Articles

Analisis Intensitas Citra Tetesan Air dengan Metode Laser Speckle Imaging Basri, Feri Helmi; Harmadi, Harmadi; Marzuki, Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.4.311-317.2017

Abstract

Analisis nilai intensitas citra tetesan air dengan metode Laser Speckle Imaging telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan sistem perancangan forward-scattering. Sistem terdiri dari tiga unit yaitu transmitter sebagai sumber cahaya menggunakan laser He?Ne, receiver sebagai detektor menggunakan CCD (Charge Couple Device), dan penampil menggunakan PC. Transmitter dan receiver diposisikan sejajar dengan jarak yang telah diatur agar berkas cahaya laser menyinari detektor CCD pada sudut 00 untuk mendapatkan citra spekel. Intensitas citra spekel dikarakterisasi menggunakan 6 manik-manik dengan diameter berbeda (2,15 - 11,91 mm). Nilai intensitas citra spekel tertinggi didapatkan pada diameter manik-manik 2,15 mm yaitu 254,62 a.u dan terendah pada manik-manik 11,91 mm yaitu 224,5 a.u. Hasil karakteriasi menunjukkan bahwa intensitas citra spekel menurun ketika objek yang terdeteksi berukuran lebih besar. Hasil yang sama juga didapatkan menggunakan tetesan air dari tabung yang berlubang dengan diameter 1-7 mm. Citra spekel tetesan air dianalisis menggunakan fungsi autokorelasi untuk mendapatkan ukuran bulir spekel. Ukuran bulir spekel terbesar didapatkan pada diameter lubang tetesan 6 mm yaitu 856,87 µm dan terkecil didapatkan pada diameter lubang tetesan 1 mm yaitu 198,15 µm. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin besar tetesan air, maka nilai intensitas citra spekel menurun dan ukuran bulir spekel membesar.Kata kunci : citra, forward-scattering, gray scale, laser He-Ne, ukuran bulir spekel
Rancang Bangun Alat Ukur Kelembaban Udara Berbasis Sensor Serat Optik Evanescent dengan Cladding Gelatin Tulang Sapi Menggunakan Transmisi Ethernet Shield Irawan, Tomi; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.4.359-366.2018

Abstract

Telah dirancang bangun alat ukur kelembaban udara berbasis sensor serat optik evanescent dengan menggunakan cladding gelatin tulang sapi. Cladding gelatin tulang sapi dibuat dengan metode hidrolisis HCl dengan variasi perendaman 2 hari dan 4 hari. Variasi panjang pengupasan cladding serat optik adalah 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Pengukuran kelembaban udara dilakukan di dalam humidity chamber. Sistem sensor terdiri dari laser dioda sebagai sumber cahaya, serat optik cladding tulang sapi sebagai pengindra kelembaban, fotodioda sebagai fotodetektor, mikrokontroler sebagai pengolah sinyal dan ethernet shield sebagai transmisi data nilai kelembaban melalui plafon internet  thingspeak. Kelembaban diukur berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Semakin tinggi kelembaban udara maka semakin tinggi tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi sensor menunjukkan serat optik dengan panjang pengupasan 1 cm adalah yang paling optimum dalam mengindra kelembaban. Nilai sensitifitas sensor yang dirancang adalah 0,0299 V/%RH  dengan koefisien determinasi R2 = 0,977.  Persentase rata-rata kesalahan alat ukur yang dirancang adalah 2,25 % dibandingkan dengan alat ukur acuan (humidity meter). Kata kunci: kelembaban udara, sensor serat optik, evanescent, ethernet shield.
Analisis Kecepatan Aliran Air Berbasis Metode Laser Speckle Imaging Havizzullah, Havizzullah; Harmadi, Harmadi; Marzuki, Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.2.178-183.2019

