Articles

Found 16 Documents
Search

KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN SALURAN IRIGASI PASANG SURUT DI DESA MULYA SARI KECAMATAN TANJUNG LAGO Khairunnisa, Eka Nurriza; Hanafiah, Zazili; Priadi, Dwi Putro
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4485

Abstract

Mulya Sari merupakan salah satu desa dengan tipe lahan rawa pasang surut yang memanfaatkan saluran irigasi sebagai sarana untuk mengairi berbagai aktivitas masyarakat seperti kegiatan pertanian, perikanan maupun kegiatan masyarakat rumah tangga. Sampai saat ini, informasi mengenai perairan saluran irigasi di desa Mulyasari masih sangat terbatas sehingga dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi fitoplankton melalui studi langsung ke lokasi perairan saluran irigasi desa Mulya Sari. Pengambilan data dan pengukuran dilakukan pada Mei 2016. Dari penelitian yang di lakukan pada saluran irigasi Desa Mulya Sari ditemukan sebanyak 12 jenis, yang teridiri dari 4 jenis dari kelas Cyanophyceae, 4 jenis dari kelas Conjugatophyceae (Zygnematophyceae), dan 4 jenis dari kelas Bacillariophyceae. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas fisika dan kimia perairan pada saluran irigasi kurang baik untuk pertumbuhan fitoplankton yang merupakan produsen primer pada rantai makan di ekosistem perairan.KATA KUNCI: Fitoplankton, rawa pasang surut, saluran irigasi.
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN SALURAN IRIGASI PASANG SURUT DI DESA MULYA SARI KECAMATAN TANJUNG LAGO Khairunnisa, Eka Nurriza; Hanafiah, Zazili; Priadi, Dwi Putro
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 9, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1239.301 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v9i2.4485

Abstract

Mulya Sari merupakan salah satu desa dengan tipe lahan rawa pasang surut yang memanfaatkan saluran irigasi sebagai sarana untuk mengairi berbagai aktivitas masyarakat seperti kegiatan pertanian, perikanan maupun kegiatan masyarakat rumah tangga. Sampai saat ini, informasi mengenai perairan saluran irigasi di desa Mulyasari masih sangat terbatas sehingga dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi fitoplankton melalui studi langsung ke lokasi perairan saluran irigasi desa Mulya Sari. Pengambilan data dan pengukuran dilakukan pada Mei 2016. Dari penelitian yang di lakukan pada saluran irigasi Desa Mulya Sari ditemukan sebanyak 12 jenis, yang teridiri dari 4 jenis dari kelas Cyanophyceae, 4 jenis dari kelas Conjugatophyceae (Zygnematophyceae), dan 4 jenis dari kelas Bacillariophyceae. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas fisika dan kimia perairan pada saluran irigasi kurang baik untuk pertumbuhan fitoplankton yang merupakan produsen primer pada rantai makan di ekosistem perairan.KATA KUNCI: Fitoplankton, rawa pasang surut, saluran irigasi.
Distribusi Logam Kadmium dalam Air dan Sedimen di Sungai Musi Kota Palembang Emilia, Ita; Suheryanto, Suheryanto; Hanafiah, Zazili
Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang Edisi 2
Publisher : Jurnal Dosen Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis aims of this research is to determine of cadmium in water and sediment Musi River Palembang. Technical method sampling by purposive. Data collected from eight sample point and determination of cadmium contaminant using by AAS methode. The results a averageof cadmium (Cd) is0.0091mg/Lwith a range 0.0021-0.0137mg/L,and lower from threshold of PERDA the South Sumatra No.16of 2005. The average of cadmium (Cd) sediments is.1520mg/kg with range 0.1000-0.1890mg/kg, and lower from threshold of Dutch Quality Standards for Metalsi sediment.Keywords: distribution , cadmium , water , sediment , Musi river
Blood clams community (Anadara granoasa) in The Eastern Coastal Waters of Banyuasin Regency South Sumatera Setianingsih, Rini; Zulkifli, Hilda; Hanafiah, Zazili
Sriwijaya Journal of Environment Vol 1, No 1 (2016): The First Issue: Green Environment for Future Life
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22135/sje.v1i1.9

