Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR NATRIUM SERUM SAAT MASUK DENGAN KELUARAN MOTORIK PASIEN STROKE ISKEMIK Parakkasi, Alifianto Parham; Muhartomo, Hexanto; Hardian, Hardian
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Gangguan motorik umum ditemukan pada pasien stroke. Gangguan natrium pada pasien stroke iskemik fase akut diketahui berkaitan dengan keluaran pasien yang lebih jelek. Hubungan antara gangguan kadar natrium serum dengan keluaran motorik pasien stroke iskemik belum pernah diteliti.Tujuan : Membuktikan kadar natrium saat masuk berpengaruh terhadap keluaran motorik pasien stroke iskemik.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan belah lintang. Subjek penelitian adalah 33 pasien stroke iskemik sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang diambil secara consecutive sampling. Keluaran motorik dinilai menggunakan Skor motor assessment scale (MAS) yang dilakukan pada hari ke-7 perawatan atau saat pasien pulang, sedangkan kadar natrium serum saat masuk didapat dari rekam medis. Uji statistik menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Korelasi Spearman.Hasil : Penelitian ini tidak menemukan adanya korelasi yang bermakna antara kadar natrium serum dengan skor MAS (p = 0,938) pada pasien stroke iskemik. Kadar natrium serum memiliki korelasi negatif sangat lemah terhadap skor MAS (r = -0,01). Skor MAS antara pasien stroke iskemik yang hiponatremia, normonatremia, dan hipernatremia tidak berbeda secara signifikan (p = 0,073). Rerata skor MAS yang lebih rendah ditemukan pada pasien stroke iskemik yang hiponatremia (24,80) dan hipernatremia (13,76) dibandingkan pasien stroke iskemik yang normonatremia (28,44).Simpulan : Pasien stroke iskemik yang hiponatremia atau hipernatremia memiliki skor MAS yang lebih jelek dari pasien yang normonatremia. Namun, tidak terdapat korelasi yang bermakna antara kadar natrium serum saat masuk dengan skor MAS pasien stroke iskemik.
DIALOG UMAT ISLAM DAN KRISTEN DI KOTA CILEGON BANTEN Hardian, Hardian
Tasamuh: Jurnal Studi Islam Vol 7, No 2 (2015): Filsafat Islam
Publisher : P3M STAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32489/tasamuh.182

Abstract

Indoctrination is a doctrine of pluralism in the world. The Doctrine is an indoctrination living in the world. It can be seen from electronic media and the others, both via seminar, political event, media conference and in academic studies in campus. The term of pluralism brings to pro and contra between each other. There is who understands pluralism in as religion. The pluralism must be understood as sunnatullah and the reality of the world. In this case, the dialogue is something important each other. So, to build good connection between human beings must be done and the understanding the tradition of religion in the world has to be raised. The religion is doctrine, so there is inter-subjective. The article explores that.
Penggunaan Antibiotik Secara Bijak Untuk Mengurangi Resistensi Antibiotik, Studi Intervensi di Bagian Kesehatan Anak RS Dr. Kariadi Farida, Helmia; Herawati, Herawati; Hapsari, MM; Notoatmodjo, Harsoyo; Hardian, Hardian
Sari Pediatri Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.1.2008.34-41

Abstract

Latar belakang. Masalah resistensi antibiotik di Indonesia sudah mengkhawatirkan. Penggunaan antibiotiksecara bijak merupakan kunci utama pengendalian resistensi.Tujuan. Penelitian bertujuan meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas penggunaan antibiotikdi Bangsal Kesehatan Anak RS Dr. Kariadi dan menguji apakah kualitas dapat ditingkatkan denganpelatihan.Metode. One group pretest and post test subjek adalah 22 dokter yang merawat pasien kelas III, mengikutipelatihan penggunaan antibiotik, dan dapat ditelusuri resep antibiotik yang dibuatnya dalam 6 bulansebelum dan sesudah pelatihan. Variabel tergantung adalah skor kualitas penggunaan antibiotik berdasarkanmodifikasi Kunin dan Gyssen. Variabel bebas adalah pelatihan, pengetahuan, sikap, faktor pendorong, danfaktor penghambat. Pengetahuan dan sikap diukur dengan kuesioner. Analisis statistik bivariat menggunakanUji χ2 dan Mann-Whitney. Analisis multivariat untuk mengukur besarnya pengaruh pelatihan dan faktorfaktorlain terhadap kualitas peresepan antibiotik dengan GEE.Hasil. Diantara 1365 resep antibiotik yang dievaluasi didapatkan penggunaan antibiotik tanpa indikasi setelahpelatihan berkurang dari 42.3% menjadi 23,2%, dan penggunaan antibiotik yang tepat meningkat dari 36,2%menjadi 58,2%. Rerata skor kualitas pengunaan antibiotik meningkat dari 2,0 menjadi 2,8. Perubahanperubahanini bermakna (p<0,05). Pelatihan berperan besar dalam meningkatkan kualitas penggunaandokter, faktor-faktor lain tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap kualitas penggunaan antibiotik.Kesimpulan. Pelatihan yang efektif dapat meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik.
PENGARUH LATIHAN SKIPPING TERHADAP VERTICAL JUMP MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Pramudani, Ardita Hartanti; Kumaidah, Endang; Hardian, Hardian
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Skipping adalah olahraga sederhana yang memiliki dampak terhadap kebugaran fisik. Vertical jump merupakan salah satu indikator kebugaran fisik yaitu daya ledak otot. Tinggi vertical jump sering dituntut dalam kinerja olahraga dan merupakan kemampuan yang sering di uji dalam tes kemampuan dasar untuk berolahraga.Tujuan: Mengetahui pengaruh latihan skipping terhadap nilai vertical jump mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.Metode: Penelitian ini quasi experimental dengan metode  pre-test dan post-test unequivalent group. Jumlah minimal subjek penelitian merupakan 26 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Karakteristik subjek penelitian yang diperoleh adalah usia, tinggi badan dan berat badan. Pengukuran vertical jump dilakukan dengan sargent jump test. Data kemudian diolah dengan uji Shapiro-Wilk.Hasil: Jumlah subjek penelitian yang di gunakan adalah 28 untuk mendapatkan distribusi jenis kelamin subjek yang sama, 7 wanita dan 7 pria pada masing-masing kelompok. Rerata skor vertical jump pada kelompok kontrol adalah 40,21 cm dan kelompok perlakuan 48,53 cm. Hasil uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk diperoleh data berdistribusi tidak normal untuk kedua kelompok. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai p < 0,001.Kesimpulan: Latihan skipping berpengaruh terhadap vertical jump mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.Kata Kunci: latihan, skipping, vertical jump.
PERAWAT ENTEROSTOMAL INDONESIA “PERJALANAN MENUJU PERUBAHAN” Hardian, Hardian
in process
Publisher : ETN Centre Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini memasuki tonggak baru dalam dunia keperawatan. Perjuangan dalam menggolkan Undang-Undang Keperawatan no 38 tahun 2014 membuktikan bahwa profesi perawat di Indonesia di akui eksistensinya walaupun perjalanan menuju keperawatan yang lebih baik dan profesional masih membutuhkan perjuangan. Semangat menuju profesionalisme bagi perawat luka, ostomi dan kontinen sejatinya di mulai sejak tahun 1990-an Ibu Sumiatun dari RS Dr Soetomo Surabaya mendapat kesempatan untuk menjadi Enterostomal Therapy Nurse di Singapura dan ini menjadi tonggak awal perawat luka, ostomi dan kontinen memberikan kiprahnya kepada perkembangan perawat di Indonesia. Perkembangan keperawatan enterostomal terapi saat ini sudah makin berkembang. Pendidikan perawat enterostomal sudah di adakan di Indonesia dengan para praktisi yang sudah mumpuni dalam keahliannya sehingga kedepan kebutuhan akan perawat ahli sudah bisa dipenuhi. Praktik mandiri perawat enterostomal sudah banyak berkembang. Dalam menghadapi era globalisasi, saat ini hampir semua event internasional, perawat Indonesia sudah mampu berbicara dalam forum tersebut. Tahun 2017 Indonesia menjadi tuan rumah Asia Pasifik Enterostomal Therapy Nurse Association mari kita sukseskan acara tersebut sebagai bukti kemajuan perawat di Indonesia. Perjalanan perawat enterostomal ke depan adalah mengembangkan kompetensi kompetensi kekhususan dalam bidang luka, ostomi dan kontinen, sehingga standar asuhan keperawatan enterostomal terapi makin profesional. Perawat enterostomal juga diharapkan mampu berkolaborasi dengan sistem jaminan kesehatan sehingga layanan keperawatan enterostomal mendapat pengakuan yang layak sesuai kompetensinya.