Abstract

Telah dilakukan analisis kecepatan aliran air dengan metode Laser Speckle Imaging (LSI). Sistem LSI menggunakan pendekatan forward scattering. Sistem terdiri dari tiga unit yaitu transmitter menggunakan laser He-Ne, receiver menggunakan CCD (Charge Couple Device), dan penampil menggunakan PC. Objek penelitian menggunakan air yang dijatuhkan dari wadah dengan diameter lubang yang divariasikan pada ketinggian yang berbeda. Hasil pengukuran kecepatan aliran air dari wadah berdiameter 1 mm pada ketinggian 50 cm memiliki nilai kecepatan terendah yaitu sebesar 0,73 ml/detik. Nilai tertinggi dihasilkan dari wadah berdiameter 5 mm pada ketinggian 150 cm yaitu sebesar 15,49 ml/detik. Ukuran diameter lubang dan ketinggian jatuh air semakin besar, maka nilai kecepatan aliran air semakin besar. Pengukuran intensitas citra  juga dilakukan untuk melihat korelasi dengan kecepatan air. Nilai intensitas terendah yaitu 238,45 a.u diperoleh dari tetesan air dengan diameter 5 mm dan nilai tertinggi yaitu 253,12 a.u diperoleh pada diameter 1 mm. Ukuran diameter wadah semakin besar maka nilai intensitas citra semakin kecil. Intensitas citra berbanding terbalik dengan nilai kecepatan aliran air.Kata kunci : kecepatan alir, butiran hujan, intensitas citra, laser
Rancang Bangun Alat Ukur Kelembaban Udara Berbasis Mikrokontroler ATMega328 dengan Sensor Serat Optik Evanescent Menggunakan Film Gelatin Khairunnisa, Fitria; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.3.217-224.2017

Abstract

Telah dirancang alat ukur kelembaban udara dengan sensor serat optik evanescent. Cladding serat optik dikupas dan diganti dengan film gelatin. Variasi panjang pengupasan cladding serat optik adalah 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Kelembaban udara diukur dengan mengukur kelembaban udara di dalam humidity chamber. Alat ukur dirancang menggunakan sistem sensor yang terdiri dari laser dioda sebagai sumber cahaya, serat optik, fotodioda sebagai fotodetektor, dan mikrokontroler sebagai pengolah sinyal. Kelembaban diukur berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Semakin tinggi kelembaban udara maka semakin tinggi tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi serat optik menunjukkan serat optik dengan panjang pengupasan 1 cm adalah yang paling optimum dalam mengindra kelembaban. Nilai sensitifitas sensor yang dirancang adalah 0,0186 V/%RH dengan koefisien determinasi R2 = 0,9457. Persentase rata-rata kesalahan alat ukur yang dirancang adalah 1,56% dibandingkan dengan alat ukur acuan (humidity meter).Kata kunci: kelembaban udara, alat ukur, sensor serat optik, evanescent.
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KELEBIHAN BEBAN KENDARAAN MENGGUNAKAN SENSOR SERAT OPTIK DAN TRANSCEIVER NRF24L01+ Kampai, Genta; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.1-8.2020

Abstract

Telah dirancang alat pendeteksi kelebihan beban kendaraan menggunakan sensor serat optik dengan metode intrinsik. Rancang bangun alat pendeteksi kelebihan beban kendaraan ini terdiri dari sumber cahaya berupa dioda laser, serat optik FD-620-10, fotodetektor OPT 101, mikrokontroler Arduino Uno sebagai pengelolah data, buzzer, dan LCD sebagai penampil hasil pengukuran. Sensor serat optik digunakan untuk mengukur beban pada kendaraan dengan memanfaatkan perubahan tegangan keluaran dari OPT101 dan di transmisikan menggunakan Transceiver nRF24L01+. Karakterisasi sensor serat optik dilakukan dengan memvariasikan bending dalam bentuk banyaknya jumlah gerigi terhadap besarnya tegangan keluaran pada sensor serat optik. Hasil yang optimum diperoleh pada jumlah 5 gerigi dengan tegangan keluran sebesar 1,121 V. Kelebihan beban kendaraan maksimum yang dideteksi oleh sensor sebesar 6400 kg dengan tegangan keluaran sebesar 0,215 V.  Jarak maksimum pengiriman data oleh Transceiver nRF24L01+ adalah 450 m tanpa penghalang dan 230 m dengan penghalang. Hasil pengukuran kelebihan beban kendaraan yang diperoleh dengan alat yang dirancang dibandingkan dengan jembatan timbang diperoleh kesalahan rata-rata sebesar 9,2 %. It has been designed an overloaded vehicle detection tool using optical fibre sensor with intrinsic method. The design of the vehicle's overload detection tool consists of laser diode as a light source, an optical fiber FD-620-10, a photodetector OPT 101, an Arduino Uno microcontroller as a data processor, a buzzer, and an LCD as a measuring result viewer. The fiber optic sensor is used to measure the load on the vehicle by utilizing the output voltage changes from OPT101 and cast using the Transceiver nRF24L01. The characterization of the fibre optic sensor is performed by varying bending in the form of a large amount of cleats to the magnitude of the output voltage in the fibre optic sensor. Optimum results are obtained at the number of 5 wells with a tension voltage is 1.121 V. The overload of maximum vehicle detected by the sensor is amounted to 6400 kg and a sensor output voltage is 0.215 V.  The maximum distance from the data transmission Transceiver nRF24L01 + is 450 m without barrier and 230 m with barrier. The result of overload vehicle measurements obtained with designed tool is compared detection to weighbridge were obtained an average fault of 9.2%.
Sistem Monitoring Ketinggian Cairan Infus Berbasis Sensor Serat Optik Evanescent Nadia, Adila; Rasyid, Rahmat; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.321-328.2019

