Haeria Haeria
Staf Bidang Pencegahan & Pemberantasan Penyaki Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS PENGELOLAAN OBAT SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN SAFETY STOCK OBAT DI PUSKESMAS GANRA KABUPATEN SOPPENG Khaerani, Khaerani; Haeria, Haeria; Wahyuddin, Munifah; Yulianti, Ika
Jurnal Kesehatan The 1st Alauddin Pharmaceutical Conference and Expo (ALPHA-C) 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v0i0.13643

Abstract

Drug management is an important aspect that include of planning, procurement, acceptance, storage, distribution, to the destruction of drugs. Drug management is a very important thing that needs to be considered, considering that with management that is not in accordance with the proper procedures, overlapping problems will occur. The Pharmacy Installation of the Soppeng District Health Office has carried out drug management but there are still a number of problems namely inadequate human resources, and inadequate facilities. This study aims to determine how the management of drugs in the Department of Health and Community Health Center Soppeng Ganra. This research is a descriptive analysis with a quantitative approach using observational methods. Data collection was carried out using the interview method through questionnaires. The results showed that the management of drugs in the Department of Health and Puskesmas Ganra, Soppeng Regency was not optimal because there were still many shortcomings such as controlling safety stock that had not used good calculations. The results of data percentage based on two different methods obtained 3.48% based on the proposed planning in 2018 and 96.51% using the planning method based on the calculation of safety stock.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI-FRAKSI DAUN BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA) Haeria, Haeria; Dhuha, Nursyamsi; Habra, Risnawati
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1, No 2 (2018): Desember
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.167 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i2.11460

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antibakteri fraksi-fraksi daun Bidara (Ziziphus Mauritiana) terhadap bakteri Staphilococus aureus dan Eschericia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri  dari fraksi daun bidara, fraksi yang paling aktif sebagai antibakteri serta golongan senyawa dalam fraksi yang memiliki aktivitas antibakteri. Sampel diekstraksi dengan methanol dan dipartisi dengan pelarut etil asetat Fraksinasi daun Bidara menggunakan metode Kromatografi Cair Vakum dalam berbagai perbandingan eluen. Fraksinasi ini menghasilkan 5 gabungan fraksi A, B, C, D dan E. Ekstrak dan Fraksi diuji aktivitasnya sebagai antibakteri. Ekstrak metanol membentuk zona hambat bening yang diamati di sekitar paper disk yaitu 8,93 mm - 9,5 mm. Fraksi-fraksi daun Bidara memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan zona hambat yaitu 12,4 mm ? 14,1 mm pada konsentrasi 3000 ppm. Fraksi B memberikan aktivitas antibakteri yang terbaik, sehingga diuji lanjutan dengan KLT-bioautografi dan identifikasi golongan senyawa. Hasil identifikasi golongan senyawa, aktif antibakteri dari fraksi daun bidara menunjukkan adanya senyawa steroid, senyawa organik, dan flavonoid.
UJI AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM DARI ISOLAT KULIT BATANG KAYU TAMMATE (LANNEA COROMANDELICA HOUTT. MERR.) SECARA IN-VITRO Tahir, Karlina Amir; Haeria, Haeria; Febriyanti, Alifia Putri; Chadijah, St.; Hamzah, Nursalam
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 7, No 1 (2020): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.203 KB) | DOI: 10.33096/jffi.v7i1.591

