Achmad Haldani
Faculty of Visual Art and Design, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesa No. 10, Bandung 40132

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

TRANSFORMASI BATIK DAN GLOBALISASI Pramono, Suyin; Sabana, Setiawan; Haldani, Achmad
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Lately, we have noticed there are many changes in all fields. Therefore, it is suitable for “globalization” to be the main topic in this study, which is interpreted as a process where humans are vastly interconnected through various ways. From a cultural point of view, "globalization" is often interpreted as a homogeneous global culture. We are unconsciously directed to have a homogeneous passion and taste of the market simultaneously and even develop a uniformed trend of consumer goods with worldclass branding and marketing. This is indirectly the result of global interconnection and ultimately erodes cultural diversity. Batik is one of the cultural works that has always undergone transformation in alignment with changes in economic, social and political conditions in its era. The context for the discussion of batik transformation and globalization is that cultural work takes part with significant role in social and economic life. Therefore, strategic thinking about batik transformation is formulated as problem identification, which then is confronted with how diversity and variety of cultural works adapt or survive the massive and rapid industrial development. In this study, the review concerns on the analysis in which is more focused to the form of interdisciplinary interaction. The qualitative data analysis model is conducted using an approach that emphasizes cultural work as an industrial commodity. Batik, which always present in every event of the life of the Indonesian people and is always has deep philosophical values, is also able to manifest as an aesthetic reflection that has competitiveness in the global world so that it become an important and interesting subject to study. Abstrak Kita semua menyadari bahwa dalam kurun waktu belakangan ini telah banyak perubahan di segala bidang. Bersamaan dengan kondisi yang demikian lebih tepat bila 'globalisasi' yang akan menjadi topik utama dalam penelitian ini diartikan sebagai suatu proses dimana manusia secara pesat saling terhubung melalui berbagai cara. Dari sudut pandang budaya, 'globalisasi' sering diartikan sebagai budaya global yang bersifat homogen. Secara tidak sadar kita diarahkan untuk mempunyai kegemaran dan selera pasar yang homogen secara serentak bahkan menjadi selera dunia yang konsumtif atas produk dengan branding dan marketing tingkat dunia. Hal ini secara tidak langsung merupakan akibat dari saling keterkaitan secara global dan akhirnya menggerus ragam budaya. Batik merupakan salah satu karya budaya yang selalu mengalami transformasi sesuai dengan perubahan kondisi ekonomi, sosial dan politik pada masanya. Konteks pembahasan tentang transformasi batik dan globalisasi ini adalah bahwa karya budaya memainkan peranan dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Dengan latar belakang tersebut selanjutnya strategi pemikiran tentang perubahan batik diformulasikan sebagai identifikasi permasalahan yang dipertentangkan dengan karya budaya dalam variasi perubahan industri. Ulasan yang menyangkut analisis dalam penelitian ini, lebih diarahkan kepada bentuk interaksi interdisiplin. Model analisis data kualitatif yang dilakukan menggunakan pendekatan yang menekankan pada karya budaya sebagai komoditas industri. Batik yang selalu ada dalam setiap peristiwa kehidupan masyarakat Indonesia dan selalu sarat dengan nilai filososfis yang dalam, ternyata juga mampu mewujud sebagai refleksi estetis yang mempunyai daya saing dalam dunia global sehingga hal ini menjadi penting dan menarik untuk dikaji.
EKSPLORASI MOTIF UKIR KAYU TORAJA DENGAN TEKNIK LASER PADA BAHAN KULIT Ndoen, Edward S.; Haldani, Achmad
Craft Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Craft

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.174 KB)

Abstract

Melalui karya ini, penulis belajar tentang salah satu kekayaan produk Indonesia yaitu motif Toraja.Motif ukir Toraja ini akan diimplementasikan pada materi kulit dikombinasi dengan bahan kanvas dan bahan sintetis. Apabila sebelumnya motif ukir Toraja diaplikasikan pada kayu, penulis bermaksud memperluas pemanfaatan motif ukir Toraja pada materi kulit.Mengingat motif ukir kayu Toraja sangat beragam, penulis memilih menggunakan hanya sembilan motif saja. Motif-motif ini akan melalui proses modifikasi tanpa meninggalkan bentuk aslinya sama sekali. Penggabungan berbagai motif akan menghasilkan pola yang kemudian akan diaplikasikan pada kulit untuk menghasilkan aksen yang unik pada produk. Eksplorasi tersebut akan diaplikasikan pada produk tas dengan warna-warna natural ditujukan bagi kaum muda usia 17 sampai 25 tahun. Adapun empat desain tas yang disajikan adalah Tote Bag, Laptop Bag, Clutch Bag dan Satchel Bag.Kata Kunci: motif ukir, Toraja, kulit, tekstur
Studi Komparatif antara Ragam Hias Batik Tradisional Bakaran dengan Ragam Hias Batik Keraton Surakarta Septiana, Ulfa; Sunarya, Yan Yan; Haldani, Achmad
Journal of Visual Art and Design Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1483.051 KB)

Abstract

Bakaran batik is a batik that is developed in Bakaran Village, Pati Regency at the North Coast of Java. Traditional ornaments in Bakaran batik show no influence from foreign cultures in general coastal batik, but are similar to the ornamentation of the Keraton Surakarta batik. This study aims to describe the elements of ornamentation and aesthetic characteristics of traditional Bakaran and Keraton Surakarta batik, and to identify the cause of the similarity between them. The conclusion is the ornamentation of Bakaran traditional batik and Keraton Surakarta one, have similarities to the main motive of the batik ornaments, that occur between Bakaran traditional batik and Keraton Surakarta one were caused by the trade relations between regions of both batiks in the past. There are also differences that characterize these batiks, the size and shape of the batik motifs on the traditional batik.
IDENTIFIKASI GAYA KOREA DI INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI GAYA BARAT Andriana, Yunita Fitra; Darmawan, Rully; Haldani, Achmad
Innovation of Vocational Technology Education Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v9i1.4886

Abstract

Saat ini fenomena budaya pop Korea mewabah di seluruh penjuru Asia dan bahkan dunia, begitupun di Indonesia. Makalah ini memaparkan hasil penelitian tentang identifikasi gaya korea di Indonesia sebagai bagian dari gaya barat. Penelitian ini menggunakan metode estetik khususnya analisis visual yang bersifat kualitatif. Metode ini digunakan untuk menjabarkan secara spesifik ciri dari gaya yang dianggap sebagai gaya Korea, gaya barat yang menjadi induk gayanya, serta gaya remaja Indonesia (studi kasus Jakarta dan Bandung serta entertainer Indonesia). Berdasarkan data dan hasil analisa, dapat dibuktikan bahwa terdapat misinterpretasi masyarakat Indonesia terhadap gaya yang dianggap sebagai gaya Korea. Gaya yang ditampilkan oleh para ikon budaya pop Korea sesungguhnya merupakan gaya barat dengan berbagai rekonstruksi tampilan yang disesuaikan dengan karakteristik Korea. Sedangkan gaya remaja Indonesia cenderung meniru hampir sama persis gaya para ikon budaya pop Korea yang populer di Indonesia.
Fungsi dan Nilai pada Kain Batik Tulis Gedhog Khas Masyarakat di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Ciptandi, Fajar; Sachari, Agus; Haldani, Achmad
PANGGUNG Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i3.190

Abstract

ABSTRACTKerek subdistrict, Tuban residence in East Java is an area whose people work on field and have a tradition on making fabric with gedhog weaving. Each fabric produced by Kerek people have specific characteristic which distinguish them from batik fabric on another area in Indonesia. This is because they have special knowledge concerning fungtion, cosmology, aesthetics, as well as their ability on making fabric which they have been learned from generation to generation.Then, through art and design approaching through method of etnograph,visual morphology, and Focus Group Disscusion, which is convinced able to give tangible contribution for developing of art and design and impact on sustainability of tradition.Keywords: Fungtion, Kerek subdistrict, Textile, Tradition, ValueABSTRAKKecamatan Kerek, Kabupaten Tuban di Jawa Timur merupakan sebuah kawasan dengan karakteristik masyarakat peladang dan memiliki tradisi membuat kain dengan teknik tenun tradisional gedhog. Setiap lembar kain yang dihasilkan oleh masyarakat Kerek ini memiliki ciri khas pada tampilan visual, teknik, serta makna yang membedakannya dengan kain-kain batik dari daerah lain di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya kekhasan pengetahuan masyarakat Kerek terhadap konsep kosmologi dan estetika, akulturasi budaya asing dengan budaya lokal stempat, serta bekal keterampilan yang dimilikinya dalam menciptakan kain yang dipelajari secara turun temurun dari generasi ke generasi.Maka melalui pendekatan ilmu seni dan desain dengan metodologi etnografi, morfologi visual, dan kelompok diskusi terarah yang diyakini mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia seni dan desain serta berdampak terhadap keberlangsungan tradisi tersebut.Kata kunci: Fungsi, Kecamatan Kerek, Nilai, Tekstil. Tradisi
NILAI KREATIFITAS PADA KREASI KRIYA KERAMIK MAHASISWA 2010 DAN 2012 UPI Astarina, Devi; Haldani, Achmad; Jelantik, Bismo
Jurnal Sosioteknologi Vol 15, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.81 KB) | DOI: 10.5614/sostek.2016.15.3.7

Abstract

Abstrak. Kreatifitas merupakan kemampuan seseorang untuk mencipta. Salah satu bidang ilmu yang dekat hubungannya dengan kreatifitas, ialah bidang ilmu Kriya, Desain, dan Seni Rupa. Untuk membedah kreatifitas di bidang tersebut, digunakan teori kreatifitas Primadi Tabrani dan teori visual A.A. M. Djelantik. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan instrumen observasi lapangan. Observasi lapangan dilakukan terhadap kreasi mahasiswa 2010 dan mahasiswa 2012 pada Mata Kuliah Kriya Keramik, Departemen Pendidikan Seni Rupa UPI. Dari hasil observasi lapangan, ditemukan beragamnya perbedaan visual. Permasalahannya adalah, sistem penilaian atau alat ukur kreatifitas cukup dengan menggunakan alat ukur visual, ataukah ada faktor-faktor lain yang harus pula diukur. Target dari penelitian ini, ialah mengidentifikasi sistem penilaian, serta merumuskan sistem penilaian yang relevan untuk mengukur kreatifitas. Hasil penelitian ini, menyebutkan bahwa ada cukup hubungan antara visual dengan kreatifitas sebuah kreasi. Namun, sistem penilaian kreatifitas, mencakup pula faktor-faktor lain. Seperti faktor konsep di dalam benak atau wawasan apresiator tentang bentuk-bentuk yang sudah dibuat sebelumnya, sejarah pendidikan yang tidak membina kreatifitas, teori belajar, serta latar belakang lingkungan yang kurang mendukung kreatifitas. Didapatkan kesimpulan akhir, bahwa sistem penilaian yang baik dan relevan dalam mengukur kreatifitas, ialah tidak saja menilai kreasi dari hasil, melainkan lebih penting menilai proses yang dilakukan mahsiswa. Juga tidak dengan cara membandingkan kreasi antar mahasiswa di kelas.  Karena setiap manusia, berbeda fisik, kreatif, dan rasionya, yang berarti berbeda pula latarbelakang lingkungan, tingkatan kreatif, serta selera keindahannya. 
Fungsi dan Nilai pada Kain Batik Tulis Gedhog Khas Masyarakat di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur Ciptandi, Fajar; Sachari, Agus; Haldani, Achmad
PANGGUNG Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v26i3.190

Abstract

ABSTRACTKerek subdistrict, Tuban residence in East Java is an area whose people work on field and have a tradition on making fabric with gedhog weaving. Each fabric produced by Kerek people have specific characteristic which distinguish them from batik fabric on another area in Indonesia. This is because they have special knowledge concerning fungtion, cosmology, aesthetics, as well as their ability on making fabric which they have been learned from generation to generation.Then, through art and design approaching through method of etnograph,visual morphology, and Focus Group Disscusion, which is convinced able to give tangible contribution for developing of art and design and impact on sustainability of tradition.Keywords: Fungtion, Kerek subdistrict, Textile, Tradition, ValueABSTRAKKecamatan Kerek, Kabupaten Tuban di Jawa Timur merupakan sebuah kawasan dengan karakteristik masyarakat peladang dan memiliki tradisi membuat kain dengan teknik tenun tradisional gedhog. Setiap lembar kain yang dihasilkan oleh masyarakat Kerek ini memiliki ciri khas pada tampilan visual, teknik, serta makna yang membedakannya dengan kain-kain batik dari daerah lain di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh adanya kekhasan pengetahuan masyarakat Kerek terhadap konsep kosmologi dan estetika, akulturasi budaya asing dengan budaya lokal stempat, serta bekal keterampilan yang dimilikinya dalam menciptakan kain yang dipelajari secara turun temurun dari generasi ke generasi.Maka melalui pendekatan ilmu seni dan desain dengan metodologi etnografi, morfologi visual, dan kelompok diskusi terarah yang diyakini mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia seni dan desain serta berdampak terhadap keberlangsungan tradisi tersebut.Kata kunci: Fungsi, Kecamatan Kerek, Nilai, Tekstil. Tradisi