Abstract

Telah dirancang sistem monitoring ketinggian cairan infus berbasis sensor serat optik evanescent. Sensor serat optik digunakan untuk memonitor ketinggian cairan infus berdasarkan perubahan tegangan keluaran fotodetektor OPT101 terhadap ketinggian cairan infus. Perubahan tegangan keluaran terjadi akibat perubahan intensitas cahaya yang diterima oleh fotodetektor akibat rugi daya pada saat melewati serat optik. Cairan infus yang digunakan yaitu cairan infus NaCl 0,9%. Rancang bangun sistem monitoring ketinggian cairan infus terdiri dari sumber cahaya berupa dioda laser, serat optik FD-620-10 step index multimode, fotodetektor OPT101, mikrokontroler arduino uno sebagai pengolah sinyal dan LCD sebagai penampil kondisi infus. Berdasarkan data pengujian dan analisis yang telah dilakukam maka disimpulkan bahwa rancangan sistem monitoring ketinggian cairan infus berbasis sensor serat optik evanescent telah mampu memonitoring ketinggian cairan infus dengan ketepatan rata-rata 92,73%. Hasil monitoring ketinggian cairan infus diamati dengan 2 kondisi yaitu aman dan awas yang ditampilkan pada LCD, lampu indikator LED dan bunyi pada buzzer.Kata kunci: evanescent, fotodetektor,  infus, serat optik.
RANCANG BANGUN ALAT UKUR KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL BERBASIS SENSOR SERAT OPTIK EVANESCENT DENGAN CLADDING KITOSAN Rahayu, Aida; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.17-23.2020

Abstract

Telah dirancang alat ukur konsentrasi ion logam berat timbal berbasis sensor serat optik evanescent. Cladding serat optik dikupas dan diganti dengan kitosan. Variasi panjang pengupasan cladding serat optik adalah 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Sistem sensor terdiri dari laser dioda sebagai sumber cahaya, serat optik, fotodioda sebagai detektor cahaya, mikrokontroler sebagai pengolah sinyal dan LCD sebagai penampil hasil pengukuran. Konsentrasi diukur berdasarkan tegangan keluaran fotodioda. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin tinggi tegangan keluaran fotodioda. Hasil karakterisasi serat optik menunjukkan serat optik dengan panjang pengupasan 1 cm, dan jari-jari bending 3,5 cm adalah yang paling optimal untuk pengukuran konsentrasi ion logam berat timbal dengan koefisien korelasi 0,9906. Persentase rata-rata kesalahan alat ukur yang dirancang adalah 43,334%. It has been designed for optical fiber sensor-based lead ion heavy metal measuring devices. Optical fiber cladding is peeled and replaced with chitosan. Variations in stripping length of optical fiber cladding are 1 cm, 2 cm, and 3 cm. The sensor system consists of a laser diode as a light source, fiber optic, photodiode as a light detector, a microcontroller as a signal processor and an LCD as a measurement result viewer. The concentration released is based on the photodiode output voltage. The higher the concentration, the higher the photodiode output voltage. The result of optical fiber characterization that shows optical fibers with stripping length of 1 cm and bending radius of 3.5 cm are the most optimal for measuring the concentration of lead heavy metals with a coefficient of 0.9906. The average percentage of errors of the measuring instruments designed is 43.334%.
UJI KEMURNIAN BENSIN DI SPBU DAN PENGECER SE-KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROSKOPI SERAPAN ATOM MERKURI Shafii, Mohammad Ali; Harmadi, Harmadi; Ihksan, Khairatul; Herlina, Seni; Tongkukut, J.
Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.126 KB) | DOI: 10.31958/js.v2i2.19

Abstract

The gasoline purity test has been carried out in several retailers inPadangcity using Mercury atomic absorption spectroscopy method. As an object of study was taken 10 samples of gasoline were sold in stalls scattered retailers in the city ofPadang, for subsequent comparison with standard samples that taken from Pertamina Teluk Kabung Padang. Spectrum produced by each sample was analyzed based percentage difference between the spectrum peak, the angle position and the sample wavelength. To determine the level of gas purity, the mixing gasoline with kerosene have been done with the percentage ratio of 5% to 25%. From this research, it appears that gasoline retailers in the region of Batas Kota, Air Pacah and Pasar Baru indicating that the mixing of gasoline and kerosene to achieve the highest percentage, namely 25.3%, 23.2% and 17.2%. Meanwhile, the regions with the lowest percentage of blending gasoline and kerosene are in the area of Tunggul Hitam, Kuranji and Bungus, namely 3.7%, 5.0% and 4.9%.Key words: purity, gasoline, several retailers, atomic spectrum 
PERANCANGAN ALAT UKUR TDS (TOTAL DISSOLVED SOLID) AIR DENGAN SENSOR KONDUKTIVITAS SECARA REAL TIME Zamora, Ronaldi; Harmadi, Harmadi; Wildian, Wildian
Sainstek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.643 KB) | DOI: 10.31958/js.v7i1.120

Abstract

An experiment was done to design of conductivity sensor for real time measurement of TDS (Total Dissolved Solid) in water. The instrument system incluedes hardware and software systems. The hardware system consist conductivity sensor, microcontroller arduino uno, and a PC. While the software system covers the procces and making on display measurement result based on LabVIEW. TDS information is displayed in the form of digital, analog and graph in real time. Another advantage of this measurement system is that the TDS data can be stored in file format xlxs. The measurement data is done by comparing the system is designed with a standard measuring instrument that is TDS EZDO E 7200. The data obtained through measurement errors were analyzed using the theory and methods of the graph. Based on the analysis conducted found the output voltage of the conductivity sensor rises with the increase in water with a sensitivity of  0,924 mV/ppm. The instrument of TDS measurement data has an accuracy rate of 97.17 %Keyword: microcontroller, water, TDS, LabVIEW
Rancang Bangun Alat Ukur Kelajuan dan Arah Angin Menggunakan Sistem Telemetri Nirkabel dengan Transceiver nRF24L01+ Putra, Okky Frananda; Rasyid, Rahmat; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.4.318-323.2017

Abstract

Telah dirancang bangun sebuah alat ukur kelajuan dan arah angin menggunakan sistem telemetri nirkabel. Sistem terdiri dari dua unit yaitu transmitter dan receiver. Unit transmitter berfungsi sebagai pengukur nilai kelajuan dan arah angin menggunakan sensor optocoupler ITR9608-F yang terdapat pada modul FC-03. Data nilai kelajuan dan arah angin ditransmisikan oleh transceiver nRF24L01+ yang memanfaatkan gelombang elektromagnet pada frekuensi gelombang radio 2,4 GHz. Data akan diterima oleh transceiver nRF24L01+ di unit receiver lalu ditampilkan pada LCD (Liquid Crystal Display). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem telemetri nirkabel mampu mentransmisikan data dengan jangkauan maksimum 1000 m dengan kondisi tanpa penghalang, 650 m dengan kodisi ada penghalang saat cuaca cerah, dan 485 m dengan kondisi ada penghalang saat cuaca hujan 485 m. Persentase kesalahan rata-rata alat ukur kelajuan angin ini dihitung dan dibandingkan dengan beberapa alat acuan, 4,54 % dengan anemometer Lutron AM-4206 dan 7,65 % dengan anemometer mangkuk milik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II BIM Padang Pariaman. Alat ukur arah angin menampilkan delapan arah mata angin dengan sudut sebesar 45o. Alat ukur arah angin berhasil mendeteksi dan menampilkan arah angin yang sama dengan anemometer mangkuk milik BMKG.Kata kunci: telemetri nirkabel, transceiver nRF24L01+, kelajuan angin, arah angin