Rahmanta Ginting
Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Published : 58 Documents
Articles

PENGARUH PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PRODUKSI PADI SAWAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA Hadi, Hasbul; Chalil, Diana; Ginting, Rahmanta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perubahan iklim ditandai dengan musim hujan semakin singkat dengan curah hujan yang semakin tinggi. Disamping itu frekuensi suhu dan kelembaban udara juga semakin meningkat. Hal tersebut dapat mempengaruhi produksi komoditi-komoditi, jumlah pendapatan petani. Hal tersebut dapat terjadi diberbagai sentra produksi, termasuk di sentra-sentra produksi padi di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan iklim mempengaruhi produksi padi sawah di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Tengah di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data kwartalan dari tiap Kabupaten, dari tahun 2011 ? 2015. Variabel yang digunakan mencakup variabel terkontrol (suhu, curah hujan, kelembaban udara) dan variabel terkontrol (luas panen dan pupuk subsidi) Dari hasil estimasi model regresi data panel diperoleh : nilai koefisien regresi suhu adalah sebesar 14554.79, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 oC  maka produksi padi akan meningkat 14554.79 ton/ha atau 0,62 ton/MT,  nilai koefisien regresi curah hujan 51.772, dimana setiap kenaikan 1mm curah hujan maka produksi padi di Provinsi Sumatera Utara meningkat 51.772 ton/ha, Juga diketahui nilai koefisien regresi kelembaban adalah sebesar 1233.638, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% tingkat kelembaban maka produksi padi akan meningkat 1233.638 ton/ha. Dan untuk luas panen adalah sebesar 5.650, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1Ha  maka produksi akan meningkat sebesar 5.650 ton, (Kab. Deli Serdang produksi meningkat 148.075 ton/ha, produksi Kab. Serdang Bedagai 128.301 ton/ha, produksi Kab. Simalungun 180.555 ton/ha, produksi Kab. Langkat 141.971 ton/ha dan untuk Kab Tapanuli Tengah produksi meningkat 540.708 ton/ha), nilai regresi pupuk subsidi adalah sebesar 0.773, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 ton maka produksi akan meningkat sebesar 0,773 ton/ha. Kata kunci : Padi Sawah, Perubahan Iklim, Produksi
ANALISIS RISIKO DAN PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN (KASUS: KELOMPOK TANI KARYA MAJU, KELURAHAN TERJUN, KECAMATAN MEDAN MARELAN) Anggreini Limbong, Ayu Hartati; Ayu, Sri Fajar; Ginting, Rahmanta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 2 (2018): Volume 9 No. 2 Februari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK AYU HARTATI ANGGREINI LIMBONG (130304091) dengan judul skripsi ANALISIS RISIKO DAN PENDAPATAN USAHATANI SAYURAN (Kasus: Kelompok Tani Karya Maju, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan). Skripsi ini dibimbing oleh Ibu Sri Fajar Ayu, SP, MM, DBA. Selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si. selaku anggota komisi pembimbing. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis tingkat pendapatan yang diterima oleh petani Kelompok Tani Karya Maju dalam menjalankan usahatani kacang panjang, bayam dan sawi dan untuk menganalisis bagaimana risiko produksi, risiko harga, dan risiko pendapatan pada Kelompok Tani Karya Maju di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Metode penelitian dalam melakukan penentuan daerah dilakukan secara purposive sampling sedangkan metode yang digunakan dalam pengambilan sampel pada bunga kol adalah metode sensus yaitu dengan menjadikan semua populasi menjadi sampel sebnayak 25 responden. Responden yang dipilih terdiri dari 5 petani kacang panjang, 10 petani bayam, dan 10 petani sawi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan, uji beda rata-rata independen (independent sample t-test), dan analisis risiko. Dimana ukuran risiko yang digunakan meliputi variance, standard deviation, dan coefficient variation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata per hektar usahatani kacang panjang adalah sebesar  Rp 833.047.900, sedangkan pendapatan rata-rata per hektar usahatani bayam sebesar Rp 198.535.555,56 serta pendapatan rata-rata usahatani sawi ialah sebesar Rp 158.187.072,92. Swdangkan dari ketiga usahatani yang memiliki nilai risiko produksi tertinggi adalah usahatani sawi, sedangkan risiko harga dan risiko pendapatan tertinggi adalah  usahatani bayam.   Kata Kunci: pendapatan, risiko produksi, risiko harga, risiko pendapatan
