Ido Prijana Hadi
Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Kristen Petra

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

PENELITIAN KHALAYAK DALAM PERSPEKTIF RECEPTION ANALYSIS Hadi, Ido Prijana
Scriptura Vol 2, No 1 (2008): JANUARY 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.557 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.2.1.1-7

Abstract

Reception analysis provides a means of understanding media texts by understanding how these texts are read by audiences. Theorists who analyze media through reception studies are concerned with the experience of media (print, broadcasting, online media) and it takes a closer look at what is actually going on. Reception analysis concentrates on the audience themselves and how they come to a particular understanding view of a text, and how meaning is created through that experience. An important concept of reception theory is that the media text-the individual movie or television program-has no inherent meaning in and of itself. Instead, meaning is created in the interaction between spectator and text; in other words, meaning is created as the viewer watches and processes the movie. Reception theory argues that contextual factors, more than textual ones, influence the way the spectator views the movie or television program. Contextual factors include elements of the viewer's identity as well as circumstances of exhibition, the spectator's preconceived notions concerning the movie or television program's genre and production, and even broad social, historical, and political issues. In short, reception theory places the audience in context, taking into account all of the various factors that might influence how she or he will read and contruct meanings from the text, such as in form of still images, moving images, or written. To understand the meanings that people take from a text it is necessary to get closer to individual audience members and engage with them at a personal level-qualitative research becomes a necessity There are obvious implications for research methodology. Quantitative research is not suited to investigating the construction of meaning.
Penggambaran Kekerasan Rasisme Dalam Film Detroit Setiawan, Filbert Bagus; Hadi, Ido Prijana; Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.897 KB)

Abstract

Fenomena rasisme merupakan isu yang selalu kencang berhembus di masyarakat. Bahkan fenomena ini juga terdapat dalam dunia perfilman. Film Detroit yang menceritakan kisah nyata kerusuhan rasial di Detroit tahun 1967. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kekerasan rasisme digambarkan dalam film Detroit. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang dipergunakan adalah analisis semiotika Roland Barthes dengan signifikasi dua tahap yaitu denotasi – konotasi dan mitos. Hasil penelitian ini memperlihatkan penggambaran kekerasan rasisme di dalam film Detroit. Pertama kekerasan rasisme dalam film ini dapat digambarkan dengan kekerasan fisik dengan senjata api dan kekerasan fisik tanpa senjata api yang dilakukan oleh polisi kulit putih. Selain kekerasan fisik peneliti menemukan adanya kekerasan verbal yang ada dalam film ini. Kekerasan verbal dalam film ini dihadirkan melalui umpatan-umpatan khas antar ras yang bertujuan untuk menghina ras lain.
Pengguna Media Interaktif Sebagai Kenyataan Maya: Studi Resepsi Khalayak Suarasurabaya.net Sebagai Media Interaktif Hadi, Ido Prijana
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 3 (2011): Juli 2011
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24329/aspikom.v1i3.22

Abstract

My aim in writing this paper is to describe that in this fast-changing world, media in Indonesia has undergone a rapid transformation. Digital technology continues to reshape the mass media landscape using internet technology. Internet brings a technical communication revolution, a fundamental change takes place in the structure of connections, artificial memories and the reproduction of their content. Internet technology has made communication much easier and less expensive. It has attracted many people and has penetrated into people’s daily lives. The mass media also have accepted the internet. Almost all forms of traditional media (old media) in local media, such as radio, television, and newspaper have extended their work into this new field. The internet and the World Wide Web have both significantly influenced modern journalism. In online media allows readers to enjoy browsing their product and service of contents, such as news feed, podcasts, desktop alert, news on mobile phones, PDA and others mobile devices. Online media offer not only text but also digital images , audio file, moving images (video), internet radio and internet t v. The interactive features of the internet seemingly imply that online media have more advantages than traditional media forms (old media). So, the internet have dramatically evolved become new media with characteristic multimedia, hypertext, interactivity, archives , and virtuality. The most important structural new media characteristic is the integration of telecommunications, data communications and mass communication in a single medium – it is the convergence. It should be pointed out that the trend toward digital is affecting the various media and brings the local media in East Java to become a global media, where breaking news from Surabaya or anywhere in East Java is transmitted to around the world in a matter of minutes . The research was carried out to find out how user reception on convergence media, journalism and local media on the site of SuaraSurabaya.net and how to access subjective meanings that they have created based on t heir understanding on online media so far. The research is also interested in looking into user reception on information and communication technology based on its relevance with the selected theme namely discourses on global media in website of Radio Suara Surabaya.
Representasi Feminisme Dalam Film “Hidden Figures” Monica, Cindy Ayu; Hadi, Ido Prijana; Wijayanti, Chory Angela
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1535.607 KB)

