Achmad Fuad Hafid
Faculty of Pharmacy, Airlangga University, Surabaya

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Skrining Aktivitas Antimalaria Beberapa Tanaman Indonesia Hasil Eksplorasi Dari Hutan Raya Cangar, Batu-Malang, Jawa Timur Hafid, Achmad Fuad; Puliansari, Nike; Lestari, Nur Suci; Tumewu, Lidya; Rahman, Abdul; Widyawaruyanti, Aty
JURNAL FARMASI DAN ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.387 KB) | DOI: 10.20473/jfiki.v3i12016.7-11

Abstract

Background: Malaria is the most important parasitic disease. Malaria control which depends on specific chemotherapy now complicated by resistance of Plasmodium falciparum to most commonly available antimalarial drug. Such situation has heralded the need for alternative antimalarial therapy. Objective: This research aim was to find new antimalarial candidates from some Indonesia plants collected from Cangar National Forest, Batu-Malang, East Java. Methods: Eleven samples of leaves and stem extracts were screened against Plasmodium falciparum 3D7 culture which maintained in RPMI-1640 Medium. Samples tested in concentration of 0.01, 0.1, 1, 10 and 100 µg/ml. Probit analysis was used to determine IC50. Results: In vitro antimalarial activity revealed that only three crude extracts samples from Fraxinus griffithi stem extract, Piper sulcatum leaves extract and Eucalyptus globulus stem extract had good antimalarial activity with IC50 value of 0.33, 0.20 and 0.55 µg/ml, respectively. Conclusions: Fraxinus griffithi stem extract, Piper sulcatum leaves extract and Eucalyptus globulus stem extract might be a good candidate for antimalarial natural product resources.
Aktivitas Antimalaria Ekstrak Kulit Batang Cempaka Kuning Terhadap Plasmodium Falciparum 3D7 ARIANTARI, NI PUTU; RUSTINI, NI LUH; TUMEWU, LIDYA; HAFID, ACHMAD FUAD; WIDYAWARUYANTI, ATY
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 11 No 1 (2013): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.646 KB)

Abstract

Cempaka kuning (Michelia champaca) merupakan tanaman dari suku Magnoliaceae, yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan demam. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antimalaria ekstrak kulit batang cempaka kuning secara in vitro terhadap Plasmodium alcipamm 3D7. Kulit batang cempaka kuning diekstraksi dengan n-heksana, kloroform dan metanol sehingga diperoleh ekstrak n-heksana, ekstrak kloroform dan ekstrak metanol. Ketiga ekstrak tersebut selanjutnya diuji aktivitas antimalarianya. Skrining titokirnia terhadap ketiga ekstrak tersebut menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana mengandung minyak atsiri dan terpenoid, ekstrak kloroform mengandung minyak atsiri, terpenoid dan llavonoid, serta ekstrak metanol mengandung minyak atsiri, terpenoid, flavonoid, tanin dan glikosida. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ketiga ekstrak yang diuji aktif secara in vitro terhadap P. falciparum 3D7, dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 0,36 µg/mL untuk ekstrak n-heksana; 0,24 µg/mL untuk ekstrak kloroform dan 1,00 µg/ mL untuk ekstrak metanol. Ekstrak kulit batang Cempaka kuning memiliki aktivitas antimalaria sangat baik dan potensial untuk dikembangkan sebagai antimalaria.
Profil Fitokimia Ekstrak Etanol Bunga Kasumba Turate (Carthamus tinctorius L.) yang Berpotensi Sebagai Antimalaria Hamsidi, Rini; Widyawaruyanti, Aty; Hafid, Achmad Fuad; Ekasari, Wiwied; Malaka, Muhammad Hajrul; Kasmawati, Henny; Akib, Nur Illiyyin; Wahyuni, W; Sabarudin, S
Pharmauho Vol 4, No 2 (2018): Pharmauho
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.085 KB)

