Articles

Found 16 Documents
Search

Studi Kandungan Logam Berat dengan Analisis Aktivasi Neutron dan Mikroba Patogen pada Jeroan Serta Daging Sapi Harsojo, Harsojo; Darsono, Darsono
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.28 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.2.2737

Abstract

Penduduk Indonesia setiap tahun jumlahnya meningkat sehingga kebutuhan akan pangan meningkat terutama tersedianya makanan bergizi seperti daging. Daging merupakan salah satu makanan yang mengandung kecukupan unsur protein, akan tetapi tidak tertutup kemungkinan mengandung logam berat dan tercemar bakteri yang telah melebihi ambang batas SNI. Di samping itu jeroan juga sangat digemari walaupun menjadi tempat terakumulasinya logam berat. Tujuan penelitian ini  mempelajari kandungan logam berat dan cemaran bakteri pada jeroan sapi dari beberapa tempat Rumah Pemotongan Hewan.  Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai kandungan logam berat seperti As, Cd dan Hg serta mikroba pada jeroan dan daging sapi. Jeroan yang digunakan adalah paru, babat, usus dan hati sapi sedang untuk daging yang diteliti adalah veal dan tenderloin. Analisa logam berat dilakukan dengan menggunakan Analisa Aktivasi Neutron, sedang untuk analisa jumlah mikroba seperti jumlah bakteri aerob, Koliform, Escherichia coli dan Staphylococcus sp serta Salmonella menggunakan Angka Lempeng Total. Hasil penelitian menunjukkan kandungan As pada paru dan babat serta kandungan Hg pada jeroan yang diteliti telah melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh SNI masing-masing sebesar 1,0 dan 0,03 ppm. Sedangkan pada daging tidak terdeteksi adanya kandungan logam berat.  Kandungan mikroba dalam jeroan sapi telah melebihi maksimum batas yang telah ditetapkan yaitu sebesar 1,0 x 106 cfu/g. Tidak ditemukan Salmonella pada semua sampel jeroan dan daging yang diteliti. Teknik nuklir sangat membantu analisis kandungan logam berat dalam jeroan maupun daging sapi. Kebersihan tempat pemotongan hewan sangat menentukan kualitas jeroan maupun daging yang akan dikirim. Kata kunci : logam berat, mikroba, Salmonella, jeroan sapi, AAN, ALT
KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASI GAMMA Harsojo, Harsojo; Irawati, Irawati
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : PSTA BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.716 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.36

Abstract

KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASIGAMMA. Telah dilakukan penelitian mengenai kontaminasi awal serta dekontaminasi bakteri patogen dengan iradiasigamma pada jeroan sapi seperti hati, babat dan paru. Bakteri patogen yang digunakan adalah Salmonella typhimurium,Escherichia coli 0157, Escherichia coli polyvalen dan Vibrio cholerae yang diinokulasikan ke dalam jeroansapi. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, total bakteri koli, E. coli, Staphylococcus spp danisolasi Salmonella. Pada perlakuan dekontaminasi bakteri patogen, parameter yang diukur adalah jumlah kolonibakteri yang masih hidup setelah diiradiasi pada dosis 0; 0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 kGy di IRPASENA dengan laju dosis1,149 kGy/jam. Hasil penelitian menunjukkan kontaminasi awal total bakteri aerob pada jeroan sapi berkisar antara8,85 x 105 dan 1,08 x 108 cfu/g, sedangkan bakteri koli berkisar antara 2,70 x 106 dan 3,23 x 107 cfu/g. Total bakteriE. coli berkisar antara 8,55 x 105 dan 2,60 x 107 cfu/g. Sedangkan total Staphylococcus spp berkisar antara 1,6 x 105dan 4,10 x 107 cfu/g. Tidak ditemukan Salmonella pada semua contoh yang diteliti, akan tetapi E. coli ditemukanpada semua contoh yang diteliti. Pada jeroan sapi, bakteri E. coli 0157 merupakan bakteri yang paling peka terhadapiradiasi, sedangkan V. cholerae merupakan bakteri yang paling tahan terhadap iradiasi.Kata kunci: Iradiasi, jeroan sapi, bakteri patogen, kontaminasi awal.
Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Eliminasi Mikroorganisme dan Perubahan Kadar Protein Pada Ikan Bandeng (Chanos chanos) Christopher, Alvin; G.H.N.B., Efendi Oulan; E.K., Warsono; Harsojo, Harsojo
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.963 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4256

