Hany Ferdinando
Petra Christian University

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

Miniatur Loading Arm Dock-3 PT Badak NGL Bontang dengan Sistem Emergency Shut Down (ESD) Ferdinando, Hany; Wicaksono, Handy; Pangkong, Estevanus Kurniawan
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2008): MARET 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.152 KB) | DOI: 10.9744/jte.8.1.24-29

Abstract

Loading Arms in PT Badak NGL are used to distribute natural gas for shipping. The position of the ship cannot be fixed due to the wind, sea wave, stream flow, etc. If the distance is out of tolerance limit, then the Emergency Shut Down (ESD) system will be activated. ESD will release the part that is connected to the ship so that the whole distribution pipe is safe. The loading arms are controlled via Programmable Logic Controller (PLC) manually. The miniature of the loading arms is useful to train the new employees to operate them well. It is build with 1:10 ratio and controlled by PLC OMRON C200 HG. Several DC motors are used to move the arms while potentiometers are used as position sensors. The PLC will monitor whether the position is within tolerance limit or not. From the experiments, the ESD can be implemented with 16.48s for slewing motion and 16.5s for extension motion. Abstract in Bahasa Indonesia: Loading Arm di PT Badak NGL dipergunakan untuk menyalurkan gas alam ke kapal tanker. Posisi kapal tanker bisa jadi akan bergeser karena ombak, angin, arus laut, dll. Jika pergeseran posisi tersebut melewati batas toleransi yang diijinkan, maka sistem Emergency Shut Down (ESD) akan aktif. ESD akan melepaskan bagian valve yang melekat pada kapal sehingga pipa penyalur secara keseluruhan tidak tertarik oleh pergerakan kapal. Loading arm dikendalikan dengan PLC secara manual. Keberadaan miniatur ini akan menolong pekerja yang baru untuk mempelajari hal-hal yang mungkin pada pengoperasian Loading Arm tersebut. Miniatur dibuat dengan skala 1:10 dan dikendalikan oleh PLC OMRON C200HG. Sebagai penggerak dipergunakan motor DC. Potensiometer akan difungsikan sebagai sensor posisi sudut. PLC akan memonitor apakah sudut yang terbaca masih dalam batas toleransi atau tidak. Dari hasil pengujian, terlihat bahwa simulasi proses ESD dapat dijalankan dengan baik dengan waktu 16,48 detik untuk gerakan slewing dan 16,5 detik untuk gerakan ekstension. Kata kunci : Emergency shut down, PLC, loading arm
Performance Evaluation of MMA7260QT and ADXL345 on Self Balancing Robot Ferdinando, Hany; Khoswanto, Handry; Purwanto, Djoko
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 11, No 1: March 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.295 KB)

Abstract

A Self Balancing Robot (SBR) controller needs to detect platform inclination. For this purpose, an accelerometer is used. From various types of accelerometer, we can divide into digital and analog ones. The problem is how to select the right type for the SBR.This paper evaluates the performance of the ADXL345 and the MMA7260QT. The Arduino is used to read data from the sensor and send it to PC for plotting. Both sensors use the lowest sensitivity. The sensors are evaluated with three criteria, i.e. stationary, dynamical response and collaborating with ITG3200 3-axis gyroscope for Kalman Filter fusion. For stationary criterion, the ADXL345 is better than the other sensor for all stationary position. For dynamical response, both sensors suffer from the noise due to acceleration of the platform. The sensors do not only sense the gravity but also the acceleration of the platform when it is moved. But the noise level for the ADXL345 is lower than the other. Using Kalman Filter makes both sensors show good performance for a SBR application. If three criteria are combined with hardware aspect, then the authors recommend using the ADXL345. Besides, it has several useful features to handle abrupt acceleration.
ATTIC HATCH MODEL IMPLEMENTATION USING THE BONDGRAPH Hidayat, Zulkifli; Ferdinando, Hany
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2004): APRIL 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.681 KB) | DOI: 10.9744/jtm.6.1.pp. 20-24

