Ketut Tono Pasek Gelgel
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

POLA KEPEKAAN E COLI YANG DIISOLASI DARI FESES BROILER PENDERITA DIARE TERHADAP SULFAMETOKSAZOL, AMPISILIN DAN OKSITETRASIKLIN (SENSITIVITY PATTERN OF E. COLI ISOLATED FROM PATIENTS WITH DIARRHEA BROILER FAECES AGAINST SULFAMETOKSAZOLE, AMPICILLIN Suharsa, I Wayan Aris; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Broiler merupakan jenis ayam yang paling cepat berproduksi dan dagingnya memiliki mutu yang tinggi dibandingkan dengan jenis ayam ras lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikepekaan bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagai penyebab kolibasilosis terhadapsulfametoksazol, ampisilin, dan oksitetrasiklin pada peternakan broiler di Banjar Tangkub, DesaPayangan. Bakteri E. coli diisolasi dari 30 sampel feses broiler penderita diare diuji kepekaanyadengan menggunakan metode Kirby-Bauer dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebanyak 25 isolat resisten (83,33%), satu isolat intermediet dan sisanyaempat isolat sensitif terhadap antibiotika oksitetrasiklin. Sedangkan terhadap antibiotika ampisilin,sejumlah 24 isolat (86,67%) menunjukkan resisten dan sisanya yakni empat isolat sensitif terhadapantibiotika tersebut. Terhadap sulfametoksazol, kuman E coli yang diisolasi menunjukkan 29 isolatresisten (96,67%) dan satu isolat sensitif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwapenggunaan sulfametoksazol, ampisilin dan oksitetrasiklin sebaiknya dihindari. 
SENSITIVITAS ISOLAT ESCHERICHIA COLI PATOGEN DARI ORGAN AYAM PEDAGING TERINFEKSI KOLISEPTIKEMIA TERHADAP OKSITETRASIKLIN, AMPISILIN DAN SULFAMETOKSAZOL Luhung, Yusmaniar Galuh Adi; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kepekaan Escherichia coli (E. coli) penyebab koliseptikemia terhadap antibiotik oksitetrasiklin, ampisilin dan sulfametoksasol pada ayam pedaging di Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah E. coli yang diisolasi dari organ ayam pedaging penderita koliseptikemia sebanyak 15 sampel. Tahap pertama dalam penelitian ini ialah sampel diisolasi pada media EMBA yang kemudian diidentifikasi dengan pewarnaan Gram dan uji biokimia dengan TSIA, SIM, SCA dan MRVP. Isolat yang positif E. coli diuji kepekaanya terhadap antibiotik oksitetrasiklin, ampisilin dan sulfametoksasol dengan metode Kirby-Bauer dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji kepekaan E. coli yang diisolasi dari organ ayam pedaging penderita koliseptikemia menunjukan bahwa 73,3% resisten, 20% intermediet, dan 6,7% sensitif terhadap antibiotik oksitetrasiklin, 100% resisten terhadap antibiotik ampisilin, 53,3% resisten dan 46,7% intermediet terhadap sulfametoksasol.
POLA KEPEKAAN E. COLI YANG DIISOLASI DARI FESES BURUNG KICAU PENDERITA DIARE TERHADAP ANTIBIOTIK SULFAMETOKSAZOL, AMPISILIN, DAN OKSITETRASIKLIN (SENSITIVITY PATTERN OF E. COLI ISOLATED FROM BIRD CHIRPING WITH DIARRHEA FECES AGAINST ANTIBIOTICS) Handriana, I Kadek Juli; Suarjana, I Gusti Ketut; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims were to determine the sensitivity pattern of Escherichia coli bacteria isolatedfrom the feces of birds chirping with diarrhea against antibiotic sulfamethoxazole, ampicillin, andoksitetrasiklin in Satria and Sanglah bird market.The results showed that all 30 isolates from birdfaeces were examined, sulfamethoxazole sensitive 3.3%, intermediate 13.3%, and resistant 83.3%.In oxytetracycline 3.3% sensitive, 40% intermediate, and 56.7% resistant . While sensitive to ampicillin 13.3%, 23.3% intermediate, and 63.3% resistant.