PENGARUH KEMAMPUAN KOSAKATA DAN STRUKTUR KALIMAT TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI SISWA SMA Munirah, Munirah; Hardian, Hardian
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16, No 1 (2016): Volume 16, Nomor 1, April 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/bs_jpbsp.v16i1.3064

Abstract

Abstract The research aims to determine: (1) the ability to use vocabulary and sentence structure class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng, (2) the ability to write a paragrafh description Bantaeng, and (3) the effect of the ability to use vocabulary and sentence structure to the ability to write a paragrafh description class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng. The research data such as the results of tests of vocabulary and sentence structure in the form of written tests of vocabulary and sentence structure of each of 50 numbers and descriptions essay writing test. The data source is a class XI student of SMAN 2 Bantaeng District Bantaeng. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that (1) the ability to use the vocabulary class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng and average value is 38.27, while the ability to use sentence structure average rating: 37.86. (2) The ability to write essays description of the class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng average value is 38.92 and (3) no effect between the ability to use vocabulary and sentence structure to the ability to write a paragrafh description of the class X SMA Negeri 2 Bantaeng District Bantaeng. Keywords: vocabulary ability, sentence structure, and the ability to  write a paragraph description  AbstrakPenelitian bertujuan untuk: (1) Mengkaji kemampuan menggunakan kosakata dan struktur kalimat siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng, (2) Mengetahui kemampuan menulis paragraf deskripsi Bantaeng, dan (3) mengetahui pengaruh kemampuan menggunakan kosakata dan struktur kalimat terhadap kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Data penelitian berupa hasil tes kosakata dan struktur kalimat dalam bentuk tes menulis kosakata dan struktur kalimat masing-masing sebanyak 50 nomor dan tes menulis karangan deskripsi. Sumber data penelitian ini yaitu siswa kelas X.I SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kemampuan menggunakan kosakata siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng dan nilai rata-ratanya yaitu 38,27, sedangkan kemampuan menggunakan struktur kalimat nilai rata-ratanya:37,86. (2) Kemampuan menulis karangan deksripsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng nilai rata-ratanya yaitu 38,92 dan (3) terdapat pengaruh antara kemampuan menggunakan kosakata dan struktur kalimat terhadap kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng.Kata kunci : kemampuan kosakata, struktur kalimat, dan kemampuan menulis paragraf deskripsi
PENGARUH BRAIN TRAINING TERHADAP MEMORI DIUKUR DENGAN SCENERY PICTURE MEMORY TEST Yusdiyanti, Ditha; Hardian, Hardian; Sumekar, Tanjung Ayu
