Oktia Woro Kasmini Handayani
Universitas Negeri Semarang

Published : 29 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)

PROGRAM PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI KOTA SEMARANG Fauziah, Trisna Hani; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.31039

Abstract

Abstrak Kasus leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018 sebanyak 55 kasus dan 14 meninggal. Berdasarkan Buku Saku Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Triwulan 3 Tahun 2018 Case Fatality Rate (CFR) Kota Semarang sebesar 26,7%, melebihi CFR Provinsi Jawa Tengah sebesar 21,3% dan Kota Semarang berada di peringkat ketiga tertinggi kasus leptospirosis di Jawa Tengah. Tingginya leptospirosis di Kota Semarang disebabkan perilaku masyarakat, manajemen pengendalian lingkungan, leptospirosis merupakan Neglected Infectious Diseases (NIDs), terdapat kendala pengendalian leptospirosis di Kota Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian pada 5 puskesmas yang mengalami peningkatan kasus dan kematian akibat leptospirosis, informan penelitian berjumlah 21 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perencanaan program telah dilaksanakan namun terdapat kendala anggaran, sinkronisasi waktu, dan SDM. Pengorgnasisasian di Puskesmas Lamper Tengah belum sesuai dengan Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas dan terdapat kendala SDM di Puskesmas Ngesrep. Dari segi pelaksanaan 9 kegiatan program pengendalian leptospirosis telah terlaksana namun masih terdapat kendala dari 6 kegiatan program pengendalian leptospirosis di Kota Semarang tahun 2018. Abstract There were 55 Leptospirosis cases and 14 died in Semarang in 2018. Based on Central Java Province Health Pocket Book for the 3rd Quarter of 2018 , Semarang Case Fatality Rate (CFR) was 26.7%, exceeded the Central Java Province's CFR which has 21.3% cases and Semarang was the third of highest leptospirosis case in Central Java . The leptospirosis case in Semarang was caused by community behavior, environmental control management, leptospirosis was being neglected Infectious Diseases (NIDs), there were constraints in controlling leptospirosis in Semarang. The purpose of this study was to determine the evaluation of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018 which included planning, organizing, and implementing. This type of research was descriptive qualitative with the focus of research on 5 health centers which have increased and death cases due to leptospirosis. Informant of the study amounted to 13 people, selected by purposive sampling technique. Types of data collected by interviews and observations. Data were analyzed qualitatively. The results of this study showed that program planning has been carried out and there were the problem with the budget, time synchronization, and HR. The organizing at Lamper Tengah Community Health Center was not in accordance with the Puskesmas Mini Workshop Guidelines and there were problems with human resources at the Ngesrep Health Center. In the terms of the implementation,  9 leptospirosis control program has been carried out, however there were obstacles from the 6 activities of the leptospirosis control program in Semarang City in 2018. 
Kejadian Demam Tifoid di Wilayah Kerja Puskesmas Pagiyanten Ulfa, Farissa; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.17900

Abstract

ABSTRAK Kasus demam tifoid di Kabupaten Tegal pada tahun 2016 yaitu sebanyak 11.387 kasus dan Puskesmas Pagiyanten merupakan puskesmas dengan jumlah kasus demam tifoid tertinggi yaitu sebanyak 377 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal.  Jenis penelitian yang digunakan adalah studi case control dengan sampel sebesar 43 kasus dan 43 kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil yang didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid meliputi kebiasaan makan di luar rumah (p-value=0,001), kebiasaan mencuci tangan sebelum makan (p-value=0,02), kebiasaan mencuci tangan setelah BAB (p-value=0,04), kebiasaan mencuci bahan makanan mentah (p-value=0,007), dan jamban sehat (p-value=0,04). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kebiasaan makan di luar rumah, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan mencuci tangan setelah BAB. kebiasaan mencuci bahan makanan mentah, dan jamban sehat dengan kejadian demam tifoid di Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal.   ABSTRACT Typhoid fever in Tegal regency in 2016 were 11,387 cases, and Puskesmas Pagiyanten with the highest number of cases of typhoid fever of 377 cases. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of typhoid fever in Puskesmas Pagiyanten Tegal regency. The research used case control study with 43 cases and 43 controls. The instrument used is a questionnaire. The data were analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results of factors related to the occurrence of typhoid fever include eating habits outside the home (p-value=0.001), hand washing before eating habits (p-value=0.02), hand washing habit after defecate (p-value=0.04), the habit of washing raw food (p-value=0,007), and healthy latrines (p-value=0,04). The conclusion of this research is there is a relationship between eating habits outside the home, the habit of washing hands before eating, habit of washing hands after defecate, the habit of washing raw food, and healthy latrines with the incidence of typhoid fever in Puskesmas Pagiyanten Kabupaten Tegal. Keywords: Risk Factors, Typhoid Fever, Habit
Peran Serta Kelompok Masyarakat Peduli Paru Sehat dalam Program Pengendalian Penyakit Tuberkulosis Umiasih, Shefi; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia menempati urutan nomor dua dunia setelah India untuk jumlah kasus TB paru (WHO, 2015). Angka kesembuhan dan angka keberhasilan pengobatan Kota Semarang dalam kurun waktu empat tahun terakhir sejak tahun 2013 tidak mencapai target nasional (Dinkes Kota Semarang, 2017). Kelompok Masyarakat Peduli Paru Sehat (Madupahat) sebagai wujud dari pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan oleh Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Semarang berperan serta dalam program pengendalian TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran serta Kelompok Madupahat dalam pengendalian TB. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Rancangan penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah di dalam aspek lingkup peran serta Madupahat tidak terlibat dalam perencanaan program pengendalian TB, di dalam aspek jenis peran serta Madupahat tidak berperan serta menyumbangkan barang dan Madupahat melaksanakan seluruh poin di dalam aspek bentuk peran serta. Simpulannya adalah belum semua aspek peran serta terpenuhi.  Abstract Indonesia ranked second position in the world after India for the number of pulmonary tuberculosis cases (WHO, 2015). The number of cure rate and success rate in Semarang City in the last four years since 2013 did not reach the national target (Dinkes Kota Semarang, 2017). Masyarakat Peduli Paru Sehat (Madupahat) Group as a form empowerment society in the field of health by the Public Health Center of Semarang region participated in tuberculosis control program. The purpose of this study was to determine the role of Madupahat Group in controlling tuberculosis. The research method used qualitative method. The research planning was descriptive qualitative. The result of this research was that in the aspect of the scope of participation, Madupahat was not involved in planning of tuberculosis control program, in the aspect of the kind of participation, Madupahat did not participate in donating the goods and Madupahat did all points in the aspect of the form of participation. The conclusion was not all aspects of participations sare met. Keyword : Madupahat, tuberculosis, participations
Peran Kepuasan Pasien sebagai Variabel Mediasi Pengaruh Mutu Pelayanan terhadap Loyalitas Pasien Vigaretha, Ginka; Handayani, Oktia Woro Kasmini
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i4.23893

Abstract

Abstrak Cakupan kunjungan pasien rawat jalan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso pada bulan Oktober tahun 2017 sebanyak 12.975 pasien, bulan November sebanyak 12.259 pasien, dan bulan Desember hanya 12.149 pasien. Hasil survei kepuasan pelanggan menunjukkan angka 75,08% (Kurang Baik). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara mutu pelayanan terhadap loyalitas pasien, mutu pelayanan dengan kepuasan pasien, kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien serta untuk mengetahui apakah kepuasan pasien dapat memediasi hubungan antara mutu pelayanan dengan loyalitas pasien. Penelitian dilakukan pada bulan Mei tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan studi cross sectional, dilengkapi kajian kuantitatif dengan wawancara menggunakan kuesioner. Sampel sebesar 106 orang dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan Uji Regresi Linier Berganda dan Analisis Jalur dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara mutu pelayanan terhadap loyalitas (Sig.=0.020), mutu pelayanan terhadap kepuasan (Sig.=0,000), kepuasan terhadap loyalitas (Sig.=0,000) dan kepuasan dapat memediasi hubungan antara mutu pelayanan dengan loyalitas. (0,339>0,267).  Abstract Coverage of outpatient visits in hospitals dr. Soediran Mangun Sumarso in October 2017 are 12,975 patients, November are 12,259 patients, and December only 12,149 patients. The result of customer satisfaction survey showed 75.08% (Less Good). The purpose of this study was to determine the effect between service quality to patient loyalty, service quality to patient satisfaction, patient satisfaction to patient loyalty and to know whether patient satisfaction can mediate the relation between service quality to patient loyalty. This research was conducted in May 2018. The type of this research is descriptive analytical with cross sectional design, completed by quantitative analysis by interview using questionnaire. Number of samples of 106 respondents, the sampling technique is Purposive Sampling. Data was collected used is a questionnaire. Data analysis using Multiple Linear Regression and Path Analysis using SPSS. The result of research shows that there is influence between service quality to loyalty (Sig.=0,020), quality of service to satisfaction (Sig.=0,000), satisfaction to loyalty (Sig.=0.000) and satisfaction can mediate relationship between service quality and loyalty. (0.339>0.267).  Keyword : Service Quality, Satisfaction, Patient Loyalty