Nur Hadi
Program Pengembangan Bahasa Arab (PKPBA) Dosen Tetap Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Humaniora dan Budaya, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Jalan Gajayana No. 50 Telepon (0341) 570872, Faksimile (0341) 570872 Malang 65144

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

AL-BADIHIYYAH FIL AL-QURAN WASHOLATIHA BIL BALAGHAH Hadi, Nur
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2008): LiNGUA
Publisher : Faculty of Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v3i1.576

Abstract

Al-Qur’an senantiasa menjadi objek kajian yang tak ada batas. Semakin lengkap piranti yang kita gunakan untuk mengkaji, maka semakin banyak pula yang kita peroleh. Berbagai model kajian bahasa seperti ilmu Fonologi (ilm al-ashwat), Morfologi (ilm al-sharf), Sintaksis (ilm al-nahw), Semantik (ilm al-dalalah), Balaghah (ilm al-balaghah) dan lain-lain, lahir melalui al-Qur’an. Semua itu tidak terlepas dari keberadaan al-Qur’an sebagai kitab suci yang mu’jiz sepanjang zaman yang selalu dipelajari oleh manusia, terutama umat Islam. Karena itu, tulisan ini memfokuskan pada peran badihiyah (kemampuan alami) yang telah ada pada diri manusia sebagai bekal untuk mengenal ayat Allah.
PENGARUH VARIASI TEGANGAN DAN ARUS PADA PROSES PELAPISAN NIKEL TERHADAP KEKUATAN BENDING BAJA ST-41 HADI, NUR
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 02 (2017): JTM : Volume 05 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelapisan logam merupakan cara yang dilakukan untuk memberikan sifat tertentu pada suatu permukaan benda kerja dengan tujuan memiliki penampilan yang indah, ketahanan terhadap korosi, memiliki penampilan yang indah, memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta memperbaiki sifat mekanik material. Material yang dilapisi yakni baja ST-41 yang banyak digunakan sebagai peralatan otomotif, bahan kontruksi maupun bidang kerja yang lain. Nikel adalah Bahan yang digunakan untuk melapisi baja ST-41 pada penelitian ini yang merupakan logam yang keras, tahan aus, konduktor panas dan listrik ynag cukup baik. Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dan arus yang digunakan pada pelapisan logam terhadap hasil uji bending pada material baja ST-41 setelah dilakukan proses pelapisan nikel. Penelitian   yang   dilakukan   merupakan   penelitian   eksperimen dengan melakukan proses pelapisan nikel terhadap material baja ST-41 menggunakan variasi tegangan 1 volt, 2 volt, dan 3 volt. Variasi yang kedua adalah variasi arus, yakni 30 ampere, 40 ampere dan 50 ampere. Standart uji bending yang digunakan adalah ASTM B489 (Standard Practice for Bend Test for Ductility of Electrodeposited and Autocatalytically Deposited Metal Coatings on Metals). Pada penelitian eksperimen ini, penulis menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis,  faktual dan akurat mengenai hasil uji bending yang diperoleh setelah baja ST-41 dilapisi nikel dalam bentuk analisis kualitatif deskriptif dalam bentuk grafik. Hasil penelitian diperoleh nilai uji bending tertinggi terjadi pada arus 30 ampere dengan tegangan 3 volt sebesar 376,61 kgf/mm2 dan spesimen yang mengalami kenaikan paling sedikit terjadi pada arus 50 ampere dengan tegangan 3 volt sebesar 350,01 kgf/mm2. Pada hasil uji bending dispesimen yang sudah dilapisi nikel menunjukkan bahwa arus dan tegangan yang semakin tinggi hasil uji bending semakin turun. Kata Kunci: Baja ST-41,pelapisan logam, tegangan listrik, arus listrik, uji bending
MAQASHID AMMAH DAN KHASHAH OPERASIONAL BANK SYARIAH hadi, nur
Jurnal Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2018): JURNAL EKONOMI ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM UHAMKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.448 KB)

Abstract

Abstrak Praktek dari ekonomi Islam kontemporer yang paling diminati masyarakat adalah industri keuangan perbankan syariah. Perkembangan perbankan syariah yang cukup signifikan ditahun 2018 ini, diharapakan dapat menampakkan jati dirinya di mata dunia Internasional, bahwa perbankan syariah adalah sistem keuangan yang adil dan menguntungkan, serta membawa kemaslahatan dan kesejahteraan umat manusia. Dalam kerangka maqashid syariah, maka perbankan syariah dalam operasionalnya menganut maqashid ammah dan khashah. Manusia tidak diwajibkan untuk memenuhi ketiga tingkatan kebutuhan (maqashid primer, sekunder, tersier), tetapi hanya memenuhi dengan baik kebutuhan dasar (primer/dharruriyyat), yaitu pemenuhannya harus diusahakan dengan cara-cara yang baik, benar, dan halal. Maka adapun maqashid ammah dharuruyat dalam maqashid khashah operasional perbankan syariah adalah: Hifzh al-Din fi al-Dhururiyyat, dengan pedoman al-Qur?an dan hadis serta fatwa DSN. Hifzh al-Nafs fi al-Dhururiyyat, transaksi akadnya secar psikologis dan sosiologis menuntun manusia saling menghargai dan menjaga. Hifzh al-Aql fi al-Dhururiyyat, transaksi para pihak dituntut harus selalu transparan. Hifzh al-Maal fi al-Dhururiyyat, transaksi hanya dalam koredor yang halal secara hukum dan syariat, juga adanya zakat sebagai ketaatan terhadap syariat. Hifzh al-Nasl fi al-Dhururiyyat, transaksi halal akan menghasilkan keuntungan yang halal, akan berdampak baik bagi keluarga dan keturunan yang dinafkahi. Kata Kunci: Maqashid, Ammah, Khashah, Operasional, Bank Syariah.
URGENSI KEKUASAAN DALAM MENEGAKKAN EKONOMI SYARIAH Hadi, Nur
Hukum Islam Vol 18, No 2 (2018): Hukum Ekonomi dan Hukum Keluarga Syariah
Publisher : Fakultas Syariah dan hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/hi.v18i2.5645

Abstract

AbstrakSecara garis besar paling tidak ada tiga paradigma pemikiran tentang hubungan agama dan Negara, yaitu: sekuleristik, integralistik dan simbiolistik. Ketiganya secar subtansi saling menguatkan, walaupun sedikit berbeda. Jelasnya peran negara atau kekuasaan dalam menegakkan ekonomi Islam itu sangat penting. Politik Islam dan sistem politik ekonomi Islam merupakan seperangkat instrumen agar ekonomi dapat di wujudkan ekonomi Islam demi kesejahteraan umat dan keharmonisan sesamanya. Namun cita-cita ini sangat sulit untuk diwujudkan mengingat besarnya kekuatan raksasa dari ideologi sekuler yang menghambat, menghalangi dan ingin menghancurkan sistem ekonomi Islam melalui berbagai strategi seperti pendidikan, kebudayaan, ekonomi, kependudukan, politik dsb. Beberapa strategi yang diterapkan imperialis modern dalam menghalangi berkembangnya sistem kehidupan Islam misalnya: budaya non-Islami. Negara dan ekonomi Islam itu seperti al-Qur’an dan hadis, saling melengkapi, dalam hal ini pemerintah memegang peranan penting di dalam ekonomi Islam, karena kemajuan suatu negara dapat dilihat dari kesejahteraan ekonomi rakyatnya. Peran kekuasaan dalam menegakkan sendi-sendi ekonomi secara Islami dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangatlah penting. Keberadaan para elit politik yang religi serta dorongan para ulama, juga niat baik dari masyarakat untuk membuat sistem ekonomi secara mandiri, dengan keikutsertaan kekuasaan dalam menginterfensi lahirnya undang-undang perekonomian Islam.            Kata Kunci: Kekuasaan, Ekonomi, Syariah
PARADIGMA IDIOLOGI SISTEM EKONOMI DUNIA Hadi, Nur
AL-FIKRA Vol 17, No 1 (2018): AL FIKRA
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The paradigm of the capitalist and socialist economic system suggests that the production and consumption and distribution of wealth in principle have been established in accordance with applicable economic laws in the economic practice of society. Economic System is a system that regulates and establish economic relationships between people with a set of institutions in the order of life in the community or state. Almost every country has its own economic system. The paradigm of thought as the choice of economic system applied in a country depends on the mutual agreement of the country, in accordance with the constitution owned, the philosophy and ideology of the state in its economic system. The economic system is a system that regulates the economic conditions of a country in accordance with state conditions of the country itself. The capitalist economic system rests on private and private ownership of the means of production, distribution, and exchange. so that the three main things are full in private hands, the system is oriented to Jewish ideology. The socialist economic system is its economic activities ranging from planning, implementation, and supervision carried out by the government centrally, this system adopts the Christian ideology of religion. Communist economic system is an economic system in which the role of government as a regulator of all sources of economic activity, this system pivots on the ideology of Atheist. Pancasila economic system is a system of economic democracy, this system comes from the ideology of Pancasila. The Islamic economic system is an economic system based on the ideology of Tawheed (aqidah) Islam, Nubuwwah (prophet) Muhammad saw (the obligatory nature of Prophet and Messenger) and Khilafah (leadership) and Maad (result)
“PETHEKAN”: KONTROL SOSIAL PADA MASYARAKAT TRADISIONAL TENGGER Hadi, Nur
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 3, No 1 (2010): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.515 KB)

Abstract

Abstract. Social control is one mechanism to prevent social deviation and also is a work of the community so each one obey the rule and values that applied in the community. The obedience is needed to ensure the continuity of community life. The community of Tengger has developed a social control called “Pethekan”. Their working-together habit has tought them how local knowledge developed to ensure the continuity of their life social in a solid and harmonious state.
PENETRASI AGAMA NEGARA PADA KOMUNITAS TENGGER DI KANTONG TAMAN NASIONAL BROMO-TENGGER-SEMERU Hadi, Nur
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 2, No 2 (2009): Desember
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.515 KB)

