This Author published in this journals
All Journal BAHAS
Ahmad Bengar Harahap
Universitas Negeri Medan

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

SELAYANG PANDANG SENI MARCHING BAND HARAHAP, AHMAD BENGAR
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konon, Marching Band lahir pada pasca Perang Dunia II. Kegiatan ini bermula dari prakarsa para veteran PDII. Untuk mengenang patriotisme mereka, bersama generasi muda yang ada dilingkungannya mereka membentuk korps musik dengan memainkan lagu- lagu mars nostalgia PD II sambil berparde keliling kota dalam acara-acara seremonial maupun celebration. Karena memang pada awal pembentukan nya bertujuan untuk bernostalgia Perang Dunia II yang merekam banyak kenangan peristiwa-peristiwa dahsyat itu, maka pada awalnya kegitan ini diberi nama  Military Band yang kemudian dalam perkembangannya berganti nama Marching Band hingga sekarang. Berawal dari kegiatan itulah kini Marching Band kian berkembang dan menjadi sebuah kegiatan yang positif yang melibatkan para pemuda dan tidak hanya terbatas pada kegiatan parade saja. Hingga saat ini  Marching Band sudah merupakan jenis entertain musical show yang kaya akan warna-warni artistikal, baik musik maupun visual.  Oleh kareananya mereka tidak terbatas memainkan lagu-lagi mars saja. Lagu-lagu Pop, Jazz dan bahkan Lagu-lagu Klasik dan Opera kini merupakan bagian dari musical program mereka. Tulisan ini menceritakan sedikit tentang pengertian, pengetahuan dasar, dan style (gaya), jenis, alat dan person yang ada dalam  Marching Band.
KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN Harahap, Ahmad Bengar
BAHAS Vol 20, No 3 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaidah percakapan, ajasensi atau pasangan bersesuaian dirumuskan dalam peristiwa tutur atau peristiwa berbahasa untuk aktivitas-aktivitas yang diatur oleh norma-norma pengguna percakapan. Salah satu peristiwa berbahasa itu dapat di bentuk dalam sebuah pola pasangan yang disebut dengan bentuk kesenyapan (silence). Kesenyapan dalam percakapan berkaitan dengan urutan sisipan (insertion sequence) yang tujuannya sebagai bentuk penundaan penyampaian maksud atau tujuan dalam berbahasa. Demikian juga dengan bahasa Jerman, secara umum memiliki struktur percakapan dan kaidah kesenyapan yang dapat di analisis dalam wacana-wacana percakapan jerman. Kata kunci : Kesenyapan, Pasangan Bersesuaian.
KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN Harahap, Ahmad Bengar
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaidah percakapan, ajasensi atau pasangan bersesuaian dirumuskan dalam peristiwa tutur atau peristiwa berbahasa untuk aktivitas-aktivitas yang diatur oleh norma-norma pengguna percakapan. Salah satu peristiwa berbahasa itu dapat di bentuk dalam sebuah pola pasangan yang disebut dengan bentuk kesenyapan (silence). Kesenyapan dalam percakapan berkaitan dengan urutan sisipan (insertion sequence) yang tujuannya sebagai bentuk penundaan penyampaian maksud atau tujuan dalam berbahasa. Demikian juga dengan bahasa Jerman, secara umum memiliki struktur percakapan dan kaidah kesenyapan yang dapat di analisis dalam wacana-wacana percakapan jerman. Kata kunci : Kesenyapan, Pasangan Bersesuaian.
KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN Harahap, Ahmad Bengar
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i78 TH 37.2615

Abstract

Dalam kaidah percakapan, ajasensi atau pasangan bersesuaian dirumuskan dalam peristiwa tutur atau peristiwa berbahasa untuk aktivitas-aktivitas yang diatur oleh norma-norma pengguna percakapan. Salah satu peristiwa berbahasa itu dapat di bentuk dalam sebuah pola pasangan yang disebut dengan bentuk kesenyapan (silence). Kesenyapan dalam percakapan berkaitan dengan urutan sisipan (insertion sequence) yang tujuannya sebagai bentuk penundaan penyampaian maksud atau tujuan dalam berbahasa. Demikian juga dengan bahasa Jerman, secara umum memiliki struktur percakapan dan kaidah kesenyapan yang dapat di analisis dalam wacana-wacana percakapan jerman. Kata kunci : Kesenyapan, Pasangan Bersesuaian.
SELAYANG PANDANG SENI MARCHING BAND HARAHAP, AHMAD BENGAR
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konon, Marching Band lahir pada pasca Perang Dunia II. Kegiatan ini bermula dari prakarsa para veteran PDII. Untuk mengenang patriotisme mereka, bersama generasi muda yang ada dilingkungannya mereka membentuk korps musik dengan memainkan lagu- lagu mars nostalgia PD II sambil berparde keliling kota dalam acara-acara seremonial maupun celebration. Karena memang pada awal pembentukan nya bertujuan untuk bernostalgia Perang Dunia II yang merekam banyak kenangan peristiwa-peristiwa dahsyat itu, maka pada awalnya kegitan ini diberi nama  Military Band yang kemudian dalam perkembangannya berganti nama Marching Band hingga sekarang. Berawal dari kegiatan itulah kini Marching Band kian berkembang dan menjadi sebuah kegiatan yang positif yang melibatkan para pemuda dan tidak hanya terbatas pada kegiatan parade saja. Hingga saat ini  Marching Band sudah merupakan jenis entertain musical show yang kaya akan warna-warni artistikal, baik musik maupun visual.  Oleh kareananya mereka tidak terbatas memainkan lagu-lagi mars saja. Lagu-lagu Pop, Jazz dan bahkan Lagu-lagu Klasik dan Opera kini merupakan bagian dari musical program mereka. Tulisan ini menceritakan sedikit tentang pengertian, pengetahuan dasar, dan style (gaya), jenis, alat dan person yang ada dalam  Marching Band.
KESENYAPAN (SILENCE) DALAM PERCAKAPAN BAHASA JERMAN Harahap, Ahmad Bengar
BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kaidah percakapan, ajasensi atau pasangan bersesuaian dirumuskan dalam peristiwa tutur atau peristiwa berbahasa untuk aktivitas-aktivitas yang diatur oleh norma-norma pengguna percakapan. Salah satu peristiwa berbahasa itu dapat di bentuk dalam sebuah pola pasangan yang disebut dengan bentuk kesenyapan (silence). Kesenyapan dalam percakapan berkaitan dengan urutan sisipan (insertion sequence) yang tujuannya sebagai bentuk penundaan penyampaian maksud atau tujuan dalam berbahasa. Demikian juga dengan bahasa Jerman, secara umum memiliki struktur percakapan dan kaidah kesenyapan yang dapat di analisis dalam wacana-wacana percakapan jerman. Kata kunci : Kesenyapan, Pasangan Bersesuaian.