Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Kajian Komunikasi

MEDIA INFORMASI KESEHATAN REPRODUKSI BAGI REMAJA DISABILITAS TUNAGRAHITA DI JAWA BARAT Setianti, Yanti; Hafiar, Hanny; Damayanti, Trie; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.22655

Abstract

Sudah selayaknya kelompok disabilitas diberikan ruang kesetaraan dalam mendapatkan berbagai layanan publik secara optimal, baik kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan. Dalam hal pendidikan khususnya, kelompok disabilitas memperoleh jenjang pendidikan pada jalur sekolah luar biasa (SLB) yang terpisah dari pendidikan formal biasa. Kondisi kelompok disabilitas seringkali dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk dieksploitasi menjadi objek kriminalisasi, seperti tindak penipuan dan tindak kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil pelaksanaan komunikasi pendidikan berbasis kesehatan reproduksi bagi kelompok disabilitas (tunagrahita) dalam upaya meminimalisir tindak kekerasan seksual bagi remaja tunagrahita di Jawa Barat melalui media komunikasi komik yang dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif dengan jenis studi deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket, observasi, dan studi literatur. Responden penelitian ini melibatkan tokoh pendidikan bidang disabilitas dan orang tua siswa disabilitas di wilayah Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan media komunikasi berupa komik yang dijadikan panduan bagi guru dan orang tua yang memiliki anak disabilitas tunagrahita dapat dipahami karena mengandung informasi mengenai langkah-langkah mengantisipasi penyalahgunaan seksual pada anak-anak disabilitas melalui isi cerita yang warna-warni dan bergambar. Media komik merupakan sarana yang cukup baik sebagai metode penyampaian pesan mengenai kesehatan reproduksi khususnya dalam dunia pendidikan insklusif. Media komunikasi selain komik yang terdapat di kalangan para orang tua dan sekolah sebaiknya perlu ditingkatkan dari sisi kualitas penyampaian informasi yang berupa media audio visual dalam bentuk film.
Analisis Beban Kerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Fakultas Y Universitas X Aristi, Nindi; Hafiar, Hanny
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.749 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6050

Abstract

Peneliti melakukan penelitian tentang analisis beban kerja tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X. Fokus penelitiannya adalah beban kerja berdasarkan analisis pekerjaan dan beban kerja berdasarkan kinerja pegawai. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif kuantitatif (generic quantitative inquiry) yang memberikan gambaran atas beban kerja yang diemban oleh tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X. Sampel penelitian mengambil keseluruhan jumlah tenaga kependidikan dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X telah melakukan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan beban kerjanya.
PENGALAMAN KOMUNIKASI PEMULUNG TENTANG PEMELIHARAAN KESEHATAN DIRI DAN LINGKUNGAN DI TPA BANTAR GEBANG Nurtyasrini, Sarah; Hafiar, Hanny
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.14 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.10437

Abstract

Kebersihan diri dan lingkungan merupakan hal yang penting bagi setiap diri manusia. Setiap individu memiliki cara masing-masing untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan mereka. Begitu juga dengan pemulung di TPA Bantar Gebang yang setiap hari dikelilingi oleh sampah yang di dalamnya banyak terdapat virus dan bakteri yang bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit. Pemulung ini memiliki cara yang berbeda dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi pemulung dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan di TPA Bantar Gebang. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan tradisi fenomenologi. Data yang digunakan dalam penelitian adalah melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka terhadap subjek penelitian yang dipilih (purposif). Hasil Penelitian penelitian ini menunjukan terdapat dua jenis kategori pemulung, yaitu 1. Pemulung sadar kesehatan diri dan lingkungan, dan 2. Pemulung tidak sadar kesehatan diri dan lingkungan. Cara mereka mendapatkan informasi tentang kesehatan diri dan lingkungan adalah berasal dari teman sesame pemulung, tetangga, televisi, radio, dan koran.DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.9
MESSAGE PLATFORM ATRIBUT SIGER LAMPUNG DI DALAM KEBHINEKAAN MULTIKULTUR Hidayat, Dasrun; Kuswarno, Engkus; Zubair, Feliza; Hafiar, Hanny
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.852 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i1.9481

