Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUHPENAMBAHAN SEKAM BAKAR PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) Gustia, Helfi
E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.42 KB)

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan tanaman sawi menginginkan tanah yang gembur, subur, dan drainase baik. Sekam bakar adalah media tanam yang porous dan steril yang dapat ditambahkan ke dalam media tanam tanaman sawi dalam upaya meningkatkan produksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sekam bakar pada media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea L.). Penelitian telah dilakukan pada bulan November 2012 sampai dengan bulan Januari 2013. Penelitian berlokasi di Pondok Benda, Kecamatan Pamulang yang berada 44 m di atas permukaan laut. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari empat tanaman, sehingga ada 80 tanaman. Uji lanjutan menggunakan Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%, dimana dalam analisis data ditransformasikan ke √x+0.5, melalui program Sirichai Statistics versi 6.07. Hasil penelitian menyatakan perlakuan P2 (penambahan sekam bakar ke dalam media tanam dengan perbandingan 2:2) menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah, dan bobot konsumsi tertinggi dibandingkan dengan perlakuan P3, P1, dan P0. Perlakuan P0 (tidak ada penambahan sekam bakar ke dalam media tanam) memperlihatkan hasil tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, bobot basah, dan bobot konsumsi terendah. Kata kunci: sekam bakar, media tanam, tanaman sawi Abstract: Mustard plants growing desire for loose soil, fertile, and well drained. Husk fuel is porous planting medium and sterile that can be added to the mustard plant growing media in an effort to increase production. The purpose of this study is to determine the effect of husk fuel to the growing media on the growth and yield of mustard (Brassica juncea L.). Research has been carried out in November 2012 to January 2013. Research located in Pondok Benda, Pamulang district that is 44 m above sea level. Complete research using randomized group design (RKLT) with four treatments and five replications. Each experimental unit consisted of four plants, so there are 80 plants. Further tests using Duncans New Multiple Range Test (DNMRT) at the level of 5%, where the analysis of the data is transformed to √x+0.5, through 6:07 Sirichai Statistics version. The study states P2 treatment (addition of husk fuel into the planting medium with a ratio of 2:2) shows the plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight, and the weight of the highest consumption compared to the treatmentP3, P1, and P0. P0 treatment (no additional fuel husk into growing media) shows the results of plant height, number of leaves, leaf length, leaf width, fresh weight, and the weight of the lowest consumption. Key wors: husk fuel, planting medium, mustard plant.
PENGARUH PANJANG ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN TANAMAN ALPUKAT (Persea americana Mill.) Putri, Dirgahani; Gustia, Helfi; Suryati, Yati
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beragamnya hasil produksi dan kualitas buah alpukat dapat diperbaiki dengan metode penyambungan. Penyambungan merupakan kegiatan untuk mengga-bungkan dua atau lebih sifat unggul dalam satu tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai panjang entres terhadap keberhasilan  penyam-bungan tanaman alpukat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan panjang entres, yaitu 3 cm, 6 cm,  9 cm, 12 cm, dan 15 cm.Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali dan setiap perlakuan terdiri atas lima tanaman;sehingga jumlah totalnya sebanyak 125 tanaman. Pengamatan dilakukan pada peubah persentase sambung hidup, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, dan diameter batang atas. Berbagai panjang entres tidak memberikan pengaruh yang nyata pada peubah persentase sambung hidup, panjang tunas terpanjang, jumlah daun, dan diameter batang atas tetapi berpengaruh nyata pada peubah jumlah tunas. Perlakuan panjang entres 15 cm memberikan hasil tertinggi untuk jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang atas, sedangkan untuk persentase hidup perlakuan 6 cm, 12 cm memberikan hasil tertinggi yaitu 100%. Perlakuan panjang entres 3 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 92%), peubah jumlah tunas, panjang tunas, serta diameter batang atas pada berbagai umur tanaman alpukat.
RESPON TANAMAN WORTEL TERHADAP PEMBERIAN URINE KELINCI Gustia, Helfi
