Articles

Found 38 Documents
Search

JASA DAN ETIKA LINGKUNGAN UNTUK PENGENDALIAN AIR DAN BANJIR SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN DAS SERANG Setyawan, Agung; Gunawan, Totok; Dibyosaputro, Suprapto; Giyarsih, Sri Rum
JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA Vol 14, No 4 (2018): JPWK Vol 14 No 4 Desember 2018
Publisher : Magister Pembangunan Wilayah dan Kota,Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.59 KB) | DOI: 10.14710/pwk.v14i4.21096

Abstract

Penelitian ini merupakan kasus di DAS Serang Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta. Bertujuan untuk menilai sebaran spasial jasa lingkungan untuk pengaturan tata air dan banjir sebagai dasar untuk Pengelolaan kelestarian sumberdaya air DAS di DAS Serang, Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta. dengan metode dengan pendekatan jasa lingkungan menggunakan dua variable penaksir yaitu penggunaan lahan dan ecoregion. Masing-masing variable dinilai jasa lingkungannya terhadap pengaturan tata air dan banjir, yang kemudian disintesis menggunakan metode AHP menghasilkan nilai koefisien jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir. Dari nilai koefisien tersebut diolah dan dianalisis dengan teknis GIS menghasilkan sebaran spasial nilai jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir yang kemudian dilakukan pembagian kelas menjadi 5 kelas jasa lingkungan pengaturan tata air dan banjir yaitu kelas sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: untuk DAS Serang Kabupaten Kulonprogo D.I. Yogyakarta pada daerah hulu berpontensi sebagai jasa pengaturan tata air dan banjir. Terutama di Kecamatan Kokap dengan persentase luasan jasa lingkungan pengaturan tata air dengan kelas sangat tinggi sebesar 85% dari luas Kecamatan Kokap. Sedangkan untuk etika lingkungan DAS serang Kab Kulonprogo D.I. Yogyakarta terdapat tiga kelas etika lingkungan di wilayah DAS yaitu untuk wialayah Hulu mempunya kelas Etika Lingkungan Rendah, Wilayah tengah kelas etika lingkungan sedang dan wilayah hilir kelas etika lingkungan.
The Effect of Regional Development on The Sustainability of Local Irrigation System (A Case of Subak System in Badung Regency, Bali Province) Sriartha, I Putu; Suratman, Suratman; Giyarsih, Sri Rum
Forum Geografi Vol 29, No 1 (2015): Forum Geografi
Publisher : Forum Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed at investigating the sustainability of subaks in the dynamics of regional development in the metropolitan area of Badung Regency, Bali Province. The data on subak sustainability were collected by using survey method in 69 subaks as the units of analysis, and the secondary data on the factors of regional development were collected by using document recording method. The data were analyzed by using quantitative decriptive technique, Analytical Hierarchy Process (AHP), and multiple linear regression. The results showed that the spatial distribution of subak sustainability levels forms cluster pattern with different dominations in short-, trantitional- and long- distance zones from the  tourism center. The components/elements of Tri Hita Karana (THK) that constitute the first priority in subak sustainability protection are wet land conversion control and guarantee for irrigation water adequacy. It was found that five factors ot regional development have a strong influence on subak sustainability with 87.8% contribution, and the rest (12.2%) is acounted by other factors outside the scope of this study.
Pemetaan Kelembagaan dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis DAS Bengawan Solo Hulu Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan Vol 2, No 2 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta empiris memberikan pembuktian terhadap pentingnya pengembangan kelembagaan dalam rangkamencapai keberhasilan suatu program pembangunan, bahkan seringkali program pembangunan yangmengabaikan pengembangan kelembagaan berakhir dengan kegagalan. Pengembangan kelembagaantelah menjadi bagian dari strategi pembangunan tak terkecuali dalam Kajian Lingkungan HidupStrategis di DAS Bengawan Solo Hulu. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan pengembangankelembagaan adalah tumbuhnya kelembagaan yang tangguh, dinamis, dan berdaya saing serta mandiridalam melakukan pengelolaan lingkungan. Untuk mencapai hal ini maka perlu dilakukan pemetaankelembagaan di DAS tersebut. Dari pemetaan kelembagaan yang ada di wilayah ini terdapat tigalembaga yang dapat melakukan kegiatan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) yaituBKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah), BP DAS (Badan Pengelolaan Daerah AliranSungai)/Forum DAS, dan TKPSDA WS Bengawan Solo (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya AirWilayah Sungai Bengawan Solo). Di antara ketiga lembaga tersebut maka TKPSDA adalah lembagayang dipercaya untuk melakukan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) dalampengelolaan lingkungan DAS Bengawan Solo Hulu.Kata kunci: DAS, pemetaan kelembagaan, lingkungan hidup
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Permukiman Pasca Gempa Bumi Di Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul Giyarsih, Sri Rum; Dalimunthe, Syarifah Aini
TATALOKA Vol 15, No 1 (2013): Volume 15 Number 1, February 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.589 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.15.1.28-38

Abstract

This research was conducted in Pleret Subregency, Bantul Regency, specifically inWonokromo and Wonolelo Village. This sub regency had the highest housing destruction in BantulRegency due to earthquake in 2006. This research aimed to understand the influencing factors of housing quality post-earthquake in the research area. Method used was survey method i.e.structured interview with 60 respondents in both villages and in-depth interview with key informants. Data was processed and analyzed inferentially statistic and qualitative descriptive. The result of this research is a difference in housing quality in both villages after earthquake. This difference occurs under the influence of internal and external factors. Internal factor includes citizen’s social and economic status which takes role in housing quality change in WonokromoVillage. Meanwhile, external factors involve financial support for housing rehabilitation and
KORIDOR ANTAR KOTA SEBAGAI PENENTU SINERGISME SPASIAL: KAJIAN GEOGRAFI YANG SEMAKIN PENTING Giyarsih, Sri Rum
TATALOKA Vol 14, No 2 (2012): Volume 14 Number 2, May 2012
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.761 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.14.2.90-97

Abstract

The research conducted in the Yogyakarta-Surakarta Corridor is aimed at firstly understanding the dynamic of the corridor as one of the key factors to establish spatial synergism and secondly linking the findings with the recent discussion and future research agenda in urban geography. The investigation used survey research methods combined with in-depth interview with some key informants and scholars. The results of the research show that the potentials of the sub-regions within the corridor can play an important role and position to form spatial synergism in the corridor. The intra-regional proximity among sub-regions has impacted in increased efficiency in the production process. It also had an effect in reduced transportation cost. This research also found that some other issues in the corridor development such as the impact of climate change to regional development could be of interest in future research in urban geography and related fields
PENGENTASAN KEMISKINAN YANG KOMPREHENSIF DI BAGIAN WILAYAH TERLUAR INDONESIA - KASUS KABUPATEN NUNUKAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Kabupaten Nunukan terletak di Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan salah satu kabupaten terluar di Indonesia. Kondisi pemilikan aset sumberdaya yang bervariasi antar kecamatan di Kabupaten Nunukan menyebabkan variasi kondisi kemiskinan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kondisi kemiskinan di Kabupaten Nunukan dan merumuskan program pengentasan kemiskinan yang komprehensif di Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kemiskinan di Kabupaten Nunukan bervariasi antar kecamatan. Kondisi ini disebabkan oleh bervariasinya pemilikan aset sumberdaya antar kecamatan. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat dua pola pengentasan kemiskinan yang komprehensif di Kabupaten Nunukan. Pola pengentasan kemiskinan yang dimaksud adalah pola pengentasan kemskinan untuk kelompok anak-anak berupa pendidikan ekstra kurikuler ekonomi kreatif produktif dan pola pengentasan kemiskinan untuk kelompok dewasa adalah program pelatihan, bantuan modal, pendampingan, monitoring, dan pemasaran hasil melalui wadah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
PERAN REMITAN TKI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN DI DESA JANGKARAN KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULONPROGO Astuti, Endah Dwi; Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Motif utama para TKI bekerja di luar negeri adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih baik dari pada di daerah asal. Penghasilan yang diperoleh ini tidak dihabiskan di daerah tujuan tetapi sebagian besar dikirimkan sebagai remitan ke daerah asal. Pemanfaatan remitan di daerah asal sangat beraneka ragam. Penelitian ini dilakukan di Desa Jangkaran yang merupakan desa yang paling banyak mengirimkan TKI ke luar negeri di Kabupaten Kulonprogo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran remitan terhadap peningkatan kualitas permukiman. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur terhadap 72 KK yang memiliki anggota rumah tangga bekerja sebagai TKI di luar negeri serta wawancara mendalam kepada beberapa informan. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas permukiman pada rumah tangga sebelum menjadi TKI dan setelah menjadi TKI. Penelitian ini juga menemukan adanya peningkatan jumlah rumah tangga yang mempunyai kualitas permukiman tinggi yaitu dari 31,94% sebelum menjadi TKI menjadi 55,56% setelah menjadi TKI. Peningkatan kualitas permukiman tidak lepas dari peran remitan yang dikirimkan oleh TKI. Pemanfaatan remitan yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas permukiman ini sangat tinggi yaitu mencapai 81,9% dari total remitan yang ada.
Pengelolaan Sampah oleh Masyarakat Perkotaan di Kota Yogyakarta Arsanti, Vidyana; Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Sains&Teknologi Lingkungan Vol 4, No 1 (2012): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garbage is one of urgent problems in urban area. The lack of idle lands in urban area make garbageproblems more difficult. This research is conducted in Yogyakarta City that has been done the garbagemanagement successfully.Objective of the research is to describe and classify the garbage management models implemented by thesociety. This research uses survey methods that is encode the region where the garbage management isimplemented, with the direct interview to respondents and questionnaire as a means of data collecting.The descriptive analysis is applied in this research.The research shows that garbage management activity that has been applied in some locations is goodenough by developing three model of garbage management. This research also suggests networkingamong government, society figure, and urban society to reach the best garbage management.
Pemetaan Kelembagaan dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis DAS Bengawan Solo Hulu Giyarsih, Sri Rum
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol 2, No 2 (2010): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol2.iss2.art4