Abstract

Penelitian ini fokus pada pengelolaan keberagaman dan kebinekaan di tengah masyarakat Lampung yang multikultur. Aspek yang dikaji yakni pesan komunikasi dan negosiasi nilai keragaman untuk mencapai kebbinekaan yang terdapat pada makna Siger. Menggunakan studi kasus dengan paradigma konstruktivis, penelitian ini menemukan bahwa bentuk Siger sebagai lambang kebesaran gelar yang dimiliki masyarakat adat Saibatin Lampung. Siger dengan 7 lekukan menggambarkan tentang posisi, perang dan tanggung jawab setiap gelar atau Juluk Adok. Lekukan pertama berukuran paling tinggi, artinya posisi paling depan menggambarkan posisi gelar tertinggi. Lekukan berikutnya dengan ukuran semakin pendek artinya posisi gelar yang berada di bawah posisi gelar sebelumnya dan seterusnya. Adat Saibatin mempunyai 7 gelar dengan pembagian dua wilayah Ke-Bandandakhan dan Ke-Sebatinan. Ke-Bandakhan terdiri dari gelar Sultan, Pangikhan, Dalom/Batin, Khaja, Khadin, Minak dan Kimas. Ke-Sebatinan meliputi gelar Dalom/Batin, Khaja, Khadin, Minak, Kimas, Mas, dan Layang. Message Platform yang ada pada atribut siger menonjolkan tentang identitas budaya yang menghasilkan integrasi budaya melalui pernikahan antar suku yang harus dikelola oleh setiap penerima gelar. Tanggung jawab untuk mengelola keberagaman adat istiadat di tengah kebinekaan masyarakat multikultur. Reputasi bahwa masyarakat Lampung ramah dan terbuka menjadi salah satu faktor perekat keberagaman menjadi kebinekaan.
Nilai-nilai budaya soméah pada perilaku komunikasi masyarakat Suku Sunda Hidayat, Dasrun; Hafiar, Hanny
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.744 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v7i1.19595

Abstract

Penelitian ini didasari oleh keingintahuan tentang budaya soméah sebagai ciri khas yang melekat pada masyarakat Suku Sunda. Penelitian bertujuan untuk mengetahui secara spesifik tentang nilai-nilai budaya soméah termasuk implikasi dan aplikasinya pada perilaku komunikasi masyarakat Suku Sunda. Untuk menjawab tujuan tersebut, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan studi etnografi public relations, studi yang berfokus pada kajian budaya dengan pendekatan teori public relations. Penelitian menemukan bahwa budaya soméah mengandung nilai-nilai kerendahan hati, kesopanan dan keramahan. Nilai-nilai tersebut merepresentasikan brand personality masyarakat Suku Sunda. Hal ini selaras dengan filosofi hidup mereka yaitu Soméah Hade ka Sémah yang artinya ramah, bersikap baik, menjaga, menjamu dan membahagiakan setiap orang. Implikasi dan aplikasi nilai-nilai filosofi hidup tersebut terdapat pada setiap perilaku komunikasi yang terjadi secara berulang di lingkungan internal dan eksternal. Perilaku komunikasi dengan menggunakan bahasa punten dan mangga. Bahasa punten mengandung makna kerendahan hati. Sedangkan penggunaan istilah mangga sebagai wujud penawaran, ajakan, mempersilahkan dan permohonan. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat dua aspek yang membuktikan bahwa masyarakat Suku Sunda merupakan pribadi yang soméah, yakni selalu tampil menarik dengan wajah ramah dan murah senyum. Masyarakat Sunda juga memiliki selera humor yang tinggi. Kesimpulannya bahwa budaya soméah sebagai nilai kearifan lokal bertujuan untuk membangun dan menjaga hubungan berbasis budaya.
MESSAGE PLATFORM ATRIBUT SIGER LAMPUNG DI DALAM KEBHINEKAAN MULTIKULTUR Hidayat, Dasrun; Kuswarno, Engkus; Zubair, Feliza; Hafiar, Hanny
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.852 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i1.9481