Abstract

Abstract: After the cupdeta of communist party in 1965, there was massive effort of non-Tengger ethnic community to penetrate the nation’s religions (Hindu, Budha, Christian, and Islam) into the Tengger ethnic community who were considered as ‘no-religion’ ethnic. Consequently, the Tengger people who had already believed in “Budo” as the only accepted Tenggerese’s religion had to be able to converse their religion. The phenomenon caused the emergence of ‘sincretism’ between their original religion and the nation’s religion with all consequences. The condition, in certain cases, needs to get much attention related to the change of traditional ritual of mountain society with its own local wisdom.
RESIKO PERAN EKONOMI IBU RUMAH TANGGA BAGI KELUARGA BATIH: Studi Kasus di Tulungagung Selatan tentang Efek Psikologis dan Sosial Profesi Sebagai Tenaga Kerja Wanita di Manca Negara Hadi, Nur
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 7, No 2 (2013): Desember
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.12 KB) | DOI: 10.17977/sb.v7i2.4749

Abstract

Abstract. There are two phenomena as focus of this research: (1) economic role of household wives as women labor at abroad, (2) the risks of its economic role for the left nuclear families. This research analyze relation of those phenomena for its psychological and social effects of the left nuclear families.This research uses qualitative approach and the kind of research is a case study. The research site is Besuki, one sub district of South Tulungagung region.This site is known as poor region and more one decade as a region that has many women labor at abroad. Results of this research are (1) the push factors in taking economic role as women labor are the limited income of previous occupation; influences of the economic success stories of women labor, wage of women labor higher than civil servant, and the result as women labor can be used for capital of many economic business; (2) The basic reason used to select women labor as their profession is based on calculation that more opportunity that can be reached than its risks, women labor prepare their preventive steps by following right and legal departure; (3) The economic effect is economic increasing at family and village level, the psychological effects are positive and negative impacts, and social effects are family conflicts, increasing number of divorce, and reducing amount of active women at village.
Pendidikan Teologi Lintas Agama dalam Meraih Keluarga Bahagia (Analisis Teori Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu) Hadi, Nur
AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.242 KB) | DOI: 10.24014/au.v1i2.5224

Abstract

This article wants to reveal cross-ideological religious education in conceptualizing a happy family. The most important thing is that religious education is very urgent in forming a family of happiness that is indoctrinated in a family. This research method uses qualitative descriptive concept, with research type of library of Risert (bibliography), data collection method is using primary and secondary data and technical data analysis is using contents analysis method (deductive and inductive). Religious education is the best way to achieve the happiness of the hereafter. Religious education is the perfect solution for achieving individual happiness, the smallest group (family) and community groups. Religious education is an easy way to achieve physical and spiritual happiness in its entirety. Religious education is a necessity for every religious community as a theory to reach the happiness of soul, family and society. Happy family will be obtained if the understanding of religion that is applied by every family member in the household and society. The happiness of society is the happiest family happiness in a country or group of people, in Islamic teachings called baldatun thayyibatun wa raobbun ghafur.
PENGEMBANGAN BAHAN BACAAN BERBASIS PENDIDIKAN MULTI KULTURAL, RELIGI KOMUNITAS PEGUNUNGAN: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT TERUNYAN DI GUNUNG BATUR, TENGGER DI GUNUNG BROMO DAN KINAHREJO DI LERENG MERAPI Hadi, Nur
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.037 KB) | DOI: 10.17977/sb.v8i1.4753

Abstract

Abstract: Religi komunitas pegunungan adalah bagian penting dan sangat mendasar dalam hubungan edukatif dan ekologis antara manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial. Berbagai atribut dan fenomena yang tersaji dalam hubungan tersebut menunjukkan bagaimana eksistensi kehidupan mereka dalam menjawab tantangan yang terjadi pada masa lalu dan masa yang akan datang. Kemampuan mereka dalam melahirkan berbagai bentuk budaya menarik untuk dikaji dan dijadikan sebagai bahan galian untuk menyusun dan mengembangkan bahan bacaan berbasis pendidikan multikultural dan kecakapan hidup, serta pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan dan kearifan lokal. Penggambaran fenomena interaksi sosial antara masyarakat dengan lingkungannya dengan bingkai tradisi nilai budaya (religi) lokal, dapat dijadikan salah satu rujukan untuk dapat memperkuat basic pengembangan “Living Values Education”. Abstract: Religion in mountainous area community is an important factor on relation between humans, natural environment and social environment. Various phenomena and attributes presented in this relationship shows the community existence respond to challenges that occurred in the past and the future. Their ability to create various shape of cultural form is interesting to be studied and also can develop to be reading material for multicultural education, life skills, and character building based on national values and local wisdom. Depiction of social interaction pgenomena between people and their environment with the frame of cultural local traditions (religion) value, can be used as a reference in order to strengthen the basic development of "Living Values Education"