Gentur Handoyo
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro

Published : 45 Documents
Articles

KARAKTERISTIK POLA ARUS DALAM KAITANNYA DENGAN KONDISI KUALITAS PERAIRAN DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN KAWASAN TAMAN NASIONAL LAUT KARIMUNJAWA Yusuf, Muhammad; Handoyo, Gentur; Muslim, Muslim; Wulandari, Sri Yulina; Setiyono, Heriyoso
Buletin Oseanografi Marina Vol 1, No 5 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.311 KB) | DOI: 10.14710/buloma.v1i5.6918

Abstract

Perairan Kepulauan Karimunjawa memiliki karakteristik yang spesifik secara geografis maupun ekologis karena terletak di tengah lautan yang jauh dari daratan utama, dikelilingi oleh banyak pulau-pulau kecil dan hamparan terumbu karang, sehingga perairannya termasuk semi tertutup. Kondisi ini memberikan keuntungan karena menjadi daerah jebakan unsur hara. Arah dan pola sebaran spasial unsur hara (nitrat dan fosfat) dan Fitoplankton sangat dipengaruhi oleh bagaimana arah dan kecepatan arus yang terjadi serta tipe dan kondisi perairan yaitu semi tertutup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola arus (arah dan kecepatan) dalam kaitannya dengan kondisi kualitas perairan terutama sebaran nitrat, fosfat, dan kelimpahan individu fitoplankton di perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah arus dari hasil model adalah dominan menuju ke arah Barat, dan hasil ini sesuai dengan arah arus dari pengukuran secara in-situ di stasiun-stasiun yang diteliti. Kecepatan arus maksimal untuk permukaan laut termasuk kategori sedang, yaitu sebesar 0,309 m/detik dengan kecepatan rata-rata 0,055 m/detik. Dilihat dari arah sebaran paramater kualitas air terutama nitrat dan fosfat menunjukkan bahwa konsentrasi yang relatif lebih besar berada di pulau-pulau yang terletak di sebalah Barat, seperti P. Parang dan P. Nyamuk (nitrat), dan P. Nyamuk untuk unsur fosfat. Kelimpahan fitoplankton yang tinggi juga terdapat di pulau-pulau yang lokasinya terletak di sebalah Barat seperti pulau Parang (sisi Timur dan Selatan), dan pulau Nyamuk (semua sisi). Ada kecenderungan bahwa arah sebaran parameter kualitas air yang memiliki konsentrasi lebih tinggi terutama suhu, pH, oksigen terlarut, dan nitrat ternyata mengikuti arah sebaran arus yang tejadi.   Kata Kunci: Pola Arus, Kualitas Perairan, Fitoplankton, Karimunjawa.
KAJIAN KERENTANAN BENCANA TSUNAMI DI PESISIR KABUPATEN KULON PROGO PROVINSI D. I. YOGYAKARTA Widyawati, Ari; Handoyo, Gentur; Satriadi, Alfi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v2i2.2772

