Articles

Found 22 Documents
Search

EVALUATION OF LAND SUITABILITY FOR SELECTED LAND UTILIZATION TYPES USING GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM TECHNOLOGY: (CASE STUDY IN BANDUNG BASIN WEST JAVA) Hashim, Ismail HJ; Jaya, I Nengah Surati; Gunawan, Iwan
Jurnal Manajemen Hutan Tropika Vol. 8 No. 2 (2002)
Publisher : Institut Pertanian Bogor (IPB University)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.738 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang pembangunan suatu model pemetaan kesesuaian lahan di suatu wilayah pedesaan dengan menggabungkan prosedur evaluasi lahan dengan pilihan-pilihan pengambilan keputusan dalam suatu sistem informasi geograjs (SIC). Studi ini mencakup 5 tahapan : (I) mendisain unit pemetaan lahan, (2), mendiagnosa tipe-tipe penggunaan lahan yang ada dun keperluan-keperluannya, (3) menganalisis kesesuaian lahan melalui "matching" antara unit pemetaan lahan dengan tipe penggunaan lahan, (4) mengintegrasikun data ke basis data relasional (sosial-ekonomi), dun (5) penyajian peta kesesuaian lahan melalui proses 'j'oin table"antara hasil kesesuaian lahan dengan unit pemetaan lahan dalam SIC. Studi ini rnemperlihatkan bahwa sebagian besar unit pemetaan Iahan di areal studi sesuai dengan kesesuaian fisik dari penggunaan lahan (lebih dari 53% termasuk kedalam kelas kesesuaian sedang dun kesesuaian tinggi). Kesesuaian jsik yang diperoleh juga sejalan dengan kesesuaian ekonomi dimana BCR berkisar antara 1, I sampai dengan 1.38.
Substitusi Kebutuhan Nitrogen Tanaman Padi Sawah oleh Tumbuhan Air Azolla (Azolla pinnata) Gunawan, Iwan; Kartina, Raida
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.965 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v12i3.214

