Articles

Found 4 Documents
Search

SIMULASI PENINGKATAAN KINERJA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS FUEL CELL MELALUI PENGONTROLAN DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN METODE STATE SPACE: FUEL CELL STACK Putra Barus, Rismawan Perdana; Gunawan, Freddy
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3802.927 KB)

Abstract

Fuel cell termasuk alat pengubah energi alternatif yang menjanjikan dengan bahan bakar hidrogen dan oksigenyang relatif mudah didapatkan dan ramah lingkungan. Beberapa hal yang dapat mengurangi umur pakai fuel cell adalah kurangnya pasokan oksigen ke fuel cell, karena dapat meningkatkan keasaman fuel cell. Objektif utama sistem  kontrol yang dirancang dalam penelitian ini adalah  untuk mendapatkan efisiensi yang tinggi  dan menghindari kurangnya pasokan udara dengan cara mengendalikan oxygen excess ratio. Dengan menggunakan model yang baik, dapat dirancang pengontrol yang tepat agar keluaran dari sistem sesuai denganyang diharapkan. Dari hasil simulasi,  fuel cell stack dengan pengontrol LQR diberi set point sebesar 176 V. Overshoot   yang terjadi rata-rata sebesar 6,91%, dan rise/fall time rata-rata sebesar 0,67 detik. Kemudian, setelah dilakukan pemilihan parameter kontrol R yang baru, hasil simulasi menunjukkan sistem dengan set point sebesar 218 V, overshoot yang terjadi rata-rata sebesar 6,28%, dan rise/fall time rata-rata sebesar 0,89 detik. Kata Kunci: Linear Ouadratic Regulator( LQR), Fuel cell, Oxygen Excess Ratio 
SIMULASI PENINGKATAAN KINERJA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS FUEL CELL MELALUI PENGONTROLAN DAN PEMODELAN MENGGUNAKAN METODE STATE SPACE: FUEL CELL STACK Putra Barus, Rismawan Perdana; Gunawan, Freddy
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3802.927 KB)

Abstract

Fuel cell termasuk alat pengubah energi alternatif yang menjanjikan dengan bahan bakar hidrogen dan oksigenyang relatif mudah didapatkan dan ramah lingkungan. Beberapa hal yang dapat mengurangi umur pakai fuel cell adalah kurangnya pasokan oksigen ke fuel cell, karena dapat meningkatkan keasaman fuel cell. Objektif utama sistem  kontrol yang dirancang dalam penelitian ini adalah  untuk mendapatkan efisiensi yang tinggi  dan menghindari kurangnya pasokan udara dengan cara mengendalikan oxygen excess ratio. Dengan menggunakan model yang baik, dapat dirancang pengontrol yang tepat agar keluaran dari sistem sesuai denganyang diharapkan. Dari hasil simulasi,  fuel cell stack dengan pengontrol LQR diberi set point sebesar 176 V. Overshoot   yang terjadi rata-rata sebesar 6,91%, dan rise/fall time rata-rata sebesar 0,67 detik. Kemudian, setelah dilakukan pemilihan parameter kontrol R yang baru, hasil simulasi menunjukkan sistem dengan set point sebesar 218 V, overshoot yang terjadi rata-rata sebesar 6,28%, dan rise/fall time rata-rata sebesar 0,89 detik. Kata Kunci: Linear Ouadratic Regulator( LQR), Fuel cell, Oxygen Excess Ratio 
Meneropong Teks dalam Konteks: Katekimus Heidelberg P/J 53 Gunawan, Freddy
Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan Vol 16 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.228 KB)