EFEK TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GINJAL TIKUS PUTIH DIABETIK YANG DIINDUKSI ALOKSAN Yulinta, Ni Made Rina; Gelgel, Ketut Tono Pasek; Kardena, I Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No. 2 Agustus 2013
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik dari ekstrak daun sirih merah terhadap gambaran mikroskopis ginjal tikus putih diabetes mellitus yang diinduksi aloksan. Sebanyak 20 ekor tikus putih jantan galur Sprague-dawley umur ± 3 bulan digunakan dalam penelitian ini. Seluruh sampel tersebut dibagi secara acak menjadi lima kelompok perlakuan yaitu: (P0) tikus sehat yang hanya diberikan aquades; (P1) tikus yang diberikan aloksan 120 mg/kg bb/intraperitoneal; (P2) tikus yang diberikan aloksan 120 mg/kg bb/intraperitoneal dan ekstrak daun sirih merah 50 mg/kg bb/peroral; (P3) tikus yang diberikan aloksan 120 mg/kg bb/intraperitoneal dan ekstrak daun sirih merah 100mg/kg bb/peroral; (P4) tikus yang diberikan aloksan 120mg/kg bb/intraperitoneal dan suspensi glibenklamid 1 mg/kgbb/peroral. Perlakuan diberikan selama 30 hari. Pada hari ke-31 semua tikus dieuthanasi dan dinekropsi untuk melihat gambaran mikroskopis ginjal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dosis 50 mg/kg bb dan 100 mg/kg bb tidak menunjukkan perubahan patologi terhadap gambaran mikroskopis ginjal. Hal ini menunjukkan ekstrak daun sirih merah dosis 50 mg/kgbb dan dosis 100 mg/kgbb tidak toksik terhadap jaringan ginjal tikus putih diabetes mellitus.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI DARI SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA TERINDIKASI MASTITIS KLINIS DI BEBERAPA KECAMATAN DI KABUPATEN BANYUWANGI Isnan, M Hasan; Gelgel, Ketut Tono Pasek; Suarjana, I Gusti Ketut
Buletin Veteriner Udayana Vol. 9 No. 1 Pebruari 2017
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis bakteri sebagai penyebab mastitis klinis pada kambing peranakan etawa di Kabupaten Banyuwangi. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah susu kambing peranakan etawa di Kecamatan Pesanggaran, Rogojampi, Songgon dan Srono di Kabupaten Banyuwangi. Sampel yang diambil sebanyak 11 sampel, kemudian dianalisis laboratorik di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Tahap isolasi dan identifikasi sampel sampai teridentifikasinya bakteri penyebab mastitis klinis melalui beberapa tahap yaitu penumbuhan pada Sheep Blood Agar (SBA), pewarnaan Gram, uji katalase, uji oksidase, penumbuhan pada TSIA serta dilanjutkan uji Indol, Methyl Red, Voges Proskauer dan Citrat (IMVIC). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bakteri penyebab mastitis yaitu; Staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Neisseria sp, E.coli, Corynebcaterium sp, dan Listeria sp. Kesimpulan dari penelitian ini penyakit mastitis  pada kambing Peranakan etawa di Kabupaten Bayuwangi disebabkan oleh Staphylococcus sp, Pseudomonas sp, Neisseria sp, E.coli, Corynebcaterium sp, dan Listeria sp.
