Articles

Found 9 Documents
Search

POLA SOLIDARITAS KELOMPOK PEDAGANG ANGKRINGAN DI KOTA PONOROGO Santoso, Slamet; Harsono, Jusuf
Sosiohumaniora Vol 16, No 1 (2014): SOSIOHUMANIORA, MARET 2014
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v16i1.5685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola solidaritas kelompok pedagang Angkringan yangada di Kota Ponorogo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan teknikpengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Berdasarkan kriteria penggolonganpedagang Angkringan, jumlah informan ditetapkan dengan menggunakan teknik purposive sampling dan untukanalisis data berproses pada bentuk induksi-interpretasi-konseptualisasi dengan menggunakan model analisisinteraktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Jalinan solidaritas yang terjadi pada kelompok pedagangAngkringan di Kota Ponorogo berbentuk: Solidaritas antara ketua kelompok dengan para anggotanya (termasukcalon anggota), Solidaritas antara sesama anggota dalam satu kelompok, dan Solidaritas antara kelompokyang satu dengan kelompok yang lain; b) Solidaritas antara ketua kelompok dengan calon anggota kelompoklebih mengarah pada solidaritas mekanik; c) Solidaritas antara ketua kelompok dengan anggota kelompok lebihdidominasi oleh solidaritas organik namun demikian solidaritas mekanik tetap berjalan walaupun hanya padawaktu tertentu; d) Solidaritas antara sesama anggota dalam satu kelompok lebih lebih didominasi oleh solidaritasorganik dan untuk solidaritas mekanik hanya bersifat isidental; dan e) Solidaritas antara kelompok yang satudengan kelompok yang lain lebih mengarah pada solidaritas mekanik.Kata Kunci: Solidaritas Mekanik, Solidaritas Organik, Pedagang Angkringan
Penurunan Status Kota Ponorogo (Dari Kota Juragan Menuju Kota Para Pedagang da Buruh) Harsono, Jusuf; Hutoyo, Sukmono Hadi
EKUILIBRIUM : JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol 6, No 1 (2010): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ekuilibrium.v6i1.256

Abstract

abstrak
HEGEMONI NEGARA TERHADAP SENI REYOG PONOROGO Harsono, Jusuf
ARISTO Vol 7, No 2 (2019): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v7i2.1773

Abstract

The existence of art Reyog Ponorogo until now it is a traditional art Ponorogo Regency, community pride even in politics is needed by the existence of the political elite, nevertheless the availability of the arts it politically sufficiently interesting to observe in the political dynamics localized in Ponorogo. How the political elite or the state doing my hegemony on all aspects of this art Reyog Ponorogo. This study using several methods to get clarification on the problems on some of them are with the interview, observation, and documentation. The result showed that elite politics or the state has made various ways to Hegemony art Reyog Ponorogo as a mass mobilization of effective local. especially in the dynamics of politics.
ANALISIS SIKAP POLITIK WARGA MUHAMMADIYAH PONOROGO DALAM PILKADA 2015 Harsono, Jusuf
ARISTO Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v6i1.780

Abstract

Plurality of political attitudes of citizens Muhammadiyah Ponorogo in the elections in 2015 is an interesting phenomenon because almost all citizens and sympathizers of this organization gives full support to the partner Regent and Vice Regent promoted by the National Mandate Party. This study to find out more about political attitudes of citizens muhammadiyah shown in local elections (Election) Ponorogo. Moreover, the research also seek out further orientations are used as a handle by Muhammadiyah cadres and elite that are part of a successful team. Informants in this study is regular and elite members or directors of the Muhammadiyah organization spread over several districts. Data collection in studies using interviews and documentation. The final goal of this study was to determine the political direction of Muhammadiyah then it could be a foundation in nominating candidates for the next general election
Pola mobilitas pedagang angkringan Di kota ponorogo (mobility pattern of the angkringan vendors In ponorogo city) Slamet, Santoso; Harsono, Jusuf
Jurnal Perilaku dan Strategi Bisnis Vol 1, No 2: Agustus 2013
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.384 KB) | DOI: 10.26486/jpsb.v1i2.309

