Articles

Found 9 Documents
Search

KEEFEKTIFAN PBL DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS, SERTA SELF-ESTEEM SISWA SMP Happy, Nurina; Widjajanti, Djamilah Bondan
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Vol 1, No 1: Mei 2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.606 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan problem-based learning (PBL) ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem; serta (2) perbandingan keefektifan problem-based learning dan pembelajaran konvensional ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Pengumpulan data menggunakan metode pemberian pretest dan posttest kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis, serta pemberian angket self-esteem sebelum dan sesudah perlakuan. Uji statistik yang diguna-kan adalah uji proporsi dan uji selisih antara dua proporsi. Hasil penelitian menunjukkan pada taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa (1) problem-based learning efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kreatif matematis, tetapi tidak efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematis dan self-esteem; serta (2) problem-based learning lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional ditinjau dari (a) kemampuan berpikir kritis matematis, (b) kemampuan berpikir kreatif matematis, dan (c) self-esteem. Kata kunci: problem-based learning, berpikir kritis, berpikir kreatif, self-esteem
ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL ., Nizaruddin; Happy, Nurina; Hery M, Yanuar
Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 1 juni (2015): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research with the tittle is “Profile Analysis of Students Multiple Representation on Real Analysis Subjects based on The Principle of Learning Theory by David Ausubel” has purpose to describe profile of students multiple representation based on the principle of learning theory by David Ausubel. This reserach is qualitative-exploratif research. Qualitative research because the procedure produce descriptive data that is written or spoken words from subject of research, and explorative research because this research express students profile of multiple representation on solving problem in real analysis subject. The data of this research got from written students’ work on solving problem of real analysis problem based on the principle of meaningfull learning and interview transcript from research subject. There are three subject in this research that have different level of self-efficacy. The location of research is in mathematics education study program, PGRI Semarang University. The result of this research are the multiple representation of subject with medium (M3) and low (M4) level of independecy is not shown, but the multiple representation of subject with high independency (M2) can be shown in verbal and picture representation. The dimention of thinking based on meaningfull learning by David Ausubel that are: the dimention of thinking with procedure orientation, process orientation, object orientation, concept orientation and versalite can not shown on subject with low and medium level of indenency, but the diemention of thinking with process. concept, object orientation can be shown on subject with high level of independency. The versalite stage is not shown by subject with high, medium, and low level independency, but they can shown the stage of conceptual thinking. So, the multiple representation based on the principle of meaningfull learning by David Ausubel with different indenency level can be shown on subject with high level independency.   Keywords: Multiple Representation, Real Analysis, Learning Theory of David Ausubel
ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL Happy, Nurina; Murtianto, Yanuar Hery
AKSIOMA Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil multipel representasi mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip teori belajar David Ausubel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-eksploratif karena prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek penelitian yang diamati, dan mengungkapkan profil representasi multipel mahasiswa dalam memecahkan masalah pada analisis riil. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa catatan hasil pekerjaan mahasiswa dalam memecahkan masalah analisis riil berdasarkan prinsip-prinsip belajar bermakna secara tertulis dan transkrip hasil wawancara peneliti dengan subjek penelitian setelah subjek penelitian mengerjakan masalah analisis riil. Subyek dalamm penelitian ini ada 3 mahasiswa dengan self efficacy (tingkat kemandirian) berbeda. Tempat penelitian dilakukan di program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang. Hasil Analisis profil multipel representasi mahasiswa matematika yang mengikuti kuliah analisis riil dengan tingkat kemandirian sedang dan rendah yaitu M3 (kemandirian sedang) dan M4 (kemandirian rendah) sama sekali belum terlihat, namun pada mahasiswa dengan tingkat kemandirian tinggi (M2) multipel representasi sudah terlihat walaupun masih sebagian(representasi verbal dan gambar). Sedangkan dimensi proses berpikir yang berorientasi pada pembelajaran bermakna David Ausubel yang meliputi: dimensi proses berpikir yang berorientasi prosedur, berorientasi proses, berorientasi obyek, berorientasi konsep dan versalite (kecakapan) juga belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan tingkat kemandirian sedang maupun rendah, namun mhasiswa dengan kemandirian tinggi sudah memperlihatkan dimensi berpikir yang berorientasi proses, konsep dan obyek. Tahapan kecakapan berpikir (versalite) belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan kemandirian tinggi, sedang maupun rendah namun pada tahapan berpikir secara konseptual sudah diperlihatkan oleh ketiganya. Jadi profil multipel representasi mahasiswa yang dilihat dari konsep belajar bermakna D. Ausubel dengan tingkat kemandirian yang berbeda baru terlihat pada mahasiswa dengan kemandirian tinggi. Kata Kunci: Multipel Representasi, Analisis Riil,  Teori Belajar D. Ausubel
THE EFFECTIVENESS OF REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TO IMPROVE STUDENTS’ MULTI-REPRESENTATION ABILITY Muhtarom, Muhtarom; Nizaruddin, Nizaruddin; Nursyahidah, Farida; Happy, Nurina
Jurnal Infinity Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Number 1, Infinity
Publisher : STKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v8i1.p%p