Abstract

Feminisme merupakan sebuah fenomena yang terjadi sejak lama dan masuk kedalam kehidupan masyarakat di era ini. Feminisme tidak hanya beredar dalam masyarakat tetapi ditampilkan pula kedalam dunia perfilman. Penelitian ini menggambarkan bagaimana representasi Feminisme dalam Film Hidden Figures. “ Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode semiotika John Fiske. Subjek dalam penelitian ini adalah film “Hidden Figures”,sedangkan objek dalam penelitian ini adalah Representasi Feminisme.Hasil penelitian ini menemukan bagaimana representasi feminisme terjadi melalui film“Hidden Figures”. secara keseluruhan, film “Hidden Figures” ingin menyampaikan, adanya feminisme multikultural yang terjadi pada tahun tersebut. Yang mana tidak hanya perempuan yang ditindas oleh laki-laki tetapi perempuan kulit putih menindas perempuan kulit hitam. Perempuan dalam film ini juga menampilkan sosok perempuan yang dapat melawan adanya dikriminasi ras sesama gender yang membedakan kulit putih dengan kulit hitam dengan melalui kecerdasaan dan kemampuan yang mereka miliki.
Penerimaan penonton perempuan terhadap stereotip gender feminim pada film kartini Minanlarat, Kevin Vielden; Hadi, Ido Prijana; Budiana, Daniel
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.029 KB)

Abstract

Pada norma masyarakat di Indonesia mengenai hak-hak yang didapat oleh kaum adam dan hawa, sebagian besar akan berpihak pada posisi laki-laki dan semakin merugikan peran serta posisi dari perempuan. Setelah banyaknya penindasan dan stereotip terhadap kaum feminim, maka lahirlah stereotipe baru. Hal tersebut ditandai dengan munculnya pergerakan feminisme di seluruh dunia. Adapun pergerakan ini ditandai dengan kampanye yang didalamnya termasuk film. Meskipun masyarakat sekarang yang majemuk, tetapi terdapat film yang masih mengangkat kisah penindasan tradisional kaum feminim. Salah satunya melalui kisah pahlawan nasional Indonesia yaitu Kartini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerimaan penonton perempuan terhadap stereotip gender feminim pada film Kartini. Selain itu, metode penelitian yang digunakan adalah reception analysis dengan menggunakan paradigma encoding-decoding. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka hasil penelitian yang diperoleh adah Mellisa dan Kustivah berada pada penerimaan dominant, sedangkan Barbalina memiliki penerimaan negotiated. Adapun penerimaan mereka dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni Feel of experience, frame of reference, komunikasi sosial, significant others, serta konteks yang dimiliki setiap informan seperti budaya, pekerjaan, dan pendidikan.
Penerimaan Penonton terhadap Adegan Kekerasan pada Film Komedi Hangout Karya Raditya Dika Cristianingtias, Nova; Hadi, Ido Prijana; Aritonang, Agusly Irawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.232 KB)

Abstract

Penelitian penerimaan penonton terhadap adegan kekerasan pada film komedi Hangout karya Raditya Dika dengan penedekatan kualitatif deskripstif dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerimaan penonton yang masih tergolong usia remaja awal terhadap kekerasan yang ada pada film komedi Hangout. Melalui analisa menggunakan metode reception analysis milik Stuart Hall ditemukan bahwa penerimaan yang berbeda dari informan mengenai adegan kekerasan dalam film komedi Hangout. Penerimaan informan terhadap kekerasan dilatar belakangi oleh pengalaman masing-masing.
Representasi Feminisme Dalam Film “The Intern” Wibowo, Andreas Setya; Hadi, Ido Prijana; Wijayanti, Chory Angela
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.684 KB)

