Ekowati Handharyani
Divisi Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

DIAGNOSIS GANGGUAN SISTEM URINARI PADA ANJING DAN KUCING MENGGUNAKAN VFI 5 Buono, Agus; Ramdhany, Dhany Nugraha; Kustiyo, Aziz; Handharyani, Ekowati
Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi Vol 2, No 2 (2009): Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi (Journal of Computer Science and Information)
Publisher : Faculty of Computer Science - Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.455 KB) | DOI: 10.21609/jiki.v2i2.131

Abstract

Sistem urinari hewan dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem urinari bagian atas dan sistem urinari bagian bawah. Ginjal yang merupakan bagian dari sistem urinari memiliki 2 fungsi penting, yaitu filtrasi dan reabsorpsi. Dalam mendiagnosis penyakit yang diderita hewan pada sistem urinarinya terdapat beberapa kendala. Pada penelitian ini, dikembangkan model untuk mendiagnosis gangguan sistem urinari pada anjing dan kucing dengan menggunakan algoritma VFI 5 berdasarkan gejala klinis (terdapat 37 feature) dan pemeriksaan laboratorium (39 feature). Percobaan dilakukan baik pada feature gejala klinis dan juga pada feature pemeriksaan laboratorium. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa akurasi rata-rata sebesar 77,38% untuk percobaan dengan feature gejala klinis, dan 86,31% untuk percobaan dengan feature pemeriksaan laboratorium. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa dalam mendiagnosis penyakit dalam sistem urinari, pemeriksaan laboratorium masih sangat dibutuhkan dalam menentukan hasil diagnosis suatu penyakit.
PAT-7 A NATURAL CASE LIKE DIABETES RAT AS A NEW APPROACH ON UNDERSTANDING ALERT OF GLUCOSE METHABOLISM Winarto, Adi; Komariah, Komariah; Bambang, Kiranadi; Wasmen, Manalu; Handharyani, Ekowati
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.437 KB)

Abstract

Currently, diabetic case as a degenerative disease has widely known that it can be cure by insulin.  A remain puzzle is proliferation do not found in rest Beta cells, so insulin injection has to be applied entire life of diabetic patient. So far, there is no diagnostic approach that expresses such of thing which may indicate an early anomaly on glucose metabolism process. The aim of this research to get case model of hyperglycemic rat that has long period in process.
IDENTIFIKASI KOMPONEN KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM TANAMAN TORBANGUN (COLEUS AMBOINICUS LOUR) Suryowati, Trini; Rimbawan, Rimbawan; Damanik, Rizal M; Bintang, Maria; Handharyani, Ekowati
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 3 (2015)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.092 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.3.%p