ANALISIS USAHA TANI BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) (STUDI KASUS: DESA SIMATUPANG, KECAMATAN MUARA, KABUPATEN TAPANULI UTARA) Ulvi, Dhika Permata; Supriana, Tavi; Ginting, Rahmanta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK DHIKA PERMATA ULVI (130304111/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi?Analisis Usahatani Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Studi Kasus penelitian di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Ketua Komisi Pembimbing dalam penelitian ini adalahDr. Ir. Tavi Supriana, MS dan Anggota Komisi Pembimbing adalah Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran umum sistem pengelolaan usahatani bawang merah, besar biaya produksi, besar penerimaan dan pendapatan dan kelayakan usahatani di Desa Simatupang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara.Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sample dilakukan secara Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kelayakan finansial usahatani.Hasil penelitian ini menunjukkan besar biaya produksi per petani sebesar Rp. 2.808.432,69 dan sebesar Rp.32.263.439,07 per hektar. Penerimaan yang didapat sebesar Rp. 6.525.333,33 perpetani Rp.78.113.888,9  per hektar dan pendapatan sebesar Rp. 3.716.900,6 per petaniRp.45.850.449,8 per hektar. Usahatani Bawang Merah secara finansial layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C >1 yaitu sebesar 2,54 per petani dan 2,54 per hektar. Berdasarkan analisis Break Even Point dapat diketahui bahwa jumlah produksi bawang merah selama ini sudah melampaui titik impas yaitu dengan rata-rata titik impas sebesar Rp. 8.375,68/Kg. Berdasarkan hasil diatas, usahatani bawang merah di daerah penelitian sudah layak dan menguntungkan.   Kata Kunci: Analisis usahatani, bawang merah
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI NANAS (ANANAS COMUSUS L (MERR) (STUDI KASUS : DESA SIABAL-ABAL 2, KEC. SIPAHUTAR, KAB. TAPANULI UTARA) Silaban, Eva Susi Sastra; Ginting, Rahmanta; Jufri, M.
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK EVA SUSI SASTRA SILABAN (130304059), dengan judul Analisis Efisiensi Produksi Nanas (Ananas comusus (L) Merr) (Studi Kasus: Desa Siabal-abal 2, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, dibimbing oleh Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M.Si dan Ir. M Jufri, M.Si Nanas merupakan salah satu komoditi hortikultura yang telah lama dibudidayakan dan memiliki prospek serta potensi untuk terus dikembangkan. Pada Kecamatan Sipahutar, buah nanas memiliki panen terluas yaitu 1.819 ha, dengan produksi sebanyak 32.532,82 ton dibandingkan dengan luas tanam buah lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor- faktor yang berpengaruh terhadap produksi tanaman nanas di Kabupaten Tapanuli Utara serta menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi harga, dan efisiensi ekonomi usahatani nanas. Penentuan daerah dilakukan secara purposive, dan  penarikan sampel dengan Accidental Sampling. Data dianalisis menggunakan  metode regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik untuk fungsi produksi. Selajutnya efisiensi teknis dan harga diestimasi dengan stochastic frontier, dan efisiensi ekonomis dihitung dari perkalian hasil efisiensi teknis dengan efisiensi harga. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara serempak luas lahan (X1), pupuk (X2), bibit (X3), pestisida (X4), dan tenaga kerja (X5) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah produksi tanaman nanas (Y). tingkat efisiensi  teknis mencapai 0,90<1 sedangkan nilai efisiensi harga mencapai 0,147<1,  sehingga efisiensi ekonomi yang didapat yaitu 0,132<1. Maka disimpulkan bahwa usahatani nanas di Desa Siabal-abal 2, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara belum efisien. Kata Kunci : Efisiensi, Produksi,  Produksi Nanas.
