Izza Hananingtyas
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PAPARAN MERKURI (HG) DENGAN GANGGUAN FUNGSI TIROID PADA PENAMBANG EMAS TRADISIONAL DI DESA JENDI KECAMATAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI Hananingtyas, Izza; Suhartono, Suhartono; Nurjazuli, Nurjazuli
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 12, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Master of Environmental Health Study Program, Faculry of Public Health, Faculty of Public

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.727 KB) | DOI: 10.14710/jkli.12.1.58 - 63

Abstract

Background: Mercury was released in environment as a result of human activities such as the traditional gold mining industry. The activities of traditional gold mining used amalgam processes that cause negative effects of mercury which exposured to traditional gold miners. Chronic effects of mercury exposure  due to obstruction of iodine uptake by mercury in the body, so that it disrupt thyroid function. It was caused by inhibition of secretion levels of T3 and T4, and  increased activity of TSH, as feedback synthesis and secretion of thyroid hormone. The purpose of this study was determine the relationship between mercury exposure with disfunction thyroid in traditional gold mining workers in the Village Jendi, Selogiri District, Wonogiri. Method:It was an observational research using cross-sectional design. The subject were 42 traditional gold miners in Jendi Selogiri Village, Wonogiri, which purposively selected. The instrument used  are questionnaires and laboratory analysis of blood and urine specimens. Data obtained from TSH, FT4 serum, Hg in blood, urinary iodine excretion, and measurement of nutritional status. Data would be analyzed using chi squar and regression logistic. Result: The research results showed that there was no correlation between level of  Hg in blood (p=0,800) , work period (p=0,101), work duration (p=0,594) and there was no different of disfunction thyroid by oocupation (p=0,853), with range of  Hg in blood 4,4 to 9,373 ppm. Conclusion: This study concluded that, there was no association between mercury exposure with disfunction thyroid in the traditional gold miners in Jendi, Selogiri District, Wonogiri.   Keyword : mercury, thyroid disfunction, TSH, FT4
Bahaya Kontaminasi Logam Berat Merkuri (Hg) dalam Ikan Laut dan Upaya Pencegahan Kontaminasi pada Manusia Hananingtyas, Izza
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2 No 2 (2017): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/alard.v2i2.120

Abstract

Produk pangan mentah terutama dari hasil laut memiliki tingkat pencemaran logam berat yang mengkhawatirkan akibat semakin banyaknya bahan pencemar yang masuk dalam lingkungan perairan Indonesia yang berasal dari pembuangan limbah industri di sepanjang wilayah pantai dapat menjadi sumber racun bagi kehidupan perairan. Adanya kandungan logam berat di perairan Laut Jawa, memungkinkan adanya kotaminasi pada ikan laut hasil Laut Jawa yang didistribusikan ke masyarakat. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur dan melindungi keamanan pangan yaitu PP Nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur kadar logam berat merkuri (Hg) pada hasil laut di Pantai Utara Jawa dan menjelaskan upaya pencegahan kontaminasi pada manusia. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Akumulasi logam berat di dalam tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu sistem peredaran darah, urat syaraf dan kerja ginjal. Kadar rata - rata logam berat merkuri (Hg) pada ikan tongkol (Euthynnus sp.) di Pantai Utara Jawa sebesar 0,141 mg/kg. Langkah pengendalian yang dapat diterapkan untuk mencegah bahaya logam berat Hg yaitu dengan pengendalian pencemaran limbah dari industri yang berlokasi disekitar wilayah perairan Laut Utara Jawa. Upaya pencegahan akumulasi kontaminasi logam berat Hg pada manusia yaitu mengatur konsumsi ikan laut setiap harinya dengan perhitungan ADI (Acceptable Daily Intake) diperoleh hasil 0,168 ?g/kg BB per minggu. Akan tetapi bila konsumsi ikan seseorang melebihi rata-rata konsumsi perhari, dan weekly intake-nya melebihi PTWI (provisional tolerable weekly intake) yang telah ditetapkan WHO, maka dapat berefek negatif pada kesehatan.