Abstract

This research aimed to evaluate the effectiveness of Realistic Mathematics Education (RME) to improve students' multi-representation ability. A quasi-experimental design was used in this research. Sixty-four samples from the seventh-grade students of Junior School were randomly selected and divided into two classes: experimental class was treated using RME and control class was treated using conventional learning, with each class consisting of thirty-two students. The essay test was used to measure the multi-representation ability of students and the questionnaire was used to measure students' responses in RME learning. The data from essay test were analyzed by t-test and N-Gain test in which normality and homogenity test were conducted previously, while the students' learning completeness and student responses were presented descriptive quantitatif. The result of the research concluded that the multi-representation ability of students who get RME learning is better than the multi-representation ability in students who get conventional learning. Furthermore, RME learning by incorporating multi-representation is expected to be applied continuously by the teacher as an alternative in improving the quality of mathematics learning at school.
ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL Happy, Nurina; Murtianto, Yanuar Hery
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1/Maret (2015): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v6i1/Maret.859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil multipel representasi mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip teori belajar David Ausubel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-eksploratif karena prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek penelitian yang diamati, dan mengungkapkan profil representasi multipel mahasiswa dalam memecahkan masalah pada analisis riil. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa catatan hasil pekerjaan mahasiswa dalam memecahkan masalah analisis riil berdasarkan prinsip-prinsip belajar bermakna secara tertulis dan transkrip hasil wawancara peneliti dengan subjek penelitian setelah subjek penelitian mengerjakan masalah analisis riil. Subyek dalamm penelitian ini ada 3 mahasiswa dengan self efficacy (tingkat kemandirian) berbeda. Tempat penelitian dilakukan di program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang. Hasil Analisis profil multipel representasi mahasiswa matematika yang mengikuti kuliah analisis riil dengan tingkat kemandirian sedang dan rendah yaitu M3 (kemandirian sedang) dan M4 (kemandirian rendah) sama sekali belum terlihat, namun pada mahasiswa dengan tingkat kemandirian tinggi (M2) multipel representasi sudah terlihat walaupun masih sebagian(representasi verbal dan gambar). Sedangkan dimensi proses berpikir yang berorientasi pada pembelajaran bermakna David Ausubel yang meliputi: dimensi proses berpikir yang berorientasi prosedur, berorientasi proses, berorientasi obyek, berorientasi konsep dan versalite (kecakapan) juga belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan tingkat kemandirian sedang maupun rendah, namun mhasiswa dengan kemandirian tinggi sudah memperlihatkan dimensi berpikir yang berorientasi proses, konsep dan obyek. Tahapan kecakapan berpikir (versalite) belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan kemandirian tinggi, sedang maupun rendah namun pada tahapan berpikir secara konseptual sudah diperlihatkan oleh ketiganya. Jadi profil multipel representasi mahasiswa yang dilihat dari konsep belajar bermakna D. Ausubel dengan tingkat kemandirian yang berbeda baru terlihat pada mahasiswa dengan kemandirian tinggi. Kata Kunci: Multipel Representasi, Analisis Riil,?é?á Teori Belajar D. Ausubel
Efektivitas Model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dan Guided Inquiry terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Azizah, Linda Ilmi Rahmah; Sugiyanti, Sugiyanti; Happy, Nurina
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 4 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v1i4.3853