Abstract

The research aims to study the ability of Azolla pinata in substituting nitrogen requirement of rice plants at a low dose of urea fertilizer. Factorial experiment arranged in randomized complete design (RCD) with four combinations of treatments and 6 replications. The first factor is the dose of urea with 2 dose level, ie, without urea (U0) and 100 kg urea ha-1 (U1). As a second factor is the provision of water plant Azolla pinnata with a degree without Azolla (A0) and Azolla 100 g m-2 (A1). The experimental results show that: (1) water plant azolla increased height, dry weight, productive tillers and dry weight of paddy rice crops, (2) Provision of a Urea increase high, dry weight, productive tillers and grain dry weight of rice plants, and (3) water plants azolla interacts with urea in increasing plant dry weight and grain dry weight of paddy. Keywords: Nitrogen, Rice, Azolla pinnata
PEMODELAN KLASIFIKASI TERUMBU BERBASIS GEOMORFOLOGI DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN KARANG Asriningrum, Wikanti; Wiryawan, Budy; Simbolon, Domu; Gunawan, Iwan
Buletin PSP Vol. 16 No. 3 (2007): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coral reef is one of important economical value natural resources which is grow better in tropical region. Indonesia as a tropical country consists of 17.508 islands and 70% territory covered by sea, in which the shallow waters around the islands, is a place for coral reef to grow. Since the biophysical characteristic information of coral reef is essential for regional marine planning, this research aims to study the satellite remote sensing data processing for geomorphologic analysis of small islands, volcanic, coral, and atoll, and reef landform in order to arrange a geomorphology-based reef classification model. Domination, uniformity, and variety analysis of coral fish is conducted to find out the relationship between small island, reef and coral fish habitat. From remote sensing data processing model, multispectral fusion results obtained are 245 channel combinations for volcanic islands, 257 for coral islands, 237 for atoll islands, and 124 for coral reefs. Spectral enhancement is autoclip and spatial enhancement is high pass sharpen 2. Multispatial fusion enhances small island morphology but not enhances for coral reefs. Geomorphology-based reefs classification model divides reef into oceanic reef and shelf reef. More detailed classification for oceanic reef is divided into fringing reef, barrier reef, and atoll. While shelf reef used in the study area is lagoonal platform reef. This classification, combined with ecological-based coral reef classification, is used to identify life reef, dead reef, and sand in the certain reef landform.
GARAPAN PENYAJIAN UPACARA SIRAMAN CALON PENGANTIN ADAT SUNDA GRUP SWARI LAKSMI KABUPATEN BANDUNG Lerina, Wina; Budiwati, Dewi S; Gunawan, Iwan
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian “Garapan Penyajian Upacara Siraman Calon Pengantin Adat Sunda Grup Swari Laksmi Kabupaten Bandung”, bertujuan memaparkan struktur penyajian dan tekstualitas lagu. Latar belakang permasalahan Swari Laksmi memiliki konsep garap tersendiri dalam penyajian upacara siraman adat Sunda.Metode yang digunakan deskriptif analisis melalui paradigma kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Semua data yang terkumpul diolah dan dianalisis melalui reduksi, penyajian, verifikasi dan penyimpulan data. Temuan hasil tentang struktur penyajian upacara siraman adat Sunda dilaksanakan melalui tahapan: bubuka yaitu calon pengantin diais sang ibu menuju tempat ngaras, inti melaksanakan  ngaras, sungkem dan siraman, penutup diakhiri dengan calon pengantin digendong sang ayah dan suapan puncak manik. Tekstualitas lagu yang digunakan merupakan lagu yang sudah ada, dipilih, dan pada pelaksanaannya sebagian rumpaka lagu dirubah, disesuaikan dengan pesan dan makna yang terkandung dalam setiap tahapan upacara siraman, yaitu lagu Cacandran, Ayun Ambing, Pangapungan, Budak Ceurik, dan Nimang. Kata kunci: Garapan Upacara Siraman Adat Sunda
PENGOLAHAN MUSIK TETABUHAN NUSANTARA DALAM ‘RHYTHM SAWAH’ KARYA GILANG RAMADHAN Pangalila, Lisa Natalia Christy; Kholid, Dody Mohammad; Gunawan, Iwan
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Pengolahan Musik Tetabuhan Nusantara dalam ‘Rhythm Sawah’ karya Gilang Ramadhan” yang bertujuan untuk mengetahui motivasi, ide, keunikan-keunikan dan bagaimana pengembangan tetabuhan nusantara pada “rhythm sawah”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik melalui pendekatan kualitatif. Secara oprasional, data dikumpulkan dengan cara teknik observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Semua data yang terkumpul diolah melalui teknik reduksi data, penyajian data, verifikasi kesimpulan. Hasil temuan dari penelitian yaitu bahwa Irama “rhythm sawah” merupakan hasil dari kreativitas Gilang Ramadhan dalam mengolah musik tetabuhan nusantara menjadi sebuah kesatuan. Irama tersebut bisa diaplikasikan pada permainan solo drum, komposisi dan sebagai pengiring dalam suatu combo. Pada drum set yang digunakan memiliki keunikan dalam konfigurasi instrumen dengan menambah ceng-ceng bali dan kenong. Pada warna bunyi drum itu sendiri mengadopsi dari musik tetabuhan nusantara. 
KAJIAN PENINGKATAN PERAN AZOLLA SEBAGAI PUPUK ORGANIK KAYA NITROGEN PADA PADI SAWAH Gunawan, Iwan
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v14i2.151

Abstract

The study aims to get an optimum dose of Azolla organic fertilizer that provides maximum growth and yield of rice crops. The experiments are arranged in complettely randomized block design with 5 treatments and 4 replications. The treatments tested were fresh Azolla biomass dose embedded in the ground to accompany the provision of Azolla that left to grow on the surface of the water of the rice fields. Treatments dose of fresh Azolla biomass awere M0 = control (without organic fertilizer Azolla); M1 = 100 g.pot-1 ; M2 = 200 g. pot-1; M3 = 300 g. pot-1 ; and M4 = 400 g. pot-1. The experimental results show that: (1) organic fertilizer Azolla improve the growth and yield of rice paddy fields, and (2) Results of maximum 56.35 grams of dry grain per plant with an optimal dose of organic fertilizer as much as 48.102 ton.ha -1. Keywords: Organic fertilizers, Fresh Azolla, growth, yield, rice paddy.
Kajian Peningkatan Peran Azolla Sebagai Pupuk Organik Kaya Nitrogen pada Padi Sawah Gunawan, Iwan
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.057 KB) | DOI: 10.25181/jppt.v14i2.151

