p-Index From 2015 - 2020
8.812
P-Index
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Journal of Oceanography

KAJIAN GENANGAN BANJIR PASANG DI KECAMATAN PEKALONGAN UTARA, KOTA PEKALONGAN Febriani, Diana Nur; Helmi, Muhammad; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.509 KB)

Abstract

Kecamatan Pekalongan Utara merupakan salah satu Kecamatan di Kota Pekalongan yang memiliki karakteristik wilayah pesisir. Wilayah pesisir Kecamatan Pekalongan Utara memiliki nilai elevasi tanah yang rendah yaitu < 1 meter. Hal ini menyebabkan wilayah tersebut tergenang banjir pasang. Banjir pasang yang terjadi di wilayah tersebut merupakan kejadian dengan intensitas yang sering dan mengakibatkan infrastruktur dan pemukiman mengalami kerusakan sehingga menyebabkan kerugian cukup besar. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya mitigasi untuk mengurangi besarnya kerusakan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai elevasi pasang surut serta mengetahui luas genangan banjir pasang, sehingga dapat bermanfaat untuk mitigasi mengenai banjir pasang di pesisir Pekalongan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Selain itu, dilakukan juga pendekatan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk membuat model genangan banjir pasang dalam bentuk peta menggunakan Software ArcGIS 10.3. Data yang digunakan untuk membuat model genangan banjir pasang adalah data pasang surut, data survei lokasi batasgenangan terjauh, titik tinggi dan DEM, serta Peta Penggunaan Lahan Kota Pekalongan tahun 2014. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa tipe pasang surut di perairan pesisir Pekalongan adalah pasang surut campuran condong harian tunggal dengan nilai LLWL sebesar 1,27 m; MSL 1,72m; HHWL 2,11 m.. Total luas penggunaan lahan yang terkena dampak genangan banjir pasang sebesar 1.019,45 ha Ha. Penggunaan lahan yang tergenang mencakup tambak 585,42 Ha; lahan terbuka 109,94 Ha; permukiman 217,93 Ha; sawah 38,32 Ha dan rawa 68,12 Ha.
ANALISA LAJU SEDIMENTASI DI MUARA SUNGAI KARANGSONG, KABUPATEN INDRAMAYU Adrianto, Bayu; Hariyadi, Hariyadi; Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2679.374 KB)

Abstract

Sungai Karangsong terletak di Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sungai Karangsong pada mulanya merupakan anak sungai Cimanuk. Tetapi sejak pembangunan bendungan Waledan pada tahun 2011, sungai Karangsong merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terpisah dari sungai Cimanuk. Dalam 1 minggu bisa terjadi 1-2 kali pengerukan sedimen di alur sungai dan muara sungai Karangsong karena terjadinya pendangkalan. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi di sungai dan perairan sekitar muara sungai Karangsong, maka perlu dilakukan analisa untuk mengetahui nilai laju sedimentasi dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan data utama dan data pendukung. Data utama, meliputi contoh sedimen dan data arus. Sedangkan untuk data pendukung, meliputi data pasang surut dan peta Rupa Bumi Indonesia Kota Indramayu. Pengambilan contoh sedimen dilakukan selama 15 hari menggunakan alat sediment trap dengan interval waktu pengambilan contoh sedimen selama 3 hari 1 kali pengambilan. Penempatan sediment trap dilakukan di 7 lokasi, yaitu  1 sediment trap di alur sungai, 1 sediment trap di muara sungai dan 5 sediment trap di perairan sekitar muara sungai Karangsong. Pengukuran data arus dilakukan selama 25 jam dengan interval waktu pengambilan data adalah 1 jam. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat diketahui nilai laju sedimentasi yang terdapat di setiap lokasi penelitian. Lokasi 1 di alur sungai nilai laju sedimentasinya yaitu 108,8 g/m²/hari. Lokasi 2 di muara sungai nilai laju sedimentasinya yaitu 101,3 g/m²/hari. Lokasi 3-7 di perairan sekitar muara sungai nilai laju sedimentasinya bervariasi tetapi tidak lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi 1 dan 2. Nilai kecepatan arus maksimum di perairan Karangsong adalah 0,08849 m/s, nilai kecepatan arus minimum adalah 0,03731 m/s, sehingga diperoleh nilai rata-rata kecepetan arusnya adalah 0,0629 m/s.
PENGARUH GELOMBANG TERHADAP SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN TANJUNG KALIAN KABUPATEN BANGKA BARAT Azizi, Muhammad Iqbal; Hariyadi, Hariyadi; Atmodjo, Warsito
Journal of Oceanography Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.763 KB)

Abstract

Perairan Tanjung Kalian Terletak di Desa Mentokasin, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Salah satu permasalahan utama yang terjadi pada wilayah perairan di Kepulauan Bangka Belitung adalah erosi, diantaranya Kabupaten Bangka Barat. Erosi dipengaruhi oleh faktor gelombang. Gelombang yang datang menuju pantai akan menimbulkan arus sejajar pantai dan angkutan sedimen sepanjang pantai. Sehubungan dengan kondisi yang terjadi di Perairan Tanjung Kalian maka perlu dilakukan analisa untuk mengetahui nilai faktor gelombang yang mempengaruhinya, selain itu peneliti juga ingin mengetahui pengaruh gelombang terhadap sebaran sedimen pada perairan yang diteliti.Penelitian ini menggunakan data utama dan data pendukung. Data utama, meliputi contoh sedimen dan data gelombang. Sedangkan untuk data pendukung, meliputi data angin, data pasang surut, peta Rupa Bumi Indonesia Kabupaten Bangka Barat dan peta Lingkungan Perairan Indonesia. Pengambilan contoh sedimen dilakukan dengan menggunakan alat sediment grab. Pengambilan contoh sedimendilakukan di 20 lokasi yang mewakili lokasi perairan. Pengukuran data gelombang dilakukan selama 3 jam setiap hari yang dilakukan selama 3 hari dengan interval waktu pengambilan data adalah 45 detik.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat diketahui sebaran sedimen di Perairan Tanjung Kalian terdiri dari 3 jenis, yaitu pasir lanauan, lanau pasir lempungan dan lanau lempungan.  Nilai kecepatan arus sepanjang pantai berkisar antara 0,25 m/detik sampai dengan 0,67 m/detik, dengan nilai kecepatan arus sepanjang pantai terbesar terjadi pada musim barat dan nilai kecepatan arus sepanjang pantai terkecil terjadi pada musim timur yang menyebabkan terjadinya angkutan sedimen sepanjang pantai dengan nilai yang berkisar antara 6688,70 (m3/tahun) hingga 27310,73 (m3/tahun).
PEMETAAN BATIMETRI SEBAGAI PERTIMBANGAN PENENTUAN ALUR PELAYARAN DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA F. Napitupulu, Rima Melina; Sugianto, Denny Nugroho; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Panjang merupakan pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Pulau Panjang menjadi salah satu kawasan pariwisata bahari karena memiliki ekosistem terumbu karang, padang lamun dan rumput laut. Kondisi Perairan Pulau Panjang yang dangkal, memerlukan data kedalaman perairan sebagai referensi alur pelayaran menuju Pulau Panjang agar tidak karam saat mengenai terumbu karang. Data kedalaman di dapatkan melalui penelitian batimetri dan pasang surut yang kemudian akan dianalisis untuk menghasilkan peta batimetri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui batimetri di Perairan Pulau Panjang, Jepara untuk pertimbangan penetapan alur pelayaran. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-11 Juni 2014. Kegiatan pemeruman dengan singlebeam echosounder dan tongkat ukur dilaksanakan di Pulau Panjang dan pengukuran pasang surut di LPWP Jepara. Materi yang dijadikan objek studi dalam penelitian ini meliputi batimetri dan pasang surut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Surfer 12, ArcGIS 10, dan Global Mapper 13. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara 0,13 m ? 11,82 m. Peta batimetri memperlihatkan daerah yang lebih curam karena jarak kontur yang rapat pada sisi sebelah selatan sampai barat dan di sebelah timur jarak kontur semakin jarang sehingga terlihat daerah yang landai. Kondisi tersebut sesuai dengan hasil perhitungan kelerengan dasar laut yang menunjukkan bahwa morfologi perairan termasuk dalam kategori landai dengan nilai 2,24%-3,22% Tipe pasang surut di perairan ini adalah condong harian tunggal dengan nilai Formzahl 1,9175. Alur pelayaran disarankan menggunakan sisi dermaga yang berbeda saat kondisi angin dari timur dan dari barat.
STUDI BATIMETRI DAN MORFOLOGI DASAR LAUT DI PERAIRAN PULAU LIRANG, KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Yuniastuti, Florentina Chandra; Satriadi, Alfi; Hariyadi, Hariyadi; Priyono, Bayu
Journal of Oceanography Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.273 KB)