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel merupakan sayuran umbi akar yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia. Sayuran ini populer sebagai sumber vitamin A yang juga mengandung vitamin B1, C, dan B2, zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan, serta mengandung serat yang baik bagi tubuh. Ditinjau dari kandungan gizi dan manfaat dari wortel, tanaman ini memiliki prospek dimasa depan. Hal ini dapat didukung oleh teknik budidaya yang dilakukan seperti pemupukan (penambahan urin kelinci kepada tanaman melalui media tanam). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan urin kelinci terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wortel dan menentukan dosis urin kelinci yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi tanaman wortel.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan empat perlakuan, yaitu P1 (pemberian  urin kelinci 10 mL L-1 air pada media tanam), P2 (pemberian urin kelinci  20 mL L-1 air pada media tanam), P3 (pemberian urin kelinci  30 mL L-1 air pada media tanam), dan P4 (pemberian urin kelinci  40 mL L-1 air pada media tanam), dan lima ulangan. Uji lanjutan menggunakan Duncans New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5% yang ditransformasikan menggunakan program Sirichai 6.7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik urin kelinci sangat berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif dan generatif dari tanaman wortel. Pemberian urin kelinci dosis 20 mL L-1 air kepada media tanam tanaman wortel memperlihatkan hasil tertinggi, yaitu pada tinggi, jumlah daun terbanyak, panjang buah terpanjang, diameter buah terbesar, dan bobot buah konsumsi terberat jika dibandingkan dengan perlakuan lain. Dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis 20 mL L-1 air pupuk cair urin kelinci merupakan dosis optimum. Selain itu, faktor suhu dan cuaca sangat mempengaruhi produksi dari tanaman wortel.
Program Jaminan Kesehatan Nasional dan Angka Kematian Ibu di Kota Bogor (Studi Fenomena dan Dampak Kesehatan) Gustia, Helfi; Susilahati, Susilahati; Susilo, Dwijo
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah terjadi perubahan besar terhadap sistem kesehatan nasional dengan adanya implementasi JKN. Perubahan tersebut terutama pada sub sistem pembiayaan dan upaya kesehatan. Sebelum adaprogram JKN ada beberapa program jaminan kesehatan kepada masyarakat yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali dan kini hanya dapat dinikmati oleh peserta JKN saja. Salah satu program yang dihapus sejak diberlakukannya JKN adalah program jaminan persalinan universal (Jampersal). Penelitian ini bertujuan mempelajari program JKN dan Angka Kematian Ibu. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kota Bogor untuk mewakili karakteristik geografi yang berbeda, karena pada tahun 2015 dilakukan di Kabupaten Bogor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan angka kematian ibu melahirkan di Kota Bogor bukanhanya semata dipengaruhi oleh pembiayaan persalinan, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan upaya kesehatan yang terlihat dari jumlah kepesertaan JKN yang semakinmeningkat. Disamping itu juga didukung antara lain oleh program EMAS yang didanai oleh APBD, opat sedayungan (kerjasama yang baik antara petugas kesehatan, kader, keluarga dan masyarakat).Kata Kunci : AKI, implementasi, JKN
Kusumo & Susanto, Pengaruh Faktor BuaranPemasaran terhadap Loyalitas Dampak Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Penurunan Angka Kematian Ibu: Studi Kasus di Kabupaten Bogor Gustia, Helfi
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kesehatan nasional mengalami perubahan besar dengan adanya implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sekarang ini program jaminan kesehatan hanya dapat dinikmati oleh peserta JKN saja. Sebelumnya beberapa program jaminan kesehatan dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Program jaminan persalinan universal (Jampersal) salah salah satu program jaminan kesehatan yang dihapus sejak diberlakukannya program JKN. Kebijakan ini tentu saja berdampak pada upaya penurunan angka kematian ibu yang menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional. Penelitian ini diselenggarakan di Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi implementasi kebijakan JKN terhadap upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak dan juga untuk mengevaluasi dampak JKN terhadap pelayanan persalinan yang bermutu dan mengevaluasi kemampuan JKN dalam memperbaiki ketimpangan kesehatan ibu berdasarkan geografi dan sosial ekonomi masyarakat. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus dengan pendekatan mix-method, yaitu kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah angka kematian ibu dan bayi bukan hanya semata dipengaruhi oleh pembiayaan persalinan, namun juga oleh pemahaman masyarakat tentang pentingnya upaya kesehatan, terutama sistem kewaspadaan penanganan kehamilan dan persalinan dengan komplikasi. Kata Kunci: implementasi, JKN, AKI, Jampersal
Pengaruh Khitosan dan Media Campuran terhadap Pertumbuhan Semai Pisang Raja Bulu Raja bulu (Musa paradisiaca L var. sapientum) Rosdiana, Rosdiana; Gustia, Helfi
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.3.2.111-123