Abstract

One of the main causes of death and a major public health problem is malaria. Some drug resistance and the limited number of effective drugs have given the community a sense of worry. This makes the discovery of new antimalarial compounds very necessary. Based on the results of exploration of natural materials, Javanese wood is one of the plants that is efficacious as an antimicrobial and is thought to be efficacious as antiplasmodium. This study was then conducted to find hexan and ethyl acetate isolates from the Java wood fraction (Lannea coromandelica Houtt. Merr.) Which effectively inhibited the development of Plasmodium falciparum in vitro. This research is a follow-up study from previous studies in testing the fraction of Javanese bark against antioxidant activity. The procedure starts from hexan and ethyl acetate isolates with five concentrations of 10 (µg / ml), 1 (µg / ml), 0.1 (µg / ml), 0.01 (µg / ml) and 0.001 (µg / ml) 3D7 strain of Plasmodium falciparum was measured based on the average percent resistance. The results of this study indicate that etil asetat isolate have IC50 2,727 µg/ml, its mean moderate activity as antiplasmodium. While hexan isolate have IC50 >10 µg/ml its mean not have or low antiplasmodium activity.
Pengembangan Sistem Informasi Program Kusta Berbasis Geografis di Kabupaten Cirebon Tahun 2005 Haeria, Haeria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 2 Oktober 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.419 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v1i2.316

Abstract

Kusta yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae merupakan penyakit menular dengan masalah yang sangat kompleks. Tiga tahun terakhir, Kabupaten Cirebon yang melaporkan 1.207 penderita kusta (Prevalence 1,69/ 10.000 penduduk), belum mencapai tahap eliminas sehinga penularan masuh berlansung. Tujuan penelitian mengembangan sistem informasi kusta berbasis geografis yang dapat dijadikan solusi percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Cirebon. Metoda yang digunakan adalah System Development Life Cycle, yaitu planning, analysis, design, implementation, maintenance dan evaluation system. Hai tersebut dilakukan dengan memadukan konsep Data Base Management System dan data spasial. Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi masalah manajemen penanggulangan kusta serta alternatif solusi pada level input, proses dan output. Data dan informasi dikumpulkan melalui wawancara, dan telaah dokumen. Sistem ini didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pengolahan menjadi informasi. Interpretasi epidemiologis kusta pada visual peta dapat mengetahui model difusi transmisi kasus dan jangkauan pelayanan kesehatan (Puskesmas) dalam penanggula- ngan kusta.Kata Kunci: Sistem informasi geografis, eliminasi, kustaLeprosy caused by Mycobacterium leprae is a contagious disease that generates complex problems. Over the last three years, the District of Cirebon report- ed 1207 leprosy cases (prevalence rate 1.69/10.000 population) and had not yet reach leprosy elimination situation, thus the disease was keep spreading. The purpose of this system development was to develop an application of Leprosy System Information Program Based on geographical information system for leprosy elimination acceleration program in Cirebon. The method used in this study was System Development Life Cycle method (planning, analysis, design, implementation, maintenance, and evaluation), by combining Data Base Management System concept and spatial data. Data and information needed were collected by interview and document observation. The system was designed for facilitating data input and automation of its process mechanism to produce information. Output were in form of regular report, tabulation, graphic, and area endemic mapping information with urban smallest observation unit. Epidemiologic interpretation on leprosy case from visual map can identify case transmission diffusion model and health service (Puskesmas) range capac- ity in leprosy elimination.Keywords: Geographical information system, elimination, leprosy
PROFIL INDEKS PENGEMBANGAN IKATAN-SILANG GELATIN-KITOSAN Hamzah, Nursalam; Fadhlurrahman, Muhammad; Ningsi, Surya; Haeria, Haeria
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2, No 2 (2019): Desember
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.624 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i2.12147

Abstract

Gelatin ikan menjadi sumber alternatif gelatin halal, tetapi memiliki sifat mekanik dan kekuatan gel yang rendah. Ikat silang telah banyak digunakan pada modifikasi material, termasuk untuk membentuk kompleks gelatin-kitosan. Ikat silang dapat meningkatkan kemampuan sifat mekanik dan kekuatan gel. Fokus penelitian ini adalah mengamati karakteristik indeks pengembangan kompleks gelatin-kitosan yang diikat silang menggunakan glutaraldehid dan sukrosa teroksidasi dengan variasi konsentrasi. Penelitian dimulai dengan ekstraksi gelatin dari sisik ikan Bandeng menggunakan metode basa-asam. Gelatin sisik ikan Bandeng dan gelatin komersil kemudian digunakan sebagai sampel. Larutan gelatin, kitosan dan pengikat silang dicampurkan dan diinkubasi pada suhu 40oC selama selama 24 jam. Campuran kemudian dikeringkan pemanasan suhu 70oC sampai sampel kering. Sampel kemudian diuji indeks pengembangan dengan direndam dalam air selama 12 jam, volume pengembangan diamati tiap jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kompleks gelatin-kitosan dapat diikat metode ikat silang dengan glutaraldehid dan sukrosa teroksidasi yang ditunjukkan dengan perubahan nilai indeks pengembangan. Sukrosa teroksidasi dengan perbandingan sukrosa dan natrium periodat 1:3 menunjukkan nilai indeks pengembangan paling baik.
TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (ZIZIPHUS SPINA-CHRISTI L.) BERDASARKAN GAMBARAN MORFOLOGI DAN HISTOLOGI HATI MENCIT Dhuha, Nur Syamsi; Haeria, Haeria; Putri, Hardiyanti Eka
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2, No 1 (2019): Juni
Publisher : Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.92 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i1.6706

Abstract

Daun bidara (Ziziphus spina-christi L.) digunakan sebagai obat tradisional. Daun Bidara memiliki khasiat antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, antifungi dan mencegah timbulnya tumor. Penggunaan daun bidara berkhasiat berdasarkan bukti empiris, tetapi belum diteliti keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas toksisitas ekstrak etanol daun bidara berdasarkan gambaran morfologi dan histologi hati mencit. Prosedur dimulai dengan ekstraksi simplisia daun bidara secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Mencit sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok I (kontrol) yang hanya diberi Na-CMC 1%. Kelompok II, III, IV, dan V adalah kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol daun bidara dengan dosis berturut-turut 60, 200, 600, dan 2000 mg/kgBb. Pemberian ekstrak dilakukan per oral selama 14 hari kemudian pada hari ke-15, toksisitas diamati. Toksisitas diamati dari preparat histologi hati mencit berdasarkan nilai kerusakan parenkimatosa, hidropik dan nekrosis. Ekstrak etanol daun bidara memberi pengaruh pada gambaran morfologi yaitu pada warna dan berat basah hati mencit serta adanya kerusakan histopatologi. Batas toksisitas diamati pada dosis 600 mg/kgBB. Kata kunci: Daun bidara, toksisitas, morfologi, histologi.
Fraksinasi dan Identifikasi Senyawa Ekstrak n-heksan Klika Anak Dara (Croton oblongus Burm F.) Haeria, Haeria; Sukri, Sukri; Sukri, Muhammad
Pharmauho Vol 2, No 1 (2016): Pharmauho
Publisher : Pharmauho

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.729 KB)

Abstract

Penelitian tentang fraksinasi dan identifikasi senyawa ekstrak n-heksan klika anak dara (Croton oblongus Burm F.) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa dari hasil fraksinasi ekstrak n-heksan klika anak dara (Croton oblongus Burm F.) dan bagaimana profil hasil fraksinasi dari ekstrak n-heksan klika anak dara (Croton oblongus Burm F.). Hasil penelitian menghasilkan 3 gabungan fraksi yang disebut sebagai fraksi A, fraksi B dan fraksi C. Fraksi A positif mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid, fraksi B positif mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan fenol, sedangkan fraksi C positif mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid. Hasil identifikasi menunjukkan hasil fraksinasi ekstrak n-heksan klika anak dara (Croton oblongus Burm F.) positif mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan fenolik.Kata Kunci: Fraksinasi, identifikasi, KLT, Croton oblongus
UJI EFEK IMUNOMODULATOR EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum. L) DENGAN PARAMETER AKTIVITAS DAN KAPASITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG PADA MENCIT (Mus musculus) JANTAN Haeria, Haeria; Dhuha, Nur Syamsi; Hasbi, Muhammad Ikram
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Efek Imunomodulator Ekstrak  Daun Kemangi (Ocimum    Basilicum.  L)  dengan  Parameter   Aktivitas   dan   Kapasitas  Fagositosis Sel Makrofag Pada  Mencit   (mus musculus) Jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek imunomodulator dari ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum. L) yang berdasarkan pada aktivitas dan kapasitas fagositosis sel makrofag dari mencit jantan dengan pemberian variasi dosis. Pada Kelompok I diberi control positif Imboost force® 0,795 mg/kg BB mencit dan kelompok II diberi Na CMC 1 %, Kelompok III, IV dan V masing-masing diberi perlakuan dengan memberikan dosis acuan ekstrak yang berbeda sebanyak 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB, dan 800 mg/kg BB. Proses perlakuan di berikan selama 7 hari dan  pada hari ke-8 mencit di induksi bakteri Stapylococcus aureus secara Intraperitoneal, lalu dibedah dan diambil cairan peritoneumnya. Selanjutnya diamati di bawah mikroskop dengan bantuan alat hemositometer. Berdasarkan analisis statistik aktivitas fagositosis sel makrofag, pada dosis 400 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB tidak beda nyata atau dikatakan memiliki efek yang sama dengan kontrol positif Imboost Force. Sedangkan pada analisis statistik kapasitas fagositosis sel makrofag tidak berbeda nyata antara 3 variasi dosis dengan kontrol positif Imboost force.
Pengembangan Sistem Informasi Program Kusta Berbasis Geografis di Kabupaten Cirebon Tahun 2005 Haeria, Haeria
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 1 No. 2 Oktober 2006
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.419 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v1i2.316

Abstract

Kusta yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae merupakan penyakit menular dengan masalah yang sangat kompleks. Tiga tahun terakhir, Kabupaten Cirebon yang melaporkan 1.207 penderita kusta (Prevalence 1,69/ 10.000 penduduk), belum mencapai tahap eliminas sehinga penularan masuh berlansung. Tujuan penelitian mengembangan sistem informasi kusta berbasis geografis yang dapat dijadikan solusi percepatan eliminasi kusta di Kabupaten Cirebon. Metoda yang digunakan adalah System Development Life Cycle, yaitu planning, analysis, design, implementation, maintenance dan evaluation system. Hai tersebut dilakukan dengan memadukan konsep Data Base Management System dan data spasial. Hasil analisis sistem dapat mengidentifikasi masalah manajemen penanggulangan kusta serta alternatif solusi pada level input, proses dan output. Data dan informasi dikumpulkan melalui wawancara, dan telaah dokumen. Sistem ini didesain untuk kemudahan input data dan otomasi proses pengolahan menjadi informasi. Interpretasi epidemiologis kusta pada visual peta dapat mengetahui model difusi transmisi kasus dan jangkauan pelayanan kesehatan (Puskesmas) dalam penanggula- ngan kusta.Kata Kunci: Sistem informasi geografis, eliminasi, kustaLeprosy caused by Mycobacterium leprae is a contagious disease that generates complex problems. Over the last three years, the District of Cirebon report- ed 1207 leprosy cases (prevalence rate 1.69/10.000 population) and had not yet reach leprosy elimination situation, thus the disease was keep spreading. The purpose of this system development was to develop an application of Leprosy System Information Program Based on geographical information system for leprosy elimination acceleration program in Cirebon. The method used in this study was System Development Life Cycle method (planning, analysis, design, implementation, maintenance, and evaluation), by combining Data Base Management System concept and spatial data. Data and information needed were collected by interview and document observation. The system was designed for facilitating data input and automation of its process mechanism to produce information. Output were in form of regular report, tabulation, graphic, and area endemic mapping information with urban smallest observation unit. Epidemiologic interpretation on leprosy case from visual map can identify case transmission diffusion model and health service (Puskesmas) range capac- ity in leprosy elimination.Keywords: Geographical information system, elimination, leprosy