Articles

Implementasi Inkuiri Terbimbing pada Pembelajaran Getaran, Gelombang dan Bunyi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Hapsari, Anna Dwi; Handhika, Jeffry; Huriawati, Farida
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2017
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.745 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v2i0.16414

Abstract

Abstrak; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan inkuiri terbimbing pada materi getaran, gelombang dan bunyi terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain One-Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Madiun sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII G yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah teknik sampling purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes dalam bentuk pilihan ganda yang sebelumnya telah di uji instrumen meliputi validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yaitu N-Gain untuk menjelaskan peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan hasil belajar pada aspek C1 sampai C4 berada pada kategori sedang. Peningkatan hasil belajar tertinggi terdapat pada kategori C2. Peningkatan hasil belajar keseluruhan diperoleh N-Gain sebesar 0,46 dengan kategori sedang.
Force concept inventory (FCI) representation of high school students (SMA & MA) Handhika, Jeffry; Huriawati, Farida; Fitriani, Nur
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 1, No 1 (2017): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.115 KB) | DOI: 10.20961/jphystheor-appl.v1i1.4706

Abstract

There have been profiling the level of understanding of physics concept (dynamics and kinematics) of students' (SMA and MA) in madiun region. Profiling is done by using the Force Concept Inventory test. Samples were taken from 120 students from SMA and MA  in Madiun and Ponorogo. The results indicate that FCI test number 23 and number 16 is the most answered incorrectly by the students. Problem number 23 related to kinematics and test number 16 on Newton's third law. Only 24.16% of students answered correctly test numbers 23 and 25% of students answered correctly test number 16. Students SMA and MA do not understand the concept well and can’t represent concept in another shapes. These results provide an indication that the learning concept needs to be implementation at SMA and MA.
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM MEMAHAMI KONSEP VEKTOR GAYA PADA HUKUM NEWTON Handhika, Jeffry; Kurniadi, Erawan
Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vector is an important subject in physics. Application of Newtons laws will be difficult, if not understand the basic concept of vectors. At the time of completing the equation of Newtons laws, students have difficulty in identifying problems, more specifically students can not understand the concept vectors correctly. Based on the results of the analysis of errors made, from six students, only one student who answered correctly. Student errors are caused by the use of language dominance intuition and do not understand the concept of a vector.Keywords: Vector Concept, Newtons laws
PENGEMBANGAN MEDIA MODUL BERBASIS KOMPUTER PADA MATAKULIAH FISIKA MODERN Handhika, Jeffry; Kurniadi, Erawan
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media modul berbasis komputer pada matakuliah fisika modern pada materi relativitas. Pengembangan media modul tersebut diharapkandapat membantu mahasiswa dalam belajar mandiri dan memahami konsep fisika modern yang bersifat abstrak. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan produk, berupa modul berbasis komputer. Pengembangan media modul menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi 5 tahap, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan),  Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Subjek penelitian ini adalah semester 4 (empat) program studi pendidikan fisika IKIP PGRI Madiun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah serta pedoman wawancara, kuisioner media modul dan evaluasi materi beserta saran dari pakar maupun respon mahasiswa kelas kecil, dan kuisioner respon mahasiswa pengguna.Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa menunjukkan bahwa dosen yang menggunakan media berbasis komputer hanya tiga orang pada matakuliah tertentu, sembilan dari 10 mahasiswa menyatakan lebih tertarik jika dosen mengajar menggunakan media berbasis komputer, hanya satu dari 10 orang mahasiswa yang mampu berfikir analitik dan abstrak. Kuisioner desain dan penggunaan media modul memberikan presentase skor tinggi (77,78%), evaluasi materi pada skorsedang pada tahap I (58,33%), dan diperbaiki pada tahap II (72,22%), mahasiswa kelas kecil memberikan persentase respon tinggi (77,33%)  dan mahasiswa pengguna 79,93% (tinggi).  Kata Kunci : Media Modul Berbasis Komputer, Model Pengembangan ADDIE
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL: DALAM PERSPEKTIF KEILMUAN FISIKA Handhika, Jeffry
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kekerasan dikalangan remaja, korupsi dan permasalahan moral lainnya merupakan masalah nasional yang harus segera diselesaikan. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah menjaga sistem supaya berjalan ideal. Selain penegakan hukum, penanaman karakter berbasis kearifan lokal merupakan faktor penting  yang perlu dijaga. Karakter berbasis kearifan lokal merupakan cikal bakal karakter bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak kehilangan jati diri dan mampu menjaga sistem dengan baik. Pendidikan karakter, merupakan arti dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan merupakan seluruh rangkaian aktivitas yang dilakukan pendidik untuk peserta didik terhadap semua aspek perkembangan potensi kecerdasan dan kepribadian (karakter baik) yang dilakukan secara kontinu untuk mencapai tujuan setinggi-tingginya. Dengan proses pendidikan yang baik, permasalahan moral di indonesia dapat diminimalisir, oleh karena itu implementasi pendidikan karakter terus dilakukan baik dalam kurikulum maupun secara teknis dalam SSP. Alternatif lain dapat dilakukan dengan memadukan keilmuan Fisika dalam hal ini konten materi dalam penanaman nilai karakter.Kata kunci : Pendidikan Karakter, Kearifan lokal, Keilmuan Fisika
MENGEMBANGKAN MUTU ALAT EVALUASI BELAJAR JENIS MULTIPLE CHOICE MELALUI PEMANFAATAN ICT Mufliq, Mufliq; Handhika, Jeffry; Kurniadi, Erawan
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan ICT saat ini belumlah optimal. ICT hanya dimanfaatkan sebatas word proses atau yang lebih jauh dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Agar pemanfaatan ICT dapat lebih luas maka dikembangkanlah sebuah alat evaluasi Multiple Choice melalui pemanfaatan ICT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Berdasarkan kelayakan dan kesempurnaan alat evaluasi yang dikembangkan, produk ICT yang dimanfaatkan adalah  software Makromedia Flash  dan Wondershare QuizCreator.Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kualitas produk yang di isi oleh mahasiswa, Pakar ICT, dan Observer. Data angket hasil penelitian dari mahasiswa menunjukkan nilai keberhasilan sebesar 77, dari pakar ICT menunjukkan nilai keberhasilan sebesar 76 dan dari Observer menunjukkan nilai keberhasilan sebesar 84.Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa soal multiple choice yang dikembangkan dengan memanfaatkan ICT memenuhi standart mutu alat evaluasi. Hal ini terbukti melalui tingginya skor isian angket yang diisi pada uji pakar dan uji coba produk oleh mahasiswa. Kata Kunci: Alat Evaluasi, ICT, Multiple Choice
Penggunaan Metode Diskusi Diawali Dengan Pemberian Pertanyaan dan Pemberian Tugas Dengan Memperhatikan Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Fisika Handhika, Jeffry; Purwandari, Purwandari
Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2009)
Publisher : Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research is served to identify : (1) the significance of discussion method started by giving the question and the assignment, (2) the difference between higher and lower level of student ability in solving problem of Physics , (3) the interaction of using discussion method started by giving questions and assignments, and student ability in problem solving of Physics, to Physic learning achievement in Thermodynamics.This Research was conducted from May 2008 to June 2008, using experiment method. The population is all students of grade XI SMA Negeri Mojogedang Karanganyar. The sample is assigned to two out of all classes, those are: IPA I as Experiment I class and IPA II as experiment II class. The data were collected using test, documentation and observation. The data was analyzed under two ways anova constructively served by Minitab 15 software.The data analysis results in conclusions that: (1) there is a significant difference of using discussion method started by giving questions and assignments, (2) there is a difference between higher and lower level student ability in problem solving of Physics, (3) there is interaction of using discussion method started by giving the question and the assignment, student ability in problem solving of Physics to learning achievement in Physics. Following Anova test results in conclsion that discussion method started by giving the assignments is tentatively more effective than that started by giving the questions. The high student ability in problem solving of Physics also gives the better influence.Key words  :  Discussion Method, Problem solving of Physics
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS ALAM PADA POKOK BAHASAN KALOR Wijayanti, Galuh; Handhika, Jeffry
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul fisika berbasis alam untuk materi kalor. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan adaptasi dari model pengembangan menurut Sugiyono dan model pengembangan 4-D (Four D). Sasaran dalam penelitian ini adalah modul berbasis alam pada pokok bahasan kalor untuk siswa SMP/MTs kelas VII yang diuji cobakan pada siswa SMPN 1 Takeran Magetan sebanyak 20 anak. Kelayakan modul ditinjau dari hasil validasi ahli, respon guru serta siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)hasil penilaian ahli terhadap produk pengembangan modul menyatakan baik, ahli materi (83,9) dan ahli modul (84,1), 2)hasil respon peserta didiksangat baik, uji kelas kecil (89,7) dan uji kelas besar (83,8), 3)guru mata pelajaran fisika memberikan respon yang sangat baik (90,6).Kata kunci : Modul, Kalor, Model Pengembangan 4D.