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to determine the chemical compound in leaves, stem, and root by GC-MS technique and antioxidant activity of torbangun leaves (Coleus amboinicus Lour). The torbangun leaves ethanol extract were tested to antioxidant activity assay using DPPH, and á-glucosidase inhibitory effects was measured with a spectrophotometric method. The analysis of leaves revealed the presence of Carbamic acid, monoammonium salt (CAS) Ammonium carbamate (11.73%), Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid (8.35%), I-Limonene (5.92%), Heptadecene-(8)- carbonic acid-(1) (4.76%), Oxacycloheptadec-8-en-2-one (CAS) Ambrettolide (4.70%). The analysis of stem revealed the presence of Formamide (CAS) Methanamide (22.48%), 12,13- Dimethyl-2,7- dioxa 5,10 diazatricyclo [4.4.4.0(1,6)] trans -tetradecan-12 (13.22%), Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid (11.51%), 2-Propanone, 1-hydroxy- (CAS) Acetol (10.14%), 9-Octadecen-1-ol, (Z)- (CAS) cis-9-Octadecen-1-ol (7.09%). The analysis of roots revealed the presence of Methanamine, N-methyl- (CAS) Dimethylamine (28.45%), Acetic acid (CAS) Ethylic acid (9.78%), 3.2-Propanone, 1-hydroxy- (CAS) Acetol (6.41%), 1-Propen-2-ol, acetate (CAS) Isopropenyl acetate (5.16%), 4.73 Phenol, 2-methoxy- (CAS) Guaiacol(4.73%). The DPPH result of torbangun leaves ethanol extract obtained by IC50 247,942 ppm and ascorbic acid standard was 1 ppm. IC50 values inhibition of á-glucosidase extract was >100 ppm and glucobay standard was 0.264 ppm. This research provided a chemical compound and the torbangun leaves ethanol extract capable of acting as antioxidant based on IC50 values.Keywords: antioxidant activity, chemical compound, Coleus amboinicus LourABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa kimia dalam daun, dahan, dan akar menggunakan analisis Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (GC-MS) serta aktivitas antioksidan daun torbangun (Coleus amboinicus Lour). Daun torbangun yang diekstrak etanol dianalisis aktivitas antioksidan menggunakan test DPPH, dan daya hambat enzim á-glukosidase diukur dengan metode spektrofotometer. Hasil analisis dalam daun menunjukkan komponen kimia Carbamic acid, monoammonium salt (CAS) Ammonium carbamate (11,73%), Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid (8,35%), I-Limonene (5,92%), Heptadecene-(8)-carbonic acid-(1) (4,76%), Oxacycloheptadec-8-en-2-one (CAS) Ambrettolide (4,70%). Hasil analisis dalam dahan menunjukkan komponen kimia Formamide (CAS) Methanamide (22,8%), 12,13-Dimethyl-2,7-dioxa5,10diaza tricyclo [4.4.4.0(1,6)] trans-tetradecan-12 (13,22%), Hexadecanoic acid (CAS) Palmitic acid (11,51%), 2-Propanone,1-hydroxy-(CAS) Acetol (10,14%), 9-Octadecen-1-ol, (Z)- (CAS) cis-9-Octadecen-1-ol (7,09%). Hasil analisis dalam akar menunjukkan komponen kimia Methanamine, N-methyl-(CAS) Dimethylamine (28,45%), Acetic acid (CAS) Ethylic acid (9,78%), 3.2-Propanone, 1- hydroxy- (CAS) Acetol (6,41%), 1-Propen-2-ol, acetate (CAS) Isopropenyl acetate (5,16%), 4.73 Phenol, 2-methoxy- (CAS) Guaiacol (4,73%). Hasil uji antioksidan terhadap daun torbangun dengan metode DPPH didapatkan IC50 247,942 ppm dibandingkan standar vitamin C 1 ppm. Nilai IC50 dari penghambatan enzim á-glukosidase dalam ekstrak daun torbangun >100 ppm dibandingkan dengan standar glukobay 0,264 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa daun torbangun yang diekstrak dengan etanol mampu berperan sebagai antioksidan berdasarkan nilai IC50.Kata kunci: aktivitas antioksidan, Coleus amboinicus Lour, komponen kimia
BLOOD PROFILE OF DOMESTIC CAT (FELIX CATUS) DURING SKIN GRAFT RECOVERY WITH DIFFERENT PERIOD (PROFIL DARAH KUCING LOKAL SELAMA KESEMBUHAN AUTO-SKIN GRAFT DENGAN WAKTU YANG BERBEDA) Erwin, Erwin; Gunanti, Gunanti; Handharyani, Ekowati; Noviana, Deni
Jurnal Veteriner Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.134 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2017.18.1.31

