Articles

Anoda Pb dan Gel Elektrolit Untuk Propulsi Kapal Selam Saputra, Hens; Rosjidi, Mochamad; Ghofar, Abdul; Tandirerung, Murbantan; Ismail, Mochammad; Islam Nurwantoro, Dorit Bayu
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.946

Abstract

Battery is the most important component in the sub marine energy system. Up to now, majority of the sub marine are still using lead acid battery as the power source or propulsion, due to more safe in application as very high capacity of single cell (i.e. 10.000 – 15.000 Ah). The drawbacks of aqueous based battery, which utilize liquid electrolyte, are because of having produced the hydrogen gas during charging process, in which it caused the electrolyte solution to become  dry and reduced the performance of battery. In addition that the hydrogen gas generated in the sub marine was dangerous. Therefore, the aim of  this research is how to reduce or eliminate of those drawbacks by modifying kind of the liquid electrolyte by using gel electrolyte. The gel electrolyte was synthesized to reduce the evaporation of electrolyte and to avoid the leaking when submarine maneuver.  The gel electrolyte  was made by using inorganic nanoporous MCM-41. It was synthesized by hydrothermal method, using Tetraethylortosilicate (TEOS) as silica sources, Cethyltrimethylammonium bromide (CTAB) as organic template and H2SO4 as catalyst. The MCM-41 lead acid battery gave a result of  OCV ca. 2,1 V.
KAJIAN BIOLOGI PERIKANAN PADA CUMI – CUMI PHOTOLOLIGO DUVAUCELII (D’ORBIGNY, 1835) YANG DIDARATKAN DI TPI TAMBAK LOROK SEMARANG STUDY ON FISHERIES BIOLOGY OF INDIAN SQUID (PHOTOLOLIGO DUVAUCELII D’ORBIGNY, 1835) IN TPI TAMBAK LOROK SEMARANG Kusumawardani, Ayudiana; Ghofar, Abdul; Taufani, Wiwiet Teguh
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 8, No 1 (2019): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Photololigo duvaucelii merupakan salah satu jenis cumi ? cumi yang memiliki nilai ekonomis penting di TPI Tambak Lorok Semarang. Produksi cumi ? cumi merupakan hasil tangkapan dari alam, upaya penangkapan yang semakin tinggi dapat menyebabkan penurunan stok sumberdaya cumi ? cumi. Perlu adanya kegiatan yang dapat melestarikan sumberdaya agar tetap berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi P. duvaucelii di Tambak Lorok yang meliputi hubungan panjang berat, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan karakteristik pertumbuhan alometri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April ? Mei 2018. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dari log ML(mantle length) dan log W (weight) umtuk mengetahui hubungan panjang beratnya. Nilai hubungan panjang berat P. duvaucelii mempunyai persamaan W = 0,024L1,580pada jantan dan W = 0,003L2,043 pada betina dengan nilai slope (b) 1,580 dan 2,043. Nilai slope tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan P. duvaucelii bersifat allometrik negatif.  Nilai faktor kondisi (Kn) 1,037 pada jantan dan 1,063 pada betina, nilai tersebut menunjukkan spesies ini tergolong memiliki badan yang kurus. Pertumbuhan panjang mantel (ML) P. duvauceliitumbuh lebih lambat dibanding organ tubuh lain, kecuali terhadap berat tubuhnya. Tingkat kematangan gonad yang paling dominan dari P. duvaucelii jantan dan betina adalah TKG I (belum matang gonad). ABSTRACT Photololigo duvaucelii is one of the commercially important squid resources in TPI Tambak Lorok Semarang. Squid production mainly comes from nature, high fishing effort can cause a decrease in squid resource stock. Cacth in squid fisheries must be accompanied by other activity which to be able to increase population whilst maintain sustainable resources of the squid. This work aimed to study on fisheries biological which included length ? weight relationship, condition factor, gonad maturity and gonado somatic index, also to learn morphometry characteristic of the P. duvaucelii in Tambak Lorok Semarang. This study was done in April ? Mei 2018. Sample were collected using simple random sampling. A simple linear regression was used to describe the relationship between the log ML (mantle length) and the log W (weight). The length ? weight relationship was expressed as  W = 0,024L1,580 for male and W = 0,003L2,043 for female. Slope value (b) shows the growth of P. duvaucelii was negatively allometric. Conditon factor values in this research amounted to 1,037 for male and 1,063 for female, the range of this condition factor showed that the species has a flat body shape. Growth for mantle length (ML) of P. duvaucelii slower than other organs, except with the body weight. Maturity stages of P. duvauceliimale and female in this research dominated by maturity stages I (immature). 
