Articles

Found 40 Documents
Search

COMMUNICATION INTERFACE ADAPTER BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO TERKENDALI SINYAL DUAL TONE MULTI FREQUENCY Setyawibawa, Ika; Goeritno, Arief
ELKHA: Jurnal Teknik Elektro Vol. 11 No. 1, April 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/elkha.v11i1.30374

Abstract

Telah dipabrikasi sebuah communication interface adapter berbasis mikrokontroler Arduino UNO R3 dan MEGA2560 R3 terkendali sinyal dual tone multi frequency dalam wujud dua modul elektronika sebagai gateway. Pabrikasi dilakukan melalui tahapan integrasi terhadap perangkat keras dan subsistem pendukung, pemrograman, dan uji verifikasi berupa simulasi. Arduino UNO R3 digunakan pada modul gateway ke-1, sedangkan Arduino MEGA2560 R3 digunakan pada modul gateway ke-2. Pemrograman terhadap sistem mikrokontroler dilakukan melalui 5 (lima) tahapan algoritma, yaitu konfigurasi pin, deklarasi variable dan konstanta, ambil dan kirim data, dan keluaran. Bahasa pemrograman didasarkan kepada Arduino Integrated Developtment Enviroenment (IDE). Uji verifikasi dilakukan dalam bentuk simulasi. Diperoleh hasil simulasi terhadap 6 (enam) kondisi, yaitu a) simulasi terhadap rangkaian deteksi dering, b) simulasi terhadap rangkaian Voice Operated Transmit (VOX), c) simulasi rangkaian off  hook modul pesawat telepon, d) simulasi imulasi terhadap rangkaian tone decoder, e) simulasi dial up nomor telepon melalui tombol DTMF dan rangkaian IC switching, dan f) simulasi terhadap rangkaian perekam dan penyimpan suara, berupa (i) perekaman suara dan (ii) pemutaran kembali suara.
KEBERADAAN MODEL PARTISIPASI ANGGOTA PADA “TERAS TANI” DI DESA KAREHKEL, BOGOR Syaiful, Syaiful; Goeritno, Arief
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202051.287

Abstract

EXISTENCES OF THE PARTICIPATION MODEL OF MEMBERS ON ?TERAS TANI? IN DESA KAREHKEL, BOGOR. A preliminary study has been conducted to review the existence of the participation model of "Teras Tani" members in Desa Karehkel. Three descriptions are related to this, namely the inventory of activities of the members of "Teras Tani", depiction of the basic conception of community participation according to Arnstein, and comparison of the reality of the participation of members of "Teras Tani" against the basic conception of participation according to Arnstein. Inventory of the activities of the members of the "Teras Tani", including (i) implementing excellent programs, (ii) maintaining groupings in social interactions in the community, (iii) grouping rice fields, (iv) attention to the growth of superior rice plants, and (v) implementation harvest time. The depiction of the basic conception of community participation according to Arnstein, includes depictions of non-participation, tokenism, and the citizen power. Conclusions in accordance with the objectives of observing community service activities, namely (i) all members feel the benefits of the existence of farmer groups "Teras Tani", (ii) typologies of steps of community participation can be easily illustrated in community organizations, one of them is a farmer group at the village level, and (iii) arguments for diverse citizen participation are emphasized on benefits through community organizing based on the same power.
MODUL ELEKTRONIKA BERBASIS MIKROKONTROLER SEBAGAI SISTEM PENGAMAN PADA MOBIL TERINTEGRASI DENGAN ENGINE IMMOBILIZER Goeritno, Arief; Afandi, Muhammad Yusuf
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1761.722 KB) | DOI: 10.17529/jre.v15i2.12872