Abstract

Katekismus Heidelberg merupakan salah satu warisan tradisi iman Reformed yang memuat pengajaran yang begitu kaya dan limpah mengenai doktrin Allah Roh Kudus. Secara eksplisit, pengajaran tentang doktrin Allah Roh Kudus dalam Katekismus Heidelberg memang hanya terdapat dalam P/J 53. Namun, hal ini tidak berarti bahwa pengajaran doktrin Allah Roh Kudus dalam Katekismus Heidelberg hanya termaktub di dalam bagian ini saja. Tulisan ini mencoba menganalisis kekayaan doktrin Allah Roh Kudus, secara khusus P/J 53, dalam tiga konteks: konteks masa lalu yang menjadi latar belakang terbentuknya Katekismus Heidelberg, konteks makro dan mikro P/J 53 secara tekstual, dan relevansinya bagi konteks masa kini, khususnya Indonesia. Kata-kata kunci: Katekismus Heidelberg, P/J 53, Roh Kudus, penghiburan, penyertaan, konteks masa lalu, konteks tekstual, konteks masa kini English:  The Heidelberg Catechism reflects a rich heritage within the Church that adheres to the Reformed tradition. It contains a rich strain of doctrine pertaining to the doctrine of the Holy Spirit. Explicitly, within the Heidelberg Catechism, the teaching regarding the doctrine of the Holy Spirit as a Member of the Godhead is found only in Question/Answer 53. Of course, this does not mean that the only teaching on the subject of the doctrine of the Holy Spirit within the Heidelberg Catechism is recorded in this section alone. The purpose of this essay is an attempt to conduct an analysis of the doctrine of the Holy Spirit, specifically Q/A 53, from three different contexts: the historical setting which reflects the historical context in which the Heidelberg Catechism was formulated, a macro and micro textual analysis of Q/A 53 within the context of the Heidelberg Catechism, and finally, the relevancy of the document for the contemporary context, especially focusing upon the Indonesian context. Keywords: Heidelberg Catechism, Question/Answer 53, The Holy Spirit, Consolation, Abiding, Historical Context, Textual Context, Contemporary Context
STUDI EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TUNED MASS DAMPER PADA STRUKTUR GEDUNG DALAM MEREDUKSI RESPONS DINAMIK AKIBAT BEBAN SEISMIK Tjong, Wong Foek; Sumendap, Robby; Gunawan, Freddy; Andriono, Takim
Civil Engineering Dimension Vol 5, No 2 (2003): SEPTEMBER 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.37 KB) | DOI: 10.9744/ced.5.2.pp. 51-62

Abstract

One of the approaches to reduce excessive oscillation on buildings due to dynamic forces is by installing a mechanical device called tuned mass damper (TMD). This paper presents a study on the effectiveness of TMDs installed on the top story of 1, 5, 10, and 15-story buildings excited by earthquake accelerograms of El Centro 1940, Denpasar 1981, and Pacoima 1971. Two-dimensional linear-elastic shear building model with TMD on the top is used in performing dynamic analysis. The effectiveness of the TMD is evaluated by comparing the responses: displacement, inter-story drift, and acceleration, with and without TMD. The results of the study show that the responses are generally damped. However, in some cases the responses could be larger, thus using of TMD for reducing seismic response should be reconsidered. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk mengatasi masalah guncangan yang berlebihan pada struktur gedung akibat beban dinamis, telah dikembangkan konsep kontrol pada struktur dengan menggunakan Tuned Mass Damper (TMD). Tulisan ini menyajikan studi efektifitas TMD yang dipasang pada struktur gedung 1, 5, 10, dan 15 tingkat yang dikenai akselerogram gempa-gempa El Centro 1940, Denpasar 1981, dan Pacoima 1971 (modifikasi). Dalam melakukan analisis dinamis, struktur dimodelkan sebagai bangunan geser elastis linier dua dimensi dengan TMD pada lantai teratas. Efektifitas TMD dievaluasi dengan membandingkan respons perpindahan, simpangan antar tingkat, dan percepatan dari struktur tanpa dan dengan TMD. Massa TMD ditetapkan sebesar 1%, 2%, dan 3% dari massa struktur utamanya. Hasil studi menunjukkan umumnya respons struktur dapat teredam. Meskipun demikian, pada beberapa kasus dapat terjadi respons struktur bertambah besar, sehingga penggunaan TMD untuk mereduksi respons akibat gempa perlu dipertimbangkan lagi