A. Halim
Department of Science Education, Training Teacher and Education Faculty, Syiah Kuala

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

THE PROFILES OF SCIENCE AND TECHNOLOGY CULTURE (STC) INDICATORS Halim, A.
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 2 (2013): Engineering
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.202 KB)

Abstract

Culture of science and technology is the way of life of the academic community that includes ways of thinking, understanding and use of technology, beliefs, habits, how to use the language, attitudes, and judgments based on scientific methods and knowledge. Survey of 10 indicators of science and technologyculture conducted to 467 high school students in Indonesia and 784 students in Malaysia. Based on 10 indicators, developed an instruments of Likert attitude scale and a multiple choice tests as a basis for indicators of science and technology culture. The survey results showed that students SM Malaysia andIndonesia have the same ability and views about; Knowledge of Science and Technology Basic, Understanding the limitations of human reason, and understanding of science and technology indicators, and the student chooses more amenable Science and Technology activities conducted outside school hours. Overall, the profiles of Science and Technology culture among students SM SM Indonesia Malaysia and there is no significant difference at the 1% significance level (t = 0:04). Based on the interpretation of the scalesuggested by Green Akey, the results of this study showed that the culture of Science and Technology indicators proposed in this study include both categories, namely 0.75 (high) Indonesian and 0.74 (high) Malaysian. Therefore it can be said that Malaysian and Indonesian students have a positive attitude towards Science and Technology. In the context of the Science and Technology Education, the results of this study provide some indicators that can be used as learning objectives in the curriculum of Science and Technology in the Secondary School
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL HUKUM NEWTON UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA DI MAN MODEL BANDA ACEH Zulhaini, Zulhaini; Halim, A.; Mursal, Mursal
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 4, No 1 (2016): APRIL 2016
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.822 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa modul fisika kontekstual, melihat  peningkatan pemahaman konsep siswa dan efektivitas modul setelah proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R D), dan desain penelitian dirancang berbentuk Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MAN Model Banda Aceh semester ganjil tahun pelajaran 2014/ 2015 dan kelompok sampel ditentukan dengan teknik random. Data yang dikumpulkan adalah data hasil pretest dan posttest siswa, data penilaian modul oleh ahli materi, ahli media, guru dan respon siswa terhadap modul.Modul dirancang sendiri oleh peneliti dan divalidasi oleh pakar materi dan pakar media Peningkatan pemahaman konsep siswa dianalisis dengan menggunakan N-Gain dan efektifvitas modul dianalisis dengan uji statistik atau uji-t dan didukung dengan angket siswa dan guru.Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol.Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan pemahaman konsep siswa sebelum dan setelah pembelajaran dengan modul.Pembelajaran dengan modul diawali dengan memberikan permasalahan-permaslahan kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga siswa aktif dalam pembelajaran. Respon siswa sebesar 96,77% senang belajar dengan modul, artinya modul ini efektif digunakan dalam pembelajaran fisika.
THE EFFECT OF INQURY BASED LEARNING ON THE PROCEDURAL KNOWLEDGE DIMENSION ABOUT ELECTRIC AND MAGNET CONCEPT Yusrizal, Y.; Halim, A.; Junike, J.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 13, No 2 (2017): July 2017
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v13i2.12080

Abstract

The purpose of this study to determine the effect of the use of inquiry-based learning to the increased dimensions of procedural knowledge in electrical magnetic material. The study used a quasi-experimental research methods with research design is non-equivalent control group design and a sampel are selected with the random sampling method. The experimental group was taught by the method of inquiry-based learning and the control group was taught by conventional methods. Collecting data using the instrument of multiple-choice test that developed through this research with category of validity is valid, reliability with category of reliable, index of discrimination with category of low, and level of difficulty with category of medium. The results of the data analysis by using the formula N-Gain and t-test showed that an increase in the dimensions of procedural knowledge siginificantly for experimental class and less significant for control class. Based on the results of this study suggested to the teacher to always use the method of inquiry learning that an increase in procedural knowledge dimension, especially for topics related to experimental physics.
MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA MATERI TITRASI ASAM BASA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS MAHASISWA zakiyah, Hayatuz; ,, Adlim; Halim, A.
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 1, No 1 (2013): OKTOBER 2013
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.823 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pra-eksperimen melalui one group pretest-posttest design Tujuanpenelitian untuk melihat bagaimana aktivitas kelompok mahasiswa, apakah ada peningkatanketerampilan generik sains, dan bagaimana respon mahasiswa terhadap penerapan model PBL.
PENERAPAN PRAKTIKUM DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI LAJU REAKSI DI SMA NEGERI 1 LEMBAH SELAWAH Zahrah, Fathimah; Halim, A.; Hasan, M.
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 5, No 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.195 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v5i2.9826

Abstract

Abstrak             Mata pelajaran kimia dapat diajarkan menggunakan metode praktikum. Namun, metode praktikum mempunyai kelemahan sehingga diperlukan suatu model seperti Problem Based Learning (PBL) yang dapat membantu proses analisis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL dengan metode praktikum terhadap peningkatan keterampilan berfikir kritis dan sikap ilmiah siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian Control group pretest-postest design. Sampel dalam penelitian adalah dua kelas siswa kelas XI sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan instrumen tes berpikir kritis, tes skala sikap, dan angket respon siswa yang telah divalidasi. Data hasil tes yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan secara statistik pada taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dengan metode praktikum dapat meningkatkan keterampilan berfikir kritis dan sikap ilmiah siswa pada konsep laju reaksi. Terbukti dari nilai rata-rata skor awal siswa kelas eksperimen sebesar 4,50 meningkat menjadi 7,10 pada postes. Peningkatan keterampilan berfikir kritis kelas eksperimen signifikan secara statistik terhadap kelas kontrol. Selanjutnya, skor awal sikap ilmiah kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 57,75 menjadi 72,21 pada postes. Secara statistik sikap ilmiah kelas eksperimen signifikan lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Siswa menunjukkan respon yang positif terhadap model PBL dengan metode praktikum. Kata Kunci: metode praktikum, berpikir kritis, PBL, Laju reaksi.
MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA SMP Mayasari, Putri; Halim, A.; Ilyas, Suhrawardi
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 1, No 1 (2013): OKTOBER 2013
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.884 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran Problem Solving Kreatif (PSK) dalampembelajaran konsep tekanan. Tujuan penelitian adalah untuk melihat efektivitas penggunaanmodel penyelesaian masalah kreatif dan juga untuk meningkat pemahaman konsep danketrampilan generic sains pada konsep tekanan siswa Sekolah Menengah Atas. Pelaksamaampenelitian menggunakan metode penelitian ?the matching-only pretest-posttest control group?.Penelitian dilakukan pada kelas VIII siswa Sekolah Menengah Pertama tahun ajaran 2012/2013.
DAMPAK PENGGUNAAN MODEL QUANTUM TEACHING TIPE VAK (VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK) TERHADAP RETENSI MENGINGAT KONSEP FISIKA SISWA KELAS VIII SMPN 6 BANDA ACEH Riznani, Yuni; Halim, A.; AR, Marwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2016): OKTOBBER 2016
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.228 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengangkat permasalahan tentang rendahnya kemampuan siswa dalam mengingat konsep dan materi ajar fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya dampak penggunaan model quantum teaching tipe VAK terhadap retensi mengingat konsep fisika siswa kelas VIII di SMPN 6 Banda Aceh. Jenis penelitian ini berbentuk eksperimen dengan desain control group time series design. Populasi penelitian ini adalah siswa/i kelas VIII SMPN 6 Banda Aceh, sedangkan sampel penelitian adalah kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-6 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Perolehan nilai rata-rata post-test dan re-test kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol berturut-turut yaitu 90,71>84,0 dan 81>71,60. Diperkuat dengan hasil thitung>ttabel yaitu 2,595>1,68 dan 3,67>1,68. Berdasarkan data dan hasil yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa model quantum teaching tipe VAK memberikan dampak terhadap retensi mengingat konsep fisika siswa kelas VIII SMPN 6 Banda Aceh. Kata kunci : quantum teaching, VAK, retensi, konsep. AbstractThe problem of this research is about the low ability of student to remember conceptd and material of physics. The purpose of this education research is to find the impact of the use quantum teaching type VAK for retention to remember the concept of physics for student at grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh. The kind of this research is experimental with control group time series design. The population in this education research is all of students grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh, and the sample is class VIII-1 as experimental class and class VIII-6 as control class. Technical to collect data use chief and test. The average score of posttest and retest experiment class higher than control class, that is 90,71>84,0 and 81,0>71,60. Supported by the result of tcount>ttable that is 2,595>1,68 and 3,67>1,68. Based on data and value of this research, so concluded that quantum teaching type VAK give impact on retention to remember the concept of physics for student at grade VIII of SMPN 6 Banda Aceh. Keywords: quantum teaching, VAK, retention, concept.
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERMUATAN SIKAP SPIRITUAL PADA MATERI PENGUKURAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Khairunnisa, .; Yusrizal, .; Halim, A.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2016): OKTOBBER 2016
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.68 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengembangan LKS berbasis problem based learning bermuatan sikap spiritual agar menjadi produk yang layak digunakan sebagai bahan ajar fisika, 2) Untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan lima tahap pengembangan yaitu Analisis, Design, Development, Implementation, dan Evaluasi. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya tahun ajaran 2016/2017. Uji lapangan operasional menggunakan Posttest-Only Control design. Data kemampuan berpikir kritis (hasil belajar kognitif) siswa diuji menggunakan uji t untuk dua sampel kecil yang tidak saling berhubungan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah tes tulis bentuk uraian berupa post-test diakhir pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) LKS yang dikembangkan layak atau dapat digunakan sebagai bahan ajar fisika, 2) Bahan ajar LKS berbasis problem based learning bermuatan sikap spiritual pada materi pengukuran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar fisika dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pengukuran dikelas X SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya. Kata kunci : LKS, PBL, Sikap Spiritual, Berpikir Kritis. AbstractThis study aims to determine: 1) Development of problem based learning based LKS charged spiritual attitude in order to become a viable product used as teaching materials physics, 2) To determine the increase critical thinking skills class X SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya. This research is a research & development (R & D) with five stages of development, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects were students of class X SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya academic year 2016/2017. Operational field trials using Posttest-Only Control design. Data critical thinking skills (cognitive learning outcomes) students were tested using the t test for two small samples that are not interconnected. Data collection instruments used in the study is a written test in narrative form in the form of a post-test at the end of learning. The results showed that, 1) LKS developed feasible or can be used as teaching materials physics, 2) teaching materials based LKS problem based learning uncharged spiritual attitude to the material measurement can improve students critical thinking skills. From this study it can be concluded that the worksheets that were developed fit for use as teaching material physics and can enhance students critical thinking abilities in measuring material in class X SMA Negeri 1 Krueng Barona Jaya. Keywords: LKS, PBL, Spiritual Attitude, Critical Thinking.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) MELALUI VIRTUAL LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI-MIPA 4 SMAN 8 BANDA ACEH PADA MATERI TEORI KINETIK GAS Sartika, Faizil; Tarmizi, .; Halim, A.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Fisika Vol 1, No 4 (2016): OKTOBBER 2016
Publisher : FKIP Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.155 KB)

Abstract

AbstrakPemberian materi Teori Kinetik Gas di beberapa SMA kurang memanfaatkan media animasi, seperti media Laboratorium Virtual sehingga hasil belajar siswa masih rendah. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa terhadap penggunaan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) melalui Laboratorium Virtual dalam proses pembelajaran. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI-MIPA 4 SMAN 8 Banda Aceh tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 32 siswa, 13 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu lembar observasi, lembar test, serta lembar angket tanggapan siswa yang ketiganya dianalisis menggunakan uji persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran, (2) terjadi peningkatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dari kategori sedang menjadi sangat baik (3) persentase ketuntasan individual secara keseluruhan meningkat dari siklus 1 sampai siklus 3 yaitu 75%, 84%, dan 94%, dan persentase ketuntasan klasikal secara keseluruhan juga meningkat yaitu 60%, 70%, dan 90%. (4) respon siswa cenderung positif dimana 91% siswa menyatakan senang terhadap pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran NHT melalui Laboratorium Virtual ini. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran NHT melalui Laboratorium Virtual dapat meningkatkan hasil belajar siswa XI-MIPA 4 SMAN 8 Banda Aceh pada materi Teori Kinetik Gas. Kata kunci : Numbered Head Together (NHT),  Laboratorium Virtual, hasil belajar AbstractProviding material Gas Kinetic Theory at several high schools made little use of animation media, such as media Virtual Laboratory so that student learning outcomes are still low. The research aimed to find out the results of student learning, teacher and student activities, teachers skills in managing learning, and students response to the use of Learning Model Numbered Head Together (NHT) through the Virtual Laboratory in the learning process. This research is a classroom action research (PTK) using quantitative methods. The subjects were students of class XI-MIPA 4 SMAN 8 Banda Aceh the school year 2015/2016, amounting to 32 students, 13 male students and 19 female students. Data collection instruments used in the study is the observation sheets, test sheets, as well as student feedback questionnaire sheets were analyzed using analysis of all three percentages. The result showed that (1) an increase in activity of teachers and students during the learning process, (2) an increase in teachers skills in managing the learning of the category is becoming a very good (3) the percentage of completeness individual as a whole increased from cycle 1 to cycle 3 that 75%, 84% and 94%, and the percentage of classical completeness as a whole also increased with 60%, 70% and 90%. (4) The students responses tend to be positive where 91% of the students said he was happy to learning by using learning model NHT through this Virtual Laboratory. Based on data obtained from this study can be concluded that the application of the learning model NHT through Virtual Laboratory can improve student learning outcomes XI-MIPA 4 SMAN 8 Banda Aceh on the material Kinetic Theory of Gases. Keywords: Numbered Head Together (NHT), Virtual Laboratory, learning outcomes
Dampak Problem Based Learning terhadap Pemahaman Konsep Ditinjau dari Gaya Berpikir Siswa pada Mata Pelajaran Fisika Halim, A.; Suriana, Suriana; Mursal, Mursal
Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Vol 3 No 1 (2017): JPPPF - Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika, Volume 3 Nomor 1, Ju
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.471 KB) | DOI: 10.21009/1.03101

Abstract

Abstract This study aims to determine students's increased understanding of the concept in terms of thinking style after the implementation of the model-based PBL experiments on matter and energy. This study uses quasi-experimental methods, the shape of nonequivalent control group design involving two study groups namely experimental and control classes were held in MAN Rukoh Banda Aceh class XI the first semester of academic year 2015/2016 consisting of 24 students experiment class and 25 students control class. Data collection instruments; 1) Tests to see increased understanding of the concept; 2) Test thinking style questionnaire to determine the type of thinking style the students to absorb information. The results showed that: 1) There is an increased understanding the concept of students with the application of model PBL learning based experiment than higher conventional learning seen from N-Gain both classes, reaching 71% higher category for experimental class and 32% for control class. 2) On this kind of thinking style random abstract experimental class is better than the control class. On this kind of thinking style concrete sequential increase understanding concept of experimental class is better than the control class. On this kind of thinking style abstract sequential increase understanding of the concept experimental class is better than the control class. On this kind of thinking style concrete random improved understanding concept of control class reached (4.00) while the experimental group (0.00) for the experimental class did not have a concrete random thinking styles. Keywords: Model PBL Based Experiment, Concept Undertanding, Thinking Style. Abstrak Terdapat empat jenis gaya berpikir siswa yang digunakan dalam penelitian, yaitu Sekuensial Konkret (SK), Sekuensial Abstrak (SA), Acak Konkret (AK), dan Acak Abstrak (AA). Berdasarkan empat jenis gaya berpikir tersebut, jenis gaya berpikir yang paling tinggi terjadi peningkatan pemahaman konsep fisika dan indikator pemahaman manakah paling tinggi peningkatannya. Inilah tujuan yang ingin diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan pada 24 siswa MAN Rukoh Banda Aceh kelas XI sebanyak 24 siswa untuk kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol setelah dilakukan perlakuan dengan model PBL berbasis eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental, dengan desain nonequivalent control group design dan pengumpulan data menggunakan; tes untuk melihat peningkatan pemahaman konsep; dan angket untuk melihat jenis gaya berpikir yang dimiliki siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pemahaman konsep “Translasi” terjadi peningkatan tertinggi pada siswa yang memiliki jenis gaya berpikir “Sekuensial Konkret (SK)” pada kelompok eksperimen, sebaliknya untuk siswa yang memiliki jenis gaya berpikir “Sekuensial Abstrak (SA)” indikator pemahaman konsep tertinggi adalah “Translasi”, ini terjadi pada kelas kontrol. Kata Kunci: Model Pembelajaran PBL Berbasis Eksperimen, Pemahaman Konsep, Gaya Berpikir.