ANALISIS PEMASARAN BUAH JAMBU AIR DELI HIJAU DI KOTA BINJAI (STUDI KASUS : KECAMATAN BINJAI UTARA, KOTA BINJAI) Yaqin, Rahmat Nur; Ginting, Rahmanta; Kesuma, Sinar Indra
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 6 (2017): Volume 8. No. 6 Desember 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui pola saluran pemasaran jambu air deli hijau, untuk mengetahui besarnya biaya, keuntungan, dan margin pemasaran jambu air deli hijau, untuk mengetahui pemasaran yang mana dari pemasaran jambu air deli hijau (Syzygium aquaeum) di Kec. Binjai Utara, Kota Binjai yang paling efisien secara ekonomi. Metode penelitian dilakukan secara purposive (sengaja), dengan metode sensus sebanyak 30 petani. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya marjin, marjin pemasaran, yaitu dengan menghitung besarnya biaya, keuntungan dan marjin pemasaran pada tiap lembaga pemasaran pada berbagai saluran.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses pemasaran jambu air deli hijau (Syzygium aquaeum) dari petani di Binjai Utara, hingga konsumen akhir melibatkan beberapa lembaga pemasaran, yaitu agen, pedagang besar, dan pengecer. Terdapat tiga pola saluran pemasaran jambu air deli hijau dari petani sampai konsumen akhir. Saluran yang paling banyak digunakan petani adalah pola saluran 2 yaitu digunakan oleh sebanyak 21 orang petani responden (56,67 persen). Dilihat dari struktur pasar yang ada pada para pelaku pemasaran jambu air deli hijau (Syzygium aquaeum), maka untuk petani cenderung oligopsoni, sementara untuk agen, pedagang besar, dan pengecer cenderung mengarah pada pasar besar. Dilihat dari perilaku pasar yang dihadapi, maka dalam praktek pembelian dan penjualan telah terjalin kerjasama sebagai cara untuk menciptakan stabilitas pasar. Kata Kunci : Jambu Air Deli Hijau, Pemasaran, Margin Tata Niaga
ANALISIS KONTRIBUSI EKSPOR KAKAO TERHADAP PDRB SEKTOR PERKEBUNAN DAN FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR KAKAO DI SUMATERA UTARA Hayunnita, Hayunnita; Ginting, Rahmanta; Supriana, Tavi
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hayunnita (130304104/Agribisnis) dengan judul skripsi ?Analisis Kontribusi Ekspor Kakao terhadap PDRB Sektor Perkebunan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Kakao di Sumatera Utara?. Penulisan skripsi ini dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Rahmanta Ginting, M. Si sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kontribusi ekspor kakao terhadap PDRB sektor perkebunan dan untuk menganlisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekspor kakao di  Sumatera Utara. Daerah penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan mempertimbangakan bahwa Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu sentra produksi perkebunan kakao yang potensial di Indonesia. Data yang dianalisis adalah data time series dengan range tahun 2008-2015 dalam bentuk kuartal. Untuk mengetahui kontribusi ekspor kakao, digunakan rumus kontribusi ekspor tahun_t. Kemudian metode analisis yang digunakan yaitu dengan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi ekspor kakao terhadap PDRB sektor perkebunan di Sumatera Utara adalah Positif. Faktor produksi, nilai kurs, dan bea keluar secara serempak berpengaruh signifikan terhadap ekspor kakao. Secara parsial pada faktor produksi dan nilai kurs masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor kakao di Sumatera Utara. Bea keluar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ekpor kakao di Sumatera Utara. Kata Kunci : PDRB Sektor Perkebunan, Kontribusi ekspor, Ekspor Kakao
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) (KASUS: KELURAHAN HARANGGAOL, KEC. HARANGGAOL HORISON, KAB. SIMALUNGUN R, Hidayati; Supriana, Tavi; Ginting, Rahmanta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 3 (2017): Volume 8. No. 3 September 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.689 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan usahatani Bawang Merah di daerah penelitian. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling (sengaja), sementara penentuan sampel dilakukan secara Snowball Sampling  dengan jumlah sampel sebanyak 30 petani. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan finansial. Metode analisis kelayakan digunakan untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani Bawang Merah. Hasil penelitian ini menyampaikan bahwa usahatani Bawang Merah secara finansial layak untuk dilaksanakan dan dikembangkan ditinjau dari kriteria kelayakan R/C ratio yakni R/C > 1 yaitu sebesar 2,71 per petani dan berdasarkan analisis Break Even Point (BEP) dapat diketahui bahwa jumlah produksi bawang merah selama ini sudah melalui titik impas yaitu dengan ratarata titik impas sebesar 513,26 kg atau Rp 7.199,70 /kg. Berdasarkan hasil diatas usahatani bawang merah di daerah penelitian sudah layak dan menguntungkan. Kata Kunci : Kelayakan Finansial, Bawang Merah