Abstract

Abstract: This research aimed to study existence of blood clams population and the environmental factors that affect them. This research was conducted in the coastal waters of Banyuasin in February 2015. The blood clamp sample was collected using Ekman Grab at low tide. From the observation in the research site, the highest population density was 60 ind/m2 with clay substrate texture, while the lowest density was 20 ind/m2 on the dusty clay substrate. Blood clams population was not found on the sand substrate texture station. Morphometric data showed that the blood clam population in the research site, including the medium category with b < 3 growth pattern (allometric negative). The results of PCA analysis proved that the habitat texture and sediment organic habitats were dominant factors besides the chemical physics environmental factors of the waters (temperature, salinity, pH).Keywords: Blood clams, density, morphometric, PCA Abstrak (Indonesian): Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keberadaan  populasi kerang-darah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di perairan pesisir Banyuasin pada bulan Februari 2015. Sampel kerang-darah diambil dengan mengunakan Ekman Grab pada saat air surut. Dari hasil pengamatan pada lokasi penelitian, kepadatan populasi kerang-darah tertinggi  adalah 60 ind/m2 dengan tekstur substrat lempung, sedangkan kepadatan terendah adalah 20 ind/m2 pada substrat lempung berdebu. Populasi kerang-darah tidak ditemukan pada stasiun dengan tekstur substrat pasir. Data morfometrik menunjukan bahwa populasi kerang-darah di lokasi penelitian termasuk kategori sedang dengan pola pertumbuhan  b < 3 (allometrik negatif). Hasil analisis PCA membuktikan bahwa tekstur habitat dan bahan organik sedimen merupakan faktor dominan disamping faktor lingkungan fisika kimia perairan (suhu, salinitas, pH).Kata kunci: Kerang-darah, kepadatan, morfometrik, PCA
Distribusi Logam Kadmium dalam Air dan Sedimen di Sungai Musi Kota Palembang Emilia, Ita; Suheryanto, Suheryanto; Hanafiah, Zazili
Jurnal Penelitian Sains Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This aims of this research is to determine of cadmium in water and sediment Musi River Palembang. Technical method sampling by purposive. Data collected from eight sample point and determination of cad-mium contaminant using by AAS methode. The results a averageof cadmium (Cd) is0.0091mg/Lwith a range 0.0021-0.0137mg/L,and lower from threshold of PERDA the South Sumatra No.16of 2005. The average of cadmium (Cd) sediments is.1520mg/kg with range 0.1000-0.1890mg/kg, and lower from threshold of Dutch Quality Standards for Metalsi sediment.
Studi Komunitas Plankton di Sungai Kundur Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Kartika, Ade; Hanafiah, Zazili; Salni, Salni
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan plankton dalam Studi Ko-munitas Plankton di Sungai Kundur Kecamatan Banyuasin 1 Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, yang di-laksanakan pada bulan Agustus dan September 2014 di 5 stasiun penelitian, adapun parameter fisika – ki-mianya yang diukur antara lain yaitu; suhu, kecerahan, kedalaman, pH, DO, BOD, nitrat, fosfat dan kandun-gan minyak. Parameter biologi yang diukur meliputi komposisi dan kelimpahan plankton, indeks keanekara-gaman (H’) plankton, indeks dominansi (C) plankton, dan indeks kesamaan plankton antar stasiun. Dari hasil pengamatan ditemukan 23 genus dari 4 kelas fitoplankton yang terdiri dari Bacillariophyceae 9 genus, Cyano-phyceae 6 genus, Chlorophyceae 5 genus, Euglenophyceae 2 genus dan 1 kelas zooplankton yaitu Maxillopo-da 1 genus. Berdasarkan indeks keanekaragaman plankton di Sungai Kundur saat surut dikategorikan kestabi-lan komunitas rendah pada stasiun 1, 3, 4 dan 5 dengan nilai indeks berkisar dari 0.69 – 1.06. Sedangkan kes-tabilan komunitas sedang terdapat pada stasiun 3 dan stasiun 5 dengan nilai indeks berkisar dari 1.77 – 2.18.