Abstract

The goal of this research for knowing mobility pattern of the angkringan vendor group in Ponorogo City. The location research is in the Ponorogo District. For getting data we used Depth Interview and Observation Methodes. We used purposive sampling method to decide the informan. For analyzing th data we used Inductive-Interpretative-Konseptualization. The result of the research is that the mobility pattern of the angkringan vendors in Ponorogo City have many forms: 1) Horizontal mobility, that is migration of the angkringan vendors from the original town (most from Central Java) to Ponorogo City, East Java; 2) Vertical mobility, that is the increasing of the social-economical status of the angkringan vendors family.
Pengalaman Partai Politik pada Pemilu Legislatif Tahun 2014 dalam Pemenuhan Kuota Keterwakilan Perempuan di Kabupaten Ponorogo Rahman, Laila Rahmawati; Harsono, Jusuf; Dewi, Dian Suluh Kusuma
The POLITICS : Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 3 Number 1, Jan 2017
Publisher : Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini berfokus pada bagaimana pemenuhan 30% kota perempuan dalam aktifitas politik bisa terwujud, karena selama ini masih banyak persoalan struktural dan kultural yang membentuk streotip bahwa perempuan merupakan masyarakat kelas 2 (dua) dalam kehidupan masyarakat Indonesia, walaupun sudah terpenuhi  kuota 30%  pada partai Gerindra, PAN dan Golkar pada pemilihan legislatif pada tahun 2014 di Kabupaten Ponorogo, namun partai politik mengaku jika kader perempuan yang dimiliki banyak yang tidak mau menjadi calon legislatif, akan tetapi partai politik tetap mendaftarkannya supaya lolos persyaratan pemilihan legislatif.
Botoh sebagai Kekuatan Lokal dalam Suksesi Pilkades di Kabupaten Ponorogo Cahyono, Try; Harsono, Jusuf; Khoirurrosyidin, Khoirurrosyidin
The POLITICS : Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 4 Number 1, Jan 2018
Publisher : Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The practice of democracy in achieving through the village head election , apparently store various dynamics, Where much power local appear and indicated its existence, Botoh Is one of the ways is as a Local Strongment, Botoh Then offering an interesting choice in the form of money?s, To the community in order to support a candidate who support it, This in turn generated problems, because practices democracy that the requirements dnegan practices cheat.
Kondisi Sosial dan Politik di Desa yang Bercorak Majemuk Khasanah, Roin; Harsono, Jusuf; Hilman, Yusuf Adam
The POLITICS : Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin Volume 4 Number 2, Jul 2018
Publisher : Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regional autonomy has many make a change in the level of village, because in the village looked of Pluralis, so that it will appear the potential problems related to the difference existing, these differences can bring up conflict, so that needs to be done an act of, to resolve potential does. Klepu Village, Sawoo Subdustrict,  Ponorogo Regency is an example of a village that had such as shades of the variation in , there are from the research potential difference in practice political in the village, was triggered by differences of religion that is the Islamic and Christian in a village, even though the conflict does not occur in physical form, however problems appear in line with government remodeling inclined to decentralization
PERLAWANAN KULTURAL MASYARAKAT SOMOROTO TERHADAP SKETSA SEJARAH ASAL USUL KOTA PONOROGO OLEH PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO Harsono, Jusuf
ARISTO Vol 3, No 2 (2015): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v3i2.2

Abstract

Ponorogo sebagai sebuah obyek kajian seni budaya sudah sering dilakukan olehberbagai pihak namun sebagai sebuah obyek kajian dengan berbagai perspektif belum banyakdilakukan. Penelitian dengan judul: Perlawawanan cultural masyarakat Somoroto atas sketsasejarah asal - usul Ponrogo oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo, adalah salah satu penelitiian yang dimaksudkan untuk mengkaji peristiwa budaya dari berbagai perspektifyaitu: social - budaya, sejarah dan poltik. Penelitian ini bermaksud mencari penjelesantentang latar belakang atau motif hingga masyararakat Somoroto menyelenggarakan kirabpusaka Grebeg Tutup Suro dengan semangat swadaya setiap tahun yang penyelenggaraanyaterpisah dengan agenda yang dilaksanakan oleh Pemkab Ponorogo. Fenomena social-budayaini diteliti dengan metode Interview dan Observasi. Key Informan penelitian ini terdiri daritokoh masyarakat Somoroto, pejabat Pemkab Ponorogo, penonton kirab dan warga umumPonorogo. Para tokoh dimintai informasinya karena para tokoh yang terdiri dari para waroktersebut adalah para penggagas kegiatan budaya tersebut. Intepretative - understandingadalah metode analisa yang digunakan dalam penelitian ini mengingat tidak semua data bisadidapatkan dengan menggunakan metode yang lain. Penelitian ini menghasilkan sebuahkesimpulan penting yaitu : Pertama, bahwa masyarakat Somoro dengan kegiatan KirabPusakanya telah melakukan perlawanan kulturalnya untuk menuntut hak sejarahnya. Kedua,adanya potensi konflik yang cukup tinggi karena kegiatan kegiatan budaya yang tidak dikajilebih jauh.