PENGOBATAN PENYAKIT PERNAPASAN PADA BABI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK DI DESA PENARUKAN, KERAMBITAN, TABANAN Suarjana, I Gusti Ketut; Besung, I Nengah Kerta; Rompis, Aida Lousie Tenden; Gelgel, Ketut Tono Pasek
Buletin Veteriner Udayana Vol. 12 No. 1 Pebruari 2020
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2020.v12.i01.p10

Abstract

Telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang pengobatan penyakit pernapasan pada babi dalam upaya meningkatkan produktivitas ternak di Desa Penarukan, Kerambitan, Tabanan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara mengelola ternak babi secara intensif, cara pencegahan maupun pemberantasan penyakit pada ternak babi secara efektif dan efisien sehingga hasil produksinya lebih maksimal. Metode pelayanan meliputi tindakan dari rumah ke rumah terutama ke peternak yang babinya sakit, mengadakan tindakan terapi dengan antibiotika, obat cacing, vitamin maupun mineral dan memberikan penyuluhan tentang cara mencegah penyakit pernapasan pada babi yang dikenal sebagai porcine respiratory complex desease (PRDC) .Hasil yang didapatkan sebagai berikut: masyarakat  memberikan respon positif terhadap kegiatan dan tim mengadakan pelayanan pada 10 peternak yang tersebar pada lima banjar  banjar adat di desa Penarukan.Babi yang sakit umur berkisar 1-3 bulan dan jumlah yang diobati  20 ekor. Selanjutnya berdasarkan pemantauan tim dan laporan peternak pada hari ke tujuh setelah diberi pengobatan babi-babi tersebut tidak menunjukkan gejala klinis dan dinyatakan sembuh.
EFIKASI STERILISASI DAN DESINFEKSI KANDANG UNTUK MENGURANGI INFEKSI BAKTERI Gelgel, Ketut Tono Pasek; Sudipa, Putu Henrywaesa
Buletin Veteriner Udayana Vol. 12 No. 1 Pebruari 2020
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/bulvet.2020.v12.i01.p11

Abstract

Upaya biosecurity pada peternakan ayam seperti menggunakan antiseptik perlu dilakukan modifikasi agar tujuan menekan bakteri yang ada dikandang tersebut menjadi efektif. Tujuan Penelitan ini adalah mencari metode alternatif untuk sterilisasi dan desinfeksi kandang ayam pedaging dan mengetahui jumlah dan jenis cemaran bakteri di dalam kandang ayam pedaging. Pada penelitian ini digunakan dua kandang pada kandang pertama setelah dicuci terlebih dahulu dengan detergent dan diberikan desinfektan Povidon Iodine. Pada kandang kedua setelah dicuci dengan detergent kemudian lantai kandang dipanaskan dan dinding kandang didesinfeksi. Kemudian diletakkan media blood agar dilantai kandang dan dibuka selama 1 jam. Kemudian diperiksa di laboratorium untuk melihat jumlah dan jenis bakteri yang tumbuh. Semua sampel diuji dengan T-Test. Hasil penelitian menunjukkan desinfeksi dengan desinfektan menunjukkan hasil lebih banyak koloni yang tumbuh (206 koloni, dengan rata-rata 29.85 koloni) daripada kandang yang menggunakan metode pemanasan dengan kompor (182 koloni, dengan rata-rata 26 koloni). Hasilnya tidak memiliki perbedaan signifikan antara perlakuan sterilisasi dengan perlakuan desinfeksi. Metode sterilisasi kandang dengan pemanasan dengan menggunakan kompor sedikit lebih efektif daripada desinfeksi dengan menggunakan desinfektan dilihat dari jumlah koloni bakteri yang tumbuh, walaupun selisih kedua metode tersebut sangat sedikit.
TOKSISITAS EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH PADA TIKUS PUTIH PENDERITA DIABETES MELITUS (TOXICITY OF RED BETEL EXTRACT IN DIABETIC WHITE RAT ) Kendran, Anak Agung Sagung; Gelgel, Ketut Tono Pasek; Pertiwi, Ni Wayan Linda; Anthara, Made Suma; Dharmayuda, Anak Agung Gde Oka; Anggreni, Luh Dewi
Jurnal Veteriner Vol 14 No 4 (2013)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to study the toxicity of red betel  (Piper crocatum) extract in diabeticwhite rat based on ALT and AST activities. This research used 20 male white rats, which randomlydivided into five groups, P1: given only aqua; P2: given alloxan 120mg/kg bw; P3: given alloxan 120 mg/kgbw and red betel leaf extract 50 mg/kg bw; P4: given alloxan 120 mg/kg bw and red betel leaf extract 100mg/kg bw; P5: given alloxan 120 mg/kg bw and glibenclamide suspension 1 mg/kg bw. ALT and ASTactivities were measured by using reflovet plus Machine. The collected data were analyzed by usinganalysis of covariance. The result showed no significant  effect (P>0.05) was observed on giving red betelleaf extract in diabetic white rat for ALT and AST activities.  It can be concluded that red betel leaf extractis potential for diabetic treatment in white rat  and it is not toxic for the rat?s ALT and AST activities.