Abstract

Feminisme merupakan gerakan kesetaraan sejak abad 18 yang menuntut kesamaan dan keadilan hak antara laki-laki dan perempuan dalam segala bidang. Bukan hanya dalam kalangan masyarakat saja, namun gerakan feminisme sudah merambah ke dalam dunia perfilman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat bagaimana representasi feminisme yang terdapat dalam film “The Intern”. Jenis peneltian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode semiotika televisi John Fiske yang terdiri dari tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Subtema yang digunakan untuk menganalisa yaitu pemimpin perempuan yang memiliki intelektualitas, perempuan cepat mengambil tindakan bijaksana, perempuan sebagai sosok superior, pekerja keras, dan bijaksana, yang terakhir perempuan berkarir masih menjadi kritik sosial di masyarakat. Hasil dari penelitian dalam film “The Intern” terdapat ideologi feminisme gelombang pertama dengan menggambarkan pertukaran posisi perempuan degan laki-laki di ranah publik. Dimana perempuan dapat mengambil keputusan untuk berkarir. Pada aspek kepemimpinan perusahaan, perempuan digambarkan sebagai pemimpin yang memiliki intelektualitas tinggi dan memiliki otoritas dalam sebuah perusahaan. Selain itu, perempuan juga ingin terus mempertahankan karir walaupun dihadapkan pada pelbagai permasalahan yang ada.
081216574467 Penerimaan Penonton terhadap Penggunaan Kata Profaniti dalam Vlog Karin Novilda Woen, Monica Grizella; Hadi, Ido Prijana; Tjahyana, Lady Joanne
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.377 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan penonton terhadap kata profaniti yang ada di dalam vlog Karin Novilda. Karin Novilda adalah seorang selebgram terkenal yang memiliki channel youtube pribadi. Salah satu topik di channel youtube pribadinya adalah #KVLOG yang terdapat banyak kata profaniti di dalamnya meskipun sebagian kecil sudah di edit menggunakan sound effect. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reception analysis dengan 4 orang sebagai informan. Peneliti menggunakan lima tipe kata profaniti antara lain tipe disfemisme, kasar, idiomatik, penegasan, dan katarsis. Hasil penelitian ini adalah, 2 orang informan memiliki penerimaan dominant, dan 2 orang informan lainnya masing-masing memiliki penerimaan negotiated dan oppositional. Latar belakang yang berbeda-beda dari keempat informan mempengaruhi pemaknaan dan penerimaan mereka terhadap teks vlog Karin Novilda.
Representasi Kecantikan Perempuan dalam Video Musik Blackpink – As If It’s Your Last Amorita, Dea Ermini; Hadi, Ido Prijana; Wahjudianata, Megawati
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.067 KB)

Abstract

As If It’s Your Last merupakan video musik milik girlband asal Korea Selatan, Blackpink. Girlband ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan girlband Korea Selatan lainnya. Pada video musik As If It’s Your Last, Blackpink turut menjadi pembawa tren kecantikan Korea Selatan tidak hanya dari produk kosmetik, namun dari segi gaya busana (fashion). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kecantikan perempuan digambarkan dalam video musik As If It’s Your Last. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Semiotika John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif interpretatif untuk mendeskripsikan tanda dan lambang dalam video musik tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa kecantikan pada video musik ini digambarkan dengan kecantikan dari fisik (outer beauty) dan kecantikan dari kepribadian (inner beauty). Hal tersebut terlihat dari bagaimana tanda dan lambang yang ada pada video musik menunjukkan adanya petanda : 1) Kecantikan perempuan merupakan produk rekayasa media, 2) Kecantikan perempuan dijadikan sebagai objek komoditas, 3) Kecantikan perempuan identik dengan citra kemewahan.
Analisis Citra Korporat Radio Suara Surabaya menurut Pengunjung Jazz Traffic Festival Angella, Natha Bella; Hadi, Ido Prijana; Monica, Vita
Jurnal e-Komunikasi Vol 6, No 2 (2018): VOL 6, NO 2 AUGUST 2018
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.798 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana citra radio Suara Surabaya menurut pengunjung Jazz Traffic Festival. Radio Suara Surabaya merupakan salah satu radio lokal yang berisikan berita atau sering kali disebut sebagai radio berita. Jazz Traffic yang merupakan program siaran dari radio Suara Surabaya merupakan titik awal dibuatnya acara konser musik jazz dengan nama Jazz Traffic Festival. Selama 7 tahun penyelenggaraannya, acara ini memiliki tujuan untuk mengapresiasi pendengar dan musisi jazz yang banyak berasal dari Surabaya serta mem- branding radio Suara Surabaya yang erat dengan musik Jazz. Peneliti tertarik melihat bagaimana citra radio Suara Surabaya yang ditangkap oleh pengunjung Jazz Traffic Festival. Menggunakan survei sebagai metode penelitian dan data primer maupun sekunder dengan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Pengukuran citra perusahaan yang digunakan adalah 5 elemen citra Vos yaitu : primary impression,familiarity,perception,preference dan position. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra radio Suara Surabaya menurut pengunjung Jazz Traffic Festival adalah positif. Dengan elemen citra tertinggi terdapat pada elemen perception sedangkan elemen citra terendah yang membutuhkan perhatian terdapat pada elemen position.