Abstract

Pulau Lirang sebagai pulau kecil terluar termasuk dalam Kabupaten Maluku Barat Daya, perlu mendapatkan perhatian lebih, karena kawasan lautnya merupakan batas terluar Negara Indonesia. Survei batimetri dilakukan untuk membuat peta kedalaman laut dalam skala yang lebih besar. Berdasarkan informasi mengenai kedalaman laut (batimetri) dan dapat dilakukan analisis morfologi dasar laut yang dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontur batimetri dan morfologi dasar laut di perairan Pulau Lirang Kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian ini dilakukan pada tanggal tanggal 16-30 April 2016 di perairan Pulau Lirang, Kabupaten Maluku Barat Daya. Data yang digunakan adalah data pemeruman dengan Echosounder Singlebeam, data pasang surut, dan Peta Laut Digital Indonesia No.378 Edisi 2008 Publikasi DISHIDROS. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.2 dan Surfer 11 untuk menghasilkan kontur batimetri.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kedalaman perairan lokasi penelitian berkisar antara -0.272 m hingga -315.2 m. Peta kontur kedalaman menghasilkan nilai garis kontur terdalam -290 meter. Memiliki morfologi dasar laut continental shelf (paparan benua) dan continental slope (lereng benua). Berdasarkan hasil perhitungan kelerengan dasar laut, bagian barat perairan Pulau Lirang termasuk dalam kategori kelerengan datar dengan nilai kelerengan 1.1% - 1.7%, landai dengan nilai kelerengan 2.7%, bergelombang dengan nilai 8.5% - 9.7% dan agak curam 26.8%. Sedangkan pada bagian timur perairan Pulau Lirang termasuk dalam kategori kelerengan datar 0.8% - 1.2%, landai dengan nilai kelerengan 4.5%, bergelombang dengan nilai kelerengan 8%  dan agak curam 22.9%.
PENGARUH ARUS TERHADAP SEBARAN MATERIAL PADATAN TERSUSPENSI DI PERAIRAN BENTENG PORTUGIS, KABUPATEN JEPARA Perwira, Thomas Agung; Rochaddi, Baskoro; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.463 KB)

Abstract

 Belum adanya penelitian tentang sebaran sedimen tersuspensi membuat kurangnya informasi bagi pengelola serta wisatawan dalam aspek keselamatan pengunjung yang hendak berwisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus laut terhadap sebaran MPT di perairan Benteng Portugis, Kabupaten Jepara. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu survey lapangan dan tahap pemodelan numerik dengan software Seasurface Modeling System (SMS) sub model ADCIRC untuk pola arus.  Tahap pemodelan numerik dengan modul ADCIRC dengan inputan bathimetri yang didapat dari Peta LPI Gedong, data pasang surut.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan penentuan lokasi dengan purposive sample. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi di perairan Benteng Portugis saat pasang pada kedalaman 0,2d   berkisar antara antara 0,1 mg/l -0,3 mg/l, pada kedalaman 0,6d berkisar antara 0,1 mg/l -0,3 mg/l, dan pada kedalaman 0,8d berkisar antara 0,1 mg/l -0,4 mg/l. Pada saat surut  pada kedalaman 0,2d berkisar antara 0,1 mg/l -0,3 mg/l, pada kedalaman 0,6d berkisar antara 0,1 mg/l -0,5 mg/l, dan pada kedalaman 0,8d berkisar antara 0,1 mg/l -0,4 mg/l. ont-fa?_:T85??Roman";mso-bidi-theme-font:minor-bidi'> memiliki tipe pasang surut condong harian tunggal (F=2,45), dimana nilai MSL 71,4 cm, HHWL 129,1 cm, LLWL 13,8 cm, MLWL 38,8 cm, dan MHWL 67 cm. Nilai kedalaman untuk alur dihitung dengan menggunakan LLWL sebagai titik acuan,dengan kedalaman perairan aman di depan dermaga yang dibutuhkan adalah 1,5 m untuk melayani draftkapal perikanan terbesar, dan harus memutar melewati Pulau Sambangan dan Pulau Seruni dan melalui daerah timur Pulau Genting untuk memasuki dermaga Pulau Genting.Kedalaman dangkal pada daerah sekitar pantai disebabkan adanya gugusan/benting karang di sekitar pulau tersebut. 
POLA SEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI BERDASARKAN MODEL POLA ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Sinaga, Afrianto Tua; Satriadi, Alfi; Hariyadi, Hariyadi; Novico, Franto
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.1 KB)

Abstract

ABSTRAKTeluk Balikpapan memiliki muara-muara sungai besar maupun kecil, di antaranya seperti Sungai Sumber, Sungai Wain, Sungai Semoi, Sungai Sepaku, Sungai Somber, Sungai Kariangau dan Sungai Riko. DAS (Daerah Aliran Sungai) Teluk Balikpapan memiliki peranan yang cukup penting dan strategis, diantaranya sebagai penyangga kesinambungan fungsi teluk tersebut sebagai pelabuhan laut Balikpapan dan sumber penghasilan masyarakat di sekitarnya serta kehidupan ekosistem perairan kawasan teluk.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi berdasarkan model pola arus pasang surut di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur dengan menggunakan pendekatan model Mike 21. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 10 November 2011 ? 24 November  2011. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif. Model yang digunakan merupakan model hidrodinamika dengan data batimetri dan data pasang surut sebagai penggerak utama dan data sekunder yaitu konsentrasi sedimen tersuspensi yang konstan sebagai nilai masukan dalam pengolahan model.Nilai maksimum konsentrasi sedimen tersuspensi terjadi pada saat pasang purnama yaitu di Sungai Wain Besar  berkisar antara 0,032 kg/m3 ? 0,04 kg/m3 dengan kecepatan arus pasut 0,1 m/s ? 0,12 m/s. Nilai minimum terjadi pada saat surut perbani di sekitar Sungai Sumber dengan nilai berkisar 0 ? 0,08 kg/m3dengan kecepatan arus pasut 0,02 m/s ? 0,04 m/s. Nilai korelasi antara data pasang surut pengamatan dengan nilai elevasi muka air hasil model Mike 21 mencapai 93,74 %.
ANALISA POLA SEBARANSEDIMEN TERSUSPENSI PADA SAAT PASANG MENUJU SURUT DI PERAIRAN TASIK AGUNG, REMBANG Saputra, Teo Andri; Hariyadi, Hariyadi; Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Tasik Agung berhubungan langsung dengan muara Sungai Karanggeneng. Aktifitas kapal nelayan yang tinggi,buangan material padatan tersuspensi yang berasal dari sungai, serta aktifitas hidro-oseanografi berpotensi dalam proses pendangkalan pada muara sungai.        Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai konsentrasi sedimen tersuspensi pada tiga kedalaman yaitu 0.2 d (depth), 0.6 d, dan 0.8 d serta pola sebaran sedimen tersuspensi tersebut.Materi yang di gunakan adalah data primer yang meliputi percontoh sedimen tersuspensi dan data arus serta data sekunder yang meliputi data peramalan pasang surut dan peta LPI Kabupaten Rembang. Metodeyang digunakan adalah deskriptif eksploratif, sedangkan untuk pengambilan data menggunakan sample purposive method.Pengolahan data dan pola sebaran arus dapat diketahui dengan menggunakan software SMS 8.0 dan 8.1 modul ADCIRC, sedangkan untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi dapat menggunakan software ArcGIS 10.            Hasil penelitian ini diketahui bahwa nilai konsentrasi sedimen tersuspensi di perairanTasik Agung berkisar antara 0.05 g/L ? 0.4 g/L dengan nilai konsentrasi terendah berada pada kedalaman 0.8 d dan nilai konsentrasi tertinggi berada pada kedalaman 0.6 d. Hasildaripengolahan data arus menunjukan bahwa arus dominan pada saat pasang menuju surut akan bergerak ke arah barat laut, sehingga pola sebaran sedimen tersuspensi mengikuti pola arus tersebut.
TRANSPOR SEDIMEN DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG nursusty, febiyan; Atmodjo, Warsito; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak               Teluk Lampung merupakan perairan yang memiliki peranan besar bagi masyarakat Provinsi Lampung. Perairan ini merupakan perairan dengan lalu lintas pelayaran yang sibuk karena dilalui oleh kapal-kapal besar, seperti kapal penumpang, kapal tanker dan kapal yang mengangkut batu bara dari pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Selain itu terdapat beberapa sungai yang bermuara di Teluk Lampung, antara lain Sungai Simpangkanan, Sungai Ratai dan Sungai Pedada sehingga menyebabkan kondisi perairan sekitarnya menjadi keruh dan berlumpur. Oleh karena itu penelitian mengenai transpor sedimen diharapkan menjadi salah satu pendukung informasi hidro-oseanografi di daerah Teluk Lampung.                   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi hidrodinamika, terutama pola sebaran sedimen di perairan Teluk Lampung, dengan pendekatan pemodelan oseanografi dengan menggunakan perangkat lunak Mike 21 Hydrodynamic Mud Transport. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 21 April 2011. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yang merupakan metode ilmiah, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Data lapangan yang diukur adalah data pasang surut, data arus laut, data bathimetri, sedimen dan angin.Dari hasil pengukuran diperoleh nilai Tinggi Muka Air Rata-rata (Mean Sea Level) sebesar 175 cm, Tinggi Muka Air Tinggi Tertinggi (High Highest Water Level) 219 cm, dan Tinggi Muka Air Rendah Terendah (Low Lowest Water Level) 131 cm. Dari data pasang surut diperoleh juga bilangan Formzahl sebesar 0,473 yang menunjukkan bahwa pasang surut di perairan daerah penelitian bertipe campuran condong ganda. Simulasi model Hidrodinamika 2D menghasilkan pola arus yang dirata-ratakan terhadap kedalaman  pada daerah model.  Pada daerah model, kecepatan arus yang terbentuk hingga 1,35 m/detik pada kondisi pasang bulan purnama dan 0,05 m/detik pada kondisi surut bulan mati. Hasil verifikasi data lapangan dengan hasil pemodelan kesesuaiannya sebesar 91%.  
SEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BENGAWAN SOLO, GRESIK, JAWA TIMUR Banjarnahor, Betty; Atmodjo, Warsito; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 4 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muara Sungai Bengawan Solo berpotensi mengalami pendangkalan akibat terendapnya sedimen tersuspensi dalam kurun waktu tertentu.Pendangkalan dapat merubah garis pantai dan mengganggu aktivitas pelayaran.Daerah yang mengalami pendangkalan dapat diidentifikasi dengan konsentrasi dan arah sebaran sedimen tersuspensi, khususnya yang dipengaruhi oleh pasang surut laut dan debit sungai.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran sedimen tersuspensi dan arah dominansi sebaran sedimen tersuspensi khususnya pada musim peralihan II bulan Oktober tahun 2015.Materi penelitian terbagi menjadi dua yaitu materi utama dan pendukung.Materi utama berupa percontoh air laut, arus laut dan pasang surut.Materi pendukung berupa peta dasar RBI dan LPI serta kondisi lingkungan lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survey, sedangkan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling dengan area sampling dan disproportionated stratified random sampling untuk penentuan lokasi stasiun pengambilan percontoh air laut sebanyak 20 stasiun. Analisa percontoh air laut menggunakan metode gravimetric sedangkan arah pergerakan arus laut dimodelkan menggunakansoftware MIKE 21.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata sedimen tersuspensi pada saat surut menuju pasang di kedalaman 0,2 d sebesar 156 mg/L, kedalaman 0,6 d sebesar 223 mg/L dan kedalaman 0,8 d sebesar 261 mg/L. Konsentrasi rata-rata sedimen tersuspensi pada saat pasang menuju surut di kedalaman 0,2 d sebesar 164 mg/L, kedalaman 0,6 d sebesar 212 mg/L dan kedalaman 0,8 d sebesar 252 mg/L.Debit sesaat Sungai Bengawan Solo stasiun 1 sebesar 0,265 mg/L (anak sungai 1), stasiun 2 sebesar 0,280 mg/L (anak sungai 2) dan stasiun 3 sebesar 0,441 mg/L (percabangan sungai). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebaran sedimen tersuspensi dipengaruhi oleh pergerakan arus pasang surut dan debit sungai sedangkan konsentrasi sedimen tersuspensi sebagian besar bersumber dari daratan. Sedimen tersuspensi tertinggi terletak pada lokasi pengambilan data yang berada di depan daratan pasang surut dan semakin berkurang kearah laut.    
Co-Authors Ade Wachjar Adi Santoso Adrianto, Bayu Afrianto Tua Sinaga Agus Eko Minarno Ahmad Rofiq Hakim Akhmad Arif Amin, Akhmad Arif Al Ashadi Alimin, Al Ashadi Alfi Satriadi Alfian, Anggra Ali Junaedi Amelia Yusnita Amin, A. A. Aminuddin Aminuddin Ananda, Putri Andika Nugraha Pradana Anggraeni Anggraeni Arifandy, M. Imam Arifin Muhtar, Arifin Aris Ismanto Aris Winaya Arman, Ringgo Azis Rifai Aziz Rifai Azizi, Muhammad Iqbal Baharuddin, Nalfaridas Baharuddin, Nalfaridas Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Banjarnahor, Betty Baskoro Rochaddi Bayu Priyono, Bayu Beny Maulana Satria, Beny Maulana Boky Jeanne Tuasikal Budi Santosa Catur Herison Cintya Oktaviana, Cintya Dalhar Shodiq, Dalhar Denny Nugroho Sugianto Devi Yasmin, Devi Dewi Agustina DJUMALI DJUMALI, DJUMALI Durotun Nafisah Dwinawaty, Aziza Maulida Eka Intan Kumala Putri Eti Ramaniyar, Eti Fahmi, M. R. Falatehan, A Roby febiyan nursusty Febriani, Diana Nur Febriano, Muhammad Riza Fenni Supriadi, Fenni Franto Novico Hakim, Riza Rahman Hany Handajani Harimurti, Danang Hendri Restuadhi, Hendri Heryoso Setiyono Hudaedi, Dedi I Gede Supawan Ibnu Pratikto Ilyas Marzuki Indrabayu, Arief Irfan Lazuardi Ismi, Yuliani Jarot Marwoto Jarot Santoso Jauhar Fajrin, Jauhar Kamil, Mahyessie Kholista, Marry Ann Kokoh Dwiyan Kristanto, Dedy Kristanto, Dedy Lahir, Muhammad Lapanjang, Iskandar M. Laurensius Arliman S, Laurensius Mahulette, Asri Subkhan Mahulette, Asri Subkhan Mansyur, Abu Abbas Marchelina, Nadella Maria Yosephine Simbolon, Maria Yosephine Maulidiya, Nurfitri Maya Eria Br Sinurat, Maya Eria Br Maya Melati MOHAMMAD CHOLID, MOHAMMAD Muhammad Helmi muharam, Iqbal Mujahid Mujahid, Mujahid MUJIYANTO MUJIYANTO Mulyati, Dewi Mulyati Mutakhir, Arizal Mutakhir, Arizal Noor, E Noval, Mochammad Nurfa Khoirunnisa Nurhuda, Moh. Permatasari, Melly Agustina Petrus Subardjo Pratama, Mohammad Rofit Anggi Rahmad Santosa Raisha Media Umami Renaldi Bahri Tambunan Retno Hartati Rima Melina F. Napitupulu Rini Agustina Ristika Handarini Rizky Amalia Safrihady, Safrihady Saharuddin Saharuddin Saptiana Sulastri, Saptiana Siddhi Saputro Simbolon, Aprisianus Julkarman SISWANTO SISWANTO Slamet Susanto Soeryo Adiwibowo Sri Mulatsih Sri Wilarso Srie Mustika Rahayu, Srie Mustika SUDIRMAN YAHYA Sugeng Widada sunito, Setyawan Suroyo Junior, Raden Sonny Suroyo Junior, Raden Sonny Sutarjo, Ganjar Adhywirawan Suwito, Edi Syaiful Anwar Teo Andri Saputra Thomas Agung Perwira Tri Retno Dyah Larasati, Tri Retno Dyah Uli, Indriyana Warsito Atmodjo Wibowo Wibowo Yeni Sulastri Yovita Yovita Yulihandoko, Eko Yulistanto, Prasetyo Budi Yulius Deddy Hermawan Yuniastuti, Florentina Chandra Zainal Abidin Zainuri Zainuri, Zainuri