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Memori merupakan salah satu fungsi kognitif yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Brain training atau latihan otak merupakan salah satu pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan otak salah satunya fungsi memori, namun hal ini masih banyak diperdebatkan efektifitasnya dan belum dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya karena bukti ilmiah yang mendukung masih sangat kurang.Tujuan Membuktikan manfaat brain training terhadap fungsi memori.Metode Penelitian eksperimental dengan rancangan one group pre and post design dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang. Sampel penelitian ini adalah kelompok usia dewasa muda yang pada periode penelitian tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang (n=35). Memori diukur dengan scenery picture memory test. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Mc. Nemar dan uji Wilcoxon.Hasil Rerata skor memori sebelum dilakukan perlakuan brain training Neuronation? adalah sebesar 17,22±3,15 dan rerata skor memori sesudah dilakukan perlakuan brain training Neuronation? adalah sebesar 19,17±3,12. Hal ini menunjukan adanya peningkatan fungsi memori setelah dilakukan perlakuan. Peningkatan dinilai bermakna setelah diuji dengan menggunakan uji Wilcoxon karena memiliki distribusi yang tidak normal yaitu senilai P<0,001.Kesimpulan Penggunaan brain training Neuronation? selama 30 menit sehari, sebanyak 20 kali dalam 4 minggu dapat meningkatkan memori secara bermakna.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN DEPRESI PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Nahda, Nisrina Darin; Kholis, Fathur Nur; Wardani, Natalia Dewi; Hardian, Hardian
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular penyebab kematian. Pada pasien tuberkulosis dapat terjadi depresi. Ada beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, ada komplikasi dan penyakit komorbid serta efek samping obat diduga berhubungan dengan kejadian depresi.Tujuan:  Untuk membuktikan faktor ? faktor yang berpengaruh terhadap kejadian depresi pada pasien Tuberkulosis di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Metode : Penelitian belah lintang dilakukan di RSUP Dr. Kariadi Semarang pada periode Maret s/d Juni 2016. Subyek penelitian adalah 52 orang pasien tuberkulosis yang menerima terapi rawat jalan dan rawat inap. Variabel bebas adalah umur, jenis kelamin, komplikasi tuberkulosis dan penyakit komorbid, serta efek samping obat. Variabel terikat adalah  kejadian depresi yang diukur dengan skor DASS. Skor DASS ³14 dikategorikan sebagai depresi, < 14 sebagai tidak depresi. Uji t-tidak berpasangan, c2,  korelasi Rank-Spearman dan uji rgreswi logistik multivariat digunakan untuk analisis data.Hasil : Rerata±SB skor DASS subyek penelitian adalah 16,1±10,92. Berdasarkan kategori skor DASS dijumpai subyek dengan depresi  adalah 27 orang (51,9%). Rerata umur subyek depresi adalah 49,3±18,15 dan tidak depresi adalah 36,2±11,88 tahun (p=0,04). Ada korelasi positif derajat sedang antara umur dengan skor DASS (koefisien korelasi=0,47; p<0,001).  Adanya  komplikasi tuberkulosis dan penyakit komorbid berhubungan secara bermakna dengan kejadian depresi pada pasien Tuberkulosis (p<0,001). Hasil analisis uji regresi logistik multivariat hanya komplikasi tuberkulosis dan penyakit komorbid yang berpengaruh terhadap kejadian depres i(OR= 20,1; 95% IK= 3,4 s/d117,6; p=0,001).Kesimpulan : Adanya komplikasi dan penyakit komorbid berpengaruh terhadap kejadian depresi pada penderita Tuberkulosis.