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan mudah ditemui di pasar-pasar di Indonesia. Kurangnya pemahaman akan pentingnya sanitasi menyebabkan ikan bandeng mudah terkontaminasi mikroorganisme. Teknik pengawetan makanan dengan iradiasi gamma dapat diaplikasikan untuk mengawetkan ikan bandeng karena mampu mengeliminasi mikroorganisme tanpa mengubah karakteristik dan kandungan nutrisi ikan bandeng. Pada penelitian ini, ikan bandeng yang diperoleh dari dua pasar berbeda diiradiasi pada laju dosis 1,0 kGy dengan dosis 0; 1,5; dan 3,0 kGy serta disimpan selama 0, 7, 14, 21, dan 28 hari. Pengujian ALT dan total bakteri koliform menunjukkan bahwa iradiasi gamma terbukti ampuh menurunkan jumlah cemaran mikroorganisme pada ikan bandeng. Escherichia coli (E. coli) yang diisolasi dari kedua ikan bandeng memiliki nilai D10 yang berbeda. Akan tetapi, pada pengujian ketahanan E. coli terhadap antibiotik diketahui bahwa kedua isolat E. coli memiliki sensitivitas tinggi terhadap tetrasiklin dibandingkan sefoksitin dan amoksisilin. Hasil pengukuran kadar protein dengan metode Kjeldahl menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang besar pada kadar protein secara signifikan antara ikan bandeng sebelum dan sesudah iradiasi.
Keanekaragaman Bakteri Serta Kandungan Unsur Mikro dan Logam yang Dianalisis Secara Teknik Nuklir pada Beberapa Makanan Olahan Asap Harsojo, Harsojo; Kardha, Made Sumarti
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.888 KB) | DOI: 10.17146/jair.2014.10.2.2707

Abstract

Makanan tradisional seperti daging ayam dan dendeng sapi asap kemungkinan dapat tercemar bakteri dan mengandung unsur mikro serta logam yang melebihi ambang batas Standar Nasional Indonesia (SNI: 7388:2009). Telah diteliti keanekaragaman bakteri serta kandungan unsur mikro dan logam yang terdapat dalam makanan olahan asap berupa daging ayam dan dendeng sapi. Analisis bakteri menggunakan metode Angka Lempeng Total sedang untuk analisis Salmonella dilakukan menggunakan media perbenihan. Analisis unsur mikro dan logam dilakukan dengan menggunakan Analisis Aktivasi Neutron. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, bakteri koli, Staphylococcus spp, Salmonella, dan kandungan unsur mikro serta logam. Iradiasi dilakukan dengan sinar gamma (Co60) pada dosis 3 kGy dengan laju dosis 1,140 kGy/jam dan kontrol sampel tanpa iradiasi. Penyimpanan dilakukan pada suhu lemari es (6o C)dengan interval waktu pengamatan 0, 1 dan 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan keanekaragaman jenis bakteri pada makanan olahan asap terdiri dari bakteri aerob, koli dan Staphylococcus spp. Pada dosis 3 kGy tidak ditemukan adanya bakteri aerob, koli dan Staphylococcus spp. pada daging ayam asap. Akan tetapi, pada dendeng sapi asap dengan dosis 3 kGy bakteri aerob dan koli terjadi penurunan masing-masing sebesar 2 dan 1 desimal. Kandungan bakteri Staphylococcus spp pada dendeng sapi asap dengan dosis 3 kGy tidak ditemukan lagi. Kandungan seng pada daging ayam dan dendeng sapi asap masingmasing adalah 261,734 dan 206,058 ppm yang telah melebihi ambang batas SNI. Pada semua sampel yang diteliti tidak ditemukan adanya Salmonella. Ditemukan beberapa unsur mikro dan logam dalam makanan olahan asap. Teknik nuklir membantu analisis kandungan unsur mikro dan logam serta dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging ayam asap dan dendeng sapi asap yang diteliti.Kata kunci : makanan tradisional, SNI, bakteri koli, Staphylococcus, iradiasi, AAN, ALT
PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP KADAR PROTEIN DAN MIKROBIOLOGIS DAGING AYAM BROILER PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN JAKARTA SELATAN [IN PRESS JANUARI 2016] Irmanita, Vindy; Wardani, Agustin Krisna; Harsojo, Harsojo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.431 KB)

Abstract

Iradiasi merupakan teknologi non termal yang dapat mereduksi bakteri pembusuk dan pathogen pada bahan pangan seperti Eschericia coli, Salmonella, Staphylococcus aureus, Coliform dan Camphylobacter  jejuni pada daging ayam. Efektifitas iradiasi gamma dalam mereduksi bakteri dipengaruhi beberapa factor yaitu jenis bakteri, dosis iradiasi serta kondisi sebelum dan setelah iradiasi. Selain efektifitasnya dalam membunuh bakteri pathogen dan pembusuk teknologi iradiasi gamma dapat menjaga nutrisi, tekstur dan warna yang biasa ditimbulkan oleh pengawetan pangan konvensional (menggunakan panas).   Kata kunci: Bakteri Patogen, Daging Ayam, Iradiasi, Pasar Modern, Pasar Tradisional
The Critical Temperature of The Superconductor Having an Array of Holes Harsojo, Harsojo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.406 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i1.856

Abstract

The influence of external magnetic field to the critical temperature of the superconductor having an array of hole has been calculated using time dependent Ginzburg-Landau equation. The investigation is done after calculating numerically the resistance produced when the superconductor is driven by electric current and exposed under perpendicular magnetic field fie. The result indicates that the addition of lattice holes to the superconductor exposed on perpendicular magnetic field changes the critical temperature. The changes of the critical current due to the different sizes of holes are also discussed.
Pengaruh Radiasi Berkas Elektron dan Kimia Pada Pembuatan Glukosa dari Tandan Kosong Sawit Darsono, Darsono; Danu, Sugiarto; Kardha, Made Sumarti; Harsojo, Harsojo
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 35 No. 1 April 2013
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.905 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan glukosa dari tandan kosong sawit (TKS) dengan 2 tahap, yaitu perlakuan pendahuluan iradiasi berkas elektron dilanjutkan dengan alkali dan asam, diikuti dengan proses sakarifikasi. Serat TKS kering diiradiasi menggunakan berkas elektron pada variasi dosis 0, 200, dan 400 kGy. Hasil iradiasi berkas elektron selanjutnya digiling dan diayak untuk mendapatkan butiran berukuran antara 40/60 mesh. Perlakuan pendahuluan dengan NaOH dilakukan pada suhu 1210C selama 30 dan 60 menit, sedangkan perlakuan dengan H2SO4 dilakukan pada suhu 1210C selama 30 menit dengan menggunakan otoklaf. Sakarifikasi dilakukan menggunakan enzim amilase dan selubiase. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada dosis iradiasi 0, 200 dan 400 kGy dengan perlakuan NaOH 0, 4, 8, dan 16% telah menghasilkan glukosa maksimum 14,0-14,2%. Perlakuan H2SO4 dengan konsentrasi 1, 2, dan 4% menghasilkan glukosa sekitar 6 – 8,5%. 
DETERMINATION OF MINERAL CONTAIN AND BACTERIA CONTAMINANT ON ORGANIC AND NONORGANIC FRESH VEGETABLES Harsojo, Harsojo; Mellawati, June
Indonesian Journal of Chemistry Vol 9, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.052 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21534

Abstract

The determination of mineral content and bacteria contaminant on fresh vegetable of long bean (Vegan ungulate Wall.), white cabbage (Basic tolerance L.), and lettuce (Lectuca sativa L.) that cultivated by organic and nonorganic system have been done. The mineral content has been analyzed using neutron activation analysis and atomic absorption spectroscopy method, while bacteria contaminant by total plate count number using Nutrient Agar, Mac Conkey Agar, Baird Parker medium, and Salmonella using selective medium. The results showed that there are some essential mineral such as Fe, Zn, Ca, Co, and nonessential mineral Cd. There is tendency that fresh vegetable that cultivated by organic system contained Fe, Zn, Ca, Co and Cd mineral less than nonorganic. The Zn mineral content in nonorganic of fresh vegetable were higher than the limit of threshold number from Health Department, Republic of Indonesia (2004), while Cd mineral in organic or nonorganic of fresh vegetable were greater then threshold number from Codex Alimentarius Commision. The measurement of bacteria contaminant on organic and nonorganic of fresh vegetables contained aerob, coli, and Staphylococcus bacteria in organic of fresh vegetables were less compared to nonorganic of fresh vegetables.   Keywords: mineral, bacteria aerob, coli, Staphylococcus, Salmonella, organic, and nonorganic vegetable, neutron activation
The Roles of Hydrazine and Ethylenediamine in Wet Synthesis of Cu Nanowire Harsojo, Harsojo; Puspita, Lutfi Ayu; Mardiansyah, Dedi; Roto, Roto; Triyana, Kuwat
Indonesian Journal of Chemistry Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.403 KB) | DOI: 10.22146/ijc.23618

Abstract

A wet synthesis Cu nanowire using CuNO3 as a precursor and hydrazine as a reduction agent and ethylene diamine as a polymer capping agent in excessive sodium hydroxide solution 15 M NaOH has been done. The study was done by varying the volume of hydrazine 0.15, 0.25 and 0.75 mL and ethylenediamine (EDA) (0.5, 1.5 and 0.25 mL) in a total volume of 100 mL, to investigate the roles of these two agents in forming the nanowire and was done at 60 °C at 60 RPM stirring speed. The study revealed that the wet synthesis could be used to produce nanowires in the length of micrometers with a diameter of about hundred nanometers. The best CuNW was obtained at volume EDA 1.5 mL at hydrazine volume 0.15 mL with length to diameter ratio was 120 ± 30. The roles of both hydrazine and the EDA in the process of making nanowires and nanoparticles were also discussed.
STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT DAN MIKROBA PADA AIR MINUM ISI ULANG harsojo, harsojo; Darsono, Darsono
Jurnal Ecolab Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.317 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.2.%p

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan setiap makluk hidup untuk mempertahankan kesehatannya. Kegunaan air untuk tubuh antara lain dalam proses pencernaan, metabolisme, untuk mengatur kesetimbangan suhu supaya tubuh tidak sampai kering. Tujuan penelitian ini mempelajari kandungan logam berat dan mikroba yang terdapat dalam air minum isi ulang yang dijual di beberapa tempat. Logam berat dianalisa dengan metode Nyala Udara Asitelen pada Serapan Atom Absorpsi sedang untuk analisa kandungan mikroba digunakan metode Angka Lempeng Total.Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam timah hitam (Pb) didapatkan di depo Jakarta Utara dan Timur masing-masing sebesar 0,002 dan 0,001 ppm, sedang logam kadmium (Cd) tidak ditemukan di semua sampel yang diteliti. Kandungan logam berat tersebut masih dibawah ambang batas PERMENKES dan SNI. Jumlah bakteri aerob berkisar antara 3,00 x 102 dan 8,45 x 103 cfu/ml dan masih dibawah ambang batas SNI, sedang jumlah bakteri koli berkisar antara 0 dan 6,50 x 103 cfu/ml. Jumlah bakteri koli berada diatas ambang batas PERMENKES dan SNI. Salmonella tidak ditemukan pada semua sampel yang diteliti