Abstract

An electronic module based on the ATmega32 microcontroller as a security system for cars that integrated into the engine immobilizer has been created. Three main things in this study, namely programming and verification tests, making an initial security system with a minimalist structure, and validation tests. Programming for the microcontroller system through algorithm determination and syntax writing, while the verification test is done through uploading the program syntax to the Proteus application and implementing the simulation. Determining the algorithms and writing the syntax through a number of steps, namely pin configuration, variable declarations, constant declarations, initialization, main programs, retrieve and send data, and output. The simulation assisted by the Proteus application is in the form of giving two kinds of commands/inputs to the sensor, namely one input data in the form of human existence or human motion to the passive infrared receiver sensor and one input of human fingerprint initialization data to the fingerprint sensor. The simulation results according to the order of the fingerprint sensor and passive infrared receiver in the form of a display on the Virtual Terminal. The minimalist structure of the system is composed of circuit diagrams, physical forms, and integrated wiring on the ATmega32 microcontroller system. The performance of the security system is shown, that the results of monitoring when the sensor is given input "human existence (motion)", the fingerprint sensor blinks (on) and when the fingerprint sensor blinks which means ready to receive input data in the form of "Human Initialization (fingerprint)" for activating actuators and starter system on the car. Giving input commands to the sensor passive infrared receiver and fingerprint has functioned for the appointment of performance, that the initial security system has been integrated with the main security systemand attached to the car.
BEBAN-BEBAN LISTRIK TERKONTROL MELALUI MINIMUM SYSTEM BERBASIS PAYLOAD DATA HANDLING BERBANTUAN MIKROKONTROLER Goeritno, Arief; Sopyandi, Sopyandi; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan pengontrolan terhadap beban-beban listrik berbantuan sistem pengontrolan berbasis Payload Data Handling berbantuan mikrokontroler, melalui (1) pengintegrasian rangkaian elektronika system pengontrolan ke system mikrokontroler dan  (2) uji verifikasi dan validasi. Pengintegrasian dilakukan terhadap sejumlah rangkaian elektronika untuk deteksi nilai tegangan, penyesoran nilai arus, penggerak relai, (ii) pabrikasi board untuk system mikrokontroler, (iii) pengawatan system pengontrolan dan pembuatan catu daya, dan (iv) pemrograman terhadap mikrokontroler berbasis bahasa pemrograman BasCom AVR. Uji verfikasi berupa simulasi berbantuan aplikasi Proteus dan uji validasi berupa pemberian beban listrik pada sejumlah titik terkontrol dan pengiriman berbantuan protokol Bluetooth dan penampilan pada perangkat berbasis Android.  Pembuatan board untuk rangkaian elektronika dan sistem mikrokontroler berbantuan program aplikasi EAGLE, dimana pengawatan pada sistem mikrokontroler ATmega32 berupa sensor arus dan tegangan sebagai masukan pada mikrokontroler dan ditampilkan pada LCD berukuran 4x16 sebagai keluaran untuk tampilan hasil pengukuran dan penampilan pada perangkat berbasis Android. Pengoperasian sensor saat pengukuran, digunakan sumber tegangan 5 volt dc dan komunikasi sensor dengan satu jalur data yang digunakan untuk perintah pengalamatan, pengambilan, dan pengiriman data dilakukan oleh mikrokontroler. Pemograman mikrokontroler Atmega32 meliputi pembuatan diagram alir dan penulisan sintaks. Diagram alir meliputi delapan tahapan, yaitu: (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel, (iii) deklarasi konstanta, (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) tampilan sensor tegangan dan arus, (vii) ambil dan kirim data, dan (viii) keluaran. Konfigurasi pin merupakan penentuan pin yang digunakan sebagai masukan atau keluaran,  untuk sensor tegangan dan arus. Uji verfikasi berupa pengujuan terhadap program berbasis bahasa aplikasi Bascom AVR di-compile ke sistem simulasi untuk mikrokontroler yang terdapat pada Proteus. Kondisi sistem dengan pengontrolan: (i) jika daya stabil dalam suatu pemakaian, maka beban listriktetap dalam kondisi “on” dan (ii) ketika suatu ruangan berlebih dalam pemakaian daya listrik, maka beban listrik berubah menjadi “off” secara otomatis untuk pembatasan pemakaian daya listrik. Uji validasi berupa pemberian beban listrik pada titik-titik terkontrol dengan hasil yang tertampil pada LCD dan tertampilkan juga pada layar perangkat berbasis Android yang terkirim melalui jalur protokol Bluetooth.  Kata kunci: beban listrik, mikrokontroler, minimum system berbasis PDH, perangkat berbasis Android, perangkat bluetooth.
