Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH SERBUK BAN SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS TERHADAP STABILITAS LAPISAN AC WC ( 9-14 ) Putra, Kevin Libra; Prakoso, Rachmat Yugo; Muchtar, Zainuddin; Hamdi, Hamdi
PILAR Vol 14, No 1 (2019): Pilar: Maret 2019
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, pertumbuhan kendaraan bermotor setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dari data Badan Pusat Statistik, untuk rentan waktu 5 tahun pertumbuhan kendaraan rata-rata mencapai 9.1% tiap tahunnya Pertambahan jumlah kendaraan menjadi salah satu faktor utama dari kerusakan jalan. Hal ini disebabkan karena perkerasan jalan yang direncanakan dengan beban tertentu ternyata menerima beban lalu lintas yang melebihi beban rencana. Akibatnya, jalan tersebut mengalami kerusakan sebelum umur rencana tercapai.            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalis karakteristik campuran Aspal Beton Lapisan (AC-WC)  yang mengandung butiran/limbah serbuk ban dan membandingkan dengan campuran beraspal tanpa limbah serbuk ban. Metode  pencampuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah batas tengah gradasi campuran AC-WC dalam persyaratan Bina Marga.            Berdasarkan analisis Marshall diperoleh kadar aspal optimum campuran 0%limbah serbuk ban adalah 5.49%, campuran dengan 50% limbah serbuk ban sebagai pengganti agregat pada fraksi No. 30 memiliki kadar aspal optimum 5.75% dan campuran dengan 100% limbah serbuk ban sebagai pengganti agregat pada fraksi No. 30 memiliki kadar aspal optimum 6.05%. Hasil pengujian Marshall Immersion menunjukkan indeks kekuatan sisa campuran AC-WC dengan 50% limbah serbuk ban sebagai pengganti sebagian agregat pada fraksi No. 30, memiliki nilai yang terbesar yaitu 95.49%. Campuran optimum diperoleh pada campuran yang mengandung serbuk ban bekas sebagai pengganti fraksi No. 30 sebanyak 56% sebesar 95.645% 
PENGARUH CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON ( 1-6 ) Novianti, Dina; Putri, Nyimas Syavira; Tilik, Lina Flaviana; Hamdi, Hamdi
PILAR Vol 14, No 2 (2019): Pilar: September 2019
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTConcrete is a construction material that is often used in civil engineering such as building bridges, roads, and others. The purpose of this reserach is to determine the influences addition of chicken eggshell as a cement substitution at the Compressive Strength. Chicken eggshell often found in Martabak HAR Restaurant, especially in Palembang. In these studies, the shell egg mashed up to escape the Sieve Filter No. 200 (0.074 mm). The testing that was done in this study include strong press, where test objects that are used in the form of cylinder 15 cm × 30 cm. Variations of chicken eggshells 0%, 1%, 2,5% and 5%. Where testing is done at the press day , , , and . With the quality of concrete planned is fc ' 25. Of the results showed the use of chicken egg shells againts the powerful press concrete age 28 days with a variation of 1% of 29,736 MPa, and 2,5% for variations of 25,077 MPa, then to a variation of 5% 16,407 MPa, compared with the strong press egg shells without concrete (Normal Concrete) of 41,204 MPa. Keyword : Normal Concrete; Chicken Eggshell; Compressive Strength of Concrete ABSTRAKBeton merupakan salah satu bahan konstruksi yang sering digunakan di bidang Teknik Sipil seperti pada bangunan jembatan, jalan, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan cangkang telur ayam sebagai subtitusi semen terhadap kuat tekan beton. Cangkang telur ayam sering ditemui di rumah makan Martabak HAR, terutama di kota Palembang. Dalam penlitian ini, cangkang telur ayam dihaluskan hingga lolos saringan ayakan no. 200 (0,075 mm). Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi kuat tekan, dimana benda uji yang digunakan berupa silinder 15cm × 30cm. Variasi cangkang telur ayam 0%, 1%, 2,5%, dan 5%. Dimana pengujian tekan dilakukan pada hari ke-3, 7, 14, dan 28. Dengan mutu beton yang direncanakan adalah fc? 25. Dari hasil penelitian menunjukkan penggunaan cangkang telur ayam terhadap kuat tekan beton umur 28 hari dengan variasi 1% sebesar 29,736 MPa, dan untuk variasi 2,5% sebesar 25,077 MPa, lalu untuk variasi 5% sebesar 16,407 MPa, bila dibandingkan dengan kuat tekan beton tanpa cangkang telur (Beton Nnormal) sebesar 41,204 MPa. Kata Kunci : Beton Normal; Cangkang Telur Ayam; Kuat Tekan Beton
PENGARUH PEMAKAIAN KAWAT BENDRAT GALVANIS SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON ( 21-24 ) Hamdi, Hamdi; Dafrimon, Dafrimon; Harijadi1, Sugeng
PILAR Vol 14, No 2 (2019): Pilar: September 2019
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kekuatan struktur beton mengidentifikasikan kualitas beton yang digunakan. Semakin tinggi kekuatan struktur beton yang dikehendaki, maka semakin tinggi pula mutu beton yang harus digunakan. Penambahan serat  baja berupa kawat bendrat berkait (hooked), diharapkan dapat memperbaiki kualitas beton dari sisi kekuatan lenturnya. Penelitian dilakukan melalui uji sampel yang dilakukan di laboratorium, yaitu dengan menggunakan beton polos mutu K-300 (umur 28 hari), dengan penambahan serat kawat bendrat kadar 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Hasil pengujian pada sampel usia 14 hari diperoleh bahwa, pada penambahan 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% kawat bendrat terhadap semen, berturut-turut dihasilkan kekuatan lentur sebesar 219 kg/cm2, 230 kg/cm2, 212 kg/cm2, 208 kg/cm2, 187 kg/cm2 dan 181 kg/cm2. Dapat disimpulkan bahwa penambahan kawat bendrat 1% kedalam campuran beton memiliki nilai kuat tekan tertinggi diantara komposisi lainnya.Kata kunci: beton, kawat bendrat, kuat tekan.
THE DISPUTE SETTLEMENT OF PROCUREMENT LAND DETERMINATION COMPENSATION (Study on the Law Number 2 Year 2012 on Land Procurement for Public Interest Development) Hamdi, Hamdi
Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan Vol 2, No 1 (2014): UTOPIA HUKUM - KESEJAHTERAAN
Publisher : Magister Ilmu Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.847 KB) | DOI: 10.12345/ius.v2i4.159

Abstract

Procurement of land for development for common interest should be implemented based on the principles of humanity, expedience, certainty, transparency, agreement, participation, livelihoods, sustainable and alignment. With this principle is applied to the implementation of the land acquisition can minimized occurrence the conflict in land acquisition. Providing the compensation on holders of land rights is feasible and equitable, viable and feasible in terms of the amount of the gift means that holders of land rights do not feel forced to relinquish their land primarily used for the development interest based on respect on holder rights. Deliberation in the land acquisition done as much as possible and remain in a neutral position and remained on the same level and no one is feeling pressured or forced, perinsip respect for the holders of land rights set forth in the Acts Number 2 Year 2012 to provide the legal protection and in providing the compensation no cause the land rights holders no worse its condition than before the release of land rights. Keywords: compensation, land acquisition, public interest
KONSEP AKOMODASI WISATA HALAL DI PROPINSI NTB BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PARIWISATA HALAL Supyadi, Ady; Haq, Hilman Syahrial; Hamdi, Hamdi
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) 2018: Proceeding of The 1st International Conference on Halal Tourism, Products, and Services 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v0i0.1992

Abstract

Islamic economy is instrumental to global economy to date. There are seven sectors of Islamic economy that has improved significantly, namely culinary, monetary, insurance industry, fashion, cosmetics, pharmacy, entertainment, and tourism, all of which bear halal concept in their products. This research study aimed to explore and analyze the description of tourist accommodation in Lombok before and after the issuance of West Nusa Tenggara Provincial Regulation Number 2 of 2016 on Halal Tourism and examine the efforts the government has made to materialize halal accommodation mandated by the regulation. This research is normative legal, i.e., legal research that analyzes rules or norms related to the issue being investigated. Data obtained from this research were analyzed using legal interpretation methods, including extensive interpretation and sociological or teleological interpretation. The findings revealed that before the issuance of Provincial Regulation Number 2 of 2016, the management of tourism in West Nusa Tenggara was conventional as opposed to sharia-based management upon the issuance of the regulation. In order to materialize halal accommodation the government has reviewed the master plan of tourism development and improved services and accommodation for domestic and international tourists.
IMPLEMENTASI MODIFIKASI PEMBELAJARAN DAN SIMPLE FEEDBACK DALAM PEMBELAJARAN AKTIVITAS PERMAINAN BOLA VOLI UNTUK MENINGKATKAN WAKTU AKTIF BELAJAR hamdi, Hamdi
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 1 No 2 2016
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpjo.v1i2.5658

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan modifikasi pembelajaran dan penerapan simple feedback dapat memberikan hasil yang signifikan terhadap waktu aktif belajar siswa dalam melakukan gerakan permainan bola voli di kelas XI SMA Kartika XIX-2 Bandung.Instrument yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan observasi waktu aktif belajar.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas atau classroom action research.Dalam penggunaan metode ini peneliti menggunakan dua siklus.Dalam setiap siklusnya terdiri dari dua tindakan.Selanjutnya untuk variabel bebas adalah penerapan modifikasi pembelajaran dan penerapan simple feedback dan variable terikatnya adalah waktu aktif belajar siswa dalam melakukan gerakan permainan bola voli di kelas XI SMA Kartika XIX-2 Bandung.Untuk populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI-IPS-2.Dari analisis data didapat data Tindakan satu sebanyak 8.75%, Tindakan dua meningkat menjadi 26.3%. Tindakan tiga meningkat hingga 47.2%, Dari Tindakan empat meningkat 73% Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penerapan modifikasi pembelajaran dan penerapan simple feedback dapat memberikan hasil yang signifikan terhadap waktu aktif belajar dalam melakukan gerakan permainan bola voli di kelas X SMA Kartika XIX-2 Bandung. 
PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN MATERI TEORI DASAR BENTUK MUKA BUMI UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF MAHASISWA PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIGHA SIGLI Hamdi, Hamdi; Halim, Abdul; Pontas, Komala
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 3, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.936 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul dan meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa melalui penerapan modul. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yaitu pengembangan modul pembelajaran dan penerapan modul dilakukan dengan metode pre-eksperimen dengan The Randomized Pre-test Post-test, Control Group Design yang dilaksanakan di Prodi Pendidikan MIPA FKIP UNIGHA Sigli, yaitu pada mahasiswa semester ganjil Tahun Akademik 2014/2015 semester III (tiga) dengan jumlah sampel 60 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal dan tes akhir untuk peningkatan kognitif, lembar observasi untuk mengetahui kegiatan dosen dan mahasiswa selama proses belajar mengajar. Data penelitian yang didapatkan dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil uji kelayakan modul oleh pakar Konten 84,10%, pakar penyajian 88,21%, dan pakar bahasa 89,17%. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Peningkatan kognitif mahasiswa berdasarkan ranah kognitif meningkat dengan kategori tinggi pada ranah aplikasi (C3) yaitu 63% dan kategori rendah pada ranah pengetahuan (C1) yaitu 57%. Peningkatan kognitif mahasiswa berdasarkan indikator meningkat pada indikator Mahasiswa mampu memahami konsep getaran yang ditimbulkan dari dalam bumi, merambat dan menyebabkan pergeseran kulit bumi mencapai 70% dengan kategori tinggi.
PENETAPAN STATUS PENGGUNAAN BARANG MILIK NEGARA DALAM RANGKA OPTIMALISASI PENERIMAAN NEGARA Hamdi, Hamdi
FIAT JUSTISIA Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v9no4.734

Abstract

AbstractSOA Usage Status Determination Regulation in line with those mandated by Government Regulation Number 27 of 2014 on Management of State and Regional Assets has been regulated in Minister of Finance Regulation Number 246/PMK.06/2014 on Procedures for the Implementation of State Assets Utilization and Minister of Finance Regulation Number 41/PMK.06/2015 on Delegation of Certain Authority and Responsibility From State Assets Manager To State Assets User. The implementation of SOA Usage Status Determination in Regional Office Directorate General of State Assets Lampung Province and Bengkulu Province is not yet optimal because a little number of SOA status been defined. SOA optimization through utilization in order to gain state’s revenue through non-tax revenue is not the main goal, but the optimal use of SOA in order to support the implementation of the tasks and functions of Ministry/Agency. The implementation of State Asset Management Information System application was expected to support SOA management, especially related to supervision and control in the implementation of SOA Usage Status Determination.Keywords: State-Owned Assets, Usage Status Determination, SOA Utilization. Abstrakabstrak Peraturan SOA Status Penggunaan Penentuan sejalan dengan yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 27 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 246/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan Barang Milik Negara dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 41/PMK.06/2015 tentang Pendelegasian Kewenangan dan Tanggung Jawab Tertentu dari Pengelola Barang Kkpada Pengguna Barang. Implementasi SOA Status Penggunaan Penentuan di Kanwil DJKN Provinsi Lampung dan Provinsi Bengkulu belum optimal karena sejumlah kecil status SOA telah ditetapkan. SOA optimasi melalui pemanfaatan untuk mendapatkan penerimaan negara melalui penerimaan negara bukan pajak bukanlah tujuan utama, tetapi penggunaan optimal dari SOA dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian/Lembaga. Penerapan aplikasi Sistem Informasi Negara Asset Management diharapkan untuk mendukung manajemen SOA, terutama terkait dengan pengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan SOA Status Penggunaan Penentuan.Kata Kunci: Aset Milik Negara, Penggunaan Status Penetapan, SOA Pemanfaatan
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN TAMAN DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR BERBASIS WEB Hamdi, Hamdi; Usman, Usman; Samsudin, Samsudin
SISTEMASI Vol 7, No 2 (2018): SISTEMASI
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.681 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v7i2.263

Abstract

Pada era perkembangan teknologi informasi seperti saat ini, masyarakat diberi kemudahan dalam mencari lokasi atau tempat-tempat yang ingin di kunjungi menggunakan sistem informasi geografis. Saat ini belum ada sistem informasi geografis yang memuat letak tempat dimana saja titik akurat taman rekreasi yang ada di Indragiri Hilir, sehingga  perancangan sistem informasi geografis pemetaan taman di kabupaten Indragiri Hilir Berbasis Web ini bertujuan untuk menjadi media promosi tempat rekreasi yang telah di rancang dan dibangun oleh pemerintah serta dapat mempermudah masyarakat dalam mencari taman dan ruang terbuka hijau dengan pencarian letak koordinat yang tepat dan akurat serta informasi yang lengkap. Pada perancangan GIS pemetaan taman ini, SDLC (System Development Life Cycle) menjadi metode pengembangan sistem yang berfungsi sebagai sebuah mekanisme untuk mengidentifikasikan perangkat lunak, serta UML (Unified Modeling Language) sebagai permodelan yang menggunakan konsep Object Oriented Programming (OOP) untuk memudahkan peneliti dalam membangun sistem. Dengan terimplementasinya sistem informasi geografis pemetaan taman ini, memberikan wadah kepada pemerintah untuk mempromosikan tempat rekreasi dan wisata, serta mempermudah masyarakat dalam mencari letak akurat serta informasi penunjang mengenai taman yang ada dan yang akan dibangun oleh pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.
PENDAPATAN MASYARAKAT DARI HUTAN DAN FAKTORFAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHINYA: KASUS DESA PENYANGGA TNKS DI KABUPATEN PESISIR SELATAN Rahmat, Mamat; Hamdi, Hamdi
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2007.4.2.193-204

Abstract

Areal Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah penyangga Kabupaten Pesisir Selatan mengalami degradasi hutan tertinggi diantara daerah-daerah penyangga lainnya, yaitu mencapai 1.570 ha atau 34,23% dari luas total degradasi hutan yang terjadi di seluruh kawasan TNKS. Fakta tersebut diduga erat kaitannya dengan kegiatan illegal logging dan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa penyangga. Salah satu pendapatan hutan pada masyarakat desa penyangga diantaranya adalah hasil kayu dari kegiatan illegal logging. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji proporsi pendapatan dari hutan pada masyarakat desa penyangga, serta menganalisis pengaruh fakior-faktor sosial ekonomi rumah tangga terhadap pendapatan hutan. Metode penelitian yang yang digunakan adalah gabungan antara wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner dan wawancara tidak terstruktur. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat dari kayu balok jauh lebih besar dibandingkan dengan pendapatan hasil hutan lainnya. Pendapatan dari hasil kayu (kayu balok) mencapai Rp 282.499,- atau 66,05% dari total pendapatan/bulan. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa faktor Umur Responden dan Jumlah Anggota Rumah Tangga, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan dan penurunan pendapatan masyarakat dari hutan.