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI MERAH DI PROVINSI SUMATERA UTARA Indriyani, Vania; Ginting, Rahmanta; Supriana, Tavi
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 8, No 5 (2017): Volume 8. No. 5 November 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor ? faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2015 menggunakan data triwulan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan permintaan cabai merah di Provinsi Sumatera Utara secara serempak dipengaruhi oleh harga cabai merah, harga cabai rawit, jumlah penduduk dan pendapatan. Permintaan cabai merah secara parsial dipengaruhi oleh harga cabai merah, jumlah penduduk, dan pendapatan. Elastisitas harga cabai merah adalah inelastis dan bertanda negatif. Elastisitas silang harga cabai rawit adalah inelastis dan bertanda negatif. Elastisitas pendapatan adalah elastis dan bertanda positif. Kata Kunci:   Permintaan, Cabai Merah, Harga, Jumlah Penduduk, Pendapatan
ANALISIS INTEGRASI PASAR KUBIS (BRASSICA OLERACEA) ANTARA KABUPATEN KARO DENGAN PASAR INDUK MEDAN (STUDI KASUS: KABUPATEN KARO DENGAN PASAR INDUK MEDAN) Sihite, Sarijan; Ginting, Rahmanta; Indra Kesuma, Sinar
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 6, No 2 (2017): volume 6 no. 2 February 2017
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.505 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui integrasi pasar kubis dalamjangka pendek antara Kabupaten Karo dengan Pasar Induk Medan. Metodeanalisis data yang digunakan adalah metode IMC dari timmer. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa integrasi pasar kubis dalam jangka pendek antara KabupatenKaro dengan Pasar Induk Medan rendah, hal ini ditunjukkan dengan nilai IMCyang lebih tinggi dari satu yaitu 1,365  yang berarti bahwa informasi tentangperubahan harga yang terjadi di pasar acuan Pasar Induk Medan hanya sedikitditransmisikan ke pasar lokal Kabupaten Karo. Harga cenderung dipengaruhi olehselisih harga yang tejadi di Pasar Induk Medan itu sendiri pada suatu bulan danbulan sebelumnya. Faktor yang diduga mempengaruhi rendahnya itegrasi pasarkubis dalam jangka pendek antara Kabupaten Karo dengan Pasar Induk Medanadalah tidak tersampaikannya informasi pasar.
STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA Zein, Aria Pratama; Lubis, Satia Negara; Ginting, Rahmanta
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 9, No 1 (2018): Volume 9. No. 1 Januari 2018
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dalam pengembangan peternakan di Provinsi Sumatera Utara, dan untuk memformulasikan strategi dalam pengembangan peternakan di Provinsi Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan untuk penyelesaian masalah pertama yaitu deskriptif dan untuk penyelesaian masalah kedua yaitu metode analisis SWOT. Hasil penelitian yaitu, strategi yang cocok digunakan untuk pengembangan ternak besar, ternak kecil dan unggas di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan penelitian adalah strategi yang terletak di kuadran I (strategi agresif) yaitu strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy).   Kata Kunci : Peternakan, Strategi Pengembangan, Faktor Internal ? Eksternal
Co-Authors A.T. Hutajulu Abdul Rahman Alfan Bachtar Harahap Amril Hanapi, Amril Anggraini S, Maya Anggreini Limbong, Ayu Hartati Authar, Muhammad Denisa Jurina Tanjung, Denisa Jurina Desi Novita, Desi Diana Chalil Effendi, Ihsan Erwin Pane, Erwin Evand, Yogi Festaria, Ledy Ginting, Jasa GISKA GISKA Gunawan Pelawi, Yahya Habra, M. Dani Hadi, Hasbul Halimah Halimah Hardai Hasibuan, Andika Pramana Hasman Hasyim Hayunnita, Hayunnita Hendra Sunarno Hutajulu, A. T. Hutajulu Hutajulu, AT. Indra Kesuma, Sinar Indri Sitinjak, Meiska Indriyani, Vania Ingrid Dachi, Beatrice Irawati, Denti Juli Iskandarini Iskandarini Isnaini, Resmiwati Juli Yanti, Juli Kalidah, Kalidah Karimuddin, Karimuddin Kelin Tarigan Khudri, Saidul Kurniawan Saleh, Kurniawan Kuswardhani, Retno Astuti Lubis, Dumalina Lubis, Syaifuddin Luhut Sihombing M. Jufri Medwina, Futri Monalisa Hasibuan Muhammad Buhari Sibuea Muhammad Irfan Nasmiati, Cut Nasution, Irwanta Nasution, Pristia Juli Astuti Negara Lubis, Satia Pratiwi Azis, Kirana R P, Yosua R, Hidayati Rias Tampani Lubis Ruth Hutagalung, Donna Salmiah Salmiah Sanjaya, Budi Satia Negara Satia Negara Lubis Sepriyanti Veronika Barus Sianturi, Roy Asido Sihite, Sarijan Silaban, Eva Susi Sastra Sinar Indra Kesuma Sipayung, Boanerges Putra Siregar, Joni Rianto Siregar, M. Akbar Siregar, Muhammad Akbar Siregar, Rahma Sari Siti Khadijah Soraya, Annisa Sri Astuti Sri Fajar Ayu Syaad Afifuddin Tavi Supriana Theresia, Mala TP Rumapea, Robby Tuty Flower Kaban Ulvi, Dhika Permata Wiwik May Anggraini, Wiwik May Yaqin, Rahmat Nur Yusniar Lubis Zakiyah, Baratuj Zein, Aria Pratama