Abstract

The Bondgraph had been used widely in building and simulating a model. This paper solves a problem in an attic hatch (planar mechanism problem) using Bondgraph approach. Planar mechanisms are idealized systems that can translate and rotate in one plane. In the same way as linear translation or uni-axial rotation, planar motions can be considered as a special case of spatial motions of mechanisms. In the attic hatch system, people have to push with lot of power to open it. Then came up an idea to add a mass-pulley mechanism in order to open and close it easily. Before implementing this idea, it needs to simulate it first, because it needs to adjust many parameter combinations. This will also prevent someone to make unnecessary hole while implementing this idea (such as trial and error). This paper only dealt with building and simulating this idea, not going further in the real implementation. The simulation result shows that several parameters should be chosen carefully in order to achieve the final goal, i.e. to open the hatch easily and fast. The 20-Sim simulation package is used to verify the model. Abstract in Bahasa Indonesia : Bondgraph sudah dipergunakan secara luas untuk mensimulasikan sebuah model dari plant. Makalah ini akan membahas permasalahan yang terjadi dalam membuat sebuah attic hatch (pintu ke atap yang biasanya terdapat di rumah-rumah Eropa) dengan menggunakan bondgraph. Attic hatch merupakan suatu permasalahan dalam planar mechanism. Planar mechanism ada system ideal yang dapat bertranslasi dan berotasi dalam satu bidang datar. Seperti pada translasi linier atau rotasi pada satu sumbu, gerakan planar dapat digolongkan sebaagai kasus khusus dalam mekanik. Pada attic hatch,orang harus mendorong pintu untuk membukanya. Sehingga muncul suatu ide untuk menambahkan katrol dan beban untuk memudahkan proses buka dan tutupnya. Untuk menambahkan katrol dan beban ini, perlu dilakukan suatu simulasi untuk menghindari pembuatan lobang yang tidak perlu. Makalah ini hanya membahas simulasi dari sistemnya tanpa memasukkan implementasi secara nyata. Dari hasil simulasi, didapatkan bahwa beberapa parameter harus dipilih secara hati-hati untuk dapat membuka dan menutup pintu dengan mudah. Dalam simulasi ini dipergunakan software 20-Sim. Bond graph, simulation, 20-Sim. Kata kunci: bondgraph, simulasi, 20-Sim
Handwriting Digit Recognition With Fuzzy Logic Ferdinando, Hany
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.336 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.2.

Abstract

To recognize handwriting digit is not a difficult task for human, but for a computer, it could be very difficult. This project implements the Fuzzy Logic system to recognize the handwriting digit. There are 3 constraints need to be considered here, they are: the real data were written with the same pen; the real data will be scanned into image data and then converted to BW mode with other software outside this project; program will read image data file instead of capturing with special device such as camera. Software is implemented in matlab. The design of fuzzy logic will use fuzzy logic editor. Before processing with Fuzzy algorithm, it needs to process the image then to get its features. Only simple image processing technique will be used. Feature extraction was made with a vertical and two horizontal lines. The position of crossing point between these lines with the image data will be a feature. These pre-processed data will be an input parameter for the fuzzy system. The fuzzy system has 7 inputs and 1 output with 57 rules. The average result of recognizing process is 80% after membership functions tuning. Abstract in Bahasa Indonesia : Bukan masalah yang rumit bagi manusia untuk mengenali angka yang ditulis oleh orang lain, tetapi tidak untuk computer. Paper ini akan membahas bagaimana menggunakan Fuzzy Logic untuk mengenali tulisan angka. Ruang lingkup paper ini dibatasi oleh 3 hal berikut: angka akan ditulis dengan menggunakan pena yang sama; hasil tulisan tersebut akan discan menjadi data mentah dan diubah menjadi gambar BW dengan menggunakan software di luar proyek ini, data ini akan langsung dibaca oleh program untuk dikenali (program tidak membaca data melalui kamera). Program dibuat dalam matlab dengan dibantu fuzzy logic editor. Untuk dapat mengenali data gambar tadi, harus dilakukan pengambilan informasi yang mewakili data tersebut (feature extraction). Cara yang dilakukan sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan 2 garis horisontal dan 1 garis vertikal. Posisi titik potong antara garis-garis tersebut dengan angka merupakan data yang menjadi input untuk fuzzy logic. Fuzzy logic diimplementasikan dengan menggunakan 7 input, 1 output dan 57 aturan. Dari hasil percobaan, didapat bahwa kemampuan rata-rata program untuk mengenali angka adalah 80%. Hasil ini didapat setelah dilakukan tuning terhadap fuzzy logic. Kata kunci : fuzzy logic, pengenalan karakter, pengenalan tulisan tangan.
Aplikasi Scada System pada Miniatur Water Level Control Susiono, Antoni; Wicaksono, Handy; Ferdinando, Hany
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2006): MARET 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.468 KB) | DOI: 10.9744/jte.6.1.

Abstract

The paper discuss the implementation of Miniature Water Level Control which is made as a simulation from the industrial process. These project is equipped with SCADA to give a real visualisation of industrial process. To make the controlling and monitoring process easier, the project is made in small size (miniature model) which is easy to be brought (portable). .Miniature water level control was made as a plant which is controlled by PLC. There are two PLCs which is used, i.e. OMRON CPM1 and MODICON TSX Micro 3721. The computer, in this case the SCADA software, will visualize the process which is happened on the plant. From the experiment which is done, the plant can give the good response and keep the water level on the desired height. The system is stable when the height of water is the same as the set point. PID Control bias method (pump_voltage = bias + error) is used to run these system. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan pembuatan Miniatur Water Level Control yang digunakan sebagai salah satu bentuk simulasi dari proses yang terjadi dalam dunia industri. Project ini juga dilengkapi dengan SCADA sistem, yang akan memberikan gambaran lebih nyata tentang proses yang dimaksud. Untuk lebih memudahkan proses kontrol dan monitoring, maka bentuk dan ukurannya-pun dibuat dalam model miniatur yang mudah dibawa (portable). Miniatur water level control dibuat sebagai plant yang dikontrol oleh PLC. PLC yang digunakan ada 2 macam yaitu: OMRON CPM1 dan MODICON TSX Micro 3721. Sedangkan komputer dalam hal ini SCADA software akan memvisualisasikan proses yang terjadi pada plant. Dari pengujian yang dilakukan, sistem dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan yaitu mempertahankan level ketinggian air. Di mana pencapaian kestabilan terjadi apabila nilai sensor sama dengan set_point. Untuk menjalankan sistem digunakan metode kontrol PID dengan bias (teg_pompa = bias + error). Kata kunci: miniatur water level control, PLC, SCADA software, kontroler PID.
Pemodelan Sistem Fisis dan Simulasinya Dengan Menggunakan Bondgraph dan Software 20-Sim 3.2 Ferdinando, Hany
Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2003): MARET 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.431 KB) | DOI: 10.9744/jte.3.1.

Abstract

To model a physical system needs many various aspect of system behaviour. Usually, the result is in the differential equation. There are many methods in finding this model, one of them is Bondgraph. This paper will discuss how to use this method to model simple physical system and simulate it using 20-Sim software from University of Twente, The Netherlands. The experimental result shows that we can build a model using Bondgraph easily. In 20-Sim, there are several facilities that will enable user to simulate both in graphics or 3D model. Abstract in Bahasa Indonesia : Pemodelan sistem fisis untuk disimulasikan memerlukan pemahaman yang mendalam terhadap perilaku sistem. Biasanya solusi yang diinginkan dinyatakan dalam persamaan diferensial. Salah satu alternatif yang dapat dipakai untuk memodelkan suatu system secara mudah dan sederhana adalah Bondgraph. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana pemodelan ini dilakukan secara terstruktur dalam Bondgraph dan disimulasikan dengan menggunakan Software 20-Sim 3.2 dari University of Twente, Belanda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemodelan dapat dilakukan dengan mudah melalui Bondgraph. Selain itu fasilitas yang dimiliki oleh 20-Sim memungkinkan dilakukan simulasi baik secara grafik maupun 3D. Kata kunci : simulasi, Bondgraph, 20-Sim.
Performance Evaluation of MMA7260QT and ADXL345 on Self Balancing Robot Ferdinando, Hany; Khoswanto, Handry; Purwanto, Djoko
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 11, No 1: March 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.149 KB) | DOI: 10.12928/telkomnika.v11i1.876

Abstract

A self balancing robot (SBR) controller needs to detect platform inclination. For this purpose, an accelerometer is used. From various types of accelerometer, we can divide into digital and analog ones. The problem is how to select the right type for the SBR. This paper evaluates the performance of the ADXL345, 3-axis digital output accelerometer and the MMA7260QT, 3-axis analog output accelerometer. The Arduino is used to read data from the sensor and send it to PC for plotting. Both sensors use the lowest sensitivity. The sensors are evaluated with three criteria, i.e. stationary, dynamical response and collaborating with ITG3200 3-axis gyroscope for Kalman filter fusion. For stationary criterion, the ADXL345 is better than the other sensor for all stationary position. For dynamical response, both sensors suffer from the noise due to acceleration of the platform. The sensors do not only sense the gravity but also the acceleration of the platform when it is moved. But the noise level for the ADXL345 is lower than the other. Using Kalman filter makes both sensors show good performance for a SBR application. If three criteria are combined with hardware aspect, then the authors recommend using the ADXL345. Besides, it has several useful features to handle abrupt acceleration.
Modul Bi-lingual untuk Televisi dengan Menggunakan SAA7283ZP yang Diatur Lewat I2C dari 80C31 Ferdinando, Hany; , Resmana; Tenggara, Herlianto
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2001): MARET 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.169 KB) | DOI: 10.9744/jte.1.1.

Abstract

At the moment, in Indonesia has been able to enjoy NICAM (Near Instantaneous Companded Audio Multiplex ) technology within the television world. Television without NICAM facility, however, can receive the broadcast of the transmitter with NICAM technology, although it emits mono audio signal only. To receive broadcast with NICAM audio quality, TV audience, therefore has to buy a new set of television equipped with NICAM facility. Dealing with the problem, a module that can externally added to the television was made so that the audience of television with non-NICAM technology can enjoy the system itself. The module used the single chip NICAM decoder SAA7283ZP of Phillips semiconductor that can be adjusted using microcontroller software. The module receives IF signal taken from TV tuner and separates the audio and video signal present. SAA7283ZP controlled by 8031via I2C that is stimulated by 2 pin port 1, then takes and processes the audio 'data' . The output of the process is entered in a separated audio system, the testing result conceals that the occuring error is mostly influenced by the quality of RF signal received by the television set. This result is obviously seen as the testing system employs indoor and outdoor antennas. Besides that, improper grounding the system also affects the module in processing the NICAM signal. Abstract in Bahasa Indonesia : Saat ini di Indonesia sudah menikmati teknologi NICAM (Near Instantaneous Companded Audio Multiplex) dalam dunia pertelevisian. Namun pesawat TV yang belum memiliki fasilitas NICAM akan menangkap siaran dari pemancar dengan teknologi NICAM tetapi hanya mengeluarkan sinyal audio mono. Untuk dapat ikut menikmati siaran dengan kualitas audio NICAM ini pemirsa harus membeli televisi baru yang sudah dilengkapi dengan fasilitas tersebut. Karena itu dibuatlah suatu modul yang dapat ditambahkan secara eksternal pada pesawat televisi sehingga pemirsa dengan televisi teknologi non-NICAM dapat ikut menikmati sistem ini. Modul tersebut menggunakan single chip NICAM Decoder SAA7283ZP dari Phillips Semiconductor yang dapat diatur secara software menggunakan mikrokontroler. Modul menerima sinyal IF yang diambilkan dari tuner TV dan memisahkan sinyal gambar dan suara yang ada. Lalu data audio diambil dan diproses oleh SAA7283ZP yang diatur oleh 80C31 via I2C yang disimulasikan oleh 2 pin port 1. Sedangkan outputnya dimasukkan ke sebuah sistem audio yang terpisah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa error yang terjadi sangat dipengaruhi oleh kualitas sinyal RF yang diterima TV. Hal ini jelas terlihat pada saat sistem diuji dengan menggunakan antena dalam dan luar. Selain itu sistem grounding yang tidak tepat akan mempengaruhi kualitas modul dalam mengolah sinyal NICAM. Kata kunci: modul bi-lingual, NICAM decoder, I2C
Pustaka Communication Thread for Java (CTJ) Ferdinando, Hany; Hidayat, Zulkifli
Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 2 (2004): SEPTEMBER 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.743 KB) | DOI: 10.9744/jte.4.2.

Abstract

The Communicating Thread for Java (CTJ) is part of the Communicating Thread (CT) Library developed by Control Engineering group, University of Twente, the Netherlands. One can write software based on Communicating Sequential Process (CSP) concept on PC with this library. Before, CSP programming can only implemented through Occam programming with transputer as its target. Inside the CT Library, the hardware independent and hardware dependent concept are proposed. As examples for the hardware independent part of the program are arithmetic operation, logic operation, etc. Examples from the hardware dependent are to read data from ADC, to send data via a fieldbus, etc. This concept enables one to move one system to another by changing the hardware dependent part of the program. The goal of this paper is to introduce the CT Library for embedded system and distributed control system application. The experiments done in this paper is emphasized on the hardware dependent part, since it relates to embedded system and distributed control system application. Abstract in Bahasa Indonesia : Pustaka Communication Thread for Java (CTJ) merupakan bagian dari pustaka (the CT Library) yang dikembangkan oleh Control Engineering group di University of Twente. Dengan menggunakan pustaka ini, seseorang dapat melakukan pemrograman berbasis Communication Sequential Process (CSP) pada PC. Sebelumnya, pemrograman CSP hanya dapat diimplementasikan lewat Occam dan diaplikasikan pada transputer. Pada pustaka ini, dikembangkan konsep hardware independent dan hardware dependent. Bagian yang hardware independent adalah program-program seperti perhitungan aritmatika, operasi logika, dll. Control bagian yang hardware dependent adalah pembacaan data dari ADC, proses pengiriman data lewat fieldbus, dll. Dengan menggunakan konsep ini, seorang dapat dengan mudah melakukan migrasi program ke platform yang lain dengan hanya mengubah bagian program yang hardware dependent. Paper ini bertujuan untuk memperkenal pustaka CT yang dapat diaplikasikan pada system embedded dan system kendali terdistribusi. Secara khusus, percobaan akan dilakukan pada bagian program yang hardware dependent, karena bagian ini yang sangat terkait dengan aplikasi pada system embedded dan system kendali terdistribusi. Kata kunci: pustaka CT, CSP.
An Autonomous Mobile Robot Using Genetic Algorithm for Finding the Shortest Track Thiang, Thiang; Ferdinando, Hany; Kurniawan, Ronald
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 2 (2001): SEPTEMBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.775 KB) | DOI: 10.9744/jte.1.2.

Abstract

The paper describes an intelligent autonomous mobile robot that can find a shortest track by using a genetic algorithm %28GA%29. An 89C51 microcontroller system has been implemented to perform overall robot control including shortest track searching by using GA. An assembly code has been written for GA processes such as initial population generation%2C evaluation%2C selection and mutation. The GA chromosome is represented by a bit string. Combination between roulette wheel selection and top selection scheme are used in the system. The Mobile robot is assigned as a line tracker robot. An auxiliary PC software has been developed for process visualization and parameter transmission to the microcontroller. The experiment of the shortest track searching has been done and showed a reasonable good result. The GA process was well implemented on the microcontroller and the robot could find the shortest track from the given origin location to the target. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan robot mobil cerdas yang mampu mencari jalur terpendek dengan menggunakan algoritma genetika %28GA%29. Mikrokontroler 89C51 digunakan untuk mengontrol robot secara keseluruhan termasuk mencari jalur terpendek menggunakan GA. Beberapa prosedur untuk proses GA dalam bahasa assembly telah dikembangkan seperti membangkitkan populasi awal%2C evaluasi%2C seleksi dan mutasi. Kromosom GA direpresentasikan dalam bentuk bit string. Sistem ini menggunakan kombinasi dari seleksi roulette wheel dan seleksi top. Robot mobil didisain sebagai line tracking robot. Sebuah program PC bantuan dikembangkan untuk proses visualisasi dan transmisi parameter ke mikrokontroler. Percobaan untuk mencari jalur terpendek telah dilakukan dan memberikan hasil yang baik. Proses GA dapat diimlementasikan dengan baik pada mikrokontroler dan robot dapat mencari jalur terpendek dari titik asal menuju ke titik tujuan. Autonomous+mobile+robot%2C+genetic+algorithm%2C+microcontroller%2C+optimization