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) DI PERAIRAN DEMAK Laksmi, Lidya Dewintha; Ghofar, Abdul; Wijayanto, Dian
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rajungan merupakan hasil komoditi perikanan yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi, baik sebagai komoditi lokal maupun komoditi ekspor. Desa Betahwalang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah merupakan pusat pendaratan rajungan dari berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi biomassa, Maximum Sustainable Yield (MSY) dan pemanfaatan nilai ekonomi rajungan level MSY di Kabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah metode swept area untuk menentukan biomassa dari rajungan dan wawancara dengan nelayan arad untuk menentukan pemanfaatan nilai ekonomi. Pengumpulan data MSY diperoleh dari 6 kali trip penangkapan dan pengumpulan data pemanfaatan nilai ekonomi diperoleh dari wawancara terhadap 30 nelayan arad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa dan MSY rajungan di Desa Betahwalang masing-masing yaitu 23,5 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp. 305.141.586/tahun. Hali ini bahwa perairan Demak telah mengalami fully exploited. Blue swimming crab is a commodity that has a very high price value, both as local and export commodities of fisheries. Betahwalang Village located in Demak, Central Java, is the center of the blue swimming crab fishery landings of various regions. The purposes of this study are to estimate the biomass, Maximum Sustainable Yield (MSY) and the utilization of the economic value of MSY level blue swimming crab in Demak. The methods of research were swept area method to determine of blue swimming crab biomass and interview with mini trawl fishermen for the utilization of the economic value. MSY collecting data got by 6 trips of small crab fishing and utilization of the economic value collecting data got by interview with 30 mini trawl fishermen. The results showed that biomass and MSY were 23,5 tons and utilization of economic value was Rp. 305.141.586/year. It was that Demak waters have experienced fully exploited.
VALIDASI PETA LOKASI PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI SELAT BALI Hakim, Luqmanul; Ghofar, Abdul; Susilo, Eko
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 7, No 2 (2018): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui validitas dari Peta Lokasi Penangkapan Ikan (Pelikan) pelagis yang dihasilkan oleh Balai Riset dan Observasi Laut. Pelikan memberikan informasi keberadaan kelimpahan ikan berdasarkan kelimpahan zooplankton. Validasi dilakukan dengan membandingkan antara data zooplankton insitu dan data zooplankton pada Pelikan, selain itu juga membandingkan antara data hasil tangkapan ikan di daerah zona potensi rendah, sedang dan tinggi. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengikuti kegiatan penangkapan nelayan dari PPN Pengambengan pada bulan September 2017. Data sampel diambil di titik penangkapan dimana operasi penangkapan ikan berlangsung di Selat Bali. Hasil korelasi antara zooplankton in situ dengan zooplankton Pelikan mendapatkan hubungan yang sangat kuat, yakni sebesar 0,82. Hal ini berarti apabila zooplankton pada Pelikan meningkat maka zooplankton in situ juga meningkat, begitu pun sebaliknya. Hasil tangkapan yang diperoleh selama penelitian berupa ikan tongkol. Rerata tangkapan terbanyak diperoleh di daerah zona potensi sedang. This research was conducted to determine the validity of Pelagic Fishing Map Locations produced by Institute for Marine Research and Observation. Pelikan provide information on the abundance of fish based on the abundance of zooplankton. Validation was done by comparing the in situ zooplankton data and the zooplankton data on pelikan, while also comparing the catch fish data in low, medium and high potential zone areas. Sampling is done by following fishing activity from PPN Pengambengan on September 2017. The sample data were taken at the point where fishing operations took place in Bali Strait. The result of correlation between in situ zooplankton and pelikan zooplankton get a very strong relationship, that is equal to 0.82. This means that when the Pelikan zooplankton increases then zooplankton in situ also increases. The catches obtained during the study were tongkol. The highest catch rates were obtained in medium potential zone areas. 
PERBANDINGAN PENERIMAAN NELAYAN YANG MENANGKAP RAJUNGAN DENGAN BUBU DAN ARAD DI BETAHWALANG, DEMAK Hapsari, Maretha Tristi; Ghofar, Abdul; Wijayanto, Dian
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor produksi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Usaha penangkapan dikatakan berhasil apabila mendapatkan keuntungan yang maksimal bagi pelaku usahanya. Bubu lipat dan jaring arad adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Betahwalang untuk menangkap rajungan. Rajungan merupakan komoditi perikanan yang memiliki nilai jual tinggi, baik sebagai komoditi lokal maupun komoditi ekspor. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menganalisa pendapatan, biaya dan keuntungan usaha penangkapan rajungan, dan menganalisa tingkat kelayakan finansial usaha penangkapan rajungan dengan alat tangkap bubu lipat dan jaring arad di Perairan Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengambilan sampel snowball sampling. Model analisis data menggunakan analisis kelayakan usaha dengan menggunakan beberapa indikator diantaranya NPV, B/C Ratio, IRR, dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan usaha penangkapan yakni nilai rata-rata NPV pada alat tangkap jaring arad Rp 100.577.288 dan alat tangkap bubu lipat  Rp 837.586.870. Rata-rata nilai  IRR pada alat tangkap jaring arad 60% dan pada alat tangkap bubu lipat tidak teridentifikasi nilai IRRnya. Rata-rata nilai B/C rasio pada alat tangkap jaring arad 0,07 dan pada alat tangkap bubu lipat 0,50. Pengembalian modal pada alat tangkap jaring arad dengan nilai PP selama 2,5 tahun dan pada alat tangkap bubu lipat  0,5 tahun atau  6 bulan. Fishery is an economic activity resulte from production factor which aimed to gain profit. Fishery can be categorized as successful if the fisherman can gain the maximum profit. Trap and (arad) mini trawl are fishing gear used by fishermen to catch blue swimming crab in Betahwalang. Blue swimming crab is commodity of fisheries with high economic value, either for local and export. The purposes of this research are analyzing the income, expense and profit, and analyze the financial feasibility of trap and mini trawl in Demak. The methods were used descriptive qualitative and quantitative. Sampling method used snowball sampling. The research used variables of business feasibility included NPV, B/C Ratio, IRR, and Payback Period. The avarage value of NPV (arad) mini trawl was Rp 100,577,288 NPV trap fishing gear was Rp 837,586,870. the average value of  IRR  was 60 % (arad) mini trawl gear and trap gear was not identified of the value IRR trap and the average value of Benefit and Cost Ratio of (arad) mini trawl and trap ware 0.07 and 0.50 for each. The average payback period was 2.5 year for (arad) mini trawl and trap was 0.5 year or 6 month.
HASIL TANGKAPAN IKAN MADIDIHANG (THUNNUS ALBACARES) DI SAMUDERA HINDIA BERDASARKAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN BENOA, BALI Anggarini, Krisliyana Mia; Saputra, Suradi Wijaya; Ghofar, Abdul; Setyadji, Bram
Journal of Management of Aquatic Resources VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Produksi ikan Madidihang yang cenderung menurun yang disebabkan oleh penangkapan yang berlebih dikhawatirkan dapat mengganggu kelestarian sumberdaya ikan Madidihang. Oleh sebab itu perlu adanya penelitian tentang hasil tangkapan ikan Madidihang. Hasil yang didapatkan dari penelitian diharapkan dapat memberi gambaran tentang kondisi ikan Madidihang di Samudera Hindia. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2016 di Pelabuhan Benoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ikan madidihang melalui telaah panjang-bobot, faktor kondisi, ukuran pertama kali tertangkap, panjang asimtotik (L?) ikan Madidihang di Samudera Hindia berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Benoa, Bali. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan ukuran ikan Madidihang bulan April-Mei 2016 berkisar 70 ? 178 dengan modus 112 cmFL. Persamaan hubungan panjang-bobot didapatkan W = 0,00002*FL2,966 dengan pola pertumbuhan isometrik. Faktor kondisi yang didapatkan antara 1,64 ? 2,44, dan ukuran ikan pertama kali tertangkap 133 cmFL. Panjang asimtotik (L?) = 190,05 cmFL. Berdasarkan ukuran ikan yang tertangkap dimana Lc > ½ L? dapat dinyatakan bahwa ukuran yang tertangkap telah layak tangkap. Kata Kunci : Ikan madidihang; hubungan panjang-bobot, faktor kondisi, ukuran pertama kali tertangkap ABSTRACT Yellowfin tuna production tends to decrease due to excess catching that is feared could interfere with the preservation of resources yellowfin tuna. Hence, it is necessary to do this research Catch Product of Yellowfin Tuna. Results obtained from the study are expected to give an idea of yellowfin condition in the Indian Ocean. This research was conducted in April-May 2016 at the Benoa Port. The aimed of this research was to determine condition of yellowfin tuna through the study of the length-weight relationship,condition factor, length at first capture, and asymptotic length (L?) of yellowfin tuna in the Indian Ocean based on catches landed at the port of Benoa, Bali. This research used survey method. Data processing used the software of Microsoft Excel and FISAT II. The results have shown the size of the yellowfin tuna from April-May 2016 ranging from 70 ? 178 with 112 cmFL. The equation of length weights correlation was obtained W = 0.00002*FL2,966 with isometric growth pattern. The condition factor obtained was between 1.64 to 2.44, and the size of the first caught fish is 133 cmFL. Asymptotic length (L?) = 190.05 cmFL. Based on the size of fish caught where Lc > ½ L? can be stated that the size of which was caught had a decent catch.  Keywords: Yellowfin Tuna; length-weight relationship; condition factor, length at first capture
KOMPOSISI IKAN YANG TERTANGKAP DENGAN CANTRANG SERTA ASPEK BIOLOGI IKAN SEBELAH (PSETTODES ERUMEI) DI TPI ASEMDOYONG, PEMALANG Adela, Sani; Ghofar, Abdul; Djuwito, -
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Sebelah (Psettodes erumei) merupakan ikan demersal yang hidup di dasar perairan. Ikan ini umumnya tertangkap dengan Cantrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi ikan yang tertangkap dengan Cantrang; mengetahui aspek pertumbuhan ikan Sebelah yang meliputi panjang berat, dan ukuran rata ? rata tertangkap; mengetahui aspek reproduksi yang meliputi tingkat kematangan gonad dan ukuran pertama kali matang gonad; mengetahui nilai CPUE dan mengetahui upaya pengelolaan sumberdaya perikanan ikan Sebelah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret ? Juni 2015 di TPI Asemdoyong, Pemalang. Metode yang digunakan adalah metode sampling acak sederhana. Berdasarkan penelitian, ikan yang tertangkap dengan cantrang terdiri dari 14 spesies yaitu ikan Bawal putih (Pampus argenteus), ikan Kembung (Rastrelliger sp.), ikan Tembang (Sardinella sp.), ikan Teri (Stolephorus sp.), ikan Selar kuning (Selaroides sp.), ikan Layur (Trichiurus sp.), ikan Sebelah (Psettodes erumei), ikan Ekor Kuning (Ocyurus sp.), ikan Petek (Leiognathus sp.), ikan Pari (Dasyatis sp.), ikan Kuro (Eleutheronema sp.), Cumi-cumi (Loligo sp.), ikan Bambangan (Lutjanus sp.), dan Udang. Pertumbuhan ikan Sebelah (Psettodes erumei) bersifat Allometrik negatif. Tingkat Kematangan Gonad ikan Sebelah betina didominasi oleh TKG III, sedangkan ikan Sebelah jantan didominasi oleh TKG I dan TKG II. Nilai CPUE tertinggi pada sampling minggu ke 16 yaitu 7.664 kg/kapal sedangkan CPUE terendah terjadi pada sampling minggu ke 7 yaitu sebesar 3.330 kg/kapal. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu dengan menentukan kuota penangkapan, pembatasan jumlah alat tangkap serta penetapan daerah penangkapan. Sebelah fish (Psettodes erumei) is a demersal fish that live in the bottom waters, also known as flatfish. These fish are generally caught by cantrang.The aims of this study are to find out the composition of fish caught by Cantrang, to know the growth aspects of Sebelah fish that include long weight relationship and size the first caught, and; reproductive aspects that include maturity level of gonads, the size of the gonads? first ripe; to know the value of CPUE and fishery resource management efforts. This research was conducted in March - June 2015 in TPI Asemdoyong, Pemalang. The methodology that used in this research is simple random method. Based on the observation, Fish that caught by Cantrang consist of 14 specieses namely Bawal Putih fish (Pampus argenteus), Kembung fish (Rastrelliger sp.), Tembang fish (Sardinella sp.), Teri fish (Stolephorus sp.), Selar kuning fish (Selaroides sp.), Layur fish (Trichiurus sp.), Sebelah fish (Psettodes erumei), Ekor kuning Fish (Ocyurus sp.), Petek fish (Leiognathus sp.), Pari fish (Dasyatis sp.), Kuro fish (Eleutheronema sp.), Cumi - cumi (Loligo sp.), Bambangan fish (Lutjanus sp.), and Udang. The growth of Sebelah fish (Psettodes erumei) have Negative Allometric charactered. Gonad?s maturity level of female Sebelah fish are dominated by TKG III, whereas male Sebelah fishes are dominated by TKG 1 and TKG II. The number of  the higher CPUE in sampling week 16 is 7.664 kg/boat, and the lower number happen in sampling week 7 that is 3.330 kg/boat. The effort to organize it that can be done is by measuring the quota of catch, delimitation the number of fishing gears, and determine the fishing ground. 