DISTRIBUSI GEOGRAFIS DAN TINGKAT KEPARAHAN PASIEN KARSINOMA HEPATOSELELULER ETIOLOGI VIRUS HEPATITIS B DI RS.DR KARIADI Nadhim RP, Muhammad; Ch. Suharti, Ch. Suharti; Hardian, Hardian
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Karsinoma hepatoseluler (KHS) menduduki peringkat kelima dari seluruh keganasan di seluruh dunia. KHS merupakan 10-20% dari seluruh penyakit hepar di Indonesia. Belum terdapat data distribusi geografis pasien KHS etiologi virus Hepatitis B di Jawa Tengah.Tujuan : Mengetahui distribusi geografis dan hubungan lokasi asal pasien dengan tingkat keparahan KHS etiologi virus Hepatitis B di RSUP Dr Kariadi Semarang.Metode : Penelitian retrospektif melalui rekam medis pasien KHS yang dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang tahun 2013-2015. Variabel yang dianalisis meliputi Distribusi tempat tinggal pasien (desa/kota), Karakteristik Klinik : usia, jenis kelamin, ,Tingkat keparahan: skor Child-Pugh,Staging BCLC, dan kadar AFP . Data diolah menggunakan program SPSS, tingkat kemaknaan p<0,05.Hasil : Didapatkan 103 pasien KHS dengan distribusi geografis asal pasien terbanyak dari Demak (22,3%), Semarang (17,5%), Grobogan (14,6%). Rasio laki-laki : perempuan 4,4 : 1, rerata umur 47±12,8, Child-Pugh A, 14 (13,6%) , Child-Pugh B, 54 (52,4%), Child-Pugh C 35 (34,0%) , 7 (6,8%) BCLC A (early stage), BCLC B (intermediate stage)41 (39,8%) . BCLC C (advanced stage) 21 (20,4%) . 34(33%) BCLC D (terminal stage) atau stadium akhir. AFP 70% > 400. Tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara distribusi geografi pasien (desa/kota) dengan karakteristik klinik dan tingkat keparahan.Simpulan : Didapatkan gambaran distribusi geografis pasien dengan KHS yang berobat di RSUP Dr Kariadi dengan urutan 3 terbanyak adalah Demak , Semarang, Grobogan. Tidak didapatkan hubungan antara distribusi geografis pasien dengan karakteristik klinik dan tingkat keparahan KHS ( Usia, Jenis Kelamin, Staging BCLC , Kadar Child-Pugh dan Kadar AFP). 
PENGARUH LATIHAN NAIK TURUN BANGKU HARVARD TERHADAP NILAI KAPASITAS VITAL PARU PADA ATLET SEPAK BOLA Khoirunnisa, Denisa; Basyar, Edwin; Hardian, Hardian
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kapasitas vital paru merupakan salah satu parameter yang dapat menentukan ketahanan seorang atlet sepak bola. Latihan yang dilakukan sebaiknya dapat meningkatkan kemampuan kerja jantung, frekuensi pernafasan dan kapasitas vital paru. Latihan naik turun bangku Harvard adalah latihan aerobik menggunakan bangku Harvard yang dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas vital paru (VC) pada atlet sepak bola. Tujuan: Membuktikan adanya pengaruh latihan naik turun bangku Harvard terhadap nilai kapasitas vital paru atlet sepak bola. Method: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan rancangan comparison group pre test and post test design. Subjek penelitian berjumlah 26 orang yang dipilih secara purposive sampling. Kelompok perlakuan melakukan latihan sepak bola rutin dan ditambah naik turun bangku Harvard sebanyak 3 kali dalam seminggu selama delapan minggu, sementara kelompok kontrol melakukan latihan rutin sepak bola saja. Nilai VC diukur dengan spirometer. Analisis statistik menggunakan uji t berpasangan untuk menganalisis VC sebelum dan sesudah latihan naik turun bangku Harvard, kecuali pada VC pre test kelompok kontrol menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan nilai VC yang signifikan (p<0,05) setelah melakukan naik turun bangku Harvard. Peningkatan nilai VC pada kelompok perlakuan lebih besar yakni, 11,69 ml/kg/min (12,84%) dibanding dengan kelompok kontrol yakni 3,59 ml/kg/min (4,09%). Kesimpulan: Latihan naik turun bangku Harvard selama 8 minggu meningkatkan nilai VC pada atlet sepak bola.Kata Kunci: Latihan Naik Turun Bangku Harvard, kapasitas vital paru.