Abstract

Coastal of Kulon Progo Regency is located in the southern coastal area of Java island that potentially vulnerable to tsunami disaster because of its geographical position that directly opposite the Indian Ocean and the meeting place of two tectonic plates, the Eurasian plate and the Indo- Australian plate which is tectonically very active and can be tsunami source. Identification of tsunami vulnerable areas in Kulon Progo Regency is a disaster mitigation step to minimize the negative impact of the tsunami. The purpose of this research is to map the vulnerability of the environment to the tsunami in Kulon Progo Regency coastal. There are five classes of tsunami vulnerabilities in Kulon Progo Regency coastal is the particularly vulnerable class 7.77 km2, 19.82 km2 vulnerable class, the class is quite vulnerable 33.98 km2, 51.38 km2 less vulnerable class, and the class is not vulnerable 31.19 km2 . The area included in very susceptible and vulnereable class in the village of Glagah, Jangkaran, Karang Sewu, Banaran, Sindutan, Palihan, Garongan, Pleret, and Bugel. The class are quit vulnerable, less vulnerable, and not vulnerable include around the village areas of reserarch in Galur, Panjatan, Wates, and Temon district.
PERAMALAN PASANG SURUT DI PERAIRAN PELABUHAN KUALA STABAS, KRUI, LAMPUNG BARAT Pratama, Aditya Dendy; Indrayanti, Elis; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena adanya gaya tarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut di bumi. Kondisi pasang surut dapat diketahui atau diramalkan dengan cara perhitungan komponen pasang surut. Perhitungan komponen pasang surut dengan asumsi bahwa Bumi dalam keadaan setimbang.Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan pasang surut di Perairan Pelabuhan Kuala Stabas, Krui, Lampung Barat selama 3 tahun dengan menggunakan software World Tides, MIKE 21, dan Nao Tide.Penelitian dilaksanakan pada 9 ? 23 Agustus 2014 di Perairan Pelabuhan Kuala Stabas, Krui, Lampung Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut dan koordinat lokasi penelitian. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dimana hasil penelitian dianalisa dan dimodelkan dengan software World Tides, MIKE 21, dan Nao Tide. Penggunaan 3 software ini bertujuan untuk mengetahui nilai MRE tiap ? tiap model.Hasil penelitian dengan menggunakan metode admiralty menunjukkan tipe pasang surut Perairan Pelabuhan Kuala Stabas adalah campuran condong ke harian ganda dengan nilai formzahl 0,4957. Nilai elevasi pasang surut MSL sebesar 112 cm, HHWL sebesar 184 cm, dan LLWL sebesar 40 cm. Peramalan pasang surut menggunakan 3 software memiliki nilai MRE sebesar 3,42% untuk World Tides, 0,121% untuk NAO Tide, dan 12,588% untuk MIKE 21.
PERAMALAN NILAI MSL BERDASARKAN DATA PASANG SURUT DENGAN METODE ADMIRALTY DAN AUTOREGRESSIVE INTEGRATED MOVING AVERAGE (ARIMA) DI PERAIRAN PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU Candrasari, Kirana; Rifai, Azis; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Pari merupakan salah satu pulau yang memiliki perairan yang jernih, sehingga menjadi salah satu objek wisata di Kepulauan Seribu. Pemilihan Pulau Pari sebagai daerah penelitian karena kurang lengkapnya informasi data hidrooseanografi, yaitu pasang surut. Perhitungan pasang surut dapat dilakukan secara analisa harmonik dengan metode Admiralty dan analisa stastistik dengan metode ARIMA. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan nilai MSL di perairan Pulau Pari Kepulauan Seribu pada tahun 2014 sampai 2015 dengan pendekatan analisa harmonik dan pendekatan statistik. Penelitian di lapangan dilakukan pada tanggal 9-23 April 2014 di dermaga Pulau Pari dengan menggunakan palem pasang surut selama 15 hari dengan interval setiap jam. Data lapangan yang telah diteliti kemudian diolah dengan menggunakan metode Admiralty 15 piantan sehingga dihasilkan 9 komponen pasang surut, yang kemudian dilanjutkan dengan peramalan pasang surut (Rampas). Sedangkan untuk inputan ARIMA menggunakan data MSL bulanan pada Januari 2011 sampai April 2014 dari BIG (Badan Informasi Geospasial). Untuk pengolahan ARIMA menggunakan software Minitab 16. Hasil dari metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 3,41 dengan HHWL=216 cm, MSL= 163 cm, dan LLWL = 110 cm, yang berarti Pulau Pari mempunyai tipe pasang surut tunggal. Setelah itu diperoleh nilai peramalan MSL yang berkisar antara 162,39 cm-163,54 cm, dengan MRE sebesar 9,46%. Pemodelan ARIMA diperoleh rumus pemodelan , dengan nilai peramalan berkisar antara 136,25 cm-144,69 cm dan nilai MRE sebesar 4,24%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peramalan MSL jangka pendek dengan menggunakan metode ARIMA lebih akurat bila dibandingkan dengan Metode Admiralty.
KAJIAN STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS SEBAGAL BIOINDIKATOR DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KETIWON, TEGAL Ario, Raden; Handoyo, Gentur
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 1 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.24 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.1.17-22

