Jatmiko Suryo Gumilang
ABSTRACT Jatmiko Suryo Gumilang. K8410031. THE EXISTENCE OF SEDEKAH GUNUNG MERAPI RITUAL CUSTOM FIGURES IN LENCOH VILLAGE OF SELO SUB DISTRICT OF BOYOLALI REGENCY.Thesis.Teacher Training and Education Faculty of SebelasMaret University. 2014. The

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN SENTRAL FIGUR TOKOH ADAT DALAM UPACARA SEDEKAH GUNUNG DI DESA LENCOH KECAMATAN SELO KABUPATEN BOYOLALI Gumilang, Jatmiko Suryo; Haryono, Haryono -; Budiati, Atik Catur
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v5i2.18104

Abstract

The aim of this research is to know the role that carried out by traditional custom?s figure on Sedekah Gunung ceremony. The location of this research at Lencoh village, Selo subdistrict, Boyolali regency, for in this location the society preserve the Sedekah Gunung Ceremony. This is qualitative research with phenomenology suty as its approach. Data mining comes from interview with main source data which is traditional custom?s figure, village chief, and the resident of the location. Meanwhile, the other data gatheres by observation and documentation. The snowball samping and purposive sampling are being used in this research. Valitidy data test using source and methods triangulation. The analysis technique using interactive analysis model which is, data collection, data reduction, data presenting dan drawing conclusion. Based on the research the result show that role traditional custom?s figure can be summarized as official duty and the reader of ujub kidungan that is not replace yet and a central role on Sedekah Gunung ceremony. The conclusion of this research is that traditional custom?s figure having a central role on Sedekah Gunung ceremony. Traditional custom?s figure as an agent that has power with series of Sedekah Gunung rituals that been embedded within society.Keywords: Sedekah Gunung, Traditional Custom?s Figure, Structuration, Existence.AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui peran yang dilakukan tokoh adat dalam upacara sedekah gunung. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Lencoh Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, dengan alasan sampai saat ini masih mempertahankan dan melestarikan upacara sedekah gunung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara dengan sumber data utama yaitu tokoh adat, kepala desa, ketua Rt.06 dan warga desa. Sedangkan data lainnya bersumber dari observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran tokoh adat sebagai seksi keresmian dan pembaca ujub kidungan yang belum pernah tergantikan dan merupakan peran sentral dalam upacara sedekah gunung. Simpulan penelitian ini adalah tokoh adat berperan sentral dalam upacara sedekah gunung. Tokoh adat sebagai agen yang memilki kekuasaan dengan rutinitas ritual upacara sedekah gunung yang sudah melekat erat dalam masyarakat. Kata Kunci: Sedekah Gunung, Tokoh Adat, Strukturasi, Eksistensi.
PRAKTIK SOSIAL PEDAGANG DI PASAR SUNGGINGAN BOYOLALI (STUDI FENOMENOLOFI DI PASAR SUNGGINGAN BOYOLALI gumilang, jatmiko suryo; Wijaya, Mahendra; haryono, Bagus
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe the social practices of traders in Boyolali Sunggingan Market. The location of this research was conducted in the Sunggingan Market, Boyolali Sub-District, Boyolali Regency, with the reason that until now it still maintained the interaction pattern of conventional buying and selling.This research is a qualitative research with phenomenology method. Data collection techniques come from interviews with the main data sources, namely market traders, Sunggingan market services and indigenous people around the Sunggingan market. While other data comes from observation and documentation. The sampling technique uses purposive sampling. Test data validity using source and method triangulation. The analysis technique uses an interactive data analysis model that is data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the study it can be concluded that there is social capital and culture of traders in the market very important role in the way of surviving traders trade in the market that establishes a merchant habitus itself. Sunggingan Market as a form of arena for traders to compete for their habitus.The conclusion of this study is that Sunggingan Market plays a central role in meeting the needs of the middle to lower class economy.Keywords: traders, Sunggingan market, social practicesAbstrakTujuan penelitian ini untuk menggambarkan praktik sosial pedagang di Pasar Sunggingan Boyolali. Lokasi penelitian ini dilakukan di Pasar Sunggingan Kecamatan Boyolali Kabupaten Boyolali, dengan alasan sampai saat ini masih mempertahankan pola interaksi jual beli konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara dengan sumber data utama yaitu pedagang pasar, dinas pasar Sunggingan dan warga masyarakat asli sekitar pasar Sunggingan. Sedangkan data lainnya bersumber dari observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Uji validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan metode. Teknik analisis menggunakan model analisis data interaktif yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat modal sosial dan budaya pedagang di pasar sangat berperan penting dalam cara bertahan pedagang berdagang di pasar yang membetuk suatu habitus pedagang itu sendiri. Pasar Sunggingan sebagai bentuk arena wahana pedagang untuk bersaing demi mendapatkan habitusnya. Simpulan penelitian ini adalah Pasar Sunggingan berperan sentral dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Kata Kunci: pedagang, pasar Sunggingan, praktik sosial