PENGOPERASIAN BEBAN LISTRIK FASE TUNGGAL TERKENDALI MELALUI MINIMUM SYSTEM BERBASIS MIKROKONTROLER DAN SENSOR VOICE RECOGNITION (VR) Goeritno, Arief; Ginting, Sandy Ferdiansyah; Yatim, Rakhmad
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMinimum system berbasis mikrokontroler dan sensor voice recognition (VR) sebagai pengendali aktuator telah digunakan untuk pengoperasian beban listrik fase tunggal.  Minimum system adalah suatu sistem yang tersusun melalui 2 (dua) tahapan, yaitu (a) diagram rangkaian dan bentuk fisis board dan (b) pengawatan terintegrasi terhadap minimum system pada sistem mikrokontroler ATmega16.  Keberadaan sistem mikrokontroler pada minimum system perlu program tertanam melalui pemrograman berbasis bahasa BasCom AVR dengan sejumlah tahapan, yaitu (i) konfigurasi pin, (ii) deklarasi variabel (peubah), (iii) deklarasi konstanta (tetapan), (iv) inisialisasi, (v) program utama, (vi) ambil dan kirim data, dan (vii)  keluaran. Uji verifikasi terhadap sistem mikrokontroler dilakukan melalui simulasi berbantuan aplikasi Proteus, berupa pemberian 5 (lima) macam perintah terhadap sensor VR, yaitu “LAMPU”, “NEON”, “KIPAS”, “HIDUP”, dan “MATI”. Hasil simulasi sesuai perintah terhadap sensor VR berupa tampilan pada Virtual Terminal.  Kinerja minimum system berbasis mikrokontroler ATmega16 berbantuan sensor VR ditunjukkan, bahwa hasil pemantauan (i) saat sensor diberi perintah “LAMPU”, maka lampu pijar menyala (on), (ii) saat sensor diberi perintah  “NEON”, maka lampu TL menyala (on), (iii) saat sensor diberi perintah “KIPAS”, (iii) saat sensor diberi perintah “KIPAS”, maka kipas angin beroperasi (on), (iv) saat sensor diberi perintah “HIDUP”, maka lampu pijar dan lampu TL menyala (on) dan kipas angin beroperasi (on), dan (v) saat sensor diberi perintah “MATI”, maka lampu pijar dan lampu TL padam (off) dan kipas angin tidak beroperasi (off). Pemberian perintah masukan terhadap sensor VR telah memberikan kinerja yang diharapkan. Kata Kunci: beban listrik fase tunggal,  mikrokontroler ATmega16, sensor voice recognation
STRUKTUR BELITAN STATOR DAN ROTOR BERMAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL UNTUK ALTERNATOR FASE TUNGGAL Goeritno, Arief; -, Marjuki -; Hidayat, Alfian -
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan kembali rangka dan inti stator bekas dari motor induksi fase-tiga (3Φ) melalui pengkondisian ulang  terhadap  rangka dan inti stator  untuk perolehan alternator fase-tunggal. Pengkondisian ulang  terhadap  inti stator dgunakan untuk pembentukan belitan stator pada inti stator. Pembentukan belitan stator  dipengaruhi  oleh jumlah alur pada stator,  luas masing-masing alur, pemilihan luas penampang dan tipe kawat email untuk kumparan, dan cara penggulungan kumparan dan penentuan jumlah kutub.  Struktur belitan stator digunakan untuk pabrikasi struktur rotor dengan magnet permanen fluks radial.  Keberadaan struktur belitan stator dan rotor dengan magnet permanen fluks radial  pada alternator fase-tunggal digunakan sebagai dasar perhitungan untuk perolehan  daya elektris  teoritis yang dihasilkan alternator fase-tunggal.  Keberadaan struktur rotor dengan magnet permanen fluks radial pada alternator fase-tunggal digunakan sebagai dasar perhitungan daya mekanis teoritis  yang diperlukan dari penggerak mulan. Struktur belitan stator  terbentuk  oleh enam grup kumparan (koil)  tipe jerat (lap winding) satu lapis pada rentang 6 (enam) aluran yang terhubung seri. Struktur rotor berbentuk silinder berongga berdimensi 60 mm, 30 mm, dan 85 mm yang dilengkapi dengan 12 buah magnet permanen.  Nilai daya elektris teoritis yang dihasilkan alternator sebesar 81 VA, sedangkan daya mekanis teoritis yang diperlukan dari penggerak mula sebesar 350 watt.  Kata-kata Kunci: alternator fase-tunggal, belitan stator, rotor magnet permanen fluks radial
PEMANTAUAN ENERGI LISTRIK PADA SATU KWH-METER FASE TUNGGAL UNTUK EMPAT KELOMPOK BEBAN BERBASIS METODE PAYLOAD DATA HANDLING Suhendri, Suhendri; Goeritno, Arief
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 14, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1540.133 KB) | DOI: 10.17529/jre.v14i3.11952