UJI SENSITIVITAS BAKTERI STAHPYLOCOCCUS SP. ASAL BABI PENDERITA PORCINE RESPIRATORY DISEASE COMPLEX TERHADAP DOXYCYCLINE, KANAMYCIN, DAN CLINDAMYCIN Fanayoni, Aditana; Gelgel, Ketut Tono Pasek; Suarjana, I Gusti Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (4) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pola kepekaan antibiotik doxycycline, kanamycin, dan clindamycin terhadap bakteri Staphylococcus sp. yang diisolasi dari babi pendertia Porcine Respiratory Disease Complex (PRDC). Sampel penelitian ini adalah isolat Stahphylococcus sp. yang diisolasi dari babi penderita PRDC dengan jumlah 20 isolat yaitu positif Staphylococcus ? hemolitik (14 isolat) dan Staphylococcus ? hemolitik (6 isolat). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dish diffusion test Kirby-Bauer dalam Jackie Reyolad dengan cara membuat suspensi bakteri langsung (direct colony suspension). Data yang diperoleh dinyatakan secara deskriptif kualitatif dengan mengukur zona hambat untuk mengetahui adanya pola kepekaan terhadap bahan antibiotik, terdiri dari atas doxycycline, kanamycin dan clindamycin yang kemudian ditampilkan dalam tabel presentase. Hasil uji sensitivitas dari 20 isolat Staphylococcus ? dan Staphylococcus ? hemolitik menunjukan hasil resisten terhadap doxycycline dan clindamycin tetapi sensitif  kanamycin.
PERBEDAAN CARA PENYEBARAN SUSPENSI TERHADAP JUMLAH BAKTERI PADA MEDIA EOSIN METHYLENE BLUE AGAR Kadri, Ahmad Nuzuludin; Gelgel, Ketut Tono Pasek; Suarjana, I Gusti Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (3) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka pengawasan mutu secara biologis dilakukan pengujian laboratorium untuk mengisolasi dan melakukan jumlah penghitungan jumlah bakteri patogen (enumerasi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan cara penyebaran suspensi dengan menggunakan batang gelas bengkok, mikropipet dan ose terhadap jumlah bakteri yang terhitung pada media Eosin Methylene Blue Agar. Sampel diambil dari air susu kambing yang kemudian dihitung jumlah bakteri-nya dengan tiga kelompok perlakuan yaitu menggunakan batang gelas bengkok, mikropipet dan ose. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam, bila hasilnya berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Jumlah bakteri yang terhitung dengan menggunakan batang gelas bengkok, mikropipet dan ose per ml berturut-turut mengandung 9.722.222 cfu, 68.944.444 cfu dan 116.444.444 cfu. Dengan sidik ragam, perlakuan cara penyebaran dengan menggunakan mikropipet dan ose berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah bakteri yang terhitung dengan menggunakan batang gelas bengkok. Setelah di uji dengan uji Duncan, rata-rata jumlah bakteri yang terhitung dengan menggunakan mikropipet dan ose lebih tinggi sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan menggunakan batang gelas bengkok, sedangkan rata-rata jumlah bakteri yang terhitung menggunakan ose lebih tinggi sangat nyata (P<0,01) dibandingkan dengan menggunakan mikropipet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan cara penyebaran suspensi dengan menggunakan batang gelas bengkok,mikropipet dan ose terhadap jumlah bakteri pada media EMBA. Penyebaran bakteri menggunakan ose lebih banyak (P<0,01) dibandingkan mikropipet dan batang gelas bengkok. Sedangkan penyebaran bakteri menggunakan mikropipet lebih banyak (P<0,01) dibandingkan dengan gelas bengkok.