Abstract

Penelitian ini fokus pada pengelolaan keberagaman dan kebinekaan di tengah masyarakat Lampung yang multikultur. Aspek yang dikaji yakni pesan komunikasi dan negosiasi nilai keragaman untuk mencapai kebbinekaan yang terdapat pada makna Siger. Menggunakan studi kasus dengan paradigma konstruktivis, penelitian ini menemukan bahwa bentuk Siger sebagai lambang kebesaran gelar yang dimiliki masyarakat adat Saibatin Lampung. Siger dengan 7 lekukan menggambarkan tentang posisi, perang dan tanggung jawab setiap gelar atau Juluk Adok. Lekukan pertama berukuran paling tinggi, artinya posisi paling depan menggambarkan posisi gelar tertinggi. Lekukan berikutnya dengan ukuran semakin pendek artinya posisi gelar yang berada di bawah posisi gelar sebelumnya dan seterusnya. Adat Saibatin mempunyai 7 gelar dengan pembagian dua wilayah Ke-Bandandakhan dan Ke-Sebatinan. Ke-Bandakhan terdiri dari gelar Sultan, Pangikhan, Dalom/Batin, Khaja, Khadin, Minak dan Kimas. Ke-Sebatinan meliputi gelar Dalom/Batin, Khaja, Khadin, Minak, Kimas, Mas, dan Layang. Message Platform yang ada pada atribut siger menonjolkan tentang identitas budaya yang menghasilkan integrasi budaya melalui pernikahan antar suku yang harus dikelola oleh setiap penerima gelar. Tanggung jawab untuk mengelola keberagaman adat istiadat di tengah kebinekaan masyarakat multikultur. Reputasi bahwa masyarakat Lampung ramah dan terbuka menjadi salah satu faktor perekat keberagaman menjadi kebinekaan.
PENGALAMAN KOMUNIKASI PEMULUNG TENTANG PEMELIHARAAN KESEHATAN DIRI DAN LINGKUNGAN DI TPA BANTAR GEBANG Nurtyasrini, Sarah; Hafiar, Hanny
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.14 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.10437

Abstract

Kebersihan diri dan lingkungan merupakan hal yang penting bagi setiap diri manusia. Setiap individu memiliki cara masing-masing untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan mereka. Begitu juga dengan pemulung di TPA Bantar Gebang yang setiap hari dikelilingi oleh sampah yang di dalamnya banyak terdapat virus dan bakteri yang bisa mengakibatkan berbagai macam penyakit. Pemulung ini memiliki cara yang berbeda dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi pemulung dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan di TPA Bantar Gebang. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan tradisi fenomenologi. Data yang digunakan dalam penelitian adalah melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka terhadap subjek penelitian yang dipilih (purposif). Hasil Penelitian penelitian ini menunjukan terdapat dua jenis kategori pemulung, yaitu 1. Pemulung sadar kesehatan diri dan lingkungan, dan 2. Pemulung tidak sadar kesehatan diri dan lingkungan. Cara mereka mendapatkan informasi tentang kesehatan diri dan lingkungan adalah berasal dari teman sesame pemulung, tetangga, televisi, radio, dan koran.DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.9
Analisis Beban Kerja Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Fakultas Y Universitas X Aristi, Nindi; Hafiar, Hanny
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.749 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6050