Abstract

A minimum system has been made for monitoring the electric energy in a single phase kWh-meter for four load groups based on the Data Handling Payload (PDH) method. The purpose of this study, namely to obtain an integrated system based on Arduino MEGA2560 R3 microcontroller and measurement of the system performance. Method of obtaining the system is carried out through (i) making boards for sensor modules and relays; (ii) making boards for module of the driving the system; (iii) wiring integration of a number of boards and modules; and (iv) programming against the microcontroller system assisted by the Arduino IDE based on the PDH method. Method of measuring the system performance is carried out through verification and validation tests. Sensors and relays module consist of a voltage sensor, four current sensors, four relays, and a supporting electronic circuit. The integration module of a number of pins is functioned as an integration of all pins associated with pins on the microcontroller system with regard to input and output. Programming the microcontroller system is based on the determination of algorithms and the preparation of syntax. The verification test assisted by the Proteus application is carried out in the form of simulation of the provision of artificial conditions in the form of the value of voltage, current, and the amount of time for the acquisition of energy values. Simulations are carried out on each path of the load group. A verification test is the determination of the linearity of current and voltage values. Based on the validation test, it is obtained the kWh values and the amount of electric energy costs (in rupiah) that are monitored at any time and can be printed every time or monthly.
Kinerja Relai Diferensial Diukur melalui Pemberian Simulasi Fenomena Gangguan Internal pada Transformator Daya Goeritno, Arief; Rasiman, Syofyan; Nugraha, Irwan; Johan, Ayumi
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-Elektronika-Telekomunikasi-Komputer Vol 7, No 2 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kinerja relai diferensial disimulasikan dengan dua kondisi, yaitu pemberian fenomena gangguan di luar dan di dalam daerah perlindungan transformator daya. Hasil pengukuran terhadap arus yang teralirkan ke relai diferensial saat pemberian kondisi gangguan di luar daerah perlindungan, diperoleh arus pada fase-R 1,9 mA, fase-S 1,7 mA, dan fase-T sebesar 2,2 mA, sedangkan nilai arus ke relai diferensial seharusnya sebesar nol mA, sehingga terdapat selisih hasil pengukuran sebesar 3,020668% untuk fase-R, 2,782324% untuk fase-S, dan 3,618421% untuk fase-T. Hasil perhitungan terhadap arus yang teralirkan ke relai diferensial dari masing-masing fase sebesar 1,57 mA, sedangkan nilai arus seharusnya sebesar nol mA, sehingga masing-masing fase terdapat selisih sebesar 2,078919%. Hasil pengukuran saat pemberian kondisi berbeban, diperoleh arus yang teralirkan ke relai pada fase-R 2,6 mA, fase-S 2,8 mA, dan fase-T sebesar 3,5 mA, tetapi relai diferensial tidak beroperasi, karena relai disetel dengan nilai sebesar 130% dari arus terbesar di antara ketiga fase, sehingga diperoleh arus penyetelan (Iset.) = 3,5 + (30% x 3,5) = 4,45 mA. Hasil pengukuran terhadap arus yang teralirkan ke relai diferensial saat pemberian fenomena gangguan di dalam daerah perlindungan, diperoleh arus yang teralirkan ke relai pada fase-R 127,7 mA, fase-S 123,9 mA, dan fase-T sebesar 123,8 mA, sedangkan hasil perhitungan terhadap arus yang teralirkan ke relai diferensial dari masing-masing fase sebesar 152,61 mA.
Implementasi Automatic Packet Reporting System (APRS) Untuk Paket Data Pemantauan dan PengukuranUntuk Paket Data Pemantauan dan Pengukuran Goeritno, Arief