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis disebabkan pembelajaran di sekolah masih menggunakan pembelajaran konvensional.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran PBL dan Guided Inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian Quasi Experimental Design di kelas X SMK Nusa Bhakti Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah Cluster Sampling dengan sampel kelas X AKL kelompok eksperimen 1, X TKJ eksperimen 2, dan X BDL sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis matematis dan observasi keaktifan siswa. Hasil penelitian menunjukan pada taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa antara pembelajaran dengan model PBL, guided inquiry, dan model konvensional; (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan model PBL dan guided inquiry lebih baik dibandingkan model konvensional; (3) tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa antara pembelajaran dengan model PBL dan guided inquiry; (4) terdapat pengaruh positif antara keaktifan siswa pada pembelajaran model PBL dan model guided inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa; (5) ketuntasan belajar individual dan klasikal kelas PBL dan guided inquiry tercapai. Sehingga model pembelajaran PBL dan Guided Inquiry efektif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan NHT Berbantuan Macromedia Flash terhadap Prestasi Belajar Siswa Falakhudin, Fahmi Arif; Handayanto, Agung; Happy, Nurina
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v1i5.4463

Abstract

Prestasi belajar menggambarkan keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar, banyak siswa di kelas 7 SMP yang memperoleh prestasi belajar dibawah KKM dibandingkan nilai UN yang diperoleh pada saat di SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament(TGT) dan Numbered Head Together(NHT) berbantuan macromedia flash terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian terdiri dari 3 kelas yaitu kelas eksperimen 1 (model TGT), kelas eksperimen 2 (model NHT), dan kelas kontrol (model konvensional). Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan lembar observasi keaktifan siswa selama pembelajaran.Teknik analisis data menggunakan Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Anava Satu Jalur, Uji Scheffe, Uji Regresi Linier Sederhana, dan Uji Ketuntasan Belajar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan prestasi belajar model TGT, model NHT, dan model konvensional;2) Prestasi belajar siswa model TGT lebih baik daripada model konvensional;3) Prestasi belajar siswa model NHT lebih baik daripada model konvensional, (4) Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa model TGT dan model NHT, (5) Terdapat pengaruh positif antara keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa model TGT dan siswa model NHT, (6) Prestasi belajar siswa model TGT dan model NHT mencapai KKM secara klasikal maupun individual. Kesimpulan pada penelitian ini adalah model TGT dan model NHT berbantuan macromedia flash efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
Pre-Service Teacher’s Beliefs and Knowledge about Mathematics Muhtarom, Muhtarom; Happy, Nurina; Nursyahidah, Farida; Casanova, Anriany
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2019): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v10i1.3617

Abstract

This research describes the knowledge and beliefs of pre-service teachers about mathematics. Data collection of this research using written test of 143 mathematics pre-service teachers who have taken six semesters at Universitas PGRI Semarang, and interviewing of three pre-service teachers who are not consistent between knowledge and belief. The data are presented in the form of descriptive quantitative and analyzed qualitatively, including data reduction, data display, and conclusions drawing/verification. The results show that most of the knowledge of pre-service teachers are consistent with their beliefs. It is indicated that pre-service teachers? knowledge has been internalized into a strong belief that affect their words and behaviors. The belief of almost half of pre-service teachers who become respondents changes because of lecturer activity effect. It can say that belief changes at any time, both the process of alteration and the formation of new beliefs as well as the reinforcement of the beliefs they have. 
ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL ., Nizaruddin; Happy, Nurina; Hery M, Yanuar
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v9i1 juni.890

Abstract

The research with the tittle is ?óÔé¼?ôProfile Analysis of Students Multiple Representation on Real Analysis Subjects based on The Principle of Learning Theory by David Ausubel?óÔé¼?Ø has purpose to describe profile of students multiple representation based on the principle of learning theory by David Ausubel. This reserach is qualitative-exploratif research. Qualitative research because the procedure produce descriptive data that is written or spoken words from subject of research, and explorative research because this research express students profile of multiple representation on solving problem in real analysis subject. The data of this research got from written students?óÔé¼Ôäó work on solving problem of real analysis problem based on the principle of meaningfull learning and interview transcript from research subject. There are three subject in this research that have different level of self-efficacy. The location of research is in mathematics education study program, PGRI Semarang University. The result of this research are the multiple representation of subject with medium (M3) and low (M4) level of independecy is not shown, but the multiple representation of subject with high independency (M2) can be shown in verbal and picture representation. The dimention of thinking based on meaningfull learning by David Ausubel that are: the dimention of thinking with procedure orientation, process orientation, object orientation, concept orientation and versalite can not shown on subject with low and medium level of indenency, but the diemention of thinking with process. concept, object orientation can be shown on subject with high level of independency. The versalite stage is not shown by subject with high, medium, and low level independency, but they can shown the stage of conceptual thinking. So, the multiple representation based on the principle of meaningfull learning by David Ausubel with different indenency level can be shown on subject with high level independency. ?é?á Keywords: Multiple Representation, Real Analysis, Learning Theory of David Ausubel