Gunarko Gunarko
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM HIDROLIK PADA MERIAM ARTILERI PERTAHANAN UDARA (57 MM) RETROFIT Pakki, Gunawan; Kusnadi, Kusnadi; Darmanto, Ardyanto; Gunarko, Gunarko; Aristha, Aristha
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.619 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.816

Abstract

Meriam 57 mm Retrofit merupakan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki satuan Batalyon Arhanudse untuk menghalau serangan udara. Pada pergeseran meriam dari pangkalan menuju ke medan latihan/tempur atau sebaliknya, perlu dilakukan perubahan sikap angkut pada meriam terlebih dahulu. Perubahan sikap tempur ke sikap angkut pada meriam masih menggunakan pompa manual, yaitu mengayunkan tuas pompa manual untuk mengalirkan minyak hidrolik dari tangki ke silinder bogie. Piston di dalam silinder bogie akan naik sehingga terjadilah perubahan dari sikap tempur ke sikap angkut. Penggunaan pompa manual ini kurang efektif karena selain menguras tenaga, waktu pemompaan juga relatif lama ± 1 menit. Berdasarkan hal tersebut diatas, telah dirancang sistem hidrolik untuk perubahan sikap angkut pada meriam tersebut yang terdiri dari gear pump, hydraulic hose, katup-katup, inverter, motor listrik AC. Dengan memanfaatkan sumber listrik dari baterai meriam yang diubah dari arus DC menjadi arus AC oleh inverter sehingga menggerakkan motor listrik. Ketika motor listrik dihidupkan gear pump ikut berputar karena satu poros dengannya. Gear pump akan menghisap minyak dari tangki dan memompanya kedalam silinder bogie melalui hydraulic hose dan katup-katup yang terpasang. Sehingga terjadilah perubahaan sikap angkut yang lebih efesien tenaga dan waktu. Kata kunci : meriam, silinder bogie, gear pump, motor listrik.
Analisis Energy Produksi Biodiesel dengan Metode Metanol Super Kritis Argo, Bambang Dwi; Gunarko, Gunarko
Rekayasa Mesin Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.781 KB)

Abstract

Supercritical methanol process has several advantages, that is not influenced by the material conditions for the free fatty acids contained in the materials will be esterified into methyl esters directly, the conversion rate of oil into methyl ester of tall, shorter process time and not influenced by the presence of water. However, this method has a weakness that is the need safety treatment because the process involves high temperatures and pressures. Super critical methanol method has a 2-stage hydrolysis process which took place on the state of the sub critical water to separate the free fatty acid (FFA) and glycerol, methanolyisis place on super critical conditions of methanol with the aim of changing the FFA to biodiesel, both processes take place at a temperature of 270 ° C and pressure of 70-20 MPa.. From the research of biodiesel production process using supercritical methanol without catalyst, the reaction time is faster total reaction time of 9250 seconds (2.57 hours), with the result of more production (400 ml biodiesel) from the raw material 5% water (35 ml ), cooking oil 95% (665 ml), and 95% wt methanol (200 ml), has a 52.39% energy efficiency.Keywords : Biodiesel, methanol super critical, energy.
RANCANG BANGUN DAN UJI PERFORMANSI TURBIN AIR JENIS KAPLAN SEKALA MIKROHIDRO Kusnadi, Kusnadi; Mulyono, Agus; Pakki, Gunawan; Gunarko, Gunarko
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.695 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.817

Abstract

Air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Kota Batu, memiliki sumber energi air yang dapat dijadikan sebagai sumber energi bagi perancangan turbin air untuk prototipe PLTMH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya daya yang dapat dibangkitkan oleh turbin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perencanaan, metode perancangan, metode pengujian dan metode analisa hasil. Perancangan Turbin Kaplan mengacu pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa tinggi jatuhnya air (head) 1,6 meter dan kapasitas aliran air (debit) 0,0512 m³/s. Daya air yang tersedia  di kolam sebesar 805, 047 watt. Hasil perancangan Turbin Kaplan menghasilkan putaran spesifik turbin sebesar 249,372 rpm dengan diameter luar roda turbin (runner blades) 10,70 cm dan diameter dalam roda turbin (boss) 3,56 cm serta tinggi sudu pengarah turbin (guide vanes) 3 cm. Daya indikasi yang dihasilkan turbin air (Water Horse Power) sebesar 351,590  watt dengan momen puntir sebesar 6,711 Nm dan daya efektif turbin air (Brake Horse Power) sebesar 280,964 watt serta efisiensi turbin sebesar 79 %. Kata kunci : Tinggi jatuh air (Head), debit air (Q) dan dimensi Turbin Kaplan.
RANCANG BANGUN RODA TANPA UDARA (AIRLESS TYRE) UNTUK BEBAN MAKSIMAL KENDARAAN 40.000 N Mulyono, Agus; Darmanto, Ardyanto; Gunarko, Gunarko; Harnyoto, Harnyoto; Wibowo, Farid Hendro
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.838 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.813

Abstract

        Tyres without air / Airless Tyre do not have Tyres like most Tyres. Airless Tyre or airless Tyre designed to have a hexagonal / beehive spoke profile where this design will receive the same style as Tyres with air. Design of this airless Tyre using polyol and isocyanate material for flexible spoke wheel material, while the tread material uses natural rubber material added additive reinforcement.Before the spoke printing process is carried out a simulation to determine the strength of the material and the design that was designed, after which a mechanical test of rubber material was carried out to determine the physical strength of the material. After that, the printing process and the overall assembly are carried out and tested on the vehicle. Keywords:  Airless Tyre, Honey comb design,  Poliol and natural rubber.