Articles

Found 11 Documents
Search

STUDI KONDISI OPERASI DALAM PEMISAHAN ASAM LAKTAT DARI PRODUK KONVERSI KATALITIK TANDAN KOSONG SAWIT MELALUI ESTERIFIKASI-HIDROLISIS Sitompul, Johnner Parningotan; Jauhari, Ana Kemala Putri; Gumilar, Gun Gun; Calimanto, Yosandi; Rasrendra, Carolus Borromeus
Jurnal Rekayasa Proses Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.632 KB) | DOI: 10.22146/jrekpros.44195

Abstract

Lactic acid is a platform chemical that is usually used to form various chemical products. Nowadays, the need of lactic acid is increasingly high especially for bio-based chemical as a substitute for petroleum-based one. Catalytic chemical conversion is seemingly potential to substitute the bioconversion pathway. This research aims to determine the best operating condition for separating lactic acid from its mixture (the catalytic conversion product of oil palm empty fruit bunch) by esterification-hydrolysis in order to produce the highest yield and purity. The esterification of the mixture was carried out by using n-butanol as a solvent and wet Amberlyst-15 as a catalyst. The esterification process was conducted by reacting n-butanol and lactic acid for 6 hours in a batch reactor. Hydrolysis was then followed by reacting organic phase as an esterification product and water in batch reactor system for 4 hours. The result showed that the higher reactant volume ratio, temperature, and catalyst concentration were used, the higher yield of both esterification and hydrolysis products would be. The highest esterification yield of 98.64%-w/w was achieved when the temperature was at 90oC, with a reactant volume ratio of 4, and the catalyst concentration of 2.5%-w/w. Moreover, the experiment results showed that the highest hydrolysis yield of 98.64%-w/w was achieved by the temperature of 90 oC, the reactant volume ratio of 20, and the catalyst concentration of 2.5%-w/w. It was revealed that the most significant variable for esterification was reactant volume ratio while both reactant volume ratio and temperature become the prominent variables for hydrolysis counterpart. Additionally, another modified method of separation was conducted by applying reactive distillation. This modified process increased the hydrolysis yield up to 82.34%-w/w by using pure butyl lactate as feed while the usage of the catalytic butyl lactate as feed could produce lactic acid with the yield of 74.01%-w/w. A B S T R A KAsam laktat adalah bahan kimia antara yang bermanfaat untuk pembentukan berbagai macam produk kimia. Permintaan asam laktat dewasa ini sangat tinggi terutama sebagai bahan kimia berbasis alam yang digunakan sebagai substitusi untuk penggunaan bahan kimia tak terbarukan. Terdapat banyak alternatif proses yang sudah dilakukan oleh peneliti untuk menemukan metode alternatif yang efektif sebagai pengganti proses fermentasi dan konversi katalitik merupakan proses yang berpotensi untuk diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi operasi yang menghasilkan perolehan asam laktat tinggi pada reaksi esterifikasi-hidrolisis asam laktat dari produk reaksi katalitik tandan kosong sawit menggunakan n-butanol p.a., dan katalis Amberlyst-15 basah. Esterifikasi dilakukan dengan mereaksikan n-butanol dan umpan hasil konversi katalitik tandan kosong sawit selama 6 jam. Hidrolisis dilakukan dengan mereaksikan air dan fase organik esterifikasi selama 4 jam. Hasil menunjukkan semakin tinggi temperatur reaksi, rasio volume reaktan, dan konsentrasi katalis, semakin tinggi perolehan asam laktat esterifikasi dan hidrolisis yang dihasilkan. Perolehan butil laktat tertinggi pada reaksi esterifikasi diperoleh sebesar 98,64%-b/b pada kondisi 90 oC, rasio volume 4 dan konsentrasi katalis 2,5%-b/b. Perolehan asam laktat tertinggi pada reaksi hidrolisis diperoleh sebesar 67,97%-b/b pada kondisi 90 oC, rasio volume 20 dan konsentrasi katalis 2,5%-b/b. Variabel signifikan pada esterifikasi adalah rasio volume reaktan, sedangkan pada hidrolisis adalah rasio volume reaktan dan temperatur. Penggunaan distilasi reaktif pada hidrolisis mampu meningkatkan perolehan asam laktat hingga 82,34%-b/b untuk butil laktat murni sebagai umpan dan 74,01%-b/b untuk butil laktat katalitik sebagai umpan.
STUDI KONDISI OPERASI DALAM PEMISAHAN ASAM LAKTAT DARI PRODUK KONVERSI KATALITIK TANDAN KOSONG SAWIT MELALUI ESTERIFIKASI-HIDROLISIS Sitompul, Johnner Parningotan; Jauhari, Ana Kemala Putri; Gumilar, Gun Gun; Calimanto, Yosandi; Rasrendra, Carolus Borromeus
Jurnal Rekayasa Proses Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.44195