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-Elektronika-Telekomunikasi-Komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan implementasi Automatic Packet Reporting System (APRS) untuk paket data pemantauan dan pengukuran melalui tujuan penelitian, berupa: a) penyetelan program aplikasi pada jaringan APRS dan b) pengukuran terhadap penerimaan data berdasarkan kinerja sensor-sensor. Penyetelan program aplikasi APRS merupakan konfigurasi perangkat lunak untuk APRS yang akan digunakan pada stasiun penerimaan data APRS dengan program aplikasi yang biasa digunakan, yaitu hyperterminal dan UI-View 32. Pengukuran penerimaan data berdasarkan kinerja sensor yang dilakukan melalui proses perekaman pada stasiun penerimaan data APRS. Kinerja sensor-sensor akan diamati pada stasiun pengiriman dan data hasil pengamatan akan dapat diterima pada stasiun penerimaan secara real time. Program aplikasi berbasis hyperterminal dan UI View 32 telah berhasil melakukan proses handshaking antara Terminal Node Controller (TNC) dan komputer, sehingga data telemetri dari stasiun pengiriman paket data dapat diterima di stasiun penerimaan. Data telemetri dapat diamati pada stasiun penerimaan dan dapat diperoleh secara real time dengan format: YB0LRB-11>BEACON,WIDE2-1 [05/18/2014 04:03:49]: <UI>: T#010,008,093,004,122,075. Notifikasi YB0LRB-11 merupakan stasiun pengiriman paket data telemetri, kemudian data tersebut akan diterima pada stasiun penerima YD1PRY dengan format: YD1PRY-2>APLPN,ARISS [05/18/2014 04:03:07]: <UI>: !06.30.37S/106.48.26E#. Notifikasi tersebut merupakan pengiriman informasi data posisi oleh stasiun YD1PRY untuk inisialisasi pada jaringan APRS. Stasiun YB0LRB-11 ketika mengirim paket data telemetri dengan format: YB0LRB-11>BEACON,WIDE2-1 [05/18/2014 04:00:49]: <UI>: T#001,004,035,005,122,075. Paket data dari stasiun YB0LRB yang dipancar ulang atau digipeater dengan format: YB0LRB-11>BEACON,YD1PRY-2,WIDE2* [05/18/2014 04:00:50]: <UI>: T#001,004,035,005,122,075. Sensor pengukuran berkinerja relatif stabil, walaupun terdapat nilai simpangan pengukuran sebesar 1 cm atau mempunyai persentase kesalahan sebesar 1,7%.
LAMPU PIJAR PADA ANALOGI INSTALASI LISTRIK FASE-TIGA TERKENDALI MELALUI SMARTPHONE BERBASIS ANDROID TERHUBUNG INTERNET BERBANTUAN MIKROKONTROLER Goeritno, Arief; Hendrian, Febby; Ritzkal, Ritzkal
Prosiding SNATIF 2017: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan informatika (BUKU 1)
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan (a) perakitan (assembling) untuk perolehan bentuk fisis minimum system melalui keberhasilan handshaking secara (i) hardware dan (ii) software dan (b) pengukuran kinerja minimum system melalui (i) pembuatan tampilan kebutuhan sistem secara hardware dan software dan (ii) pemberian kondisi untuk pemantauan dan pengendalian pada analogi instalasi listrik fase-tiga. Handshaking secara hardware diperoleh melalui: (i) integrasi sejumlah peranti elektronika, yaitu: i) mikrokontroler Arduino UNO R3, ii) Arduino ethernet shield W5100, iii) Mikrotik RouterBrand, iv) modul relai, dan v) smartphone berbasis Android dan analogi instalasi listrik fase-3.  Handshaking secara software diperoleh dengan tahapan berupa 4 (empat) langkah, yaitu: (i) pemasangan Arduino IDE versi 1.8.1 berbasis bahasa C untuk comfiling dan uploading ke peranti mikrokontroler Arduino UNO R3, (ii) pembuatan aplikasi untuk smartphone berbasis Android, (ii) pengunduhan software untuk pemasangan aplikasi pada smartphone berbasis Android, dan (iv) pemasangan file dengan format apk pada smartphone berbasis Android.  Minimum system terpasang dengan pengontrol mikro pada mikrokontroler Arduino UNO R3 dan perangkat smartphone berbasis Android sebagai pusat kendali. Keberadaan tampi;an untuk pelaksanaan pengamatan terhadap pengukuran kinerja minimum system didasarkan kepada 2 (dua) kebutuhan system, sistem hardware dan software.  Pengukuran kinerja dilakukan dengan pemantauan dan pengendalian pada analogi instalasi listrik fase-tiga, melalui 3 (tiga) pemberian kondisi berbeda pada jalur fase-R atau fase-S atau fase-T. Pemantauan dan pengengalian dengan pemberian kondisi telah sesuai dengan keberadaan minimum system. Kata-kata kunci:, analogi instalasi listrik fase-tiga, Internet, lampu pijar, mikrokontroler, smartphone berbasis Android.