Articles

Found 6 Documents
Search

KARAKTERISTIK IBU DENGAN PARITAS LEBIH DARI 3 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA Handayani, Ita; Andriyani, Annisa
GASTER Vol 10, No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.19 KB)

Abstract

Pendahuluan: Paritas menunjukkan jumlah kehamilan dan telah dilahirkan tanpa mengingat jumlah anaknya. Berdasarkan survey pendahuluan di Puskesmas Gambirsari terdapat ibu dengan paritas lebih dari 3 sebanyak 580 orang dengan usia rata-rata 35 tahun, mayoritas tingkat pendidikan ibu SD dengan pengetahuan tentang berKB masih kurang dan agama tidak memperbolehkan untuk berKB, sehingga ibu tersebut kemungkinan besar memiliki paritas lebih dari 3. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik ibu dengan paritas lebih dari tiga di wilayah kerja  Puskesmas Gambirsari Surakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif  yang melukiskan  tiap variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Sampel berjumlah 145 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian karakteristik ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta adalah karakteristik  pendidikan  yang paling  mempengaruhi jumlah paritas. Kesimpulan: Ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta dengan karakteristik dilihat dari tingkat pendidikan kebanyakan SD, pekerjaan mayoritas pedagang, usia rata-rata 20-35 tahun,  dan mitos atau kepercayaan tentang banyak anak banyak rejeki. Dari berbagai karakteristik ibu yang  paling mempengaruhi paritas ibu lebih dari 3 adalah segi pendidikan.Kata Kunci: karakteristik, paritas, ibu
KARAKTERISTIK IBU DENGAN PARITAS LEBIH DARI 3 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA Handayani, Ita; Andriyani, Annisa
GASTER Vol 10, No 2 (2013): AGUSTUS
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.19 KB)

Abstract

Pendahuluan: Paritas menunjukkan jumlah kehamilan dan telah dilahirkan tanpa mengingat jumlah anaknya. Berdasarkan survey pendahuluan di Puskesmas Gambirsari terdapat ibu dengan paritas lebih dari 3 sebanyak 580 orang dengan usia rata-rata 35 tahun, mayoritas tingkat pendidikan ibu SD dengan pengetahuan tentang berKB masih kurang dan agama tidak memperbolehkan untuk berKB, sehingga ibu tersebut kemungkinan besar memiliki paritas lebih dari 3. Tujuan: untuk mengetahui karakteristik ibu dengan paritas lebih dari tiga di wilayah kerja  Puskesmas Gambirsari Surakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif  yang melukiskan  tiap variabel. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling. Sampel berjumlah 145 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian karakteristik ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta adalah karakteristik  pendidikan  yang paling  mempengaruhi jumlah paritas. Kesimpulan: Ibu dengan paritas lebih dari 3 di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta dengan karakteristik dilihat dari tingkat pendidikan kebanyakan SD, pekerjaan mayoritas pedagang, usia rata-rata 20-35 tahun,  dan mitos atau kepercayaan tentang banyak anak banyak rejeki. Dari berbagai karakteristik ibu yang  paling mempengaruhi paritas ibu lebih dari 3 adalah segi pendidikan.Kata Kunci: karakteristik, paritas, ibu
Penggunaan ICT dalam Penyusunan Modul Statistika Hidayati, Tri; Handayani, Ita; Ikasari, Ines Heidiani
Jurnal Informatika Universitas Pamulang Vol 3, No 3 (2018): JURNAL INFORMATIKA UNIVERSITAS PAMULANG
Publisher : Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.315 KB) | DOI: 10.32493/informatika.v3i3.2128

Abstract

In this study, the objectives to be achieved are teaching material products in the form of information technology-based statistical modules (Information and communication technology). This study uses the development of the ADDIE model in the preparation of the module. The ADDIE model consists of analysis (analysis), design (design), development (development), implementation (implementation) and the last is evaluation (evaluation). In the ADDIE model, the module developed contains valid, practical and effective criteria. Validity criteria refer to the validity of experts and practitioners. For the practicality of modules developed, based on the instrument in the form of a questionnaire. While for module effectiveness, it can be seen from the value of student achievement. The results of this study indicate that the modules developed meet valid criteria which fall into the very good category. For the module practicality criteria, the research shows that the module falls into a very good category based on the observations of the implementation of lecturers' learning and assessment. Based on student responses, the developed statistical modules fall into the good category. As for the effectiveness category, based on student achievement, the module can be classified as effective.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Melalui Model Pembelajaran CORE Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Handayani, Ita
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.241 KB) | DOI: 10.30738/union.v7i1.3095

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran CORE dengan ekspositori dan Kemampuan Awal Matematika (KAM) dalam meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis (KBKM). Populasi penelitian adalah peserta didik SMPN di Jakarta Selatan tahun. Metode penelitian yaitu quasi experiment dengan desain faktorial  treatment by level. Teknik analisis menggunakan twoway ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan peningkatan KBKM peserta didik yang mendapat pembelajaran CORE secara keseluruhan dan peserta didik yang mendapat pembelajaran ekspositori, 2) Terdapat interaksi antara pembelajaran dan KAM terhadap peningkatan KBKM, 3) Peningkatan KBKM peserta didik dengan KAM tinggi yang mendapat pembelajaran CORE lebih tinggi daripada peserta didik yang mendapat pembelajaran ekspositori, 4) Tidak terdapat perbedaan peningkatan KBKM peserta didik yang mendapat pembelajaran CORE dengan peserta didik yang mendapat pembelajaran ekspositori pada peserta didik KAM rendah.
Pemodelan Shopping Trips dan Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pemilihan Suatu Mall sebagai Tempat Berbelanja (Studi Kasus pada Mall di Kawasan Sekitar Jakarta Utara) Handayani, Ita; Indrasari, Ria; Sofiatun, Siti
Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.341 KB) | DOI: 10.32493/jtsi.v1i1.1946

Abstract

Jika kita melihat shopping trips yang dilakukan orang-orang yang tinggal di sebuah pemukiman di suatu daerah selama periode waktu tertentu, bagaimanakah kita mengembangkan sebuah model perilaku belanja yang cocok?. Paper ini menyajikan pendekatan pemodelan untuk menggambarkan perilaku belanja di mall wilayah sekitar Jakarta Utara. Selain itu, faktor-faktor yang mungkin berpengaruh terhadap perilaku belanja tersebut juga dianalisis untuk melihat keakuratan dari pendekatan model yang dibuat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui jumlah tarikan pengunjung perjalanan belanja ke suatu mall di Jakarta Utara. Data primer diperoleh dari hasil tanya jawab dengan penduduk di Jakarta Utara terkait trayek transportasi menuju mall, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil browsing internet berupa data variabel luas mall, luas retail floor, jumlah penduduk per kecamatan, jumlah toko, kapasitas parkir kendaraan, banyaknya alternatif transportasi, prosentase perkembangan distribusi pengeluaran, dan kategori mall. nKerangka pemodelan yang diusulkan adalah sebagai berikut. Pertama, model tarikan pengunjung dari sebuah  kecamatan  ke mall-mall yang ada di Jakarta Utara. Kedua, tarikan pengunjung dari sebuah  kecamatan  ke mall-mall yang ada di Jakarta Utara berdasarkan kategori mall dan kategori tingkat ekonomi penduduk di kecamatan tersebut. Kedua pendekatan model yang dibuat dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan bagi pemerintah kota terkait dalam melakukan pengembangan tata kota, baik dari sisi lalu lintas maupun pengaturan gerakan distribusi barang.
STATISTIKA DASAR Hidayati, Tri; Handayani, Ita; Ikasari, Ines Heidiani
Jurnal Ilmiah Humanika 2020: DUNIA BUKU PERSADA
Publisher : CV. Pena Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku ini merupakan sebuah pengantar bagi mahasiswa untuk memahami konsepkonsep dalam statistika. Buku ini menyajikan statistika deskriptif dan inferensial, Selain itu, buku ini memberikan pemahaman pada mahasiswa tentang konsep probabilitas dan penggunaanya. Berbagai tema tersebut diharapkan bisa digunakan untuk mengembangkan keilmuan dan sebagai dasar dalam mendalami disiplin ilmu yang terkait statistika. Buku ini menyajikan materi secara singkat dan jelas, sehingga mahasiswa bisa menangkap inti dari konsep yang dipelajari dengan mudah. Selain itu, buku ini menyajikan latihan soal agar mereka bisa melakukan refleksi dan evaluasi atas pemahaman yang telah mereka pelajari. Tugas evaluatif juga diberikan sehingga mempermudah dosen pengampu untuk melakukan evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan dan mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa