Tri Retno Hariyati
Politeknik Negeri Ambon Jl Veteran 65145 Malang/ Telp. 081316408371

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

TEORI PENGAKUAN DAN PENGUKURAN AKUNTANSI SYARIAH VERSUS AKUNTANSI UMUM Hariyati, Tri Retno
EL MUHASABA: Jurnal Akuntansi (e-Journal) Vol 2, No 1: Januari 2011
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.502 KB) | DOI: 10.18860/em.v2i1.2359

Abstract

yariah accounting and general accounting has its own characteristic in applying the accounting recognition and measurement. Accounting for the recognition and measurement of sharia grouped by type and each of its accounting treatment according to the contract/ agreement, for general accounting apply in general, in accordance with generally accepted accounting standards.General accounting have the same items with the accounting recognition of sharia in the accounting, as for the item that is a burden, obligation, asset, income, where different treatment. To sharia adjusted to the type of accounting (Murabaha, Salam accounting, accounting Istishna, Mudharabah accounting, accounting Musharaka, Ijarah accounting, and accounting transactions of insurance).For general accounting measurement that is based on the size of clear historical cost, current cost, realizable value, present value is valid for financial accounting. Meanwhile, Islamic accounting treatment of transactions adjusted akadnya and types of accounting, and applies exclusively Islamic institutions.
Analisis Break Even Point Dalam Kaitan Dengan Pendapatan Spead Boad Kota Jawa Kotala, Rohma; Hariyati, Tri Retno; Sadubun, Vury L.A.
JURNAL MANEKSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.472 KB) | DOI: 10.31959/jm.v4i1.167

Abstract

           Speadboad businesses that serve sea transport path Mardika Java-City is one source of income for people living in the area were used to serve the communityin order to support their daily activities. Planning on profits from these efforts need to be done as well as possible so that employers speadboad not experience losses due to operational costs are quite high.             The analysis is using the break even point analysis that aimed to quantify the level of production that proceeds equal to the sum of all variable costs and fixed costs.            The result showed that the rste of break even point wiil occur at speadboad entrepreneurs who use premium in the amount of 454 people with a minimum income level of US$1.634 million, then at speadboad which uses kerosene in the amount of 488 people with a minimum income level of US $ 1.7367 million.
Analisis Kinerja Keuangan Pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Cabang Masohi Putranubun, Eko Saputra; Patty, Junus Paulus; Hariyati, Tri Retno
JURNAL MANEKSI Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.685 KB) | DOI: 10.31959/jm.v4i1.168

Abstract

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, tingkat perputaran piutang dari tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2012 tingkat perputaran piutang adalah sebesar 2 kali perputaran, sedangkan pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 3 kali perputaran atau selisih kenaikan sebesar 1 kali perputaran. Sedangkan dalam tahun 2014 tingkat perputaran sama dengan tahun 2013 yaitu 3 kali perputaran. Untuk tingkat perputaran aset tetap dari tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2012 tingkat perputaran aset tetap terhadap penjualan adalah sebesar 0,45 kali perputaran, sedangkan pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 0,52 kali perputaran atau selisih kenaikan sebesar 0,07 kali perputaran.Sedangkan dalam tahun 2014 tingkat perputaran aset tetap mengalami kenaikan sebesar 0,61 kali perputaran atau naik sebesar 0,09 kali perputaran dari tahun 2013. Sementara untuk tingkat perputaran aset dari tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2012 tingkat perputaran aset terhadap penjualan adalah sebesar 0,28 kali perputaran, sedangkan pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 0,33 kali perputaran atau selisih kenaikan sebesar 0,05 kali perputaran. Sedangkan dalam tahun 2014 tingkat perputaran aset mengalami kenaikan sebesar 0,36 kali perputaran atau naik sebesar 0,03 kali perputaran dari tahun 2013.
Tinjauan Terhadap Penatausahaan Perpajakan Pada Bendaharawan Kantor Gubernur Provinsi Maluku Solemede, Nengsi; Hariyati, Tri Retno; Aponno, Chrestiana
JURNAL MANEKSI Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.924 KB) | DOI: 10.31959/jm.v4i2.158

Abstract

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bidang perpajakan, pajak yang melakukan pemotongan danpemungutan pajak atas pengeluaran yang berasal dari APBN/APBD. Kewajiban bendaharawan pemerintahsehubungan dengan Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai antara lain adalah memotong danpemungutan Pajak Penghasilan Pasal 21, Pajak Penghasilan Pasal 22, Pajak Penghasilan Pasal 23, PasalPenghasilan Pasal 24 ayat (2), dan Pajak Pertambahan Nilai. Yang menjadi masalahnya yaitu bagaimana tinjauanpenatausahaan perpajakan pada Bendaharawan kantor Gubernur Provinsi Maluku. Tujuan dalam penulisan iniadalah untuk mengetahui bagaimana tinjauan penatausahaan perpajakan pada bendaharawan kantor GubernurProvinsi Maluku. Dalam Bidang Biro Pengembangan Ekonomi dan Investasi dalam PPh 21 pada umumnya uangbelanja dalam perjalanan dinas tidak dipotong pajak, sedangkan untuk makan minum, ATK, bayar honor itudipotong pajak oleh bendaharawan.Dengan adanya peraturan yang sudah di tetapkan maka dapat mewujudkan kelancaran sistempemotongan pajak, penyetoran dan pelaporan pajak sesuai dengan batas waktu yang suda ditentukan sehinggatidak ada yang terlambat dalam melakukan penyetoran dan pelaporan pajak sehingga tidak dikenakan denda.
Workshop Izin Badan Pom Dan Pemasaran Produk Sagu Tumbu Pada Kelompok Industri Rumahan Di Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Asrida, Wa; Hariyanti, Dwi; Hariyati, Tri Retno
JAMAK Vol 1, No 1 (2018): Desember 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jpmj.v1i1.283

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Workshop Izin Badan POM dan Pemasaran Produk Sagu Tumbu pada Kelompok Industri Rumahan di Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah” adalah kegiatan pengabdian yang bertujuan memberikan pemahaman kepada produsen sagu tumbu mengenai cara pengurusan izin produk di badan POM, dan memberikan pemahaman kepada produsen sagu tumbu mengenai pemasaran produk sagu tumbu. Metode yang digunakan adalah dalam bentuk workshop. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra dapat merealisasikan apa yang telah diperoleh pada saat kegiatan workshop, sehingga produk sagu tumbu yang dihasilkan oleh kelompok usaha di desa Liang memiliki mutu/kualitas produk yang lebih baik dari segi kemanan produk. Selain itu jangkauan pemasaran akan lebih luas yakni bisa dipasarkan di swalayan-swalayan dan toko-toko/pusat oleh-oleh khas Ambon yang sering dikunjungi oleh masyarakat kota Ambon, wisatawan lokal, nasional maupun internasional.
PENGURUSAN IZIN PANGAN INDUTRI RUMAH TANGGA (PIRT) PRODUK SAGU TUMBU PADA KELOMPOK USAHA SAGU TUMBU DI DESA LIANG KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH Musaid, Sri Astuti; Hariyanti, Dwi; Asrida, Wa; Hariyati, Tri Retno
JAMAK Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.798 KB) | DOI: 10.31959/jpmj.v1i2.246

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pengurusan Izin Pangan Indutri Rumah Tangga (PIRT) Produk Sagu Tumbu Pada Kelompok Usaha Sagu Tumbu  Di  Desa  Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah“ adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang difokuskan untuk mendampingi mitra mengurus izin PIRT pada Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah.  Dengan mendapatkan nomor izin PIRT, akan  membuat produk sagu tumbu semakin dapat dipercaya oleh konsumen dan pada akhirnya akan meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan. Selain itu, produk sagu tumbu yang dihasilkan oleh kelompok usaha di desa Liang memiliki mutu/kualitas produk sagu tumbu yang lebih baik dan terjamin dari segi kesehatan, dan akan membuat konsumen tidak ragu mengkonsumsi sagu tumbu dari desa Liang. Dengan demikian tentunya akan berimbas kepada peningkatan pendapatan kelompok usaha sagu tumbu di desa Liang.
PELATIHAN SERTIFIKASI HALAL PRODUK DAN PENGELOLAAN KEUANGAN USAHA BAGI KELOMPOK USAHA SAGU TUMBU DI DESA LIANG KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH Asrida, Wa; Hariyanti, Dwi; Musaid, Sri Astuti; Hariyati, Tri Retno
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT JAMAK Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.601 KB) | DOI: 10.31959/jpmj.v3i1.484

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada kelompok usaha Ama Riang di Desa Liang Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk : 1) Memberikan pemahaman kepada kelompok usaha sagu tumbu mengenai cara pengurusan sertifikasi halal produk, sekaligus mendampingi mitra dalam pengurusan sertifikasi halal produk. 2) Memberikan pemahaman kepada kelompok usaha sagu tumbu mengenai pengelolaan keuangan usaha. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan oleh tim pengabdi untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah metode pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah 1) Mitra mendapatkan sertifikat halal produk sagu tambu dari LPPOM MUI Provinsi Maluku yang dapat dicantumkan pada kemasan produk, agar produk sagu tumbu mendapatkan kepercayaan dari konsumen dan tentunya  konsumen tidak akan ragu lagi untuk membeli dan mengkonsumsinya. 2) Mitra mampu mengelola keuangan usahanya dengan baik sehingga mampu mempertahankan eksistensi dan keberlangsungan usahanya. Beberapa hal yang harus dilakukan oleh kelompok usaha Ama Riang dalam pengelolaan keuangan usaha adalah memisahkan uang milik pribadi dan uang usaha, membuat perencanaan pembelanjaan uang, membuat buku catatan keuangan, menghitung biaya produksi dengan tepat, menghitung keuntungan dengan benar dan menyisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha.