Articles

Found 17 Documents
Search

ANALYSIS OF LEADING SECTOR OF JAMBI CITY Hardiani, Hardiani; Lubis, Tona Aurora
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2017): Journal of Perspectives on Financing and Regional Development
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.987 KB) | DOI: 10.22437/ppd.v5i1.3853

Abstract

This study aims to analyze the leading sectors in the city of Jambi. The main data used is GDP data of Jambi City series 2010 for the period of 2012-2014. Analysis tool that is used are Location Quotient, Shift Share, Klassen Typology and Overlay Analysis. The results of the analysis found that of the 14 basic sectors in Jambi City (based on LQ analysis), there are four priority sectors namely electricity and gas procurement, building, large and retail trade, car and motorcycle repairs, health service, and social activities. Keywords: Location Quotient, Shift Share, Klassen Tipology, Overlay Analysis
SOCIO-ECONOMIC DETERMINANTS OF TOURISM TRIPS BY JAMBI RESIDENTS Hardiani, Hardiani; Amril, Amril
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 4 No 4 (2017): Journal of Perspectives on Financing and Regional Development
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.696 KB)

Abstract

This study aims to analyze: 1) characteristics of trips generated by Jambi residents both for tourism purposes or other purposes; 2) characteristics of Jambi residents going on a tourism trip; 3) Socio-economic factors affecting tourism trips generated by Jambi residents. Data was taken from raw data provided in the result of Indonesian National Social Economic Survey (SUSENAS) for Jambi Province 2015. Descriptive research method was used to analyze the characteristics of trips by Jambi residents and of the tourists. Binary logistic regression model was used to analyze factors affecting tourism trips generated by residents. The study found: 1) Number of trips generated by Jambi residents are still relatively low. Only 14.4 percent of the total population has traveled within the last six months; 2) Besides the low number of trips, tourism activities are still relatively limited. Only 17.79 percent of population go on a tourism trip; 3) Tourist attractions in Jambi Province itself are the most common tourism destinations for Jambi residents, then followed by tourist attractions in South Sumatra, West Sumatra and Bengkulu; 4) Tourism trips generated by residents are mostly family trips, so they are relatively dominated by children and parents; 5) Socio-economic factors that significantly influence residents to go on a tourism trip are age, education, and family status. In addition, there is a probability difference of tourism trips by residents of the city and of the regency in Jambi Province. Key words: tourism attraction, family trip, tourism tripAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) karakteristik perjalanan penduduk di Provinsi Jambi baik untuk tujuan wisata maupun tujuan lainnya; 2) karakteristik penduduk yang melakukan perjalanan wisata di Provinsi Jambi; 3) Faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi perjalanan wisata penduduk di Provinsi Jambi. Data bersumber dari ?raw data? SUSENAS Tahun 2015 Provinsi Jambi. Untuk menganalisis karakteristik perjalanan penduduk, dan karakteristik individu wisatawan dilakukan secara deskriptif. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan wisata penduduk digunakan model regresi binary logistik. Hasil penelitian menemukan: 1). Aktivitas perjalanan penduduk di Provinsi Jambi masih relatif rendah. Hanya 14,14 persen dari total penduduk yang pernah melakukan perjalanan dalam enam bulan terakhir; 2)  Selain rendahnya aktivitas perjalanan tersebut, aktivitas perjalanan untuk wisata juga masih relatif terbatas. Hanya 17,79 persen total penduduk yang melakukan perjalanan untuk berwisata; 3) Objek tujuan wisata penduduk Provinsi Jambi didominasi objek wisata yang ada di Provinsi Jambi sendiri, selain objek wisata yang ada di provinsi-provinsi berdekatan yaitu Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu; 4). Perjalanan wisata penduduk didominasi oleh perjalanan wisata keluarga, sehingga relatif didominasi oleh anak-anak dan orang tua; 5) Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap perjalanan wisata penduduk adalah umur, pendidikan dan status dalam keluarga. Selain itu, terdapat perbedaan probabilita perjalanan penduduk untuk wisata antara kabupaten/kota di Provinsi Jambi.Kata Kunci: objek wisata, wisata keluarga, perjalanan wisata REFERENCES Agustin, Sentosa S U, Aimon H. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan wisatawan domestik terhadap ojek wisata bahari Pulau Cingkuak Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Kajian Ekonomi, July, Vol. III No. 5, 2014; 1 ? 20.Cohen, E. (1972). Towards a sociology of international tourism. Social Research, 39(1), 164-182.Damanik, Janianton dan Weber, Helmut. (2006). Perencanaan ekowisata dari teori ke aplikasi. Yogyakarta: PUSPAR UGM and Andi. Ernita. Y 2001. Karakteristik pola perjalanan wisata di obyek-obyek Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Bachelor?s Thesis. Surakarta, Fakultas Geografi, UMSFandeli, C. (1995). Dasar-dasar manajemen kepariwisataan alam. Yogyakarta: LibertyFoster, D. (1985). Perjalanan dan manajemen pariwisata. Mac.MilanGamal, S. (1997). Dasar-dasar pariwisata. Edisi pertama. Cetakan pertama. Penerbit Andi.Yogyakarta.Hardiani,H; Junaidi,J. (2011). Analisis kuantitas dan kualitas penduduk sebagai orientasi pembangunan di Provinsi Jambi. Laporan Penelitian. Kerjasama BKKBN dengan PSK UNJA. JakartaIrawan, K. (2010). Potensi objek wisata air terjun Serdang sebagai daya tarik wisata Di Kabupaten Labuhan Batu Utara. Paper works. Non-Degree Tourism Education Programs. Universitas Sumatera Utara.Junaidi,J; Hardiani,H. (2009). Dasar-dasar teori ekonomi kependudukan. Jakarta. Hamada PrimaJunaidi, J. (2015). Bentuk fungsional regresi linear (aplikasi model dengan Program SPSS). Jambi. Fakultas Ekonomi dan BisnisMarpaung, H.(2002). Pengantar pariwisata. Bandung :AlfabetaMulyani, R. (2006). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Pantai Carita Kabupaten Pandeglang. Bachelor?s Thesis. Fakultas Pertanian. IPBNovitri, Q., Junaidi, J., & Safri, M. S. M. (2014). Determinan penerimaan daerah dari sektor pariwisata di kabupaten/kota Provinsi Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 1(3), 149.Pendit.N S. (1994). Ilmu pariwisata sebuah pengantar. Perdana. Jakarta.Pitana, I Gde. 2005. Sosiologi pariwisata, kajian sosiologis terhadap struktur, sistem, dan dampak-dampak pariwisata. Yogyakarta: Andi OffsetSinclair, M. Theadan Mike Stabler. 1997. Economics of tourism. Routledge LondonSoekadijo, R.G, (2000), anatomi pariwisata: memahami pariwisata sebagai ?system lingage?, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.Smith, Valene., (1977). Hosts and guests: the anthropology of tourism, University of Pennsylvania Press, Philadelphia.Yoon, Y., Uysal, M. (2005).An examination of the effects of motivation and satisfaction on destination loyalty: a structural model. Tourism Management, 26(1), 45-56.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10.Tahun 2009. tentang Kepariwisataan.
STUDI TENTANG KEMISKINAN DI KABUPATEN BATANG HARI DAN KABUPATEN MUARO JAMBI Nasution, Deyra Qatrunnada; Yulmardi, Yulmardi; Hardiani, Hardiani
e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah Vol 7 No 2 (2018): e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.155 KB)

Abstract

The study aims to analyze: 1) the development of poverty levels, the poverty gap index and the poverty severity index in Batang Hari Regency and Muaro Jambi Regency; 2) differences in poverty levels, poverty gap index and poverty severity index between Batang Hari Regency and Muaro Jambi Regency. The data used are secondary data for the period 2002 - 2016, sourced from the Central Bureau of Statistics of Batang Hari Regency and Muaro Jambi Regency. Data were analyzed descriptively and used the Independent Sample T-test. The results of this study found that the average poverty rate in Batang Hari Regency during the period 2002 - 2016 was 13.37%, the poverty gap index was 1.87%, and the poverty severity index was 0.44%. In the same period, the average poverty rate in Muaro Jambi District was 6.51%, with the poverty gap index of 0.82%, and the poverty severity index of 0.17%. There were significant differences in poverty levels, the poverty gap index and the poverty severity index between Batang Hari District and Muaro Jambi District.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT FERTILITAS DI PERDESAAN (STUDI PADA DESA PELAYANGAN KECAMATAN MUARA TEMBESI KABUPATEN BATANGHARI) Sinaga, Lennaria; Hardiani, Hardiani; Prihanto, Purwaka Hari
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 12 No 1 (2017): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.386 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v12i1.3933

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect fertility in rural areas by taking the case of Pelayangan Village, Muara Tembesi District, Batanghari Regency. The study used a survey method with a sample of women of childbearing age in the study village. The analytical tool used is path analysis. The results of the analysis found that simultaneously women's education, family income and age at first marriage had a significant effect on fertility. Partially based on path analysis shows that a) The age of first marriage has a significant negative effect on fertility. The higher the age at first marriage, the lower the fertility rate; b) Women's education has a significant negative effect on fertility both directly and indirectly through the age of first marriage; c) Income does not have a significant effect on fertility either directly or indirectly through the age of first marriage.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PETANI PINANG DI DESA SUNGAI GEBAR BARAT KECAMATAN KUALA BETARA Arifullah, Ridho; Yulmardi, Yulmardi; Hardiani, Hardiani
e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah Vol 6 No 3 (2017): e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.933 KB)

Abstract

This study aims to analyze: 1) socio-economic conditions of areca nut farmers; 2) factors that influence the production of areca nut farmers. The data used is sourced from surveys on areca nut farmers in the Sungai Gebar Barat Village. Data were analyzed descriptively and used multiple regression models. The results of the study found: 1) The average age of areca farmers in the Sungai Gebar Barat Village was 42 years. The average number of areca nut farmer family members is 4 people. Education level is dominated by senior secondary education; 2) The average production of areca nut farmers in the Sungai Gebar Barat Village is 256.94 kg per month. Land area and labor have a significant positive effect on areca nut production, while production costs and prices have no significant effect
ANALISIS DERAJAT KEJENUHAN DAN BIAYA KEMACETAN PADA RUAS JALAN UTAMA DI KOTA JAMBI Hardiani, Hardiani
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2 No 4 (2015): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.663 KB)

Abstract

This study aimed to analyze: 1) The degree of saturation levels that occur on main roads in Jambi City; 2) Congestion costs borne by road users and the wider community as a result of the congestion that occurs on the main roads in Jambi City. The study was conducted with traffic counting method of survey and moving car observer method of survey. The study was conducted on Jalan Kapten A. Bakaruddin, Jambi City. To analyze the level of congestion, researcher used degree of saturation of roads equation. To calculate the cost of congestion, it was done by reducing the general cost of travel on the actual conditions with the conditions expected. Models of calculation use a method approach of LAPI ITB, MHS resulted from World Bank study in Indonesia and study approach of IHCM. The results from this research are: 1) the degree of saturation of traffic flow at peak activity is 0.89, which means "unstable flow, low speed and different, as well as volume approaches capacity?; 2) The occurrence of congestion on the roads has caused a charge of USD 638.82 per vehicle (SMP) per km of travel. Based on the number of vehicles passing through the toll road, the total additional costs due to the congestion is Rp 2,744,972.07 per an hour of congestion.
DINAMIKA PENDUDUK KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAMBI Hardiani, Hardiani
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.749 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penduduk pada kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang mencakup kondisi dan perkembangan kuantitas penduduk (jumlah, komposisi dan distribusinya) serta kualitas penduduk (pendidikan, kesehatan dan kemiskinan). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan memanfaatkan indikator-indikator kependudukan. Hasil penelitian menemukan: 1) Jumlah penduduk Provinsi Jambi relatif sedikit dengan tingkat kepadatan yang rendah tetapi dengan ketimpangan tinggi dari distribusi penduduk antar kabupaten/kota; 2) Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi; 3) Struktur umur penduduk di Provinsi Jambi sudah tidak tergolong lagi pada struktur umur muda, tetapi belum memenuhi kategori struktur umur tua; 4) Membandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia, kondisi pendidikan dan kesehatan penduduk Provinsi Jambi sudah relatif memadai; 5) Tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi ini relatif rendah dibandingkan secara nasional, dengan penurunan yang juga relatif lebih cepat. Kata kunci : Pendidikan, Kesehatan, Kemiskinan.     Abstract This study aims to analyze the dynamics of the population in the district / city in the province of Jambi which include the condition and development of the population quantity (amount, composition and distribution) as well as the quality of the population (education, health and poverty). Data were analyzed by descriptive quantitative and qualitative, using indicators of population. The results found: 1) The population of the province of Jambi relatively little with low density but with high inequality of the distribution of population among districts / cities; 2) Jambi Province is one of the areas in Indonesia with a relatively high population growth; 3) the age structure of the population in the province of Jambi is no longer belong to the young age structure, but do not meet the age structure of the old category; 4) Comparing with other provinces in Indonesia, education and health conditions of the population has been relatively adequate Jambi Province; 5) The level of poverty in the province of Jambi is relatively low compared nationally, with a decrease in the relatively faster.. Keywords: Education, Health, Poverty
ANALISIS DETERMINAN SOSIAL EKONOMI PERJALANAN WISATA PENDUDUK DALAM RANGKA PENGEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA DI PROVINSI JAMBI Amril, Amril; Yulmardi, Yulmardi; Hardiani, Hardiani
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Sains Sosio Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.863 KB) | DOI: 10.22437/jssh.v1i1.3719

Abstract

Provinsi Jambi adalah satu daerah di Indonesia dengan potensi kepariwisataan yang relatif beragam. Agar potensi kepariwisataan tersebut dapat berkembang menjadi industri pariwisata yang mampu mendukung pembangunan daerah, maka pemerintah daerah dan stakeholder kepariwisataan terkait perlu memahami berbagai aspek baik karakteristik wisatawan maupun faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan wisata dari masyarakat. Hal ini bertujuan agar dalam menyusun strategi kepariwisataannya dapat lebih efektif menarik wisatawan melakukan perjalanan ke objek-objek wisata di Provinsi Jambi. Untuk menganalisis karakteristik  perjalanan penduduk, dan karakteristik individu wisatawan dilakukan secara deskriptif melalui pengolahan “raw data” Susenas Provinsi Jambi Tahun 2015. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan wisata penduduk digunakan model regresi binary logistik. Hasil penelitian menemukan: 1). Secara umum, aktivitas perjalanan penduduk di Provinsi Jambi masih relatif rendah. Hanya 14,14 persen dari total penduduk yang pernah melakukan perjalanan dalam enam bulan terakhir dari saat pencacahan SUSENAS 2016; 2)  Selain rendahnya aktivitas perjalanan tersebut, aktivitas perjalanan untuk wisata juga masih relatif terbatas. Hanya 17,79 persen dari total penduduk yang melakukan perjalanan, yang maksud utamanya untuk berwisata; 3) Objek tujuan wisata penduduk Provinsi Jambi didominasi oleh objek wisata yang ada di Provinsi Jambi sendiri, selain objek wisata yang ada di provinsi-provinsi yang berdekatan yaitu Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Bengkulu; 4). Karakteristik perjalanan wisata penduduk di Provinsi Jambi adalah perjalanan wisata keluarga, sehingga dari karakteristiknya terlihat bahwa relatif dominannya anak-anak dan orang tua dalam melakukan perjalanan wisata. Sebaliknya, relatif sedikitnya penduduk pada usia puncak produksi (20 – 39 tahun) yang melakukan perjalanan wisata; 5) Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap perjalanan wisata penduduk di Provinsi Jambi adalah umur, pendidikan dan status dalam keluarga. Selain itu, terdapat perbedaan probabilita perjalanan penduduk untuk wisata antara kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
DAMPAK PERTUMBUHAN SEKTOR EKONOMI BASIS TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI JAMBI Imelia, Imelia; Hardiani, Hardiani
Jurnal Paradigma Ekonomika Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Paradigma Ekonomika
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.978 KB) | DOI: 10.22437/paradigma.v9i2.2208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor ekonomi basis dan menganalisis dampak pertumbuhan sektor ekonomi basis terhadap kemiskinan di Provinsi Jambi. Data yang digunakan adalah data periode waktu 2000-2010 yang mencakup data PDRB Provinsi Jambi, PDB Indonesia dan jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi. Untuk mengidentifikasi sektor ekonomi basis dengan menggunakan koefisien Location Quotient (LQ). Untuk mengetahui dampak pertumbuhan sektor ekonomi basis terhadap kemiskinan menggunakan model analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode waktu 2000-2010 dalam perekonomian Provinsi Jambi terdapat 5 (lima) sektor ekonomi basis, yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pengangkutan dan komunikasi. Selanjutnya berdasarkan pengujian hipotesis terhadap model regresi yang dibangun menunjukkan bahwa baik secara bersama-sama maupun secara parsial, pertumbuhan sektor ekonomi basis tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kemiskinan di Provinsi Jambi. Kata Kunci:        Kemiskinan; Location Quotient; Pertumbuhan Ekonomi; Sektor Basis
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI KECIL DI KABUPATEN MUARO JAMBI Mulyadi, Andi; Hardiani, Hardiani; Umiyati, Etik
e-Jurnal Perdagangan Industri dan Moneter Vol 6 No 1 (2018): e-Jurnal Perdagangan, Industri dan Moneter
Publisher : e-Jurnal Perdagangan Industri dan Moneter

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.606 KB)

Abstract

This study aims to analyze the factors that affect the employment opportunities of the small industrial sector in Muaro Jambi regency. The data used are time series data for the period 2003 - 2016. The analysis was done by descriptive and using multiple linear regression. The results of the study found that: 1) the average of employment growth of small industry in Muaro Jambi Regency is 0.46% per year, the growth of small industry business unit is 8.77% per year, the growth of small industry investment is 3.55% Jambi Province minimum wage of 13.49%; 2) Simultaneously, business units, investments and wages have a significant effect on the employment opportunities of small industries in Muaro Jambi Regency. Nevertheless, partially only investments have a significant effect while the number of business units and wages has no significant effect on the employment opportunities of small industries in Muaro Jambi Regency. Keyword : business unit, investment, labor, wages. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektor industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Data yang digunakan adalah data sekunder deret waktu selama periode Tahun 2003 ? 2016. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan regresi linier berganda.  Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) rata-rata perkembangan penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi adalah 0,46 % pertahun, perkembangan unit usaha industri kecil sebesar 8,77 % pertahun,  perkembangan investasi industri kecil sebesar 3,55 % pertahun dan rata-rata perkembangan upah minimum Provinsi Jambi sebesar 13,49%; 2) secara bersama-sama, unit usaha, investasi dan upah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Meskipun demikian, secara parsial hanya investasi yang berpengaruh signifikan sedangkan jumlah unit usaha dan upah tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja industri kecil di Kabupaten Muaro Jambi. Kata kunci : unit usaha, investasi, tenaga kerja, upah