Abstract

The study aims to get an optimum dose of Azolla organic fertilizer that provides maximum growth and yield of rice crops. The experiments are arranged in complettely randomized block design with 5 treatments and 4 replications. The treatments tested were fresh Azolla biomass dose embedded in the ground to accompany the provision of Azolla that left to grow on the surface of the water of the rice fields. Treatments dose of fresh Azolla biomass awere M0 = control (without organic fertilizer Azolla); M1 = 100 g.pot-1 ; M2 = 200 g. pot-1; M3 = 300 g. pot-1 ; and M4 = 400 g. pot-1. The experimental results show that: (1) organic fertilizer Azolla improve the growth and yield of rice paddy fields, and (2) Results of maximum 56.35 grams of dry grain per plant with an optimal dose of organic fertilizer as much as 48.102 ton.ha -1. Keywords: Organic fertilizers, Fresh Azolla, growth, yield, rice paddy.
Perwujudan Keyakinan akan Keberadaan Mahluk Halus dalam Komik Kawin ka Kunti Kasmana, Kankan; Sabana, Setiawan; Gunawan, Iwan; Ahmad, Hafiz Aziz
PANGGUNG Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i3.192

Abstract

AbstrakMahluk halus dalam masyarakat Sunda merupakan fenomena antara mitos dan realitas. Kepercayaan terhadap mahluk yang dianggap immateri-spiritual ini mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan banyak diangkat dalam media populer. Tahun 1986 hadir komik Sunda berjudul Kawin ka Kunti, bercerita tentang pernikahan manusia dan mahluk halus, Kuntianak. Penelitian ini bersifat kualitatif, secara deskriptif menguraikan tentang pengemasan mitos dan tradisi dalam komik sebagai wujud interteks. Analisis intertekstualitas digunakan dalam penelitian berupaya mencari representasi teks berupa keyakinan akan keberadaan mahluk halus di masyarakat Sunda yang muncul dalam komik. Diperoleh kesimpulan bahwa interteks hadir dalam komik berupa keyakinan akan keberadaan mahluk halus, meliputi wujud hantu, kehadiran mantra berupa jampe pamakena, serta adat istiadat yang berkaitan dengan mahluk halus. Imaji hantu dalam komik ini adalah representasi dari konsep, pandangan, kepercayaan akan kehadiran mahluk halus. Gambarannya bisa jadi merupakan sebuah imaji perseptual, yang hadir dalam diri komikus didasarkan pada referensi eksternal di lingkungan komikus berada. Kata Kunci: Mahluk Halus, Komik, Intertekstual, Sunda, Tradisi AbstractSpiritual beings within Sundanese is both myth and reality phenomenon. This spiritual-immaterial belief influences Sundanese people’s life, where it frequently appears in popular media. In 1986, there was a comic titled Kawin ka Kunti, told a story about spiritual being (Kuntianak)-human marriage.It is a qualitative research which descriptively explains how myth and tradition are wrapped as an intertext form. Uses intertextual analysis, this research attempts to find text representation in form of belief on spiritual beings existence in the comic. It is then concluded that intertext exists in the comic in form of belief on spiritual beings existence comprises of incarnation of several ghosts, spells presence in form of jampe pamakena, as well as custom related to ghosts. Ghost imaging in this comic is a representation of concept, point of view, and belief of jurig (ghost). It may come in form of perceptual imaging, presents in anything that is based on external reference of the comic artist her/himself.Keywords: Jurig (ghost), Comic, Intertextual, Sunda, Tradition
The Sundanese Comic Ririwa Nu Mawa Pati - An Intertext of Sundanese - Islam Cosmology Kasmana, Kankan; Sabana, Setiawan; Gunawan, Iwan; Ahmad, Hafiz Aziz
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 33, No 3 (2018): September
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v33i3.520