Abstract

Abstrak Suatu kajian terhadap struktur komunitas makrozoobenthos sebagai bioindikator di perairan muara Sungai Ketiwon, Tegal telah dilakukan berdasarkan data bulan Mei sampai Juni 2001. Setiap dua minggu sekali sampel air dan makrozoobenthos diambil dari 10 stasiun pada Iokasi penelitian untuk diketahui parameter fisika-kimia air serta struktur komunitas makrozoobenthos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan muara sungai Ketiwon telah mengalami pencemaren tingkat ringan hingga sedang, ditunjukkan dengan adanya perubahan struktur komunitas makrozoobenthos pada stasiun-stastun di lokasi penelitian dan beberapa parameter fisik-kimia air yang nilainya telah melewati ambang batas yang disyaratkan dalam KEPMEN LH. No. 2/1988. Kata kunci: makrozoobenthos, bioindikator, muara Abstract This study on makrozoobenthos community as bioindicator of the Ketiwon rivers estuary, Tegal (Central Java) is based on data obtained from May to June 2001. On two weekly, water and macrozoobenthos samples were taken from research area (10 stations) for determination of physical-chemistry water parameters and benthic structure community. The results of research showed that the Ketiwon rivers estuary had low to medium pollution level, which shown by some physical-chemistry factors that already over the sea water quality standard for marine organisms based on KEPMEN LH. No. 2/1988. Moreover macrozoobenthos community structure community changed between stations in the research area. Keywords: macrozoobenthos, bioindicator, estuary
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KAWASAN KILANG GAS ALAM PT ARUN NGL, PANTAI UJONG BLANG, KOTA LHOKSEUMAWE, ACEH Irfan, Muhammad; Sugianto, Denny Nugroho; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai selalu menyesuaikan bentuk profilnya sedemikian sehingga mampu meredam energi gelombang yang datang. Sering pertahanan alami pantai tidak mampu menahan serangan aktifitas laut (gelombang, arus, pasang surut) sehingga pantai dapat tererosi, namun pantai akan kembali kebentuk semula oleh pengaruh gelombang normal.. Simulasi model dengan menggunakan perangkat lunak NEMOS dapat digunakan untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi dan memprediksikannya. Data yang digunakan mencakup data primer dan sekunder. Data primer yaitu data gelombang, batimetri, dan sampel sedimen dasar laut. Sedangkan data sekunder yaitu data angin dan data pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan metode analitis dan pendekatan model menggunakan perangkat lunas CEDAS-NEMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perubahan garis pantai Ujong Blang selama 2008 ? 2018 diperkirakan mundur sebesar 53,10 meter sepanjang 1,73 km dengan luas lahan yang mengalami kemunduran garis pantai (erosi) sebesar  86.318,90 m2 (8,63 Ha) dan maju sebesar 51,61 meter sepanjang 0,42 km dengan luas lahan yang maju (akresi) sebesar 22.755,55 m2 (2,27 Ha). 
STUDI SEDIMENTASI PADA PERENCANAAN PENGEMBANGAN PELABUHAN PATIMBAN, SUBANG Maris, Muhamad Ribhi; Handoyo, Gentur; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Patimban, Kabupaten Subang terdapat pelabuhan yang akan di kembangkan. Pengembangan pelabuhan dapat memicu proses sedimentasi di sekitar pelabuhan. Salah satu penyebab terjadinya sedimentasi adalah arus sepanjang pantai (Longshore Current). Mengetahui adanya hubungan arus sepanjang pantai (Longashore Current) yang mempengaruhi laju sedimentasi yang terjadi di suatu perairan. Analisis proses sedimentasi yang disebabkan dengan adanya pengaruh arus sepanjang pantai yang berada di sekitar bangunan pelabuhan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Desember ? 28 Desember 2016 di Perairan Patimban, Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel sedimen pada 2 titik pengamatan. Metode analisa data untuk memperoleh hubungan antara hasil analitik dengan kondisi dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah datang gelombang pada musim barat yaitu dari arah utara dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 19,870 dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,645 m/dt. Untuk angkutan  sedimen pada musim barat sebesar 80386,68 m3/tahun. Pada musim timur, peralihan I, dan peralihan II dianggap tidak berpengaruh dikarenakan arah datang angin berasal dari wilayah daratan. Laju sedimentasi pada pelabuhan Patimban pada sisi timur sebesar 6,4634 kg/m2/tahun dan pada sisi barat sebesar 6,4348 kg/m2/tahun dengan jenis sedimen yaitu lanau pasiran.
KAJIAN BATIMETRI BAGI KEPENTINGAN PENAMBAHAN KEDALAMAN KOLAM PELABUHAN DI PERAIRAN TEGAL Arifyanto, Donny; Setyono, Heryoso; Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Tegal merupakan wilayah pesisir bagian utara dari Kota Tegal, Jawa Tengah yang dimanfaatkan sebagai area pelabuhan. Pelabuhan Tegal merupakan pelabuhan nasional yang mempunyai kegiatan utama yaitu perbaikan kapal atau docking untuk kapal berukuran kecil sampai sedang. Kegiatan lain yang dilakukan oleh Pelabuhan Tegal yaitu aktivitas bongkar muat, namun hanya dapat dilakukan oleh kapal yang mempunyai draft kapal maksimal 3 meter karena perairan yang dangkal. Menanggapi hal tersebut, pemerintah Kota Tegal berupaya untuk melakukan pengembangan pelabuhan supaya pelabuhan yang baru dapat melakukan kegiatan docking dan bongkar muat dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan informasi tentang karakteristik pasang surut dan kondisi batimetri yang disajikan dalam bentuk peta serta menentukan kedalaman tambahan supaya kapal kapasitas 5000 DWT dapat masuk ke dalam kolam pelabuhan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yaitu metode yang digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Data pasut diolah menggunakan metode admiralty dan kedalaman perairan dihitung dari muka surutan (LLWL) dengan menggunakan Singlebeam Echosounder. Hasil penelitian menunjukan perairan Tegal mempunyai tipe pasang surut campuran dominan ganda dengan muka air rata ? rata (MSL) 152,6 cm dan muka surutan sekaligus air rendah terendah (LLWL) 100,71 cm. kedalaman perairan berkisar antara 0,7 ? 3 meter dan disarankan untuk menambah kedalaman 6,8 ? 8,8 meter.
PERAMALAN PASANG SURUT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TELUK SALEH SUMBAWA Guntara, Otto; Handoyo, Gentur; Marwoto, Jarot
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karateristik dan peramalan pasang surut dapat diketahui dengan cara perhitungan mengenai data amplitudo dan beda fase yang merupakan komponen pasang surut. Peramalan pasang surut ditujukan untuk memperoleh informasi tinggi muka air laut di masa mendatang pada saat dan lokasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik pasang surut dengan metode Admiralty meramalkan pasang surut dengan menggunakan software MIKE 21 dan software NAO Tide untuk mengetahui kedudukan muka air laut diperairan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Teluk Saleh, Sumbawa selama 5 tahun kedepan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut pengamatan pada lokasi penelitian dan koordinat lokasi penelitian. Hasil penelitian dengan mengunakan metode Admiralty menunjukan bahwa tipe pasang surut di Perairan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Teluk Saleh, Sumbawa adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal dengan nilai Formzahl sebesar 1,53.
SEBARAN HORIZONTAL NITRAT DAN ORTOFOSFAT DI PERAIRAN MUARA SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN BATANGAN KABUPATEN PATI Purwadi, Ferri Septia; Handoyo, Gentur; Kunarso, Kunarso
Journal of Oceanography Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya kegiatan penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Silugonggo, seperti bertambahnya permukiman penduduk, kegiatan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo, kegiatan industri, dan kegiatan pertanian dapat mempengaruhi kualitas air sungai. Hal ini dapat ditinjau dari konsentrasi nitrat dan ortofosfat yang berkaitan dengan faktor fisika dan kimia perairan yaitu suhu, DO, salinitas, kecerahan dan pH. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi nitrat dan ortofosfat serta arah sebaran konsentrasinya saat kondisi menuju pasang dan menuju surut di perairan Muara Sungai Silugonggo, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan untuk penentuan lokasi pengambilan sampel air menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikaji adalah konsentrasi nitrat dan ortofosfat, suhu, oksigen terlarut (DO), salinitas, kecerahan, derajat keasaman (pH), serta permodelan arus laut menggunakan Mike 21. Pengolahan data menggunakan software ArcGIS 10.0 sehingga menghasilkan output berupa distribusi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi nitrat dan ortofosfat saat menuju pasang lebih kecil dibandingkan dengan saat menuju surut. Konsentrasi nitrat saat kondisi menuju pasang berkisar antara 0,1855 - 0,9272 mg/l, dan untuk ortofosfat berkisar antara 0,0169 - 0,2068 mg/l, sedangkan saat kondisi menuju surut konsentrasi nitrat berkisar antara 0,2201 - 1,0849 mg/l dan konsentrasi ortofosfat berkisar antara 0,0729 - 0,5791 mg/l. Arah sebaran konsentrasi nitrat dan ortofosfat mengikuti arah arus yang terjadi yaitu ke arah timur saat kondisi arus menuju surut dan ke arah barat saat kondisi arus menuju pasang.