Abstract

Lactic acid is a platform chemical that is usually used to form various chemical products. Nowadays, the need of lactic acid is increasingly high especially for bio-based chemical as a substitute for petroleum-based one. Catalytic chemical conversion is seemingly potential to substitute the bioconversion pathway. This research aims to determine the best operating condition for separating lactic acid from its mixture (the catalytic conversion product of oil palm empty fruit bunch) by esterification-hydrolysis in order to produce the highest yield and purity. The esterification of the mixture was carried out by using n-butanol as a solvent and wet Amberlyst-15 as a catalyst. The esterification process was conducted by reacting n-butanol and lactic acid for 6 hours in a batch reactor. Hydrolysis was then followed by reacting organic phase as an esterification product and water in batch reactor system for 4 hours. The result showed that the higher reactant volume ratio, temperature, and catalyst concentration were used, the higher yield of both esterification and hydrolysis products would be. The highest esterification yield of 98.64%-w/w was achieved when the temperature was at 90oC, with a reactant volume ratio of 4, and the catalyst concentration of 2.5%-w/w. Moreover, the experiment results showed that the highest hydrolysis yield of 98.64%-w/w was achieved by the temperature of 90 oC, the reactant volume ratio of 20, and the catalyst concentration of 2.5%-w/w. It was revealed that the most significant variable for esterification was reactant volume ratio while both reactant volume ratio and temperature become the prominent variables for hydrolysis counterpart. Additionally, another modified method of separation was conducted by applying reactive distillation. This modified process increased the hydrolysis yield up to 82.34%-w/w by using pure butyl lactate as feed while the usage of the catalytic butyl lactate as feed could produce lactic acid with the yield of 74.01%-w/w. A B S T R A KAsam laktat adalah bahan kimia antara yang bermanfaat untuk pembentukan berbagai macam produk kimia. Permintaan asam laktat dewasa ini sangat tinggi terutama sebagai bahan kimia berbasis alam yang digunakan sebagai substitusi untuk penggunaan bahan kimia tak terbarukan. Terdapat banyak alternatif proses yang sudah dilakukan oleh peneliti untuk menemukan metode alternatif yang efektif sebagai pengganti proses fermentasi dan konversi katalitik merupakan proses yang berpotensi untuk diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi operasi yang menghasilkan perolehan asam laktat tinggi pada reaksi esterifikasi-hidrolisis asam laktat dari produk reaksi katalitik tandan kosong sawit menggunakan n-butanol p.a., dan katalis Amberlyst-15 basah. Esterifikasi dilakukan dengan mereaksikan n-butanol dan umpan hasil konversi katalitik tandan kosong sawit selama 6 jam. Hidrolisis dilakukan dengan mereaksikan air dan fase organik esterifikasi selama 4 jam. Hasil menunjukkan semakin tinggi temperatur reaksi, rasio volume reaktan, dan konsentrasi katalis, semakin tinggi perolehan asam laktat esterifikasi dan hidrolisis yang dihasilkan. Perolehan butil laktat tertinggi pada reaksi esterifikasi diperoleh sebesar 98,64%-b/b pada kondisi 90 oC, rasio volume 4 dan konsentrasi katalis 2,5%-b/b. Perolehan asam laktat tertinggi pada reaksi hidrolisis diperoleh sebesar 67,97%-b/b pada kondisi 90 oC, rasio volume 20 dan konsentrasi katalis 2,5%-b/b. Variabel signifikan pada esterifikasi adalah rasio volume reaktan, sedangkan pada hidrolisis adalah rasio volume reaktan dan temperatur. Penggunaan distilasi reaktif pada hidrolisis mampu meningkatkan perolehan asam laktat hingga 82,34%-b/b untuk butil laktat murni sebagai umpan dan 74,01%-b/b untuk butil laktat katalitik sebagai umpan.
ANALISA KARAKTERISTIK SIMPLISIA BUAH ANDALIMAN (ZANTHOXYLLUM ACANTHOPODIUM) SERTA AKTIVITAS PENGHAMBATAN XANTIN OKSIDASE Anisa, Dhini; Abdullah, Fajar Fauzi; Apriani, Riza; Gumilar, Gun Gun; Musthapa, Iqbal
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v7.n3.26301

Abstract

Gout atau hiperurisemia adalah keadaan dimana terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam darah. Xantin oksidase berperan dalam oksidasi xantin dan hipoxantin menjadi asam urat. Salah satu pengobatan kelebihan asam urat adalah menghambat aktivitas enzim xantin oksidase. Penelitian ini menguji aktivitas anti asam urat ekstrak etanol dari buah andaliman kemudian dan menentukan nilai persentase penghambatannya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak buah andaliman memiliki potensi yang baik untuk menjadi kandidat antihiperurisemia, dengan nilai persentase penghambatannya sebesar 70,67% pada konsentrasi ekstrak sebesar 100 µg/mL.
PROFIL INTERAKSI SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN PARTIKEL MATERI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MODEL Jamiel, Siti Nuur Asiyah; Gumilar, Gun Gun; Supriyanti, F.M. Titin
Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Riset dan Praktik Pendidikan Kimia
Publisher : Masyarakat Pendidikan Kimia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembelajaran Kimia, penggunaan model biasanya bertujuan untuk mengkonkretkan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Sejalan dengan hal tersebut, dalam konteks pembelajaran, interaksi siswa dapat juga difasilitasi melalui penggunaan model sebagai media pembelajaran. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai profil interaksi siswa SMP pada pembelajaran partikel materi dengan menggunakan media model. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 39 siswa kelas VII di salah satu SMP swasta di kota Bandung, yang terbagi ke dalam enam kelompok diskusi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, angket dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi siswa dengan sumber belajar termasuk ke dalam kategori sangat baik dengan nilai sebesar 93,78%, interaksi siswa dalam kelompok dan interaksi siswa dengan guru termasuk ke dalam kategori baik dengan nilai berturut-turut sebesar 79,17% dan 78,90%, sedangkan interaksi siswa antar kelompok termasuk ke dalam kategori cukup dengan nilai 51,32%. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh informasi bahwa pembelajaran partikel materi dengan menggunakan media model dapat mengembangkan interaksi siswa SMP. Kata Kunci: Interaksi Siswa, Model, Partikel Materi, SMP. 
Profil Genetik Daerah Hipervariabel I (HVI) DNA Mitokondria pada Populasi Dataran Tinggi Lestari, Ridha Indah; Gumilar, Gun Gun; HM, Heli Siti
Jurnal Sains dan Teknologi Kimia Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Kimia
Publisher : Program Studi Kimia Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptasi  individu  terhadap  ketinggian  geografis  berhubungan  dengan  faktor genetik, salah satunya diduga mempengaruhi urutan DNA mitokondria (mtDNA). Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini dilakukan penentuan profil genetik daerah hipervariabel I (HVI) mtDNA manusia pada populasi dataran tinggi Gunung Papandayan, Garut. Tahapan yang dilakukan meliputi lisis terhadap sampel rambut, amplifikasi fragmen HVI mtDNA dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR), deteksi hasil PCR dengan elektroforesis gel agarosa, penentuan urutan nukleotida dengan metode direct sequencing dan analisis hasil sekuensing dengan menggunakan program SeqMan DNASTAR. Hasil analisis terhadap 7 sampel populasi dataran tinggi  menunjukkan  adanya variasi mutasi. Jenis mutasi  yang terjadi adalah subtitusi transisi pada tujuh sampel, subtitusi transversi pada empat sampel, delesi pada satu sampel, dan insersi pada satu sampel. Mutasi T16189C merupakan mutasi dengan frekuensi tertinggi dimana mutasi ini menyebabkan terjadinya rangkaian poli-C. Terdapat tiga sampel yang menunjukkan fenomena poli-C, dengan panjang poli-C beragam yaitu 8C, 12C dan 13C. Berdasarkan perbandingan data mutasi sampel dengan data yang telah dipublikasikan di situs database mitomap terdapat satu mutasi yang belum dipublikasikan yaitu T16063G. Hasil analisis menunjukkan mutasi ini diduga sebagai kandidat mutasi spesifik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi gambaran awal mengenai profil genetik daerah HVI mtDNA manusia pada populasi dataran tinggi di Indonesia.Kata kunci: mtDNA, profil genetik, HVI, dataran tinggi.
VARIAN NON-DELESI 9 PASANG BASA DNA MITOKONDRIA MANUSIA SAMPEL FORENSIK BALI Gumilar, Gun Gun; Noer, A. Saifuddin
Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 6, No 1 (2005): Jurnal Pengajaran MIPA
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v6i1.373