ASPEK BIOLOGI IKAN GABUS (OPHIOCEPHALUS STRIATUS) DI PERAIRAN RAWA PENING, KABUPATEN SEMARANG Puspaningdiah, Merantika; Solichin, Anhar; Ghofar, Abdul
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Rawa Pening merupakan sumber daya perairan yang memiliki potensi sumberdaya  perikanan yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan dan petani ikan didalam kegiatan penangkapan dan budidaya ikan. Ikan Gabus memiliki banyak manfaat yang menyebabkan penangkapan terhadap ikan Gabus  semakin meningkat, sehingga populasi menjadi semakin menurun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji aspek pertumbuhan, mengkaji aspek reproduksi dan strategi pengelolaan ikan Gabus.Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga bulan Maret 2014.Metode yang digunakan yaitu metode simple sensus sampling. Materi yang digunakan yaitu  ikan Gabus (Ophiocephalus striatus) yang tertangkap dengan alat tangkap branjang di Perairan Rawa Pening. Hasil penelitian yang dilakukan pada ikan Gabus yang didapatkan sebanyak 66 ekor, yaitu pertumbuhan ikan Gabus bersifat allometrik negatif dengan nilai b sebesar 2,8019. Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 1,099 yang tergolong dalam ikan yang pipih atau tidak gemuk.Ukuran ikan Gabus yang tertangkap belum layak untuk ditangkap, karena L50%< ½ L?.Tingkat kematangan gonad ikan Gabus menurut Kestevan didominasi oleh TKG II yaitu fase dara berkembang.IKG tertinggi pada ikan Gabus betina selama penelitian yaitu 4,324% sedangkan pada ikan Gabus Jantan sebesar 0,292%. Fekunditas tertinggi sebesar 20035 butir dengan panjang tubuh 480 mm dan berat tubuh 875,6 gram, sedangkan yang terendah sebesar 1282 butir dengan panjang tubuh 318 mm dan berat tubuh 250,2 gram. Perbandingan jumlah ikan jantan dan ikan betina yaitu 1:2,143. Strategi pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu pengaturan ukuran mata jaringalat tangkap branjang, keikutsertaan nelayan melepas ikan berukuran kecil, dan pembatasan jumlah penangkapan.  Rawa Pening has the potential fishery resources that can be utilized by fishermen and fish farmers in fish farming and fishing activities. Snakehead fish is one of the targeted fish that has many benefits which led to more capture of the snakefish that causes the declining population of the fish. The purpose of this study is to examine the aspects of growth, reproduction and examines the management strategies of Snakehead fish aspects.This research was held on January to March 2014. The method used in the research was simple census sampling method. The material used was the snakehead fish (Ophiocephalus striatus) which were caught by branjang fishing tool in Rawa Pening. The research done on the caught snakehead fish as many as 66 fish was the growth was negatively allometric in which b showed 2,8019. The condition factor was 1,099 which indicated that the fish were flat or not fat. Based on the size, the caught snakehead fish was not eligible to be caught because Lc50%< ½ L?. The gonad maturity level according to Kestevan was dominated by TKG II, the phase of developing virgin. The highest IKG on female snakehead during the research was 4,324% while on male snakehead fish was 0,292%. The highest fecundity was 20035 items with the body length was 480 mm and body weight was 875,5 grams while the lowest fecundity was 1282 items with the body length was 318mm and body weight was 250,2 grams. Comparison of the number of male fish and female fish is 1: 2,143. Management strategies that could be done is to setting mesh size of Branjang fishing gear, fishing participation for removing small fish, and restrictions on the number of arrests.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA DI DESA BEDONO KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Rohman, Fajrur; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya
Journal of Management of Aquatic Resources Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bedono terletak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Desa Bedono memiliki tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh masyarakat yaitu Pantai Morosari, wisata religi Dusun Tambaksari dan wisata mangrove Dusun Senik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang ekowisata, persepsi dan partisipasi masyarakat, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dan mengetahui hubungan antara pemahaman ekowisata, persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Desa Bedono. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2015. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan di lapangan dan kuisioner kemudian akan diberi skor. Uji Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data yang didapatkan. Total Responden yang digunakan adalah 50 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang ekowisata 53,3% masyarakat memiliki pemahaman rendah, 65% mempunyai persepsi rendah dan 70% masyarakat mempunyai partisipasi rendah dalam menunjang kegiatan ekowisata. Faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat di Desa Bedono yaitu tingkat pendidikan, mata pencaharian dan kurangnya informasi. Kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan wisata bahari  di Desa Bedono yaitu tidak terjalinnya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sekitar sehingga pengembangan wisata bahari di Desa Bedono tidak berjalan dengan maksimal. Dari hasil analisis pada masyarakat lokal terdapat korelasi positif yang nyata antara pemahaman ekowisata dengan persepsi (F= 0,043), tidak terdapat korelasi positif yang nyata antara pemahaman ekowisata dengan partisipasi (F= 0,236) dan tidak  terdapat korelasi positif yang nyata antara persepsi dan partisipasi (F= 0,543). The Bedono village is located in the Sayung Subdistrict, Demak Regency,  has tourist spot visited by community, that are Morosari Beach, religious tourism in Tambaksari Subvillage and mangrove tourism in Senik Subvillage. This research aims to know the public understanding of ecotourism, perception and public participation, factors that affect community participation and relationship between understanding of ecotourism, perception and public participation in the development of ecotourism in the Bedono Village. This research uses descriptive qualitative and quantitative methods. The research was conducted from August to September 2015. Data collection is carried out by observations in the field and a detailed questionnaire will then be given a score. Test of Rank Spearman are used to analyse the data obtained. Total Respondents used was 50 respondents. The results of this research show that the level of understanding of ecotourism 53.3% of the communities have low knowledge, 65% have a perception of low and 70% of the community have low participation in support of ecotourism. Factors that affect the level of community participation in the Bedono Village are level of education, livelihoods and  lack of information. The main barriers faced in the development of marine tourism in the Bedono Village is lack of good cooperation between the Government and local communities so that development of marine tourism in the Bedono Village does not maximum run well. From the analysis results on the local community, there is a positive correlation between the real understanding of ecotourism with perception (F=0.043), there is no positive correlation between the real understanding of ecotourism with participation (F=0.236) and there is no positive correlation between perception and participation (F=0.543).
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PANTAI SADRANAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA (COMMUNITY PARTICIPATION ON MARINE TOURISM DEVELOPMENT THE SADRANAN BEACH, GUNUNGKIDUL REGENCY, YOGYAKARTA) Denia, Mareta Fitri; Ghofar, Abdul; Suryanti, Suryanti
Journal of Management of Aquatic Resources Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Sadranan merupakan pantai yang terletak di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Sadranan adalah salah satu obyek wisata alam yang banyak digemari karena pantai ini memiliki berbagai macam wisata yang tersedia, mulai dari pasir nya yang putih, pemandangan alam yang indah dan berbagai permainan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang wisata bahari, persepsi dan partisipasi masyarakat, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata bahari di Pantai Sadranan. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman tentang wisata bahari memiliki nilai tertinggi 96% tentang pemanfaatan wisata dan terendah 8% tentang lingkungan wisata. Persepsi pengunjung tentang pengembangan wisata bahari memiliki nilai sedang pada kondisi daya tarik wisata, sarana dan prasarana dan tingkat keberhasilan pengembangan. Sedangkan partisipasi masyarakat memiliki nilai tertinggi 98% pada pelayanan dan jasa, terendah memiliki nilai 52% pada culture dan atraksi wisata. Sebagian besar Pantai Sadranan dikelola masyarakat, maka dapat dikatakan bahwa partisipasi masyarakat terhadap pengembangan wisata bahari di Pantai Sadranan cukup baik.  Sadranan Beach is a beach located at the Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region. The Sadranan Beach is one of nature's most popular attractions because this beach has a variety of tours available, ranging from white sand, beautiful natural scenery and various water games. This study aims to determine the understanding of the community about marine tourism, perceptions and community participation, knowing the factors that influence community participation on the development of marine tourism on the Sadranan Beach. The study was conducted from April to May 2017. This research used qualitative descriptive method. The data were collected using purposive sampling technique and accidental sampling technique. The results of this study indicate that the level of understanding about marine tourism has the highest value of 96% about tourism utilization and the lowest 8% about the tourist environment. Visitor perception about marine tourism development has medium value at condition of tourist attraction, facility and infrastructure and success rate of development. While community participation has the highest value of 98% on services, the lowest has a value of 52% on culture and tourist attractions. Most of Sadranan Beach is managed by the community, it can be said that community participation towards the development of marine tourism on the beach Sadranan quite good.
Co-Authors - Djuwito ., Nawawi ., Poniman Abubakar, Usman Achsin, M Adi Hidayat Pradana Agus Firmansyah Akbar, Ma'ruf Akhmad Affandi, Akhmad Ana Pratiwi, Ana Anhar Solichin Anjayanti, Lulu ASHARI - Bambang Purnomosidhi Bambang Subroto Bram Setyadji, Bram Budi Nugraha, Budi Churun Ain Damar Nusawicaksono Kurniawan, Damar Nusawicaksono Daryumi Daryumi, Daryumi Denia, Mareta Fitri Desty Wahyuni Ginting Dian Wijayanto Didi Supardi, Didi Djuwito Djuwito Duto Nugroho, Duto Dwi Rinda Sulistiowati Eko Ganis Sukoharsono Eko Susilo Erika Kurniawati, Erika Erwin Saraswati Fahmi Fahmi Fajrur Rohman, Fajrur Firtasari Simanullang, Firtasari Frida Purwanti Galuh Kirana Anindhita Harmasnida Rachma, Harmasnida Henny Liestiana, Henny Hens Saputra Herin Mawarti HUda, Hakim Miftahul Ika Rianita Azizah, Ika Rianita Ikhwan, Ahmad Nur Imam Subekti Islam Nurwantoro, Dorit Bayu Islam Nurwantoro, Dorit Bayu Ismail, Mochammad Ismail, Mochammad Koeshenderajana, Sonny Krisliyana Mia Anggarini, Krisliyana Mia Kusumawardani, Ayudiana Laily Fitriani Lidya Dewintha Laksmi Luddin, Muchlis Luqmanul Hakim, Luqmanul Luthfiani, Laeli Marbun, April Yani Mardiana, Hermin Maretha Tristi Hapsari Max Rudolf Muskananfola Merantika Puspaningdiah Mira Mira Misbahuddin Azzuhri Mohamad Salah R. Ashour, Mohamad Salah R. Mokhamad Imam Subeqi, Mokhamad Imam Muhamad Sutri Wardani Muhammad Azhar Muhammad Zulfikar Ningsih, Lutfiyah Nopiyanti, Dian Norma Afiati Nugraha, Satria Wiratama Nurkholis Nurkholis Pramita, I Putu Bayu Pujiono Wahyu Purnomo Ria Azizah Rian Kisworo Rizky Oktarina Nur Dewanti Rosjidi, Mochamad Rosjidi, Mochamad Sabrina Dwi Prihartini, Sabrina Dwi Sahala Hutabarat Sani Adela, Sani Saputra, Hendra Yuniarno Septiana, Eki Sheila Almaida, Sheila Sheila Puspa Arrum, Sheila Puspa Sholehudin, Fahmi Siti Rudiyanti Skar Puji Astuti, Skar Puji Sri Redjeki Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti Sutrisno T Tandirerung, Murbantan Tandirerung, Murbantan Taufani, Wiwiet Teguh Umi Muawanah Vajriyanti, Eva Valentina Pristya Ningrum, Valentina Pristya Wandayu, Rika Candra Wicaksana, Ilyas Surya Wididatie, Wiwiek Yani, Athi Linda Zuzy Anna