Abstract

Ririwa nu Mawa Pati, the Sundanese strip comic with horror genre, published by “Mangle”, a Sundanese cultural magazine in West Java, 1922. The comic consist of material about belief in the supernatural being in the Sundanese society at that time. This research attempts to find expressions of Sundanese human death journey conception derived from oral literature of selected informants in the comics as an intertext in an effort to understand and interpret the comics in depth. This is a qualitative research, intertextual analysis is used to find representations of cultural texts embodied in selected comic elements. The results of the analysis reveal the existence of oral literature absorption (hypogram) in the form of core and development in the comic as transition work, present explicitly through storyline, comic element in the form of dialogue in word balloons, description panel, and visual scene of the characters. Comics become a representation of the view of the comic artist about the world around the visible (or tangible) and invisible (or intangible).Ririwa nu Mawa Pati, komik strip Sunda bergenre horor diterbitkan oleh majalah sastra dan budaya Sunda Mangle di Jawa Barat tahun 1992. Komik ini sarat materi mengenai kepercayaan akan mahluk halus di masyarakat Sunda saat itu. Penelitian berupaya menemukan ungkapan konsep fase perjalanan kematian manusia Sunda yang berasal dari sastra lisan informan terpilih yang ada dalam komik sebagai sebuah interteks sebagai upaya agar dapat memahami dan memaknai komik secara mendalam. Penelitian bersifat kualitatif, analisis intertekstual digunakan untuk menemukan representasi teks budaya yang mewujud dalam unsur komik terpilih. Hasil analisis mengungkapkan adanya serapan satra lisan (hypogram) baik berupa inti maupun pengembangan dalam komik ini sebagai karya transisi, hadir secara tersurat melalui alur cerita, unsur teraga komik berupa dialog balon kata, panel keterangan, serta visual adegan para tokohnya. Komik menjadi representasi kosmologi Sunda dan pandangan komikus mengenai dunia sekitarnya baik yang kasat mata maupun yang tak terlihat. Kosmologi Sunda tidak hanya dipandang sebagai pemisahan dunia, namun difahami pula sebagai fase perjalanan kehidupan dan kematian manusia Sunda. 
Perwujudan Keyakinan akan Keberadaan Mahluk Halus dalam Komik Kawin ka Kunti Kasmana, Kankan; Sabana, Setiawan; Gunawan, Iwan; Ahmad, Hafiz Aziz
PANGGUNG Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i3.192

Abstract

AbstrakMahluk halus dalam masyarakat Sunda merupakan fenomena antara mitos dan realitas. Kepercayaan terhadap mahluk yang dianggap immateri-spiritual ini mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan banyak diangkat dalam media populer. Tahun 1986 hadir komik Sunda berjudul Kawin ka Kunti, bercerita tentang pernikahan manusia dan mahluk halus, Kuntianak. Penelitian ini bersifat kualitatif, secara deskriptif menguraikan tentang pengemasan mitos dan tradisi dalam komik sebagai wujud interteks. Analisis intertekstualitas digunakan dalam penelitian berupaya mencari representasi teks berupa keyakinan akan keberadaan mahluk halus di masyarakat Sunda yang muncul dalam komik. Diperoleh kesimpulan bahwa interteks hadir dalam komik berupa keyakinan akan keberadaan mahluk halus, meliputi wujud hantu, kehadiran mantra berupa jampe pamakena, serta adat istiadat yang berkaitan dengan mahluk halus. Imaji hantu dalam komik ini adalah representasi dari konsep, pandangan, kepercayaan akan kehadiran mahluk halus. Gambarannya bisa jadi merupakan sebuah imaji perseptual, yang hadir dalam diri komikus didasarkan pada referensi eksternal di lingkungan komikus berada. Kata Kunci: Mahluk Halus, Komik, Intertekstual, Sunda, Tradisi AbstractSpiritual beings within Sundanese is both myth and reality phenomenon. This spiritual-immaterial belief influences Sundanese people’s life, where it frequently appears in popular media. In 1986, there was a comic titled Kawin ka Kunti, told a story about spiritual being (Kuntianak)-human marriage.It is a qualitative research which descriptively explains how myth and tradition are wrapped as an intertext form. Uses intertextual analysis, this research attempts to find text representation in form of belief on spiritual beings existence in the comic. It is then concluded that intertext exists in the comic in form of belief on spiritual beings existence comprises of incarnation of several ghosts, spells presence in form of jampe pamakena, as well as custom related to ghosts. Ghost imaging in this comic is a representation of concept, point of view, and belief of jurig (ghost). It may come in form of perceptual imaging, presents in anything that is based on external reference of the comic artist her/himself.Keywords: Jurig (ghost), Comic, Intertextual, Sunda, Tradition