Abstract

The aim of this research is to observe blood profile of domestic cats which includes red blood cell, white blood cell, haemoglobin, haematocrit, and trombocyte during skin graft recovery period via autograft. A total of nine male domestic cats (Felis catus) aged 1-2 years weighting 3-4 kg were separated into three treatment groups. Hair shaving and disinfectant application were done on lateral area of front leg, and then 2x2 cm incision was made. The wound was wrapped by sterile gauze dampened by poviderm iodine and left for different period of days per treatment group; where Group I (two days), Group II (four days), and Group III (six days). Transplantation was done by taking the skin on thorax area and placing it on the recipient after first cleaning subcutaneous tissue from the skin surface of donor?s wound and the base of recipient?s wound. Blood sample was taken from vena cephalica antebrachii anterior on day 0 before skin graft, on day three, six, nine, 12, and 18 after skin graft. Based on the result, significant difference waso bserved from red blood cell count, white blood cell count, haemoglobin count, and hematocrit, whereas trombocyte count did not show any significant difference between treatment groups. The cats on Group II and Group III were systemic good condition compared to Group I. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan melihat profil darah kucing lokal, meliputi sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, hematokrit, dan trombosit selama kesembuhan tranplantasi kulit secara autograft. Sebanyak sembilan ekor kucing lokal (Felix catus) jantan umur 1-2 tahun dengan bobot badan 3-4 kg dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Pada kucing tersebut dilakukan pencukuran rambut dan desinfeksi pada area kaki depan sisi lateral, selanjutnya dibuat luka sayat/incisi 2x2 cm. Luka dibalut dengan kasa steril yang dibasahi povidone iodine dan dibiarkan selama beberapa hari. Kucing dengan sayatan yang dibiarkan tersebut dikelompokkan menjadi kelompok I (dua hari), kelompok II (empat hari), dan kelompok III (enam hari). Transplantasi dilakukan dengan mengambil kulit dari area thorak dan ditempatkan pada resipien dengan terlebih dahulu permukaan luka kulit donor dan dasar luka resipien dibersihkan dari jaringan subkutis. Pengambilan sampel darah dilakukan melalui vena cephalica antebrachii anterior pada hari ke-0, 3, 6, 9, 12, dan 18. Berdasarkan hasil penelitian terjadi perbedaan yang signifikan (P<0,05) terhadap jumlah sel darah merah, sel darah putih, hemoglobin, dan hematokrit, sedangkan jumlah trombosit tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) di antara kelompok perlakuan. Kondisi sistemik tubuh kucing kelompok II dan III lebih baik dibandingan kelompok I.
AKTIVITAS GLIAL FIBRILLARY ACIDIC PROTEIN PADA OTAK MARMUT (CAVIA PORCELLUS) SEBAGAI MODEL PENYAKIT ALZHEIMER DENGAN DEPLESI HORMON TESTOSTERON Purwandari K., Yuli; Handharyani, Ekowati; Sajuthi, Dondin; Sulistiawati, Erni
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.568 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2834

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengarakterisasi marmut sebagai hewan model untuk penyakit Alzheimer dengan mengamati histopatologis otak dan aktivitas seluler glial fibrillary acidic protein (GFAP) pada otak yang diakibatkan oleh deplesi hormon testosteron. Dua belas marmut dibagi dua kelompok berdasarkan umur, yaitu enam marmut umur 16-32 bulan dan enam marmut umur 32-48 bulan. Deplesi testosteron dilakukan dengan cara kastrasi. Dua marmut dari setiap kelompok dinekropsi untuk koleksi sampel otak pada waktu satu, tiga, dan lima bulan setelah kastrasi. Bagian otak yang diambil adalah korteks, lobus parietalis, temporalis, dan hipokampus. Sampel otak dilakukan evaluasi patologis dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin dan immunohistokimia dengan antibodi GFAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deplesi testosteron dapat menyebabkan kerusakan otak yang ditandai oleh kematian sel neuron, peningkatan aktivitas sel-sel glia dan ekspresi GFAP pada jaringan otak.Kesimpulan penelitian adalah penurunan kadar testosteron dalam plasma darah menyebabkan terjadinya kematian sel neuron dan peningkatan aktivitas sel-sel glia pada otak.
LESIO ATEROSKLEROSIS PADA ARTERI ILIAK MONYET EKOR PANJANG SEBAGAI HEWAN MODEL PERIPHERAL ARTERIAL DISEASE (PAD) Laila, Sri Rahmatul; Astuti, Dewi Apri; Suparto, Irma Herawati; Handharyani, Ekowati; Sajuthi, Dondin
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 7 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.568 KB) | DOI: 10.29244/avi.7.1.17-22