Abstract

Fakta empiris memberikan pembuktian terhadap pentingnya pengembangan kelembagaan dalam rangka mencapai keberhasilan suatu program pembangunan, bahkan seringkali program pembangunan yang mengabaikan pengembangan kelembagaan berakhir dengan kegagalan. Pengembangan kelembagaan telah menjadi bagian dari strategi pembangunan tak terkecuali dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis di DAS Bengawan Solo Hulu. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan pengembangan kelembagaan adalah tumbuhnya kelembagaan yang tangguh, dinamis, dan berdaya saing serta mandiri dalam melakukan pengelolaan lingkungan. Untuk mencapai hal ini maka perlu dilakukan pemetaan kelembagaan di DAS tersebut. Dari pemetaan kelembagaan yang ada di wilayah ini terdapat tiga lembaga yang dapat melakukan kegiatan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) yaitu BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah), BP DAS (Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai)/Forum DAS, dan TKPSDA WS Bengawan Solo (Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo). Di antara ketiga lembaga tersebut maka TKPSDA adalah lembaga yang dipercaya untuk melakukan Koordinasi, Intergrasi, Sinergitas, Sinkronisasi (KISS) dalam pengelolaan lingkungan DAS Bengawan Solo Hulu.
Pola Spasial Transformasi Wilayah di Koridor Yogyakarta-Surakarta Giyarsih, Sri Rum
Forum Geografi Vol 24, No 1 (2010): July 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/forgeo.v24i1.5013

Abstract

This research is conducted in Yogyakarta-Surakarta Corridor which become an intercity corridor that has been experiencing regional transformation. The aim of this research is to analyze the pattern of regional transformation using secondary data. The research covers all of villages along Yogyakarta-Surakarta Corridor (206 villages). The data processing employs SPSS program to apply quantitative and qualitative analysis method. The result show that the higher the physical accessibility, the higher is the degree of regional transformation. This research also reveals that high regional transformation patterns which are drawn by five variables, scattered in the villages which have high physical accessibility degrees and that the villages which have low physical accessibility degrees confirm the reverse level.