Oktia Woro Kasmini Handayani
Universitas Negeri Semarang

Published : 29 Documents
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM POS PEDULI GIZI ANAK BERBASIS POTENSI LOKAL Chomawati, Rina; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Kesmas Indonesia: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2019.11.2.1498

Abstract

ABSTRAK Tahun 2016, prevalensi gizi kurang di Mijen lebih tinggi daripada angka prevalensi di Kota Semarang yaitu sebesar 4,2%. Tujuan penelitian yang dilakukan pada bulan Mei 2018 ini adalah mengidentifikasi sejauh mana program Pos Peduli Gizi Anak Berbasis Potensi Lokal efektif dalam mengatasi masalah gizi di Mijen. Jenis penelitian adalah field research dengan teknik mixed method analysis. Fokus penelitian adalah efektivitas program meliputi input, process dan output. Sembilan informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data kualitatif menggunakan Miles dan Huberman sedangkan data kuantitatifnya menggunakan deskriptif persentase dengan kriteria keefektian Arikunto (2002). Hasil menunjukkan bahwa input program berjalan sesuai dengan SOP, process program yaitu penemuan kasus gizi efektif (60%), penanganan kasus gizi cukup efektif (50%) dan pendampingan kasus gizi efektif (60%). Output program, ada perbedaan berat badan pada balita sebelum dan sesudah intervensi yaitu kisaran 0,3 kg-1,9 kg. Status gizi tidak bisa didefinisikan karena durasi pelaksanaan program yang kurang. Simpulan penelitian yaitu program Pos Peduli Gizi Anak berbasis Potensi Lokal efektif untuk mengatasi masalah gizi di daerah urban fringe.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN PERKEBUNAN SALAK DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA Chafidhah, Ika Umu; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan perkebunan salak dengan kejadian penyakit malaria di Desa Gunungjati Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara. Jenis penelitian merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian kendali kasus. Populasi dalam penelitian meliputi semua anggota masyarakat di Desa Gunungjati Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara data Januari sampai Juni 2006 yang menderita penyakit malaria (kelompok kasus) dan semua masyarakat yang tidak menderita penyakit malaria (kelompok kendali). Sampel terdiri dari sampel kasus yang berjumlah 39 orang dan sampel kendali berjumlah 39 orang. Data yang diperoleh, diolah dengan menggunakan statistik uji chi square dengan derajat kemaknaan = 0,05 dan menghitung nilai odd rasio (OR). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor risiko yang bermakna, yaitu pencahayaan (nilai P = 0,005, OR= 4,079), dan kelembaban (nilai P = 0,001, OR= 4,792). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian penyakit malaria yaitu suhu, genangan air, dan semak-semak di lingkungan perkebunan salak. AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between environmental sanitation of salak plantation with malaria incidence in the Village District Gunungjati Pagedongan Banjarnegara District. This type of research is an analytical study with case-control study design. The population in the study of all the peoples in the Village District Gunungjati Pagedongan Banjarnegara District recorded from January to June of 2006 who suffered from malaria disease (case group) and all the peoples who do not suffer from malaria disease (control group). The sample consisted of samples of cases, amounting to 39 peoples and control samples amounted to 39 peoples. Data obtained, processed using chi square test statistic with degrees of significance = 0.05 and calculate the value of odds ratio (OR). The result showed that significant risk factors, namely lighting (p value = 0.005, OR = 4.079), and humidity (p value = 0.001, OR = 4.792). Variables those are not associated with the incidence of malaria is the temperature, puddles, and shrubs plantation in the environtment of salak plantation.Keywrods: Environmental sanitation; Plantation salak; Malaria
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIK PADA PENDERITA HIPERTENSI DI INDONESIA Arifa, Saniya Ilma; Azam, Mahalul; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 4: DESEMBER 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.291 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i4.3155

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) berkontribusi pada beban penyakit dunia karena prevalensinya terus meningkat dan menempati beban biaya kesehatan paling tinggi kedua di Indonesia setelah penyakit jantung. Hipertensi merupakan salah satu faktor dominan yang menyebabkan penyakit ginjal kronik. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data bersumber dari data sekunder hasil Riskesdas tahun 2013. Data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Didapatkan prevalensi PGK pada penderita hipertensi di Indonesia sebesar 0,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel usia kategori 45-54 tahun (OR=4,7; p<0,05; 95% CI=1,103-20,125), usia kategori 55-64 tahun (OR=4,7; p<0,05; 95%CI=1,094-20,434), jenis kelamin (OR=1,78; p<0,05; 95% CI=1,072-2,967), riwayat DM (OR=4; p<0,05; 95% CI=1,926-8,444), dan riwayat batu ginjal (OR=132,2; p<0,05; 95% CI=79,5- 219,9) dengan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia. Riwayat DM, riwayat batu ginjal dan kadar kolesterol total merupakan variabel dominan kejadian PGK pada penderita hipertensi di Indonesia.
PROGRAM PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI KOTA SEMARANG Fauziah, Trisna Hani; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31039

Abstract

Abstrak Kasus leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018 sebanyak 55 kasus dan 14 meninggal. Berdasarkan Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Triwulan 3 Tahun 2018 Case Fatality Rate (CFR) Kota Semarang sebesar 26,7%, melebihi CFR Provinsi Jawa Tengah sebesar 21,3% dan Kota Semarang berada di peringkat ketiga tertinggi kasus leptospirosis di Jawa Tengah. Tingginya leptospirosis di Kota Semarang disebabkan perilaku masyarakat, manajemen pengendalian lingkungan, leptospirosis merupakan Neglected Infectious Diseases (NIDs), terdapat kendala pengendalian leptospirosis di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada 5 puskesmas yang mengalami peningkatan kasus dan kematian akibat leptospirosis, informan penelitian berjumlah 21 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan program telah dilaksanakan namun terdapat kendala anggaran, sinkronisasi waktu, dan SDM. Pengorgnasisasian di Puskesmas Lamper Tengah belum sesuai dengan Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas dan terdapat kendala SDM di Puskesmas Ngesrep. Dari segi pelaksanaan 9 kegiatan program pengendalian leptospirosis telah terlaksana namun masih terdapat kendala dari 6 kegiatan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Abstract There were 55 Leptospirosis cases and 14 died in Semarang in 2018. Based on Central Java Province Health Pocket Book for the 3rd Quarter of 2018 , Semarang Case Fatality Rate (CFR) was 26.7%, exceeded the Central Java Province's CFR which has 21.3% cases and Semarang was the third of highest leptospirosis case in Central Java . The leptospirosis case in Semarang was caused by community behavior, environmental control management, leptospirosis was being neglected Infectious Diseases (NIDs), there were constraints in controlling leptospirosis in Semarang. The purpose of this study was to determine the evaluation of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018 which included planning, organizing, and implementing. This type of research was descriptive qualitative with the focus of research on 5 health centers which have increased and death cases due to leptospirosis. Informant of the study amounted to 13 people, selected by purposive sampling technique. Types of data collected by interviews and observations. Data were analyzed qualitatively. The results of this study showed that program planning has been carried out and there were the problem with the budget, time synchronization, and HR. The organizing at Lamper Tengah Community Health Center was not in accordance with the Puskesmas Mini Workshop Guidelines and there were problems with human resources at the Ngesrep Health Center. In the terms of the implementation,&nbsp; 9 leptospirosis control program has been carried out, however there were obstacles from the 6 activities of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018.&nbsp;
Substitution Program in Indonesia and Australia as Health Promotion Model at Schools Handayani, Oktia Woro Kasmini; Macdonald, Doune; McCuaig, Louise; Rahayu, Tandiyo; Budiono, Irwan; Windraswara, Rudatin; Fauzi, Lukman; Siyam, Nur
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 2 (2017): Jurnal KEMAS Vol.12 No.2 : January 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v12i2.9204

Abstract

Obesity has been increasing as much as twice on age 6-12 years. The increase is happening both in Indonesia and Australia. The objective of this research is to construct a program model in Australia that can be substituted to be a health promotion model at School in effort to suppress child obesity. Research was conducted in 2014 with qualitative approach. Instruments used are as follow 1) Secondary data filling form 2) In depth interview guidence instrument 3) FGD (Focus Group Discussion) and BST (Brain Storming Technique). The informations were obtained by purposive and snowball technique. Data analysis by Miles and Huberman model. Substitution model is based on consideration that applied model has potential to be developed and other models whether internal or external ones in Indonesia. The model will be substituted by considering school condition and situation. School Health Unit (SKU) is a potential platform to promote health by these activities 1) Formal health education as taken place curricullum 2) Informal health education in forms of (1) health education information (2) Self health behaviour monitoring and control (3) Health promotion by doing healthy life (4) distribution of health education booklet to teachers and parents.
APLIKASI ANDROID “AYAH ASI” TERHADAP PERAN SUAMI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (BREASTFEEDING FATHER) Budianto, Fentri Heryati; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Journal of Health Education Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v2i1.18827

Abstract

Latar Belakang: Studi pendahuluan menyimpulkan bahwa 67,61% reponden tidak mengetahui peranan suami dalam mendukung pemberian ASI Ekslusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media aplikasi android Ayah ASI dapat meningkatkan pengetahuan suami mengenai ASI eksklusif dan peran suami dalam mendukung istri memberikan ASI Eksklusif (breastfeeding father).Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan control-group pretest and posttest design. Penelitian ini menggunakan proporsiv sampel, dengan sampel sebesar 30. Analisis data dilakukan dengan uji t tidak berpasangan dan uji Mann Whitney.Hasil: Terdapat perbedaan selisih pengetahuan dan dukungan suami yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (nilai p: 0,001).Simpulan: Media aplikasi android Ayah ASI efektif dalam meningkatkan pengetahuan suami dan dukungan suami dalam pemberian ASI Eksklusif.
Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pagiyanten Ulfa, Farissa; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.17900

Abstract

ABSTRAK Kasus demam tifoid di Kabupaten Tegal pada tahun 2016 yaitu sebanyak 11.387 kasus dan Puskesmas Pagiyanten merupakan puskesmas dengan jumlah kasus demam tifoid tertinggi yaitu sebanyak 377 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. &nbsp;Jenis penelitian yang digunakan adalah studi case control dengan sampel sebesar 43 kasus dan 43 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil yang didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid meliputi kebiasaan makan di luar rumah (p-value=0,001), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p-value=0,02), kebiasaan mencuci tangan setelah BAB (p-value=0,04), kebiasaan mencuci bahan makanan mentah (p-value=0,007), dan jamban sehat (p-value=0,04). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kebiasaan makan di luar rumah, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan mencuci tangan setelah BAB. kebiasaan mencuci bahan makanan mentah, dan jamban sehat dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. &nbsp; ABSTRACT Typhoid fever in Tegal regency in 2016 were 11,387 cases, and Puskesmas Pagiyanten with the highest number of cases of typhoid fever of 377 cases. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of typhoid fever in Puskesmas Pagiyanten Tegal regency. The research used case control study with 43 cases and 43 controls. The instrument used is a questionnaire. The data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results of factors related to the occurrence of typhoid fever include eating habits outside the home (p-value=0.001), hand washing before eating habits (p-value=0.02), hand washing habit after defecate (p-value=0.04), the habit of washing raw food (p-value=0,007), and healthy latrines (p-value=0,04). The conclusion of this research is there is a relationship between eating habits outside the home, the habit of washing hands before eating, habit of washing hands after defecate, the habit of washing raw food, and healthy latrines with the incidence of typhoid fever in Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. Keywords: Risk Factors, Typhoid Fever, Habit
PENGGUNAAN MEDIA COC (CARIES ON CATALOG) DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KARIES GIGI BALITA (STUDI KASUS DI KELURAHAN GUNUNGPATI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG TAHUN 2016) Qomariah, Nurul; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Journal of Health Education Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data kesehatan gigi balita di Puskesmas Gunungpati pada tahun 2015 Kelurahan Gunungpati merupakan wilayah dengan kejadian karies gigi balita tertinggi yaitu dari 83 anak yang diperiksa 48 (57,8%) diantaranya mengalami karies gigi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media COC (Caries On Catalog) dalam meningkatkan pengetahuan ibu. COC (Caries On Catalog) merupakan inovasi media cetak katalog tentang karies gigi balita. Jenis penelitian adalah Quasi Experiment dengan non randomized control group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 32 yang diambil secara tidak acak. Kelompok eksperimen diberikan penyuluhan dengan media COC (Caries On Catalog) dan kelompok kontrol diberikan penyuluhan dengan metode ceramah. Analisis data menggunakan Uji T Berpasangan dan Uji T Tidak Berpasangan. Berdasarkan hasil analisis Uji T Tidak Berpasangan, didapatkan nilai p= 0,036 (p&lt;0,05). Hal ini berarti terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kesimpulannya yaitu media COC (Caries On Catalog) berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang karies gigi balita. Saran yang diberikan kepada pihak yang akan memberikan penyuluhan yaitu menggunakan media cetak yang mudah dipahami dan menarik sehingga mampu meningkatkan pengetahuan ibu.
POS INFORMASI LEPTOSPIROSIS DI KAWASAN AIR ROB KOTA SEMARANG Zam, Mahalul; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Sugiharto, Sugiharto
Rekayasa Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus Leptospirosis di Kota Semarang selalu mengalami peningkatan. Puskesmas Bandarharjo adalah Puskesmas yang wilayahnya merupakan zona rawan Leptospirosis. Tahun 2015, di wilayah Puskesmas Bandarharjo ditemukan 22 kasus Leptospirosis, meningkat dari tahun sebelumnya yaitu 14 kasus pada tahun 2014. Kasus Leptospirosis tersebut paling banyak terjadi di Kelurahan Tanjung Mas. Fakta ini menempatkan Puskesmas Bandarharjo tertinggi kasus Leptospirosis di kota Semarang. Wilayah ini termasuk endemis, karena wilayah ini merupakan daerah rawan banjir dan merupakan daerah yang sering terdampak rob (kawasan rob). Banyak genangan air pada musim penghujan maupun akibat rob menyebabkan banyak selokan-selokan yang menggenang, sampah-sampah menumpuk yang menjadi tempat berkembangbiaknya tikus. Studi awal oleh tim pengabdi, diketahui bahwa tingginya kasus penyakit Leptospirosis di wilayah tersebut selain karena faktor lingkungan yang rawan banjir dan rob, juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang belum menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang penyakit Leptospirosis. Penyakit ini penting untuk diketahui secara lengkap oleh masyarakat serta harus mendapatkan prioritas dalam pengendalian dan pemberantasannya terutama menjelang musim hujan tiba dan khususnya pada wilayah-wilayah rawan terjadi banjir. Pembentukan pos informasi Leptospirosis di kawasan terdampak air rob dipilih sebagai bentuk inovasi pola pemberian informasi kepada masyarakat. Pos Informasi Leptospirosis ini sebagai wadah komunikasi dan informasi kesehatan dengan konsep pengembangan masyarakat dalam rangka penanggulangan Leptospirosis di kawasan rawan banjir dan kawasan terdampak air rob. Pos Informasi Leptospirosis menjadi pusat kegiatan penyebaran informasi penyakit Leptospirosis di masyarakat. Hasil evaluasi kegiatan Pos Informasi Leptospirosis telah mampu meningkatkan peran Kader Kesehatan dalam edukasi masyarakat, dapat meningkatkan pengetahuan, serta kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit Leptospirosis.
The Influence of Stress Coping And Genetics on Hypertension Status Age Range 36-45 Years in Sawit Health Centerboyolali Regency Ningsih, Prastuti Esa; Astuti, Ari Yuni; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Public Health Perspective Journal Vol 3, No 3 (2018): December 2018
Publisher : Public Health Perspective Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the observational and preliminary data from the Health Department of Boyolali, it is showed that the most non-communicable disease is hypertension with the total amount is 23.586 cases. The hypertension cases in Sawit Health Center is because of the less healthy lifestyle of the society due to the low attitude and behavior toward the prevention of hypertension. The aim of this study was to analyze the influence of stress coping and genetic on hypertension status at Sawit Health Center 2018. The present study used cross sectional study design. The sample of the study was 85 respondents that were taken in Sawit Health Center. Questionnaire was used as the instrument of the study in order to obtain the data of stress coping and genetic background of the respondents. The data analysis was done in multiple linear regressions. The results showed that (1) There is the influence of stress on hypertension status with p-value of 0.021<α (0.05). (2) There is the influence of genetic on hypertension status with p-value of 0.000< α (0.05). People are suggested to do healthy life style, the Health Department and Local Government should do some health counseling comprehensively.