Abstract

One of human mitochondrial DNA (mtDNA) variant is a 9 base pairs (bp) deletion in the COII/tRNALys intergenic region. In construction mtDNA nomenclature, 9-bp deletion database consist of primary and secondary data is needed, including Bali bombing forensic samples. Here we report a 9-bp non- deletion mtDNA variant from Bali bombing forensic samples to complete primary data. Polymerase Chain Reaction (PCR) technique with 2 set primer was used to detect 9-bp deletion. The PCR result was detected by agarose gel electrophoresis, which showed two bands (0.1 and 0.4 kb) for non-deletion variant control, and one band (0.4 kb) for deletion variant control. If the sample has 9-bp deletion, only one of the primer pairs could amplify a fragment of 0.4 kb. If the sample does not have 9-bp deletion, the other primer pair will amplify a 0.1 kb product. The result showed that none of the 24 samples has 9-bp deletion. These results are contributed to the human mtDNA database and nomenclature construction. Keywords: mtDNA, 9-bp deletion, PCR
Isolation of Piperin from The Fruit of Piper retrofractum Musthapa, Iqbal; Gumilar, Gun Gun
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 2, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24845/ijfac.v2.i1.06

Abstract

This paper will described the isolation of major compound from MeOH extract from the fruit of Piper retrofractum. Using several chromatography technique including liquid vacuum chromatography and thin layer chromatography, and further purification using re-cristalization technique, Piperine, an alkaloids compound, was isolated from this extract. The structure of this compound was determined using spectroscopic methods including FTIR, 1D-NMR and 2-D NMR.Keywords : P.retrofractum, alkaloids, piperine, structure elucidation
Perancangan Sistem Informasi Unit Pengelola Keuangan DanUsaha (UPKu) Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM) (Studi Kasus : UPKu Restu Desa Ngadirejo) Astriansa, Evilda; Gumilar, Gun Gun
Journal of BUSINESS INFORMATION SYSTEM Vol 1, No 01 (2016): Februari
Publisher : Program Studi Business Information Systems (BIS) FTIK Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.393 KB)

Abstract

Almost all villages in Province of East Java has been established an institution called Unit Pengelola Keuangan dan Usaha (UPKu). This institution providing loans with cheaper credit to rural communities with the criteria of Rumah Tangga Miskin (RTM) in the village to build a business. But to carry out this activity, UPKu requires an information system that is capable for generating financial reports every month. In the case study UPKu Restu in Ngadirejo Village, the application of financial reporting information system of UPKu named buJITU congested and has not been handled up to now that causing financial management is done manually and susceptible generate inaccurate data. The research objective is to produce a design analysis of information systems UPKu Restu by using web-based applications and Web Development Lifecycle (WDLC) method. Results of this research will be delivered to the UPKu Restu Ngadirejo Village to be applied.   Hampir seluruh desa di wilayah Propinsi Jawa Timur telah didirikan sebuah lembaga yang bernama Unit Pengelola Keuangan dan Usaha (UPKu). Lembaga ini memberikan layanan pinjaman dengan kredit ringan untuk masyarakat desa dengan kriteria Rumah Tangga Miskin (RTM) yang ada di desa untuk membangun usaha. Namun untuk menjalankan kegiatan ini, UPKu memerlukan sebuah sistem informasi yang mampu menghasilkan laporan keuangan setiap bulannya. Pada studi kasus UPKu Restu Desa Ngadirejo, penerapan sistem informasi laporan keuangan UPKu yang bernama buJITU mengalami kemacetan dan belum tertangani hingga saat ini yang menyebabkan pengelolaan keuangan dilakukan secara manual dan rentan menghasilkan data yang tidak akurat. Tujuan penelitian adalah menghasilkan analisis perancangan sistem informasi UPKu Restu menggunakan aplikasi berbasis web dan metode Web Development Lifecycle (WDLC). Hasil penelitian ini akan diberikan kepada UPKu Restu Desa Ngadirejo untuk dapat diterapkan. Keywords: Unit Pengelola Keuangan dan Usaha (UPKu), Information System, Web Based Application, Web Development Lifecycle (WDLC)
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMA GLOBAL INDO-ASIA BATAM Gumilar, Gun Gun; Munzir, T.
JURNAL DIMENSI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL DIMENSI (JULI 2018)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.74 KB) | DOI: 10.33373/dms.v7i2.1710

Abstract

Gaya atau cara seorang kepala sekolah dalam kapasitasnya sebagai pemimpin sangat menentukan keberhasilan peningkatan kinerja guru di bawah pimpinannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang (1) gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja, (2) gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru, (3) gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan tanggung jawab dan   (4) kendala-kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan instruktif (telling) dalam meningkatkan kedisiplinan, (2) kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan konsultatif (selling) dalam meningkatkan motivasi kerja guru, (3) kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan delegatif (delegating) dalam meningkatkan tanggung jawab guru, dan (4) kendala-kendala yang dihadapi kepala sekolah yaitu menurunya kedisiplinan guru, kurangnya motivasi kinerja guru, dan rendah rasa tanggung jawab guru dalam pembelajaran. Disarankan agar kepada kepala sekolah dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang lebih baik atau bervariasi agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik dan maksimal.
KOMITMEN ORGANISASIONAL: BUDAYA ORGANISASI, KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, LINGKUNGAN SEKOLAH, DAN KEPUASAN KERJA Gumilar, Gun Gun; Ratnasari, Sri Langgeng; Zulkifli, Zulkifli
JURNAL DIMENSI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL DIMENSI (MARET 2020)
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/dms.v9i1.2318

Abstract

Sekolah menjadi berkualitas dan memiliki daya saing, apabila ditunjang oleh sumber daya manusia yang berkualitas, oleh karena itu sumber daya manusia harus diperhatikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis budaya organisasi, kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan sekolah, dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional secara parsial dan simultan. Populasi berjumlah 44 guru, dengan sampel 44 sampel, dengan menggunakan metode sampling jenuh. Analisis data menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian adalah kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan sekolah, dan kepuasan kerja secara parsial berpengaruh signifikan, budaya organisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap komitmen organisasional, sedangkan budaya organisasi, kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan sekolah, dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasional.