Dedy Hamdani
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Published : 16 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Jurnal Kumparan Fisika

Rancang Bangun Sistem Telemetri Pengukuran Ketinggian Gelombang Pasang Surut Air Laut secara Realtime Menggunakan Arduino Uno Vandhita, Avinda Tria; Hamdani, Dedy; Putri, Desy Hanisa
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.357 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.3.83-91

Abstract

Dalam penelitian ini telah dirancang dan dibangun sistem telemetri pengukuran ketinggian gelombang pasang surut air laut secara realtime menggunakan arduino uno. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi planning (perencanaan), production (produksi) dan evaluation (evaluasi). Sistem telemetri ini bekerja melalui arduino uno yang mengambil data pengukuran melalui potensiometer dan memerintahkan modul nRF24L01+ untuk mengirimkan data pengukuran ke sistem penerima di darat. Data hasil pengukuran ini diterima oleh sistem penerima di darat untuk ditampilkan di PC/laptop. Hasil pengujian sistem telemetri ini menunjukkan bahwa sistem telemetri dapat bekerja dengan baik berdasarkan fungsinya dalam melaukan pengukuran, pengiriman dan penerimaan data hasil pengukuran ketinggian gelombang pasang surut. Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan metode lain dalam memudahkan melakukan pengukuran ketinggian gelombang pasang surut air laut tanpa harus datang ke tempat pengukuran.Kata Kunci: Arduino Uno, gelombang pasang surut, modul nRF24L01+ dan realtime
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kelembaban Tanah dan Suhu Udara Berbasis GSM SIM900A DAN ARDUINO UNO Sintia, Wulantika; Hamdani, Dedy; Risdianto, Eko
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.109 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.2.60-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat monitoring kelembaban tanah dan suhu udara pada tanaman berbasis GSM SIM900A dan Arduino Uno, serta mengukur kelembaban tanah dan suhu udara pada tanaman berbasis GSM SIM900A dan Arduino Uno. Penelitian ini menggunakan  metode Research and Development. Adapun tahap pengembangan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, produksi, dan evaluasi. Sistem monitoring kelembaban tanah dan suhu udara tersusun atas komponen-komponen elektronika, yaitu Arduino Uno sebagai pengendali sistem dari semua rangkaian, sensor DHT11 untuk mengukur suhu udara, GSM SIM900A untuk mengirimkan SMS kepada pemilik tanaman, dan soil moisture sensor untuk mengukur kelembaban tanah, dengan cara manancapkan probe pada tanah. Jika nilai yang dihasilkan sensor kecil berarti tanah dalam keadaan lembab, dan sebaliknya. Selanjutnya, dilakukan pengujian alat secara keseluruhan untuk mengetahui apakah alat berjalan sesuai dengan tujuan. Dari hasil pengujian telah terukur bahwa sistem monitoring kelembaban tanah dan suhu udara berbasis GSM SIM900A dan Arduino Uno dapat mendeteksi kelembaban tanah dan suhu udara kemudian sms gateway bekerja secara otomatis untuk mengirimkan SMS kepada pemilik tanaman.Kata kunci: Sensor DHT11, Soil Moisture sensor, Arduino Uno, dan GSM SIM900A
Pengaruh Pembelajaran dengan Model Problem Solving Fisika terhadap Hasil Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Lebong Veronica, Tiara; Swistoro, Eko; Hamdani, Dedy
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.716 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.2.31-39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pembelajaran yang menggunakan model Problem Solving Fisika (PSF) terhadap hasil belajar pada ranah kognitif dan kemampuan pemecahan masalah fisika. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua jenis disain penelitian yang berbeda, yaitu Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design untuk melihat pengaruh model PSF terhadap hasil belajar kognitif dan Pre-Experimental Design dengan bentuk One Group Pretest-Posttest Group Design untuk melihat pengaruh model PSF terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Analisis pengaruh model PSF terhadap hasil belajar kognitif dilakukan dengan uji-t dan uji lanjut dengan Cohen’s d menggunakan Microsoft Excel 2010. Hasil analisis diperoleh bahwa terdapat pengaruh pembelajaran menggunakan model PSF terhadap hasil belajar kognitif siswa yaitu sebesar 0,72 yang berada dalam kategori sedang. Analisis pengaruh model PSF terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika dilakukan dengan perhitungan gain yaitu pengurangan rata-rata posttest dengan pretest dan uji lanjut. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa model PSF memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah fisika siswa sebesar 1,80 yang berada dalam kategori kuat.Kata kunci: Model Problem Solving Fisika, Hasil Belajar Kognitif, Kemampuan Pemecahan Masalah Fisika
Pengembangan Media Pembelajaran Planetarium Gerhana sebagai Alat Bantu dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Bumi Antariksa (IPBA) pada Materi Gerhana Pratiwi, Vera Siska; Mayub, Afrizal; Hamdani, Dedy
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 3 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.902 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.3.71-75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran planetarium gerhana untuk pembelajaran IPBA. Mengetahui hasil uji coba media pembelajaran planetarium gerhana pada pembelajaran IPBA. Mengetahui respon dari para responden terhadap media pembelajaran planetarium gerhana yang telah dikembangkan secara teoritis pada pembelajaran IPBA. Jenis penelitian ini adalah Research and Development, subjek penelitian ini adalah guru fisika SMA Pelita Kasih. Penelitian pengembangan ini menggunakan metodologi 4D (Define, Design, Development, and Disseminate). Penilaian dan validasi produk media pembelajaran planetarium gerhana  ini telah dilakukan oleh ahli materi, ahli media. Berdasarkan hasil analisis data kemudian diinterprestasikan dengan skala 5 menurut Sukarja, dihasilkan kriteria penilaian media sangat baik dengan analisis penilaian media menurut ahli materi menunjukkan kualitas sangat baik dengan persentase keidealan 85,4% dan layak untuk digunakan. Penilaian media menurut ahli media menunjukkan kualitas Baik dengan persentase keidealan 77,3% terkait dengan segala aspek yang ada pada media yang telah dikembangkan dan layak untuk digunakan dengan sedikit koreksi untuk perbaikan media tersebut. Sehingga media tersebut dapat menunjang ketertarikan pelajar dalam pembelajaran.Kata kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Planetarium Gerhana.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR TIPE 5E DI KELAS X IPA 3 SMAN 9 KOTA BENGKULU Limbong, Christina; Rohadi, Nyoman; Hamdani, Dedy
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.334 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.1.33-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan aktivitas, motivasi belajar dan penguasaan konsep siswa  dengan model pembelajaran Siklus Belajar tipe 5E. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas X IPA 3 SMAN 9 Kota Bengkulu yang berjumlah 32 orang yang terdiri dari 16 laki-laki dan 16 perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 23,5 dalam kategori sangat baik, pada siklus II sebesar 27,5 dalam kategori sangat baik, pada siklus III sebesar 29,5 dalam kategori sangat  baik. Penguasaan konsep dinilai berdasarkan hasil belajar aspek kognitif. Hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 67,8 dan ketuntasan belajar siswa sebesar 62,5% (belum tuntas), meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata 77,5 dan ketuntasan belajar sebesar 75% (tuntas), kemudian meningkat pada siklus III dengan perolehan nilai rata-rata 85,3 dan ketuntasan belajar sebesar 87,5%(tuntas). Skor rata-rata motivasi belajar siswa pada siklus I sebesar 5,90 dengan kategori sedang, meningkat pada siklus II dengan perolehan skor rata-rata 6,67 dengan kategori sedang, dan pada siklus III juga mengalami peningkatan dengan skor rata-rata 6,92 dengan kategori tinggi. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran siklus belajar tipe 5E dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, motivasi belajar siswa dan penguasaan konsep fisika siswa. Kata kunci : Model Pembelajaran Siklus Belajar Tipe 5E, Aktivitas Belajar Siswa, Motivasi Belajar Siswa, Penguasaan Konsep.
Penerapan Model Problem Based Learning dengan Metode Brainstorming untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SMAN 3 Kota Bengkulu Liani, Esti; Hamdani, Dedy; Risdianto, Eko
Jurnal Kumparan Fisika Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.371 KB) | DOI: 10.33369/jkf.1.2.20-24

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan metode Brainstorming pada siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah kelas X MIPA 3 SMAN 3 Kota Bengkulu yang berjumlah 36 orang. Penelitian dilaksanakan sebanyak tiga siklus. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi guru, observasi siswa dan tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian: 1) Peningkatan aktivitas guru dan siswa dapat dilihat dari rata-rata skor pada lembar observasi aktivitas guru yaitu 31; 34,5; 35,5; dan aktivitas siswa 28,5; 32,5; 35,5. 2) Peningkatan rata-rata kemampuan pemecahan masalah siklus I, II dan III yaitu 79,34%; 82,19%; 92,14%; dan persentase ketuntasan belajar klasikal yaitu 80,55%; 88,88%; 100%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan metode Brainstorming di kelas X MIPA 3 SMAN 3 Kota Bengkulu dapat meningkatkan aktivitas dan kemampuan pemecahan masalah siswa. Kata kunci: Model Problem Based Learning, Metode Brainstorming, Aktivitas Belajar,Kemampuan Pemecahan Masalah.
PENGARUH PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM SOLVING BERORIENTASI HIGHER ORDER THINKING SKILLS TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Daryanti, Safri; Sakti, Indra; Hamdani, Dedy
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 2 Agustus (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.182 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.2.65-72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan pengaruh model Problem Solving berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadap hasil belajar fisika dan (2) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan pembelajaran model Problem Solving berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Research tipe nonequivalent control group design dan one group pretest-posttest design. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan pembelajaran model Problem Solving Berorientasi HOTS dengan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran konvensional ( pada taraf signifikan 5%) dan (2) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan pembelajaran model Problem Solving Berorientasi HOTS dengan adanya kenaikan hasil tes kemampuan pemecahan masalah peserta didik setelah diajarkan dengan pembelajaran model Problem Solving Berorientasi HOTS sebesar 44,08. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran model Problem Solving berorientasi HOTS terhadap hasil belajar fisika dan meingkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.Kata Kunci: Problem Solving, Higher Order Thinking Skills (HOTS), Hasil Belajar Fisika, Kemampuan Pemecahan MasalahThis research aimed to (1) find the effect of HOTS-oriented Problem Solving models on physics learning outcomes and (2) describe the Problem Solving abilities of students with HOTS-oriented Problem Solving learning models. This type of research was a Quasi Experiment Research with type of nonequivalent control group design and one group pretest-posttest design. The results of the research showed that (1) there are significant differences in learning outcomes between students taught by learning the HOTS-oriented Problem Solving model and students taught with conventional learning model ( at the 5% significance level) and (2) there was an increase in students' Problem Solving abilities with learning HOTS-oriented Problem Solving model with an increase in the results of the student's Problem Solving ability tests after being taught with learning HOTS-Oriented Problem Solving models, 44.08. Based on results of research, it can be concluded that there is an influence of HOTS-oriented Problem Solving learning model on physics learning outcomes and improve students Problem Solving abilities. Keywords: Problem Solving, Higher Order Thinking Skills (HOTS), Physics Learning Outcomes, Problem Solving Abilities
PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN FISIKA Harjilah, Niki; Medriati, Rosane; Hamdani, Dedy
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 2 Agustus (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.295 KB) | DOI: 10.33369/jkf.2.2.79-84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah ada pengaruh yang signifikan peserta didik yang diajar dengan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran fisika dan mendeskripsikan berapa besar pengaruh model inkuiri terbimbing tehadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitan quasi experiment dengan desain nonequivalent control group desain. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan berpikir kritis mengalami peningkatan di kelas eksperimen dan berdasarkan uji hipotesis dengan thitung > ttabel (7.10059 > 1.66827) dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran fisika. Besar effect size model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kritis sebesar 3,208 dengan pengaruh 94,2%.Kata kunci: Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir KritisThis study aims to describe whether there was a significant effect of students taught with guided inquiry models on critical thinking skills in physics subjects and how much effect the guided inquiry model has on students' critical thinking skills. The research was a quasi-experiment with a nonequivalent control group design. The results of the descriptive analysis obtained an average score of critical thinking skills increased in the experimental class and based on the results of the hypothesis test with tcount > ttable (7.10059 > 1.66827),  it can be concluded that there is a significant effect of learning with guided inquiry models on critical thinking skills in the physics subjects. The effect size of the guided inquiry model on critical thinking skills is 3.2 with an effect of 94.2%. Keywords: Guided Inquiry, Critical Thinking Skills                                                             
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS XI IPA 3 SMA N 9 KOTA BENGKULU Melatiya, Putri; Rohadi, Nyoman; Hamdani, Dedy
Jurnal Kumparan Fisika Vol 3, No 1 April (2020): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.3.1.75-82

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada konsep suhu, kalor dan perpindahan kalor. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA 3 yang berjumlah 26 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk aktivitas belajar siswa dan soal tes kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dengan rata-rata skor sebesar 25 dalam kategori baik, siklus II sebesar 27,5 dalam kategori baik, dan siklus III sebesar 29 dalam kategori baik. Hasil tes ketemampuan berpikir kritis siswa skor rata-rata kelas per siklus mengalami peningkatan tiap siklusnya. Pada siklus I diperoleh hasil sebesar 70,57 dengan kategori cukup, siklus II diperoleh hasil sebesar 82,30 dengan kategori baik, pada siklus III diperoleh hasil sebesar 90,57 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan aktivitas belajar siswaKata Kunci : Model Discovery Learning, Aktivitas Belajar Siswa, Kemampuan Berpikir Kritis ABSTRACT This research was aimed to improve students' critical thinking skills on the concepts of temperature, heat and heat transfer. This research was a classroom action research that conducted in four stages, namely planning, implementing actions, observing, and reflecting. The subjects in this study were all students of class XI IPA 3, amounting to 26 students. The instrument used was an observation sheet for student learning activities and test questions for students' critical thinking skills. The results of this study indicated that student learning activities in the first cycle with an average score of 25 in the good category, the second cycle of 27.5 in the good category, and the third cycle of 29 in the good category. The results of students' critical thinking skills test scores on average per class has increased each cycle. In cycle I obtained results of 70.57 with enough categories, cycle II obtained results of 82.30 with good categories, in cycle III obtained results of 90.57 with very good categories. Based on the results of the study it can be concluded that the application of discovery learning models can improve critical thinking skills and student learning activitiesKeywords: Discovery Learning Model, Student Learning Activities, Critical Thinking Ability
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 5E DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN SIKAP ILMIAH DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP USAHA DAN ENERGI Daulay, Sari; Hamdani, Dedy; Putri, Desy Hanisa
Jurnal Kumparan Fisika Vol 2, No 3 Desember (2019): Jurnal Kumparan Fisika
Publisher : Unib Press, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.2.3.137-144

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar siswa pada konsep usaha dan energi melalui penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA.4 SMA Negeri 08 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, lembar angket untuk mendeskripsikan sikap ilmiah siswa, lembar tes untuk mendeskripsikan hasil belajar usaha dan energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata sikap ilmiah pada siklus I sebesar 64,54 (kriteria baik), pada siklus II sebesar 66,23 (kriteria sangat baik), dan pada siklus III sebesar 67,37 (kriteria sangat baik).Nilai rata-rata hasil belajar konsep usaha dan energi pada siklus I sebesar 77,71 dengan ketuntasan belajar 88,57%, pada siklus II sebesar 83 dengan ketuntasan belajar 94,28%, dan pada siklus III 90,28 dengan ketuntasan belajar 100%. Disimpulkan bahwa pembelajaran dengan penerapan model Learning Cycle 5E dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar pada konsep usaha dan energi.Kata kunci: Sikap Ilmiah, Hasil Belajar usaha dan energi, Model Learning Cycle 5E, Pendekatan Saintifik ABSTRACT This research was aimed to improve scientific attitudes and student?s learning outcomes on work and energy concept with the implementation of Learning Cycle 5E with a scientific approach. The subjects of the research were students of XI MIA.4 SMA Negeri 08 Bengkulu city. The instruments used were the observation sheet to describe the activities of teacher and students, questionnaire to describe students' scientific attitudes, and test sheet to describe learning outcomes of work and energy. The results showed that the average score of scientific attitudes in cycle I was 64,54 (good criteria), in cycle II was 66,23 (very good criteria), and at cycle III was 67,37 (very good criteria).The average value of the learning outcomes of work and energy concepts in the first cycle of 77.71 with learning mastery 88.57%, on the second cycle of 83 with 96.28% learning mastery, and on the third cycle 90.28 with 100% complete learning mastery. It was concluded that learning with the application of 5E learning cycle model with scientific approach can improve the scientific attitudes and learning outcomes on work and energy concepts. Keywords: Scientific Attitudes, Learning Outcomes, Work And Energy Concepts, Learning Cycle 5E Model, Scientific Approach.