Abstract

The productivity of banana, as priority fruit, is still low due to lack of good quality seedling. The research aim was to know the effect of chitosan application, mixed media and an interaction between mixed media with the chitosan on seedling growth of “raja bulu” banana. The research designed was a complete randomized block design with two factors. The first factor was the mixed soil, cow manure and rice husk charcoal and the second factor was chitosan at a concentration of 0, 2, 4, 6, and 8 ml L-1. Observed parameters were height, diameter, leaf number and biomass of seedling. The chitosan concentration at 4 ml L-1 gave the highest growth on the height (41.2 cm), leaf number (4.2 leaf plant-1) and dry weight (5.44 gr plant-1) raja bulu banana seedling. The mixed media of soil, cow manure with rice husk charcoal resulted in the highest growth of seedling height (46.6 cm), leaf number (5.2 leaf plant-1), dry weight (5.4 gr plant-1).  Both chitosan applications and mixed media did not give significantly effect on the seedling diameter. The interaction between the mixture media with the application of chitosan did not significantly different on vegetative growth and seedling biomass.
KOMBINASI MEDIA TANAM DAN PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABE Gustia, Helfi; rosdiana, rosdiana
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.4.2.70-78

Abstract

Pertumbuhan dan produksi cabe dapat  dipengaruhi antara lain oleh teknik budidaya belum optimal dan faktor kesesuaian lahan  kurang mendukung. Salah satu upaya meningkatkan produktivitas dengan  kombinasi media tanam dan penambahan pupuk organik cair (POC) pada tanaman cabe. Pelaksanaan penelitian di Pondok Benda Indah pada bulan Februari  sampai Mei 2018. Tujuan penelitian memperoleh media dan dosis POC yang sesuai serta pengaruh  interaksi   media tanam  dan POC pada tanaman cabe. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola factorial.  Faktor pertama media tanam M1(tanah + pupuk kandang = 1:1) dan M2 (tanah + pupuk kandang + sekam bakar = 1:1:1). Faktor kedua penambahan POC yakni P1 (100% NPK), P2 (70% NPK +  50 ml tanaman-1 POC), P3 (70%  NPK +  100 ml tanaman-1 POC), P4 (70% NPK + 150 ml tanaman-1 POC). Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang buah, bobot buah buah-1, dan bobot buah tanaman-1. Hasil penelitian memperlihatkan kombinasi media tanam dan penambahan POC berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabe. Kombinasi media tanam M2 menunjukkan tinggi tanaman tertinggi. Perlakuan P4 memperlihatkan  jumlah cabang terbanyak, panjang buah terpanjang,  bobot buah buah-1 dan bobot buah tanaman-1 terberat. Interaksi kombinasi media tanam M2 dan P4 menunjukkan tanaman  tertinggi, jumlah cabang terbanyak, bobot buah buah-1 dan bobot buah tanaman-1 terberat.