Inventarisasi Jenis Ikan yang Tertangkap Nelayan di Lebak Desa Meranjat Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir Patriono, Enggar; Hanafiah, Zazili; Irawan, Medi
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 3 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan spesies ikan saat banjir di Desa Meranjat Tanjung Batu, Ogan Ilir Kabupaten Sumatera Selatan berlangsung dari November sampai bulan Desember 2001. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui spesies ikan saat banjir di Desa Meranjat. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, langkah pertama adalah ikan menangkap, tahap kedua adalah klasifikasi ikan yang ekonomis dan tidak bernilai ekonomis. Dari penelitian, itu dikenali 13 spesies, 9 keluarga dan 5 orde. Hasilnya dari penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan mereka adalah Labyrinthicy dan Ostaryophysi yakni Ophiochepalus striatus serta Cryptopterus mycronema. Spesies yang semakin sedikit ditemukan/jarang adalah orde Synbranchia, yakbi Fluta alba dan Ophiochepalus mycropeltes dari orde Labyrinthicy. Spesies yang umum ditemukan adalah orde Ostaryophysi yakni Rasbora argyrotaenia.
Komposisi Koloni Lebah Madu (Apis florea andreniformis Fabr) Hanafiah, Zazili
Jurnal Penelitian Sains No 9 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Komposisi Koloni Lebah Madu Apis florea andreniformis Fabr. Yang terdapat di Kecamatan Koto Tangah- Kodya Padang. Dari 10 sampel  koloni yang diamati terdapat 6 koloni muda dan 4 koloni matang.Komposisi koloni muda terdiri dari lebah pekerja berkisar dari 3263 – 6904 ekor, persentase pekerja lapangan berkisar dari 12,88 – 28,35%, dan pekerja berkisar dari 3511 – 5901 ekor, persentase pekerja lapangan berkisar dari 9,77 – 31,22% dan pekerja rumah tangga berkisar dari 68,78 – 90,23%. Persentase lebah jantan 0 – 0,06%. Tinggi sarang dari permukaan tanah pada Apis florea andreniformis berkisar dari 1 – 7 meter.
Komposisi Serangga Dasar Perairan di Hulu Sungai Endikat Hanafiah, Zazili; Harmida, Harmida
Jurnal Penelitian Sains No 10 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Komposisi Serangga Dasar Perairan di Hulu Sungai Endikat Kecamatan Pagar Alam-Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan ikdeks keanekaragaman pada 4 tipe substrat yaitu substrat berbatu, berkerikil, berpasir dan berserasah. Hasil penelitian ditemukan 7 ordo serangga air yang terdiri dari Ephemeroptera, Trichoptera, Plecoptera, Coleoptera, Odonata, Megaloptera dan Diptera, dengan total 21 famili dan 57 jenis. Komposisi jenis yang paling banyak terdapat pada komunitas yang mendiami substrat berbatu, sedangkan komposisi yang sedikit terdapat pada substrat berpasir. Indeks keanekaragaman yang tertinggi terdapat pada komunitas yang mendiami substrat berbatu dan indeks keanekaragaman yang paling rendah pada substrat berpasir.
LIFE HISTORY ANNELIDA: POLYCHAETA IN AN ESTUARY OF THE OMUTA-GAWA RIVER, KYUSHU, JAPAN Hanafiah, Zazili
BIOVALENTIA: Biological Research Journal Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24233/BIOV.1.1.2015.9

Abstract

The research was conducted at four stations in the Omuta-gawa River, Kyushu, Japan from December 2003 to July 2005. The results of the monthly survey clearly indicated that Hediste japonica has one generation per year. The reproductive period of this species is from late December to late February, and also occurred on H. diaroma, that it has one generation per year. The reproductive period of this species in the Omuta-gawa River is from middle December to late April, when reproductive swarming of mature adults occurs. This reproductive period is much longer than that of H. japonica. Both Hediste species, spawning, fertilization and early development occur in water column with a long pelagic larval life. Keywords: life history, Hediste japonica, H. diadroma, reproductive period, estuary