliharan jaringan irigasi; dan (5) meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menumbuhkan budaya gotong royong dalam memeliharan jaringan irigasi baik secara rutin maupun berkala”
Estimation of Site Amplifications from Shear-Wave Velocity at Pyroclastic Deposits and Basins in Aceh Tengah and Bener Meriah District, Aceh Province, Indonesia Rusydy, Ibnu; Jamaluddin, Khaizal; Fatimah, Eldina; Syafrizal, Syafrizal; Andika, Fauzi; Furumoto, Yoshinori
International Journal of Disaster Management Vol 1, No 1 (2017): International Journal of Disaster Management
Publisher : TDMRC Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.184 KB)

Abstract

Earthquake on July 2, 2013, destroyed several buildings in Aceh Tengah district and Bener Meriah district of Aceh Province. This earthquake gives Aceh government a clue that the seismic hazard map must become the reference in development plan in future. To respond this idea, we conduct the research and try to estimate the amplification factor for developing seismic hazard maps of those districts. This study aims to determine the average shear wave velocity up to the depth of 30 meters (Vs30) and the amplification factor of Aceh Tengah district and Bener Meriah district, to build the seismic hazard map of both districts. In this study, we use the MASW (Multi-Channel Analysis of Surface Waves) with 24 geophones in the frequency of 10 Hz at 10 locations to determine the Vs30 beneath the surface. The soil and rock classification from ASCE 2010 and SNI 1726:2012 used to classify the soil/rock based on Vs30 and calculate the predicted amplification factor using the Borcherdt & Eeri equation. The result of this study reveals that the range of Vs30 in the study area is 76 m/s – 308 m/s. The loosest sediment has 76 m/s located at point 2 in Aceh Tengah district. The shear wave velocity of 76 m/s classifies as soft soil (SE). Based on the calculation, the pyroclastic deposit and sediment in the basin of the study area will be amplified the seismic wave in the range of 2.9 to 3.3 times. In the future, we suggest conducting another geophysical survey to determine the correct amplification factor to improve the quality of seismic hazard map.