Sugondo Hadiyoso
Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

PERBANDINGAN EKSTRAKSI FITUR DAN PROSES MATCHING PADA AUTENTIKASI SIDIK JARI MANUSIA PRASASTI, ANGGUNMEKA LUHUR; IRAWAN, BUDHI; FAJRI, SETIO EKA; RENDIKA, ANANDA; HADIYOSO, SUGONDO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 1 (2020): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i1.95

Abstract

ABSTRAK Sidik jari merupakan biometrik yang sering digunakan dalam teknologi autentikasi. Terdapat banyak metode yang bisa digunakan untuk membuat sistem klasifikasi sidik jari. Maximum Curvature Points (MCP) umumnya digunakan untuk ekstraksi citra pembuluh darah jari yang juga digunakan sebagai autentikasi. Pada penelitian ini akan diuji performansi dari metode MCP jika dibandingkan dengan metode yang umum digunakan pada proses pengenalan sidik jari, yaitu Hit and Miss Transform (HMT). Perbedaan domain, yaitu spasial pada Normalized Cross Correlation (NCC) dan frekuensi pada Phase Correlation (PC) dalam proses matching ternyata juga mempengaruhi performansi sistem. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunakaan metode MHTNCC memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dalam pengenalan sidik jari yaitu 92% untuk pengenalan ibu jari dan 98% untuk pengenalan jari telunjuk, dibandingkan dengan menggunakan metode MCP-PC yang hanya memiliki tingkat akurasi sebesar 88% untuk pengenalan ibu jari dan 92% untuk pengenalan jari telunjuk. Kata kunci: sidik jari, MCP, HMT, phase correlation, normalized cross correlation ABSTRACT Fingerprint is one of the biometric systems that are often used in an authentication technology. There are many methods that can be used to develop fingerprint?s classification system. Maximum Curvature Points (MCP) are generally used for finger vein image extraction which is also used as authentication. MCP performance will be compared to common method in finger print recognition, Hit and Miss Transform (HMT). Using different domains, spatial in Normalized Cross Correlation (NCC) and frequency in Phase Correlation (PC) affect the system performance. The results show that the application of HMT-NCC more accurate in terms of finger print?s recognition, 92% in accuracy for thumb recognition and 98% accuracy for index finger recognition, while MCP-PC is only reach 88% in accuracy for thumb recognition and 92% accuracy for index finger recognition. Keywords: fingerprint, MCP, HMT, phase correlation, normalized cross correlation
DEVELOPMENT OF WIRELESS PATIENT’S VITAL SIGN MONITOR USING WIRELESS LAN (IEEE.802.11.B/G) PROTOCOL Rizal, Achmad; Suryani, Vera; Jondri, Jondri; Hadiyoso, Sugondo
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 4, No 6: December 2014
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.464 KB)

Abstract

Vital sign monitor is typical medical instrument for basic physiological measurement. Medical practitioner assesses a patient?s health condition by observing measurement results shown in display. In this research, we designed low cost, wireless, PC-based vital sign monitor. Signals captured in designed vital sign monitor are electrocardiogram (ECG), photoplethysmogram (PPG), and body temperature. Captured data are transmitted via wireless LAN module so that medical practitioner is able to monitor patient?s condition remotely from another room or place. The system worked well for maximum transmission distance about 45 meters for LOS condition and 20 meter for NLOS condition.DOI:http://dx.doi.org/10.11591/ijece.v4i6.6429
Implementasi Regulator Oksigen Otomatis berdasarkan Tingkat Pernapasan menggunakan Logika Fuzzy HADIYOSO, SUGONDO; NURSANTO, NURSANTO; RIZAL, ACHMAD
Jurnal Elkomika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika
Publisher : Jurnal Elkomika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Otomasi perangkat kesehatan saat ini banyak dikembangkan dengan tujuan untuk mempermudah kerja manusia sekaligus efisiensi utilitas perangkat. Pada penelitian ini, diusulkan desain prototipe sebuah regulator oksigen otomatis pada sebuah alat bantu pernafasan yang berfungsi untuk mengatur tekanan atau kadar oksigen yang dikeluarkan. Kondisi ini disesuaikan dengan tingkat pernafasan pasien. Jika tingkat pernafasan pasien diatas ambang batas maka tekanan oksigen akan dinaikkan. Melaui sensor, pernafasan pasien dideteksi yang selanjutnya diolah oleh mikrokontroler untuk dihitung rate pernafasannya. Melalui logika fuzzy, perhitungan tersebut diolah untuk proses pengambilan keputusan berapa banyak oksigen yang harus dikeluarkan. Setelah dilakukan pengujian, regulator otomatis dapat mengatur volume oksigen yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah pernafasan pasien. Terdapat 9 buah aturan yang diimplementasikan pada sistem dalam pengaturan volume oksigen. Dimana setiap logika tersebut dapat dijalankan dengan baik oleh sistem. Tingkat akurasi yang dicapai perangkat untuk menghitung rate pernafasan mencapai 92,73%. Kata kunci: otomasi, regulator, oksigen, logika fuzzy.   Abstract Automatic medical device currently developed with the aim to help the work and efficiency of the device utilities. In this research, proposed to prototype design an automatic oxygen regulator to regulate pressure or levels of oxygen. This condition is adjusted by the respiratory rate of patient. If the respiratory rate of the patient above the threshold then the oxygen pressure would be raised. Sensor detect the patients breathing then processed by a microcontroller to count breathing rate. Through fuzzy logic, that calculations are processed for the decision process to determine how much oxygen should be given. After testing, the automatic regulator can control  the volume of oxygen according with the patients respiratory condition. There are 9 rules that are implemented on the system for setting the volume of oxygen. Each logic rules can be run well by the system. The level accuracy of device to compute respiration rate, reached 92.73%. Keywords: automation, regulator, oxygen, fuzzy logic.
Analisis Perbandingan KNN dengan SVM untuk Klasifikasi Penyakit Diabetes Retinopati berdasarkan Citra Eksudat dan Mikroaneurisma AULIA, SUCI; HADIYOSO, SUGONDO; RAMADAN, DADAN NUR
Jurnal Elkomika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika
Publisher : Jurnal Elkomika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai pengklasifikasian tingkat keparahan penyakit Diabetes Retinopati berbasis image processing masih hangat dibicarakan, citra yang biasa digunakan untuk mendeteksi jenis penyakit ini adalah citra optik disk, mikroaneurisma, eksudat, dan hemorrhages yang berasal dari citra fundus. Pada penelitian ini telah dilakukan perbandingan algoritma SVM dengan KNN untuk klasifikasi penyakit diabetes retinopati (mild, moderate, severe) berdasarkan citra eksudat dan microaneurisma. Untuk proses ekstraksi ciri digunakan metode wavelet  pada masing-masing kedua metode tersebut. Pada penelitian ini digunakan 160 data uji, masing-masing 40 citra untuk kelas normal, kelas mild, kelas moderate, kelas saviere. Tingkat akurasi yang diperoleh dengan menggunakan metode KNN lebih tinggi dibandingkan SVM, yaitu 65 % dan 62%. Klasifikasi dengan algoritma KNN diperoleh hasil terbaik dengan parameter K=9 cityblock. Sedangkan klasifikasi dengan metode SVM diperoleh hasil terbaik dengan parameter One Agains All.   Kata Kunci : Diabetic Retinopathy, KNN , SVM, Wavelet. ABSTRACT Research based on severity classification of the disease diabetic retinopathy by using image processing method is still hotly debated, the image is used to detect the type of this disease is an optical image of the disk, microaneurysm, exudates, and bleeding of the image of the fundus. This study was performed to compare SVM method with KNN method for classification of diabetic retinopathy disease (mild, moderate, severe) based on exudate and microaneurysm image. For feature extraction uses wavelet method, and each of the two methods. This study made use of 160 test data, each of 40 images for normal class, mild class, moderate class, severe class. The accuracy obtained by KNN higher than SVM, with 65% and 62%. KNN classification method achieved the best results with the parameters K = 9, cityblock. While the classification with SVM method obtained the best results with parameters One agains all . Keywords : Diabetic Retinopathy, KNN, SVM, Wavelet.
Pengembangan Perangkat EKG 12 Lead dan Aplikasi Client-Server untuk Distribusi Data HADIYOSO, SUGONDO; JULIAN, MUHAMMAD; RIZAL, ACHMAD; AULIA, SUCI
Jurnal Elkomika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Elkomika
Publisher : Jurnal Elkomika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Elektrokardiograf adalah perangkat untuk mengukur aktifitas kelistrikan jantung. Sinyal yang ditampilkan oleh perangkat elektrokardiograf adalah sinyal elektrokardiogram (EKG). Untuk monitoring ECG  minimal diperlukan satu lead sementara untuk standar klinis diperlukan 12 lead. Untuk realisasi perangkat EKG 12 lead diperlukan strategi agar jumlah perangkat keras yang dibutuhkan semakin sedikit sehingga dimensi menjadi lebih kecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada penelitian ini dirancang perangkat EKG 12 lead dengan teknik multipleksing. Kombinasi sadapan sinyal EKG 12 lead dikontrol oleh multiplekser 4051 melalui mikrokontroler secara bergantian. Data dijital hasil konversi ADC selanjutnya dikirim secara serial ke komputer server dan dapat dilihat pada komputer client yang terhubung. Hasil yang didapat menunjukkan bahawa perangkat analog telah berhasil mengakuisisi sinyal EKG dengan baik dari Lead I sampai Lead V6. Dengan waktu pensakelaran sebesar 5 ms, sinyal tidak dapat ditampilkan secara simultan 12 lead. Sinyal dapat diakuisisi dengan baik jika waktu pensakelaran sebesar 5 detik namun seluruh sadapan sinyal EKG tidak dapat ditampilkan secara simultan.   Kata kunci: Elektrokardiograf, 12 Lead, Multipleksing, Server, Client.   Abstract   Electrocardiograph is device for measuring electrical activity of heart. Electrocardiograph displays electrocardiogram signal (ECG). For monitoring ECG, at least need one ECG lead meanwhile for standard clinical ECG need 12 lead. For realization of 12 lead ECG devices, it is need strategy to reduce number of hardware to make dimension of ECG device smaller. To solve this problem, we use multiplexing method for ECG device development. Combination of 12 lead ECG signal is controlled by the multiplexer 4051 through microcontroller sequentially. Digital data of ADC is sent serially to the server computer and can be viewed on client computer that connected to the network. From the results obtained indicate that analog devices have been successfully acquired ECG signals Lead I to Lead V6. With 5 ms switching time, the 12 lead ECG signal can not be displayed simultaneously. The signal can be acquired properly with 5 seconds switching time, but the whole of ECG signals can not be displayed simultaneously.   Keywords: Electrocardiograph, 12 Lead, Multiplexing, Server, Client.
RANCANG BANGUN DAN IMPLEMENTASI AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN RELAI Pakpahan, Robinzon; Ramadan, Dadan Nur; Hadiyoso, Sugondo
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 3 No 2: JETT December (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jett.v3i2.302

Abstract

Sistem cadangan/backup catudaya mutlak diperlukan pada perangkat elektronika yang memerlukan energi listrik yang tidak terhenti. Cadangan catudaya digunakan untuk menggantikan sumber utama PLN. Pada penerapannya diperlukan sebuah perangkat pendukung berupa Automatic Transfer switch (ATS) untuk melakukan pensaklaran dari sumber utama ke cadangan catu daya atau sebaliknya. Pada paper ini, dibahas realisasi perangkat ATS berbasis mikrokontroler yang bekerja berdasarkan pembacaan arus dan tegangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan komunikasi berbasis LAN untuk mengirim data monitoring. Setelah dilakukan pengujian, perangkat ATS dapat mengukur arus dan tegangan dengan rata-rata kesalahan 3,76% dan 0,21% pada pengukuran generator set dan sumber PLN. Pengujian lainnya, sistem relai dapat berfungsi untuk memindahkan sumber listrik dari sumber utama ke sumber cadangan atau sebaliknya.
SAFETY HELMET IMPLEMENTATION WITH CENTRALIZED INFORMATION SYSTEM ON REMOTE MONITORING APPLICATIONS Illahi, Alvinas Deva Sih; Bella, Anatasya; Hadiyoso, Sugondo; Aulia, Suci
Lontar Komputer Vol. 9, No. 1 April 2018
Publisher : Research institutions and Community Service, University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/LKJITI.2018.v09.i01.p01

Abstract

Personal Protective Equipment (PPE) is standard equipment that required to ensure safety of workers. PPE equipment that used during work such as: Safety helmet, safety glass, and ear plug. PPE that being used by workers doesn?t informative yet, only serve as personal protective so evacuation prevention still looks difficult to do prior accident happened. In this research, Safety Helmet Project has been implemented with pulse sensor, temperature sensor, carbon monoxide gas sensor, and transmission media which able transmitting data to control and monitoring center. The system also supports multiuser monitoring applications that can be accessed simultaneously through the internet network. Based on test results, the comparison of measurement gap with standard tool has been obtained as temperature sensor is 0,07%, heart sensor is ± 4%. Accuracy level for temperature sensor and heart rate are 99,67% and 95,45% by various condition of test. Another test is delay of the transmitting sensor data to the website around ± 10 seconds and controlling around ± 5 seconds.
MONITORING ELEKTROKARDIOGRAF MENGGUNAKAN TOPOLOGI MESH Hadiyoso, Sugondo; Mayasari, Ratna
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 1 No 1: JETT December (2014)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jett.v1i1.87

Abstract

Penerapan wireless sensor node (WSN) telah banyak dikembangkan untuk aplikasi monitoring parameter kesehatan pasien, salah satunya digunakan pada perangkat elektrokardiogram. Pada penelitian sebelumnya, dibuat sistem monitoring EKG menggunakan topologi multipoint to point berbasis perangkat transceiver Xbee[1]. Sistem tersebut menggunakan tiga node sensor dengan satu node kordinator sebagai penerima data dari semua node sensor. Pada topologi tersebut, tidak terdapat node yang difungsikan sebagai router sehingga tidak ada rute alternatif jika terjadi kesalahan pada suatu node. Selain itu, tidak dapat digunakan untuk jarak transmisi yang lebih jauh. Solusi permasalahan tersebut adalah dengan mengaplikasikan topologi jaringan mesh. Sistem ini digunakan untuk aplikasi monitoring EKG secara real time yang terdiri dari 4 buah node sensor. Dimana 3 buah node sensor berfungsi sebagai router, 1 buah node sensor sebagai end device dan 1 buah kordinator pada bagian penerima sebagai pusat pengolah data. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa data dari setiap node sensor diterima dengan baik. Penambahan karakter diperlukan untuk identifikasi sumber node. Proses routing berjalan dengan baik ketika ada node yang mengalami gangguan.
REALISASI PENGENDALI INTENSITAS CAHAYA LAMPU DENGAN KONTROL SUARA DAN GOOGLE ANDROID SPEECH RECOGNITION API Hariyani, Yuli Sun; Fitri, Cucu; Hadiyoso, Sugondo
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan Vol 1 No 1: JETT December (2014)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jett.v1i1.86

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang tidak dapat lepas dari cahaya untuk melakukan berbagai aktivitas di ruangan. Namun cahaya di ruangan harus disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas masing-masing untuk menghindari pemborosan energi listrik. Terkadang sebagian orang sering lupa dan malas untuk mematikan atau menyalakan lampu dalam keadaan tertentu karena saklar yang digunakan masih manual. Oleh karena itu dibutuhan saklar yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Penelitian ini merealisasikan sistem pengendali lampu jarak jauh berbasis suara yang didukung oleh google voice recognition engine dan menggunakan android , tidak hanya mematikan dan menghidupkan lampu, namun juga mengatur lampu dengan beberapa level intensitas cahaya. Arduino Uno R3 digunakan sebagai piranti pengendali dengan Bluetooth sebagai media komunikasi antara smartphone dan mikrokontroller. Berdasarkan pengujian sistem dan alat yang direalisasikan, untuk pengujian di dalam ruangan dengan penghalang, maksimal jangkauan control mencapai 10 meter dengan respon lampu rata-rata 1,426 detik.
FPGA-based implementation of speech recognition for robocar control using MFCC Kurniadhani, Bayuaji; Hadiyoso, Sugondo; Aulia, Suci; Magdalena, Rita
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 17, No 4: August 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.405 KB) | DOI: 10.12928/telkomnika.v17i4.12615

Abstract

This research proposes a simulation of the logic series of speech recognition on the MFCC (Mel Frequency Spread Spectrum) based FPGA and Euclidean Distance to control the robotic car motion. The speech known would be used as a command to operate the robotic car. MFCC in this study was used in the feature extraction process, while Euclidean distance was applied in the feature classification process of each speech that later would be forwarded to the part of decision to give the control logic in robotic motor. The test that has been conducted showed that the logic series designed was precise here by measuring the Mel Frequency Warping and Power Cepstrum. With the achievement of logic design in this research proven with a comparison between the Matlab computation and Xilinx simulation, it enables to facilitate the researchers to continue its implementation to FPGA hardware.