Penerapan Media Praktikum Gerak Harmonik Sederhana Menggunakan Osilator Digital Detector untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Mahasiswa Huriawati, Farida; Handhika, Jeffry; Luthfiaturrohmah, Luthfiaturrohmah
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2016
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v1i0.4508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan ketrampilan proses melalui penerapan media praktikum gerak harmonik sederhana menggunakan osilator digital detector pada praktikum Fisika Dasar 1. Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada mahasiswa semester 1Prodi Pendidikan Fisika IKIP PGRI  Madiun tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 24 mahasiswa. Penelitian dilakukan selama 2 bulan yaitu dari bulan April sampai dengan bulan Mei 2016. Pengambilan data dalam  penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dengan lembar check list untuk analisis data kualitatif dan tes penilaian kognitif mahasiswa sebagai analisis data kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dari siklus I mahasiswa yang mendapat nilai 41 - 60 sebanyak 10 mahasiswa atau  41,67%, nilai 61 – 80 sebanyak 10 mahasiswa atau 41,67% dan mahasiswa yang  mendapat nilai 81 -100 sebanyak 4 mahasiswa atau 16,66%. Pada siklus II mahasiswa yang memperoleh nilai 61 – 80 sebanyak 19 mahasiswa atau 79,67%, sedangkan mahasiswa yang memperoleh nilai 81 – 100 sebanyak 5 mahasiswa atau 20,83%. Berdasarkan hasil tes pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan yaitu nilai rata–rata kelas tes siklus I adalah 74,04 meningkat menjadi 83,30 pada tes siklus II. Untuk ketrampilan proses mahasiswa pada siklus I cukup baik dan meningkat menjadi baik pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan media praktikum gerak harmonik sederhana menggunakan osilator digital detector pada praktikum Fisika Dasar 1dapat meningkatkan hasil belajar dan ketrampilan proses mahasiswa. Kata kunci : Media Praktikum, Gerak Harmonik Sederhana, Hasil Belajar, Keterampilan Proses.
PENINGKATAN KETUNTASAN BELAJAR MATAKULIAH FISIKA INTI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN FISIKA IKIP PGRI MADIUN MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY Huriawati, Farida; Handhika, Jeffry; Kurniadi, Erawan
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data tentang prestasi belajar mahasiswa untuk matakuliah Fisika Inti mempunyai ketuntasan belajar 65% dengan nilai ketuntasan 65. Ketuntasan belajar mahasiswa juga ditentukan oleh keprofesionalan dosen dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan. Untuk  itu setiap dosen diharapkan selalu merencanakan pembelajaran, merefleksi pembelajaran yang telah dilakukan dan kemudian merencanakan perbaikan untuk pembelajaran berikutnya yang dilakukan secara terus menerus. Kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi  pembelajaran akan lebih baik jika dilakukan secara kolaboratif di antara dosen matakuliah  serumpun. Hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Lesson Study (Sumar Hendayana,dkk.: 2006: 20). Dari latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakahkegiatan Lesson Study dapat meningkatkan ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika? Untuk memperjelas rumusan masalah tersebut, perlu diajukan pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimanakah interaksimahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen, dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti? (2) Bagaimanakah pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalam mengimplementasikan Lesson Study? (3) Bagaimanakah ketuntasan belajar Fisika Inti bagi mahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan LessonStudy?. Tujuan Penelitian (1) Mendeskripsikan interaksi mahasiswa-mahasiswa, mahasiswadosen,dosen-dosen dalam kegiatan Lesson Study pada matakuliah Fisika Inti. (2)Mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran Fisika Inti oleh dosen dalammengimplementasikan Lesson Study. (3) Mendeskripsikan ketuntasan belajar Fisika Inti bagimahasiswa program studi pendidikan Fisika dengan mengimplementasikan Lesson Study.Adapun manfaat penelitian ini adalah: (1) Dosen dapat memilih bentuk kegiatan yangmenunjang keprofesionalannya melalui Lesson Study. (2) Sebagai masukan bagi dosen lainbahwa Lesson Study dapat meningkatkan aktivitas dan ketuntasan belajar mahasiswa. (3)Dapat terjalin kerjasama antar dosen matakuliah serumpun (kolegalitas), meningkatkanpenguasaan materi dan cara pembelajarannya. Hasil penelitian: a) terjadinya interaksi yangefektif antara mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-dosen dan mahasiswa dengan lingkunganbelajar, ini berarti pengelolaan pembelajaran oleh dosen lebih baik dari sebelumnya, dan (b)sebagai akibatnya ketuntasan belajar mahasiswa meningkat menjadi 75%.Kata Kunci: Lesson Study, Fisika Inti, Ketuntasan Belajar