Abstract

Bunga Kasumba turate (Carthamus tinctorius Linn) dari suku Asteraceae merupakan tumbuhan obat tradisional etnis Sulawesi Selatan yang secara empiris digunakan dalam pengobatan campak. Ekstrak etanol dari kasumba turate memberikan peningkatan aktivitas imunoglobulin G (IgG) dan  aktivitas imunoglobulin A (IgA) yang sangat signifikan. Penelitian menunjukkan ekstrak etanol bunga C. Tinctorius L memiliki potensi sebagai antimalaria secara in vitro dengan nilai IC50 sebesar 1,06 µg/ml. Sampel bunga C. tinctorius L. kering sebanyak 3 Kg dicacah hingga menjadi serbuk sebanyak 870 gram kemudian diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Hasil maserasi dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator pada suhu 50°C sehingga diperoleh ekstrak kental sebanyak 178,7gram. Profil fitokimia menunjukkan ekstrak etanol bunga C. tinctorius L. mengandung senyawa metabolit antara lain saponin, terpenoid, flavonoid, tanin dan antrakuinon.Kata kunci: Skrining, ekstrak, kasumba turate, obat tradisional, antimalaria
Analisis Hambatan Perkembangan Stadium Plasmodium Falciparum Terhadap Pemberian Ekstrak Daun Salam Badak (Acmena Acuminatissima) In Vitro Wihanto, Laura; Ilmi, Hilkatul; Widyawaruyanti, Aty; Hafid, Achmad Fuad; Tantular, Indah
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.501 KB) | DOI: 10.33508/jwm.v5i2.2203

Abstract

Background: The urgency generated by drug-resistant strains of malaria parasites has accelerated the need to find a new anti-malarial drug. Recent studies have shown that 80% ethanol extract Acmena acuminatissima has suitable antimalarial activities. Aim: To analyze the inhibitory effect of A. acuminatissima extract at the developmental stage of P. falciparum in infected erythrocytes in vitro. Methods: the synchronized culture of P. falciparum was incubated along with A. acuminatissima extract, and compared with negative controls. The effect on parasite growth was determined by observing the level of parasitemia and accumulation of various infective stages seen on thin blood smears after the incubation period of 12, 24, 36, and 48 hours using a light microscope with 1000 times magnification. Results: Within 48 hours of observation the difference was mainly in the proportion of ring-stage which was 2.75% in culture with the test compound and 41.41% in the negative control which showed that ethanol extract of A. acuminatissima inhibited the growth of parasites at the schizont stage into the ring stage. In trophozoite and schizonts stages of culture with test compounds, enlargement of digestive vacuole and vesiculation is obtained. Conclusion: A. acuminatissima inhibits the development of intraerythrocyt parasites at the schizonts stage and induced morphological changes.
Efek Pemberian Dosis Berulang dan Dosis Tunggal Ekstrak Kulit Batang Cempedak (Artocarpus Champeden Spreng.) Pada Mencit Terinfeksi Plasmodium Berghei SARI, SOFIANA; HAFID, ACHMAD FUAD; WIDYAWARUYANTI, ATY
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 13 No 1 (2015): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.393 KB)

Abstract

Artocarpus champeden Spreng. (Moraceae) dikenal dengan nama daerah cempedak, merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional untuk mengobati malaria. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antimalaria dari ekstrak etanol 80% kulit batang cempedak pada mencit terinfeksi Plasmodium berghei. Ekstrak etanol A.champeden (ACEE) diberikan dalam dosis berulang (dua kali sehari) dan dosis tunggal (sekali sehari) secara per oral. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode ?4 days suppressive test? dari Peter yang telah dimodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ACEE yang diberikan dalam dosis berulang (ED 0,19 mg/kg BB) menghambat pertumbuhan parasit lebih tinggi daripada dosis tunggal (ED 6,0 mg/kg BB) dan dosis 10 mg/kg BB dengan pemberian berulang lebih efektif daripada dosis 100 mg/kg BB yang diberikan dalam dosis tunggal.