Abstract

Aterosklerosis pada arteri iliak berkaitan dengan kejadian peripheral arterial disease (PAD) pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lesio aterosklerosis pada arteri iliak sebagai salah satu faktor penyebab PAD. Penelitian ini menggunakan sembilan monyet ekor panjang jantan dewasa dari 3 kelompok respons yang diberi pakan aterogenik IPB-1 selama 2 tahun. Arteri common iliak diambil pada saat nekropsi, diproses menjadi slaid histologi dan diwarnai dengan Verhoeff van Giesson (VVG). Keparahan lesio dikategorikan sebagai grade I sampai VI dan dianalisis secara deskriptif. Area lesio ditentukan melalui panjang lamina elastik interna (PLEI), area intima (AI), serta ketebalan maksimum intima (KIM) dan dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan 55,56% monyet membentuk lesio plak aterosklerosis (grade IV sampai VI) yang mana mereka berasal dari kelompok intermediet dan hiper-responsif. Kelompok hiper-responsif menunjukkan AI dan KMI paling tinggi (0,979 mm2; 0,352 mm) diikuti kelompok intermediet (0,372 mm2; 0,237 mm) dan kelompok hipo-responsif (0,049 mm2; 0,052 mm) (P<0,05). Hasil ini menunjukkan semakin tinggi kolesterol plasma, semakin luas area lesio yang terbentuk. Keseluruhan hasil mendukung bahwa monyet yang diberi pakan aterogenik IPB-1 selama 2 tahun mampu membentuk lesio plak aterosklerosis pada arteri common iliak, dan berpotensi sebagai hewan model PAD, kecuali kelompok hipo-responsif.
Extrahepatic bile duct ligation in broiler chickens: ultrastructural study of Ito cell Handharyani, Ekowati; Ochiai, K; Winarto, A
Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences Vol 9, No 4 (2004)
Publisher : Indonesian Animal Sciences Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1912.657 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v9i4.435

Abstract

The Ito cell (fat-storing cell) is a cell lying in perisinusoidal space of liver. The function of Ito cell is expanding from a site of fat-storing site to a center of extracellular matrix metabolism and mediator production in the liver. This study was performed in order to evaluate the Ito cells in cholestatic condition. The artificial cholestatic was conducted by ligation of extrahepatic bile ducts (bile duct ligation = BDL) in broilers. The results showed that BDL induced bile congestion, fibrosis, proliferation of Ito cells and intrahepatic bile ductules. Immunohistochemistry demonstrated that Ito cells were scattered throughout the fibrotic areas, and larger in size with more extensive immunoreactivity than those in normal livers. Ultrastructural study demonstrated that Ito cells were closely associated with the production of extracellular collagen fibers. Ito cells actively react against hepatocytic injuries, especially in fibrogenesis of cholestatic livers.   Key words: Bile duct, ito cell, broiler
DETEKSI IMUNOHISTOKIMIA ANTIGEN COXIELLA BURNETII SEBAGAI PENYEBAB Q FEVER PADA SAPI Sayuti Nasution, Sangko; Setiyono, Agus; Handharyani, Ekowati
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): J. Ked. Hewan
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.745 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2835

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeteksi keberadaan antigen Coxiella burnetii sebagai penyebab Q fever pada organ sapi yang dikumpulkan di rumah potong hewan (RPH) Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Pada penelitian ini telah dikumpulkan organ limpa, paru-paru, dan hati dari 162 ekor sapi. Sampel organ tersebut kemudian diperiksa secara imunohistokimia dengan metode streptavidin peroksidase untuk melihat keberadaan antigen Coxiella burnetii menggunakan antibodi poliklonal terhadap Coxiella burnetii. Hasil pemeriksaan imunohistokimia menunjukkan 62/162 (38,3%) sampel sapi imunoreaktif terhadap Coxiella burnetii. Berdasarkan asal pengambilan sampelnya, sebanyak 40/101 (39,6%) sampel sapi yang berasal dari RPH Kota Medan dan 22/61 (36,1%) sampel sapi yang berasal dari RPH di Kabupaten Deli Serdang menunjukkan hasil imunoreaktif. Dilihat dari jenis organnya, dari 162 sampel sapi, antigen Coxiella burnetii dapat dideteksi pada 61 (37,7%) organ limpa, 12 (7,4%) organ paru-paru dan 2 (1,2%) organ hati. Hasil ini menunjukkan telah adanya infeksi Coxiella burnetii pada sapi di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Seroprevalence of Q fever in sheep and goat in West Java area Setiyono, Agus; Handharyani, Ekowati; Mahatmi, Hapsari
Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences Vol 13, No 1 (2008)
Publisher : Indonesian Animal Sciences Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.895 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v13i1.596

Abstract

Q fever is a zoonotic disease caused by Coxiella burnetii, a species of bacteria that is distributed globally. Ruminant especially sheep and goats may play an important role in the transmission of the disease to human. The research of seroprevalence of Q fever in sheep and goats was carried out from August 2006 to March 2007 in West Java area. A total of 138 sera were collected; 69 sera from sheep and 69 sera from goats. The indirect immunoflourescent antibody test was used to determine the seroprevalence of Q fever. The seropositive based on the dilution of serum starting from 1 : 16. Seropositive were observed in 22 samples (31.88%) of sheep and 14 samples (20.28%) of goats. The highest titer of 1 : 128 was observed in 3 pregnant sheep. The results of the present study suggested that Q fever was endemic in West Java area. Key Words: Q Fever, Prevalence, Indirect Immunoflourescent Antibody Test
POTENTIAL OF OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS L.) EXTRACT TO REDUCE BLOOD GLUCOSE AND MALONDIALDEHYDE (MDA) LIVER IN STREPTOZOTOCIN-INDUCED DIABETIC RATS Anjani, Putri Puncak; Damayanthi, Evy; Rimbawan, Rimbawan; Handharyani, Ekowati
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 13 No. 1 (2018)
Publisher : Food and Nutrition Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.349 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2018.13.1.47-54

Abstract

The study aimed to analyze the potential of okra to reduction blood glucose and MDA liver in streptozotocin (STZ)-induced diabetic rats. Design experiment used in this study was pre and post test controlled group design. The first step of this study was analyzed bioactive compound of okra extract. The next step was administired orally of okra extract to control and diabetic rats induced by streptozotocin 50 mg/kgBW for 14 days. Sprague dawley rats were divided into six groups: normal control (N), diabetic control (DM), diabetic treated with green okra extract (GOE) with the dosage of 5 mg/kgBW quercetin and 10 mg/kgBW quercetin, diabetes treated with purple okra extract (POE) with the dosage of 5 mg/kgBW quercetin and 10 mg/kgBW quercetin. Blood glucose were measured each five days and malondialdehyde (MDA) liver in rats were measured in the end of intervention. The following results show that phenolic and quercetin of purple okra extract were higher (3.60%; 0.45 mg/g) than green okra extract (3.58%; 0.27 mg/g). Administration of GOE I, GOE II, POE I and POE II in diabetic rats showed significant (P<0.05) reduction in blood glucose level (115.25 mg/dl; 86 mg/dl; 180.75 mg/dl; 91 mg/dl) and improve level of MDA. These results suggest that intervention of okra extract based on quercetin compound show an antihyperglicemic potential and improve MDA level.