Abstract

Peneliti melakukan penelitian tentang analisis beban kerja tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X. Fokus penelitiannya adalah beban kerja berdasarkan analisis pekerjaan dan beban kerja berdasarkan kinerja pegawai. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif kuantitatif (generic quantitative inquiry) yang memberikan gambaran atas beban kerja yang diemban oleh tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X. Sampel penelitian mengambil keseluruhan jumlah tenaga kependidikan dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kependidikan di Fakultas Y Universitas X telah melakukan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan beban kerjanya.
Co-Authors Aat Ruchiat Nugraha, Aat Ruchiat Afriesta, Arien Agustiyani, Mellia Aisyah, Novrisa Nu Akbar, Thoriq Nul Amalia, Sherly Anisa L.K., Anisa Annisa Rahmawati Annisa Yutha Anwar Sani, Anwar Ari Agung Prastowo, Ari Agung Aries Buana, Aries Ashari, Muhammad Syahwal Barezki, Fisti Eliana Barlian, Tria Dara Bella, arkita Vierza Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto Budiana, Heru Riyanto C. Priyatna, Centurion Centurion Chandratama Priyatna, Centurion Chandratama Chendy Priyatna, Centurion Dadang Sugiana Dasrun Hidayat Desilvani, Dwi Detta Rahmawan, Detta Diah Fatma Sjoraida Diana Hardiny, Diana Effendy, Tiara Putri Efrin Umma Nassaluka, Efrin Umma Engkus Kuswarno Erdinaya, Lukita Komala Esther, Allegra Gabriella Evi Novianti Fajar Syuderajat, Fajar Fatma S, Diah Feliza Zubair Firda Firdaus Abdi, Firda Firdaus Fitria, Amida Windari FX Ari Agung P FX. Ari Agung Prastowo, FX. Ari Agung Gumelar, Gilang Hajati, Rizky Pratama Hakim, Aji Zul Hanna Herfina, Hanna Hartono, Nugroho Ajie Heru Ryanto Budiana Iriana Bakti Jenny Ratna Suminar Jimi N Mahameruaji, Jimi N Jimi Narotama Mahameruaji, Jimi Narotama Khairunnisa, Silka Khalish, Isni Raihan Kokom Komariah Komang Gde Adikresna D, Komang Gde Levana, Azka Putri Levina, Giani Lidya, Cindy Lilis Puspitasari Lukiati Komala MAHAMERUAJI, JIMI N. Mariezka, Filza Intan Marvian, Ananda Maudia, Fasya Nindi Aristi Nur Ihsan, Mega Farras i Nurcahya, Hilma Rizky Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Oji Kurniadi Pakaradena, Andika Prastowo, FX Ari Agung Pratama, Abisha Akmal Priyatna, Centurion C Priyatna, Centurion C Priyatna, Centurion C. Priyo Subekti Putri Aprilia Putri, Jessica Wandita Putri, Rahmi Wellina Rahmayanty, Nindya Rahmi, Fathiya Nur Rahmi, Fathiya Nur ramadhan, muhammad Al fata Rangga Saptya Mohamad Permana, Rangga Saptya Mohamad Retasari Dewi, Retasari Ridwan Setiawan Daradjat, dkk, Ridwan Setiawan Ruchiat, Aat Rully Khairul Anwar, Rully Khairul Rusmulyadi, Rusmulyadi Rusmulyadi, Rusmulyadi Ryana, Tasya Vicky Safitri, Alfiolita Widya Safitri, Baiq Vira Samosir, Deborah Sondang Napita Sarah Nurtyasrini, Sarah Seftia Rahmaning Tyas, Seftia Rahmaning siti Karlinah Sjuchro, Dian Wardiana Sri Seti Indriani, Sri Seti Susanne Dida Susie Perbawasari Syauqy Lukman Trie Damayanti UP, Syefira Ichsan Wahyu Pratama, Rizqi Wiryany, Detya Yanti Setianti Yonita, Lingga Yurita, Ayu Puspa Yusra, Wildan Yustikasari, Yustikasari